Bendum IKPI: Perkuat Fondasi Keuangan Organisasi Lewat Penguatan Tim dan Penyusunan SOP Terpadu

IKPI, Jakarta: Rapat Koordinasi Nasional (Rakor) Ikatan Konsultan Pajak Indonesia (IKPI) 2026 menjadi momentum penting bagi penguatan tata kelola organisasi, tak terkecuali di bidang keuangan. Dalam forum tersebut, Bendahara Umum (Bendum) IKPI Donny Eduardus Rindorindo, yang baru menjabat pada tgl. 12 Januari 2026 menggantikan Emmanuel Ali, secara resmi memperkenalkan susunan baru Tim Bendahara Umum (Bendum) kepada jajaran pengurus pusat, pengurus daerah, hingga pengurus cabang dari seluruh Indonesia yang hadir.

Perkenalan tim ini bukan sekadar seremonial. Bagi Donny, pembentukan dan penguatan struktur Tim Bendum merupakan langkah strategis untuk menjawab tantangan organisasi yang kian berkembang. Dengan meningkatnya aktivitas program, pendidikan, serta pelayanan kepada anggota, pengelolaan keuangan dituntut semakin profesional, transparan, dan akuntable.

“IKPI terus bertumbuh. Karena itu, tata kelola keuangan juga harus ikut berbenah dengan menerapkan sistem dan prosedur yang lebih presisi dan terkontrol. Kami memperkuat tim agar fungsi biro keuangan dan akuntansi, juga biro perpajakan, dapat berjalan lebih maksimal dan presisi,” ujar Donny di hadapan peserta Rakor 2026, Minggu (25/1/2026).

(Foto: DOK. Bendahara Umum PP-IKPI)

Dalam struktur baru tersebut, Biro Akuntansi dan Pelaporan dipimpin oleh Nyoo Poppy Purnamawati sebagai Kepala Biro, dengan Djuniarti Notoprojo sebagai anggota. Sementara Biro Keuangan dan Anggaran diketuai oleh Tintje Beby, didampingi Heni Mariana. Adapun Biro Perpajakan berada di bawah koordinasi Liliek Kristianti, dengan Margaretha Heny Septiani dan Jimmy Bangun Jaya sebagai anggota.

Penambahan personel di berbagai biro ini diharapkan mampu memperkuat pembagian tugas sekaligus meningkatkan kualitas pengawasan internal. Donny menegaskan bahwa setiap biro memiliki peran krusial dalam memastikan arus keuangan organisasi tercatat dengan baik, dilaporkan secara tepat waktu, dan digunakan sesuai peruntukannya.

Tak berhenti pada penguatan sumber daya manusia, Tim Bendum sudah melakukan koordinasi dengan Departemen Internal Audit IKPI guna menyusun panduan tata kelola keuangan organisasi dimana hal ini sangat diperlukan dalam melaksanakan fungsi keuangan organisasi sebagai standar operating procedures (SOP).

SOP tersebut dirancang sebagai acuan baku pengelolaan keuangan IKPI di tingkat pusat hingga nantinya dapat diterapkan di tingkat pengurus daerah dan cabang. Menurut Donny, penyelarasan ini menjadi salah satu faktor sangat penting agar seluruh elemen organisasi memiliki standar yang sama dalam tata kelola keuangan.

“Kami ingin pusat, pengda, dan cabang berjalan dalam satu sistem prosedur. Dengan SOP yang jelas, tata kelola keuangan bisa lebih seragam, transparan, dan akuntabel,” jelasnya.

Ke depan, Tim Bendum juga berencana menambah posisi Kepala Biro Anggaran. Peran ini akan difokuskan untuk mengelola pendapatan dan pengeluaran organisasi, sekaligus menyusun perencanaan keuangan jangka pendek dan menengah. Dengan adanya tambahan Biro Anggaran dalam Tim Bendum, IKPI nantinya diharapkan memiliki pengelolaan keuangan yang lebih terstruktur, sehingga setiap penerimaan dan pengeluaran dapat lebih terkontrol.

Selain aspek struktural, Donny juga menyoroti pentingnya pembenahan operasional harian. Tim Bendum saat ini tengah melakukan berbagai perbaikan, mulai dari pola kerja internal hingga penguatan koordinasi dengan sekretariat. Langkah ini dilakukan untuk mempercepat alur administrasi dan memastikan setiap proses berjalan efisien.

Rakor 2026 juga menjadi ruang refleksi bagi Tim Bendum. Berbagai masukan konstruktif dari Dewan Pengawas dan Dewan Penasihat IKPI menjadi bahan evaluasi penting, terutama terkait pengelolaan keuangan organisasi. Donny menegaskan komitmennya untuk menindaklanjuti seluruh saran positif tersebut sebagai bagian dari upaya berkelanjutan memperbaiki tata kelola keuangan IKPI.

“Masukan dari Dewan Pengawas dan Dewan Penasihat sangat berharga bagi kami. Itu menjadi kompas agar pengelolaan keuangan IKPI semakin baik ke depannya,” katanya.

Melalui penguatan tim, penyusunan SOP terpadu, penambahan tim anggaran, serta pembenahan operasional internal, Bendahara Umum IKPI optimistis fondasi keuangan organisasi akan semakin kokoh. Donny berharap langkah-langkah perbaikan ini dapat mendukung visi besar IKPI sebagai organisasi profesi yang modern, kredibel, akuntabel dan bermartabat.

