IKPI, Kota Tangerang: Ketua Umum Ikatan Konsultan Pajak Indonesia (IKPI) Vaudy Starworld menyiapkan tiga pilar transformasi organisasi sebagai langkah strategis untuk meningkatkan kualitas dan daya saing konsultan pajak Indonesia. Melalui program tersebut, anggota IKPI didorong memanfaatkan kesempatan melanjutkan pendidikan formal hingga jenjang sarjana (S1), magister (S2), dan doktor (S3), sekaligus memperkuat kompetensi profesional melalui berbagai sertifikasi.
Hal itu disampaikan Vaudy saat membuka Seminar Perpajakan IKPI Cabang Kota Tangerang di Hotel Harris Gading Serpong, Sabtu (4/7/2026).
Menurut Vaudy, perkembangan dunia perpajakan berlangsung sangat cepat. Perubahan regulasi yang dinamis, meningkatnya tuntutan transparansi global, serta digitalisasi administrasi perpajakan menuntut konsultan pajak untuk terus meningkatkan kapasitas dan tidak berhenti belajar.
“Konsultan pajak tidak bisa lagi hanya menjadi penonton atau sekadar pelaksana teknis. Kita adalah mitra strategis negara dan wajib pajak, sekaligus pilar penting dalam menjaga keberlanjutan penerimaan negara yang berkeadilan. Karena itu, bargaining power, kredibilitas, dan kompetensi harus terus kita tingkatkan,” ujar Vaudy.
Ia menjelaskan, pilar pertama transformasi IKPI adalah penguatan basis akademik formal melalui kerja sama dengan berbagai perguruan tinggi negeri maupun swasta di Indonesia. Kolaborasi tersebut memberikan kesempatan bagi anggota IKPI untuk melanjutkan pendidikan hingga jenjang S1, S2, maupun S3.
Menurutnya, pengalaman praktik yang dimiliki konsultan pajak akan semakin bernilai apabila dipadukan dengan penguatan akademik sehingga mampu menghasilkan analisis perpajakan yang lebih komprehensif dan memiliki landasan ilmiah yang kuat.
Pilar kedua diwujudkan melalui program Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL). Melalui kerja sama dengan sejumlah perguruan tinggi, pengalaman profesional, pelatihan, dan jam terbang anggota IKPI dapat diakui sebagai bagian dari proses akademik.
“Pengalaman yang telah dibangun bertahun-tahun di lapangan merupakan aset yang sangat berharga. Melalui skema RPL, pengalaman tersebut dapat dikonversi menjadi satuan kredit semester sehingga anggota memiliki jalur yang lebih efisien untuk meraih gelar akademik,” katanya.
Sementara itu, pilar ketiga difokuskan pada perluasan spektrum keahlian melalui sinergi dengan berbagai organisasi profesi. Vaudy menilai tantangan yang dihadapi wajib pajak saat ini tidak hanya berkaitan dengan aspek perpajakan, tetapi juga mencakup hukum korporasi, penilaian aset, hingga mitigasi risiko bisnis.
Karena itu, IKPI membangun kolaborasi dengan berbagai asosiasi profesi guna membuka peluang bagi anggota memperoleh sertifikasi kompetensi tambahan yang relevan dengan kebutuhan dunia usaha.
“Dengan kompetensi yang semakin lengkap, konsultan pajak IKPI tidak hanya menjadi ahli di bidang kepatuhan perpajakan, tetapi juga mampu berperan sebagai penasihat bisnis yang memberikan solusi secara menyeluruh kepada wajib pajak,” ujarnya.
Vaudy menegaskan seluruh fasilitas, kerja sama, dan berbagai peluang pengembangan yang disiapkan Pengurus Pusat merupakan investasi untuk kemajuan anggota. Namun, keberhasilannya sangat bergantung pada partisipasi aktif seluruh pengurus dan anggota di semua tingkatan organisasi.
Ia pun mengajak seluruh pengurus pusat, pengurus daerah, dan pengurus cabang untuk menyosialisasikan berbagai program tersebut agar dimanfaatkan secara optimal oleh anggota.
“Mari kita bawa IKPI memasuki era baru. Dengan kompetensi praktis yang matang, pengakuan akademik yang kuat, dan sertifikasi profesi yang semakin lengkap, kita akan memastikan profesi konsultan pajak tetap menjadi profesi yang terhormat, terpercaya, dan menjadi pilar utama dalam membangun ekosistem perpajakan nasional yang sehat,” tegasnya.
Seminar Perpajakan IKPI Cabang Kota Tangerang diikuti sekitar 120 anggota dan mengangkat tema “Yuk Dalami PP Nomor 20 Tahun 2026, PMK Nomor 28 Tahun 2026, dan Permenkum Nomor 49 Tahun 2025: Dampak Risiko dan Strategi Kepatuhan bagi Dunia Usaha Khususnya E-Commerce.”
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Sekretaris Umum IKPI Associate Prof. Eddy Gunawan, Ketua Departemen Keanggotaan dan Etika Robert Hutapea, anggota Departemen Pengembangan Profesional Berkelanjutan dan Sumber Daya Anggota (PPL dan SDA) Paulus Tjoa dan Rocky, serta Ketua IKPI Pengda Banten Kunto Wiyono. (bl)