“Keuangan yang sehat adalah faktor penting bagi organisasi untuk bergerak maju. Dengan sistem prosedur yang rapi dan tim solid, kami ingin memastikan IKPI terus bergerak maju dan memberikan manfaat maksimal bagi seluruh anggota,” kata Donny. (bl)

Wahyandono Sebut Rakor IKPI 2026 Wujud Komitmen Nyata Pengurus Pusat dan Ruang Aspirasi Cabang

IKPI, Jakarta: Ketua Ikatan Konsultan Pajak Indonesia (IKPI) Cabang Yogyakarta, Wahyandono, menyambut positif pelaksanaan Rapat Koordinasi IKPI 2026 yang digelar di Mercure Ancol, Jakarta pada 24–25 Januari 2026. Menurutnya, forum Rakor menunjukkan komitmen nyata Pengurus Pusat dalam mengimplementasikan perencanaan organisasi secara bertanggung jawab dan terukur.

Wahyandono menilai, konsistensi penyelenggaraan Rakor menjadi indikator keseriusan kepengurusan pusat dalam membangun organisasi yang terbuka dan partisipatif.

“Dari cabang Jogja, kami menyambut baik rapat koordinasi seperti ini. Ini menunjukkan bahwa Pengurus Pusat benar-benar mengimplementasikan apa yang sudah direncanakan,” ujarnya di lokasi acara.

Ia menambahkan, Rakor bukan hanya menjadi ajang pemaparan program kerja, tetapi juga ruang dialog dua arah antara pusat dan cabang. Melalui forum ini, aspirasi anggota di tingkat bawah dapat disampaikan secara langsung dan menjadi bahan pertimbangan organisasi.

“Di sini kami tidak hanya bicara soal apa yang akan dikerjakan atau yang sudah dilakukan di 2025, tetapi juga menyampaikan suara-suara anggota secara langsung,” kata Wahyandono.

Menurutnya, mekanisme seperti ini penting untuk menjaga relevansi kebijakan organisasi dengan kondisi riil di daerah. Karena itu, ia memandang Rakor sebagai agenda strategis yang idealnya dilaksanakan secara rutin setiap tahun.

“Rakor seperti ini memang perlu dilakukan setiap tahun agar kita bisa melihat perjalanan organisasi secara utuh,” jelasnya.

Menanggapi tujuan Rakor ke depan, Wahyandono melihat forum ini sebagai tempat merangkai harapan dan sasaran organisasi secara kolektif. Paparan program dari pusat, pengda, hingga pengcab dinilai menjadi fondasi untuk melahirkan kegiatan-kegiatan yang berdampak nyata.

“Harapannya, apa yang disampaikan di Rakor ini bisa diwujudkan dalam kegiatan-kegiatan yang menarik dan bermanfaat bagi anggota,” tuturnya.

Ia juga mengapresiasi adanya pemberian penghargaan atau award kepada pengda dan pengcab berprestasi. Menurutnya, langkah tersebut menjadi pemicu semangat sekaligus bentuk pengakuan atas kerja nyata di daerah.

“Adanya penghargaan untuk cabang dan pengda yang berprestasi itu menurut saya sangat bagus. Ini bisa menjadi motivasi bersama,” ujarnya.

Dari sisi penyelenggaraan, Wahyandono menilai Rakor IKPI 2026 berjalan dengan baik dalam suasana yang sederhana namun bermakna. Ia menilai pendekatan tersebut justru membuat forum lebih membumi dan mudah diterima oleh seluruh peserta.

“Penyelenggaraannya cukup bagus. Mungkin tidak gemebyar atau mewah, tapi justru menyentuh dan bisa diterima oleh pengda dan pengcab yang hadir,” katanya.

Lebih lanjut, ia menyoroti dinamika diskusi antarcabang yang terjadi selama Rakor. Pertukaran pengalaman, ide, dan solusi antar daerah dinilai memberikan perspektif baru dalam pengelolaan organisasi di tingkat cabang.

“Kami bisa berdiskusi dengan cabang lain, bertukar tips, melihat persoalan yang sama, dan mencari solusi bersama. Dari situ muncul banyak insight untuk diterapkan di cabang,” ungkap Wahyandono.

Menurutnya, nilai utama Rakor bukan hanya pada forum resmi, tetapi juga pada interaksi informal yang memperkaya wawasan pengurus daerah dalam mengelola organisasi secara lebih efektif.

“Rakor ini memberi gambaran bagaimana IKPI bisa dikelola dengan lebih baik ke depan. Ini bekal penting bagi kami di cabang,” pungkasnya. (bl)

Pengda Banten: Rakor IKPI 2026 Momentum Tentukan Arah Gerak Organisasi

IKPI, Jakarta: Pengurus Daerah Ikatan Konsultan Pajak Indonesia (IKPI) Banten menilai Rapat Koordinasi (Rakor) IKPI 2026 di Mercure Ancol, Jakarta, 24-25 Januari sebagai momentum penting untuk menentukan arah gerak organisasi ke depan. Forum ini dipandang tidak sekadar ajang konsolidasi, tetapi juga ruang strategis untuk menyatukan visi antara Pengurus Pusat, Pengda, dan Pengcab dalam menghadapi dinamika profesi konsultan pajak.

Pandangan tersebut disampaikan Michael, perwakilan IKPI Pengda Banten, yang hadir mewakili Ketua Pengda Banten Kunto Wiyono yang berhalangan mengikuti Rakor IKPI 2026. Menurutnya, Rakor menjadi wadah yang efektif untuk menyelaraskan rencana kerja dan memperkuat peran organisasi di seluruh tingkatan.

“Rakor IKPI 2026 ini menjadi momentum penting untuk menentukan arah gerak organisasi ke depan. Apa yang direncanakan oleh Pengurus Pusat dapat dikomunikasikan dengan baik, sekaligus mendapatkan respons dan dukungan dari daerah dan cabang,” ujar Michael di lokasi acara.

Ia menilai tema Transformasi IKPI 2026: Memperkuat Kolaborasi, Adaptasi, dan Inovasi Organisasi mencerminkan kebutuhan nyata organisasi dalam menjawab tantangan perubahan kebijakan dan lingkungan perpajakan yang terus berkembang.

“Tema ini relevan dengan kondisi saat ini. IKPI dituntut untuk mampu beradaptasi dengan perubahan iklim perpajakan, sekaligus terus berinovasi dan membangun kolaborasi yang lebih luas,” katanya.

Michael menekankan bahwa Rakor tidak hanya memperkuat hubungan vertikal antara pusat dan daerah, tetapi juga mempererat sinergi horizontal antar-cabang. Diskusi yang terbangun dinilai memberikan energi positif bagi seluruh peserta.

“Yang terasa kuat dalam Rakor ini adalah sinergi. Bukan hanya dari Pengurus Pusat, tetapi juga dari Pengda, Pengcab, hingga tim sekretariat yang saling mendukung,” ujarnya.

Menurutnya, komunikasi dan koordinasi menjadi kunci utama agar arah kebijakan organisasi dapat dijalankan secara konsisten di seluruh wilayah.

“Kalau komunikasi dan koordinasi berjalan baik, maka kolaborasi akan terbentuk dengan sendirinya. Ini fondasi penting agar IKPI bisa bergerak seirama,” kata Michael.

Sebagai organisasi profesi yang telah lama berdiri, IKPI dinilai memiliki tanggung jawab moral untuk menjadi teladan dalam tata kelola organisasi yang sehat dan inklusif.

“IKPI sebagai asosiasi yang sudah matang harus mampu memberi contoh, mulai dari kepengurusan pusat hingga cabang, bagaimana membangun organisasi yang solid dan berkelanjutan,” ujarnya.

Terkait penguatan struktur organisasi di daerah, Michael menyampaikan bahwa Pengda Banten menyambut baik arahan Pengurus Pusat mengenai pengembangan organisasi yang dilakukan secara terencana dan berbasis kebutuhan.

“Arahan Ketua Umum menjadi sinyal positif bagi daerah. Pengembangan organisasi perlu dilakukan dengan perencanaan yang matang dan tetap mengedepankan kolaborasi,” katanya.

Ia mengungkapkan bahwa Pengda Banten tengah menyiapkan langkah penguatan layanan organisasi melalui pembentukan cabang baru di wilayah Serang pada 2026, sebagai upaya mendekatkan aktivitas organisasi kepada anggota.

“Rencana ini sudah kami komunikasikan dengan pengurus cabang yang ada. Harapannya, kehadiran cabang baru dapat memperkuat koordinasi dan mengakomodasi kebutuhan anggota di wilayah sekitar,” jelas Michael.

Menutup pernyataannya, Michael menegaskan komitmen Pengda Banten untuk terus mendukung kebijakan organisasi secara aktif dan konstruktif.

“Dengan semangat kebersamaan dan moto IKPI untuk Nusa Bangsa, kami optimistis Rakor IKPI 2026 menjadi titik awal penguatan organisasi yang lebih solid dan terarah,” pungkasnya. (bl)

Enggan Nursanti: Transformasi IKPI 2026 Perlu Ditopang Kualitas Organisasi dan SDM

IKPI, Jakarta: Ketua Ikatan Konsultan Pajak Indonesia (IKPI) Cabang Surabaya, Enggan Nursanti, menilai Rapat Koordinasi IKPI 2026 di Mercure Ancol, Jakarta pada 24-25 Januari sebagai momentum strategis yang membawa semangat transformasi organisasi. Tema “Transformasi IKPI 2026: Memperkuat Kolaborasi, Adaptasi, dan Inovasi Organisasi” dinilai relevan dalam menjawab tantangan profesi konsultan pajak yang semakin dinamis.

Menurut Enggan, perubahan lingkungan eksternal, termasuk percepatan digitalisasi dan kompleksitas regulasi, menuntut IKPI untuk terus beradaptasi melalui pembenahan internal yang berkelanjutan.

“Rakor 2026 ini membawa semangat perubahan. Tantangan ke depan tidak mudah, sehingga transformasi organisasi menjadi kebutuhan agar IKPI tetap relevan,” ujarnya.

Ia menekankan bahwa akselerasi digital perlu dijadikan pemicu transformasi, baik dalam tata kelola organisasi maupun dalam pelayanan kepada anggota. Adaptasi ini, kata dia, harus dilakukan secara terukur dan berkesinambungan.

Selain itu, Enggan memandang kolaborasi dengan pihak ketiga sebagai bagian penting dari strategi penguatan organisasi. Kerja sama tersebut dinilai dapat memperluas peran IKPI sekaligus meningkatkan pengenalan organisasi di tengah masyarakat.

“Kolaborasi yang tepat akan memperkuat kontribusi IKPI bagi Nusa dan Bangsa, sekaligus memperluas jangkauan manfaat organisasi,” katanya.

Menanggapi pelaksanaan Rakor secara keseluruhan, Enggan menyebut forum ini berfungsi sebagai ruang kalibrasi bagi pengurus cabang agar tetap selaras dengan arah kebijakan Pengurus Pusat.

“Rakor menjadi sarana kalibrasi bagi kami di cabang, agar kegiatan yang dijalankan sejalan dengan arah dan kebijakan pusat,” jelasnya.

Terkait pengembangan organisasi, Enggan menilai langkah perluasan struktur, termasuk pengembangan cabang, perlu dilakukan dengan pendekatan yang matang dan berbasis kesiapan. Menurutnya, kualitas organisasi dan kesiapan sumber daya manusia menjadi faktor utama agar pengembangan tersebut berjalan efektif.

“Pengembangan organisasi tentu membutuhkan kesiapan. Kualitas pengurus dan anggota perlu dipersiapkan dengan baik agar setiap langkah penguatan struktur benar-benar memberi nilai tambah,” ujarnya.

Ia menambahkan, dengan kualitas organisasi yang terjaga, IKPI akan semakin dipercaya oleh anggota maupun calon anggota baru. Hal ini, menurutnya, akan menciptakan pertumbuhan yang sehat dan berkelanjutan.

“Jika kualitas kita kuat, maka kepercayaan akan tumbuh. Dari situlah organisasi bisa berkembang secara alami dan berkesinambungan,” kata Enggan.

Menurutnya, pendekatan tersebut juga akan memperkuat daya tarik IKPI bagi para calon konsultan pajak yang sedang mencari organisasi profesi yang kredibel dan visioner.

“Organisasi yang berkualitas akan membuat anggota bangga dan calon anggota yakin untuk bergabung,” tuturnya.

Dengan semangat transformasi yang digaungkan dalam Rakor IKPI 2026, Enggan optimistis IKPI dapat terus melangkah maju sebagai organisasi profesi yang adaptif, kolaboratif, dan berorientasi pada penguatan kualitas.

“Transformasi ini harus menjadi gerak bersama agar IKPI semakin solid dan berdaya saing,” pungkasnya. (bl)

Ketua IKPI Pengda Jawa Tengah Dorong Strategi Rekrutmen Anggota untuk Perkuat Ekspansi Cabang

IKPI, Jakarta: Ketua Ikatan Konsultan Pajak Indonesia (IKPI) Pengurus Daerah Jawa Tengah, Umbaran, menilai Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) IKPI 2026 yang diselenggarakan di Mercure Ancol, Jakarta, 24-25 Nanuari 2026 sebagai momentum penting untuk memperkuat fondasi organisasi, khususnya dalam menyiapkan sumber daya manusia yang memadai di tengah rencana perluasan pengurus daerah dan pengurus cabang di berbagai wilayah.

Menurutnya, pemaparan Pengurus Pusat membuka ruang strategis bagi IKPI untuk tidak hanya memperluas struktur organisasi, tetapi juga mengoptimalkan kualitas dan kuantitas anggota agar sejalan dengan kebutuhan pengembangan cabang.

“Rencana penambahan Pengda dan Pengcab tentu harus dibarengi dengan strategi perekrutan anggota yang terstruktur, sehingga cabang yang dibentuk benar-benar hidup dan berkelanjutan,” ujar Umbaran di lokasi Rakor.

Ia menekankan, perluasan organisasi akan berjalan optimal apabila didukung oleh sebaran anggota yang merata serta kesiapan SDM di daerah. Oleh karena itu, pendekatan rekrutmen harus menjadi bagian integral dari program kerja nasional.

Salah satu langkah konkret yang disampaikan Umbaran adalah memperkuat hubungan IKPI dengan perguruan tinggi. Menurutnya, kampus merupakan pintu masuk strategis untuk mengenalkan profesi konsultan pajak sejak dini sekaligus membangun minat generasi muda untuk bergabung dengan IKPI.

“Kami melihat kampus sebagai ekosistem awal. Melalui pengenalan profesi, kuliah tamu, hingga program magang, IKPI bisa hadir lebih dekat dengan mahasiswa dan lulusan baru,” katanya.

Di Jawa Tengah, IKPI Pengda mendorong inisiatif IKPI Goes to Campus sebagai wadah pengenalan organisasi, profesi, serta jalur karier konsultan pajak. Program ini dirancang untuk melibatkan anggota IKPI yang juga berprofesi sebagai dosen maupun praktisi di perguruan tinggi.

Umbaran menilai, pendekatan tersebut dapat menciptakan kesinambungan antara dunia akademik dan profesi, sekaligus menjadi sarana rekrutmen anggota baru yang berkelanjutan.

“Kalau mahasiswa sudah mengenal IKPI sejak kuliah, maka ketika mereka lulus dan memenuhi syarat profesi, IKPI akan menjadi pilihan pertama,” ujarnya.

Selain kampus, ia juga mendorong optimalisasi pembinaan bagi calon konsultan pajak melalui pelatihan, bimbingan, dan pendampingan sertifikasi. Menurutnya, skema ini dapat menjadi nilai tambah organisasi dalam menarik minat anggota baru.

“IKPI bisa hadir sebagai rumah besar yang tidak hanya menaungi, tetapi juga membina sejak awal proses profesional,” kata Umbaran.

Ia menegaskan bahwa strategi perekrutan anggota harus berjalan seiring dengan program pembentukan cabang baru. Dengan jumlah anggota yang tumbuh dan tersebar merata, keberadaan cabang tidak hanya bersifat administratif, tetapi juga aktif menjalankan fungsi organisasi.

“Pengembangan cabang dan rekrutmen anggota adalah dua sisi yang tidak terpisahkan. Keduanya harus bergerak bersama agar organisasi semakin kuat,” ujarnya.

Melalui Rakornas IKPI 2026, Umbaran optimistis organisasi memiliki momentum yang tepat untuk menyusun langkah-langkah strategis dalam memperluas keanggotaan sekaligus memperkuat kualitas SDM.

“Dengan sinergi pusat dan daerah, serta strategi rekrutmen yang tepat, IKPI akan semakin solid dan siap menghadapi tantangan ke depan,” pungkasnya. (bl)

Pimpinan Rapat Rakor IKPI 2026: Masukan Pengda dan Pengcab Sangat Membangun dan Konstruktif

IKPI, Jakarta: Pimpinan Rapat pada Rakor Ikatan Konsultan Pajak Indonesia (IKPI) Tahun 2026, Pino Siddharta, menilai masukan yang disampaikan oleh Pengurus Daerah (Pengda) dan Pengurus Cabang (Pengcab) selama Rakor berlangsung sangat membangun dan konstruktif. Hal tersebut disampaikannya pada penutupan Rakor IKPI 2026 yang digelar pada 24–25 Januari 2026 di Hotel Mercure Ancol, Jakarta.

Menurut Pino, Rakor IKPI 2026 berjalan dengan baik dan lancar berkat partisipasi aktif seluruh unsur organisasi. Seluruh organ IKPI, mulai dari Pengurus Pusat, Pengawas, Dewan Kehormatan, Dewan Penasihat, hingga Pengda dan Pengcab, dinilainya telah berkontribusi nyata melalui pemaparan kinerja serta penyampaian rencana kerja ke depan.

“Hari ini merupakan hari terakhir Rapat Koordinasi Nasional IKPI 2026. Kami sebagai pimpinan rapat mengucapkan terima kasih kepada seluruh peserta rapat koordinasi sehingga Rakor ini bisa berjalan dengan lancar dan baik,” ujar Pino usai menutup sidang Rakor.

Ia menegaskan bahwa antusiasme peserta menjadi salah satu kekuatan utama Rakor tahun ini. Banyaknya masukan dari daerah dan cabang menunjukkan tingginya kepedulian terhadap arah dan masa depan organisasi.

“Masukan-masukan dari Pengda dan Pengcab sangat luar biasa. Banyak masukan yang bersifat membangun dan konstruktif, dan ini menjadi bekal penting bagi Pengurus Pusat untuk melangkah ke program kerja 2026,” katanya.

Pino berharap Rakor IKPI 2026 dapat menjadi pintu masuk sekaligus langkah strategis dalam menyongsong program kerja organisasi ke depan. Menurutnya, kolaborasi dan konsolidasi menjadi kunci agar berbagai rancangan program dapat direalisasikan secara nyata.

“Kami berharap apa yang telah dibahas dan dirumuskan dalam Rakor ini dapat dijalankan oleh Pengurus Pusat dengan semangat kolaborasi, sehingga IKPI ke depan bisa menjadi lebih baik lagi,” ujarnya.

Pandangan positif terhadap pelaksanaan Rakor juga disampaikan oleh Zeti Arina, Anggota Pimpinan Rapat Rakor IKPI yang mengikuti seluruh rangkaian kegiatan. Menurutnya, Rakor IKPI 2026 tidak hanya berfungsi sebagai forum laporan dan evaluasi, tetapi juga sebagai ruang penyamaan visi organisasi secara nasional.

“Yang saya rasakan, Rakor ini bukan sekadar mendengar laporan, tetapi menjadi ruang refleksi bersama tentang posisi IKPI saat ini dan ke mana organisasi akan diarahkan ke depan,” ujar Zeti.

Zeti menilai dinamika diskusi yang terbuka membuat peserta merasa dilibatkan secara aktif dalam proses organisasi. Hal ini, menurutnya, memperkuat rasa memiliki dan tanggung jawab bersama terhadap IKPI.

Ia juga menyoroti kuatnya nuansa kebersamaan dalam Rakor IKPI 2026. Pertemuan pengurus dari berbagai daerah dengan latar belakang dan tantangan berbeda justru memperlihatkan soliditas organisasi dalam satu visi yang sama.

“Rakor ini memperlihatkan bahwa meskipun kita datang dari daerah yang berbeda-beda, semangat dan visinya tetap satu, yaitu membesarkan IKPI,” ungkap Zeti.

Sementara itu, Hersona Bangun, Anggota Pimpinan Rakor IKPI lainnya, menilai kegiatan tersebut sebagai salah satu Rakor terbaik yang pernah diselenggarakan. Ia membandingkan pelaksanaan Rakor kali ini dengan Rakor sebelumnya dan melihat adanya peningkatan yang signifikan.

“Kalau saya bandingkan dengan Rakor sebelumnya, Rakor kali ini menurut saya jauh lebih baik,” ujar Hersona.

Menurut Hersona, pemilihan lokasi menjadi salah satu faktor pendukung utama keberhasilan Rakor. Suasana yang kondusif dinilainya sangat membantu jalannya diskusi yang serius namun tetap nyaman.

“Tempatnya sangat mendukung. Suasana rapat terasa formal, tapi tetap nyaman untuk berdiskusi,” katanya.

Selain itu, ia mengapresiasi kesiapan panitia yang dinilai mampu mengelola waktu dan materi dengan baik. Seluruh Pengcab dan Pengda, menurutnya, memperoleh kesempatan yang adil untuk menyampaikan masukan.

“Tidak ada waktu yang terbuang. Semua cabang bisa menyampaikan masukan, dan seluruh materi bisa ditampilkan serta diakomodasi dengan baik,” ujarnya.

Hersona menutup dengan apresiasi terhadap kerja keras panitia yang telah memastikan Rakor IKPI 2026 berjalan efektif dan substansial.

“Persiapan panitia sangat matang. Ini menunjukkan keseriusan organisasi dalam membangun IKPI ke arah yang lebih baik,” pungkasnya. (bl)

Ketua Umum IKPI Apresiasi Panitia dan Peserta Rakor 2026, Tegaskan Komitmen Sinergi Pusat–Daerah

IKPI, Jakarta: Ketua Umum Ikatan Konsultan Pajak Indonesia (IKPI), Vaudy Starworld, menyampaikan apresiasi kepada seluruh jajaran panitia serta peserta Rapat Koordinasi IKPI Tahun 2026 yang berlangsung di Hotel Mercure Ancol, Jakarta, pada 24–25 Januari 2026.

Apresiasi tersebut disampaikan menyusul rampungnya seluruh rangkaian Rakor yang diikuti oleh unsur Pengurus Pusat, Pengurus Daerah, hingga Pengurus Cabang dari berbagai wilayah Indonesia. Menurut Vaudy, keberhasilan pelaksanaan Rakor tidak lepas dari kerja keras panitia serta partisipasi aktif seluruh peserta.

“Saya menyampaikan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh panitia yang telah bekerja keras, serta kepada para peserta Rakor yang telah meluangkan waktu dan energi untuk hadir dan berkontribusi dalam forum ini,” ujar Vaudy di lokasi acara.

Ia menilai Rakor IKPI 2026 berjalan efektif karena mampu menghadirkan ruang dialog terbuka antara pusat dan daerah. Dalam forum tersebut, para pengurus menyampaikan laporan kinerja masing-masing sepanjang 2025 sekaligus memaparkan rencana kerja 2026 yang akan menjadi pijakan bersama organisasi.

“Rakor ini menjadi momentum penting bagi kita semua untuk saling berbagi capaian, menyampaikan tantangan di lapangan, dan menyelaraskan program kerja ke depan,” katanya.

Vaudy menekankan bahwa keterlibatan aktif pengurus pusat, daerah, dan cabang mencerminkan soliditas organisasi yang terus terjaga. Menurutnya, sinergi lintas struktur menjadi kunci agar setiap kebijakan dan program IKPI dapat diimplementasikan secara merata hingga ke daerah.

“Partisipasi pengurus daerah dan cabang sangat penting, karena merekalah ujung tombak organisasi. Apa yang dirumuskan di pusat harus hidup di daerah,” ujarnya.

Ia juga mengapresiasi keseriusan peserta dalam menyampaikan kinerja serta rencana kerja masing-masing. Bagi Vaudy, pemaparan tersebut menunjukkan komitmen bersama untuk menjadikan IKPI sebagai organisasi yang terukur, transparan, dan berorientasi pada hasil.

“Paparan kinerja dan rencana kerja 2026 dari pusat sampai cabang menunjukkan bahwa IKPI bergerak dengan arah yang sama. Ini modal besar untuk memperkuat organisasi,” kata Vaudy.

Lebih lanjut, Vaudy berharap hasil Rakor IKPI 2026 dapat segera ditindaklanjuti dalam bentuk program konkret di setiap daerah. Ia mengingatkan bahwa Rakor bukan sekadar forum diskusi, tetapi titik awal implementasi kebijakan yang berdampak langsung bagi anggota.

“Yang terpenting setelah Rakor ini adalah tindak lanjut. Saya berharap seluruh pengurus dapat membawa semangat Rakor ini ke daerah masing-masing,” ujarnya.

Menutup pernyataannya, Vaudy kembali menegaskan pentingnya kolaborasi dan komunikasi berkelanjutan antara pusat, daerah, dan cabang. Dengan kebersamaan tersebut, ia optimistis IKPI mampu terus tumbuh sebagai organisasi profesi yang solid dan adaptif.

“Dengan kerja sama yang kuat antara pusat, daerah, dan cabang, saya yakin IKPI akan semakin maju dan mampu memberikan manfaat yang lebih besar bagi seluruh anggota,” pungkasnya. (bl)

Nuryadin Rahman: Hary Mulyanto Tinggalkan Fondasi Kuat bagi Regenerasi IKPI

Wakil Ketua Umum Ikatan Konsultan Pajak Indonesia (IKPI), Nuryadin Rahman, menyampaikan duka cita mendalam atas wafatnya Alm. Hary Mulyanto. Menurut Nuryadin, kepergian almarhum merupakan kehilangan besar bagi IKPI, mengingat perannya yang signifikan dalam membangun fondasi pembinaan sumber daya manusia dan arah pengembangan organisasi.

Nuryadin menilai, Hary Mulyanto adalah figur yang memiliki visi jauh ke depan. Almarhum memahami bahwa kekuatan organisasi profesi tidak hanya terletak pada jumlah anggota, tetapi pada kualitas dan kesinambungan kader. Karena itu, sejak awal beliau menaruh perhatian besar pada pendidikan dan proses regenerasi konsultan pajak.

“Pak Hary selalu bicara soal keberlanjutan. Bagi beliau, organisasi harus menyiapkan generasi berikutnya dengan serius. Itulah sebabnya beliau sangat konsisten mendorong penguatan sistem pendidikan,” ujar Nuryadin.

(Foto: Istimewa)

Ia juga mengenang momen personal bersama Ketua Umum IKPI Vaudy Starworld, saat keduanya berkesempatan menengok almarhum di kediamannya sekitar setahun lalu. Dalam pertemuan tersebut, mereka berdiskusi panjang mengenai arah pendidikan di IKPI dan tantangan pengembangan profesi ke depan.

“Kami bersyukur masih sempat bersilaturahmi dengan beliau. Waktu itu Pak Hary banyak menyampaikan pandangan tentang pentingnya menjaga kualitas PPL dan menyiapkan kader muda. Diskusinya sangat dalam dan penuh makna,” kata Nuryadin.

Hal senada disampaikan Ketua Umum IKPI Vaudy Starworld. Vaudy mengaku pertemuan tersebut menjadi kenangan tersendiri, karena almarhum tetap menunjukkan kepedulian besar terhadap organisasi meski dalam kondisi kesehatan yang terbatas.

“Beliau masih memikirkan IKPI. Masih bicara soal pendidikan, soal masa depan profesi. Itu menunjukkan betapa besar cintanya kepada organisasi,” ungkap Vaudy.

Sebagai pimpinan organisasi, Nuryadin melihat langsung bagaimana pemikiran almarhum ikut membentuk kerangka pembinaan IKPI yang lebih terstruktur. Konsep pengembangan kompetensi yang kini menjadi kebijakan organisasi, kata dia, tidak lepas dari kontribusi gagasan Hary Mulyanto pada masa-masa awal.

Nuryadin juga menyoroti karakter kepemimpinan almarhum yang tenang dan penuh keteladanan. Dalam setiap diskusi, Hary Mulyanto selalu mengedepankan substansi dan kepentingan jangka panjang organisasi, bukan pendekatan pragmatis sesaat. Sikap tersebut menjadi referensi penting bagi para pengurus dalam mengambil keputusan strategis.

Menurut Nuryadin, jasa almarhum bagi IKPI tidak dapat diukur hanya dari periode jabatan atau posisi struktural. Warisan terbesarnya justru terletak pada sistem, nilai profesionalisme, dan semangat membangun kader yang terus hidup hingga hari ini.

“Beliau meninggalkan lebih dari sekadar kenangan. Beliau meninggalkan arah,” katanya.

Atas nama pimpinan pusat IKPI, Nuryadin Rahman dan Vaudy Starworld menyampaikan belasungkawa sedalam-dalamnya kepada keluarga almarhum. Keduanya berharap seluruh amal ibadah Hary Mulyanto diterima Allah SWT, serta pengabdian beliau menjadi inspirasi bagi generasi konsultan pajak berikutnya. (bl)

IKPI Kota Bekasi Tegaskan Rakor 2026 Momentum Perkuat Soliditas dan Arah Program Organisasi

IKPI, Jakarta: Pelaksanaan Rapat Koordinasi Ikatan Konsultan Pajak Indonesia (IKPI) Tahun 2026 di Hotel Mercure, Ancol, Jakarta, 24-25 Januari 2026 dinilai menjadi momentum penting bagi penguatan organisasi. Ketua IKPI Cabang Kota Bekasi, Iman Julianto, menyebut Rakor sebagai ruang evaluasi sekaligus penentu arah kerja IKPI ke depan.

Menurut Iman, Rakor memiliki fungsi strategis untuk mengukur capaian kinerja tahun sebelumnya serta menyelaraskan langkah seluruh pengurus cabang dengan program kerja Pengurus Pusat.

“Rakor itu sangat penting sebagai bahan evaluasi untuk mengukur keberhasilan dan kinerja kita di tahun sebelumnya. Di saat yang sama, Rakor juga memberi gambaran program kerja IKPI Pusat untuk satu tahun ke depan agar seluruh pengcab bisa menyesuaikan dan mengkolaborasikan rencana kegiatannya,” ujarnya, di sela pelaksanaan Rakor.

Ia menilai pelaksanaan Rakor IKPI 2026 sudah tepat dan memang perlu dilakukan secara rutin. Forum ini, menurutnya, bukan hanya membahas program, tetapi juga membangun kesamaan persepsi antar pengurus di semua tingkatan.

“Menurut saya ini sangat bagus dan sangat perlu dilaksanakan,” kata Iman.

Lebih lanjut, Iman menyampaikan bahwa tujuan utama Rakor adalah memperkuat soliditas organisasi. Ia berharap Rakor mampu mendorong IKPI menjadi organisasi yang semakin solid, maju, berkembang, dan memberikan manfaat nyata bagi seluruh anggota.

“Goal yang kami harapkan dari Rakor ini adalah IKPI bisa lebih solid, lebih maju, berkembang, dan tentu saja bermanfaat untuk seluruh anggota,” ujarnya.

Ia menekankan bahwa soliditas merupakan fondasi utama keberlangsungan organisasi. Tanpa soliditas, roda organisasi akan sulit berjalan dengan baik, terlebih di tengah tantangan profesi yang semakin kompleks.

“Soliditas itu harus terus dijaga, dipelihara, dibangun, dan dikembangkan. Karena tanpa soliditas, niscaya roda organisasi tidak akan bisa terlaksana dengan baik,” tegasnya.

Memasuki tahun kedua kepengurusan, baik di tingkat pusat maupun cabang, Iman menilai fase organisasi telah bergeser dari masa adaptasi menuju tahap implementasi program yang lebih terukur.

“Tahun pertama itu masa penyesuaian dan adaptasi. Tahun kedua ini kita mulai prepare untuk menjalankan program kerja yang lebih terarah dan terukur. Harapannya tentu IKPI bisa lebih baik dibanding tahun-tahun sebelumnya,” katanya.

Untuk IKPI Cabang Kota Bekasi, Iman memastikan pihaknya akan mengikuti arah kebijakan Pengurus Pusat dengan melakukan penyesuaian program di tingkat cabang. Ia juga menekankan pentingnya inovasi kegiatan agar anggota semakin terdorong untuk aktif dalam organisasi.

“Kota Bekasi tentu mengikuti apa yang sudah digariskan Pengurus Pusat. Tapi kami juga perlu melakukan improvisasi kegiatan agar anggota lebih terstimulasi untuk berperan aktif,” ujarnya.

Ia menambahkan, tantangan organisasi ke depan semakin berat sehingga pengurus cabang dituntut lebih kreatif dalam menghadirkan program yang relevan dan berdampak langsung bagi anggota.

Menutup pernyataannya, Iman berharap peran IKPI benar-benar dirasakan oleh seluruh anggota, tidak hanya sebagai wadah profesi, tetapi juga sebagai organisasi yang mengayomi dan memberi manfaat.

“Harapan saya, organisasi ini bisa benar-benar dirasakan manfaatnya oleh seluruh anggota dan mampu mengayomi semua,” pungkasnya. (bl)

Di Rakor IKPI 2026, Ketua Dewan Penasihat Tekankan Peran Visioner Organisasi: Bukan Mengawasi, tapi Menentukan Arah

IKPI, Jakarta: Ketua Dewan Penasihat Ikatan Konsultan Pajak Indonesia (IKPI) Mochamad Soebakir, menegaskan bahwa Dewan Penasihat memiliki peran strategis yang bersifat visioner dalam tubuh organisasi. Penegasan tersebut disampaikan dalam Rapat Koordinasi IKPI 2026 yang digelar di Hotel Mercure, Ancol, Jakarta, 24–25 Januari 2026.

Dalam pemaparannya, Soebakir menjelaskan bahwa fungsi Dewan Penasihat telah diatur secara jelas dalam Anggaran Rumah Tangga IKPI, khususnya Pasal 13 ayat 6. Dewan Penasihat bertugas memberikan masukan, nasihat, dan pertimbangan kepada Ketua Umum terkait pengelolaan dan pelaksanaan kegiatan organisasi, serta pengembangan IKPI agar tetap sejalan dengan AD-ART.

“Perlu ditegaskan, Dewan Penasihat itu bukan mengawasi dan bukan menegakkan etika. Fungsi kami adalah visioner, looking forward, menentukan arah organisasi ke depan,” ujar Soebakir.

Ia menekankan adanya diferensiasi fungsi yang tegas antarorgan IKPI. Dewan Pengawas menjalankan fungsi pengawasan terhadap pelaksanaan program kerja (looking at), sementara Dewan Kehormatan berperan dalam penegakan etika profesi dan menjaga martabat organisasi (looking after).

“Kalau Dewan Penasihat, tugas utamanya memberi pandangan strategis kepada Ketua Umum. Kami bicara tentang masa depan IKPI,” katanya.

Menurut Soebakir, peran visioner tersebut menjadi penting agar setiap periode kepengurusan tidak hanya berfokus pada kegiatan jangka pendek, tetapi juga meninggalkan warisan organisasi yang bernilai jangka panjang (intangible legacy).

Salah satu contoh warisan strategis tersebut adalah terwujudnya Undang-Undang Konsultan Pajak sebagai landasan hukum profesi. Selain itu, penguatan tata kelola yang baik (good governance) juga menjadi fondasi penting bagi keberlanjutan organisasi.

“Tata kelola yang baik mungkin tidak selalu terlihat, tetapi sangat menentukan umur dan kekuatan organisasi,” ujarnya.

Sepanjang tahun 2025, Dewan Penasihat telah menjalankan fungsi visionernya melalui sejumlah rapat internal dan koordinasi dengan Pengurus Pusat, serta pembahasan berbagai isu strategis yang berdampak pada arah organisasi.

Dengan penegasan peran tersebut, Dewan Penasihat menempatkan dirinya sebagai penjaga arah besar IKPI, memastikan organisasi terus tumbuh secara sehat, adaptif, dan berorientasi pada kepentingan profesi konsultan pajak di Indonesia. (bl)

id_ID