Ketum Vaudy Starworld Tegaskan IKPI Harus Punya Peran Lebih Besar di Masyarakat

IKPI, Jakarta: Ketua Umum Ikatan Konsultan Pajak Indonesia (IKPI) Vaudy Starworld menegaskan organisasi profesi konsultan pajak harus memiliki peran yang lebih besar di tengah masyarakat. Menurutnya, keberadaan IKPI tidak cukup hanya terlihat dalam aktivitas yang berkaitan dengan profesi, tetapi juga perlu diwujudkan melalui berbagai kegiatan yang memberikan manfaat lebih luas.

Pesan tersebut disampaikan Vaudy saat membuka Gowes IKPI 2026 dalam rangkaian HUT ke-61 IKPI, Minggu (9/8/2026).

Menurut Vaudy, kegiatan olahraga seperti Gowes IKPI menjadi salah satu cara organisasi membangun interaksi yang lebih luas dengan masyarakat. Terlebih, kegiatan tersebut diikuti lebih dari 100 peserta dan mayoritas berasal dari masyarakat umum.

“IKPI tidak boleh hanya hadir ketika berbicara tentang profesi konsultan pajak. Kita juga harus hadir di tengah masyarakat. Karena itu, kegiatan seperti ini penting untuk membangun kedekatan dan menunjukkan bahwa organisasi profesi juga memiliki kepedulian terhadap lingkungan sosialnya,” ujar Vaudy.

Ia mengatakan, profesi konsultan pajak memiliki posisi yang dekat dengan aktivitas ekonomi masyarakat. Karena itu, keberadaan organisasi profesi juga perlu memberikan nilai tambah di luar ruang kerja profesional.

Vaudy menilai kegiatan organisasi dapat menjadi sarana untuk memperluas kontribusi tersebut. Bentuknya tidak harus selalu berupa kegiatan yang berkaitan langsung dengan perpajakan, tetapi dapat diwujudkan melalui kegiatan sosial, olahraga, pendidikan maupun aktivitas lain yang melibatkan masyarakat.

“Kita ingin keberadaan IKPI dirasakan. Bukan hanya oleh anggota, tetapi juga oleh masyarakat. Ketika masyarakat mengenal IKPI bukan hanya sebagai organisasi profesi, tetapi juga sebagai bagian dari masyarakat yang ikut berkontribusi, di situlah keberadaan organisasi menjadi lebih bermakna,” katanya.

Dari Profesi ke Kontribusi Sosial

Gowes IKPI 2026 menjadi salah satu contoh keterlibatan publik dalam rangkaian HUT ke-61 IKPI. Kegiatan tersebut menempuh rute sekitar 25 kilometer, dengan start dari Kantor Pusat IKPI di Pejaten, transit di Gedung Pendidikan IKPI Fatmawati, dan kembali finis di Kantor Pusat IKPI.

Dari lebih dari 100 peserta, sekitar 40 persen peserta merupakan anggota IKPI, sedangkan 60 persen lainnya berasal dari masyarakat umum.

Bagi Vaudy, komposisi peserta tersebut menunjukkan adanya ruang interaksi yang dapat terus dikembangkan antara organisasi profesi dengan masyarakat.

“Kita ingin membuka ruang yang lebih luas. Masyarakat bisa mengenal IKPI, sementara anggota juga bisa berinteraksi dengan masyarakat dalam suasana yang berbeda. Ini bagian dari bagaimana kita membangun organisasi yang lebih terbuka dan dekat dengan lingkungan sosialnya,” ujarnya.

Vaudy menambahkan, keterlibatan masyarakat juga sejalan dengan semangat peringatan HUT ke-61 IKPI yang tidak hanya diisi dengan satu kegiatan.

Sepanjang rangkaian HUT, IKPI menggelar berbagai kegiatan, antara lain Jalan Sehat Serentak IKPI 2026 yang diselenggarakan oleh 47 Cabang IKPI di 32 kota dan diikuti sekitar lebih dari 9.000 peserta. Namun demikian, dari jumlah tersebut sekitar lima cabang belum melaksanakan kegiatan Jalan Sehat Serentak.

Selain itu, terdapat kegiatan donor darah, golf, serta Lomba Cerdas Cermat (LCC) yang melibatkan pelajar dan mahasiswa. LCC HUT ke-61 IKPI mencatat 693 peserta, terdiri atas 503 peserta perguruan tinggi dan 190 peserta SMA/SMK.

Menurut Vaudy, keberagaman kegiatan tersebut memperlihatkan bahwa organisasi profesi memiliki banyak ruang untuk memberikan kontribusi.

“Ada olahraga, ada kegiatan sosial, ada pendidikan. Semua itu merupakan bagian dari upaya kita untuk membangun hubungan yang lebih luas dengan masyarakat. IKPI harus terus bergerak dan melihat kebutuhan di sekitarnya,” katanya.

61 Tahun IKPI dan Tantangan ke Depan

Memasuki usia 61 tahun, Vaudy mengatakan IKPI memiliki tanggung jawab untuk terus menjaga profesionalisme anggotanya sekaligus memperluas kontribusi organisasi.

Ia menilai perjalanan panjang organisasi harus diikuti dengan kemampuan untuk membaca perubahan dan kebutuhan masyarakat.

“61 tahun adalah perjalanan yang panjang. Tetapi usia organisasi bukan hanya soal berapa lama kita berdiri. Yang lebih penting adalah apa yang bisa kita berikan dan bagaimana kita tetap relevan bagi masyarakat dan profesi yang kita naungi,” ujar Vaudy.

Rangkaian HUT ke-61 IKPI selanjutnya akan berlanjut menuju perayaan puncak pada 26–27 Agustus 2026 di Pullman Central Park, Jakarta.

Vaudy menegaskan, momentum ulang tahun organisasi harus menjadi kesempatan untuk memperkuat kontribusi IKPI, baik dalam pengembangan profesi maupun dalam kehidupan masyarakat secara lebih luas.

“Kami ingin IKPI terus tumbuh bukan hanya secara organisasi, tetapi juga dalam manfaatnya. Semakin besar organisasi, semakin besar pula tanggung jawabnya untuk memberikan kontribusi kepada masyarakat,” kata Vaudy. (bl)

Gowes HUT ke-61 IKPI Diminati Masyarakat Umum, Panitia Sampaikan Terima Kasih kepada Peserta dan Sponsor

IKPI, Jakarta: Gowes IKPI 2026 dalam rangka memperingati HUT ke-61 Ikatan Konsultan Pajak Indonesia (IKPI) mendapat sambutan positif dari masyarakat umum. Dari lebih dari 100 peserta yang mengikuti kegiatan tersebut, sekitar 60 persen di antaranya berasal dari masyarakat umum, sementara 40 persen lainnya merupakan anggota IKPI.

Kegiatan yang mengusung tema “Solid dalam Profesi, Sehat dalam Aksi” itu digelar Minggu (9/8/2026), dengan titik start dan finis di Kantor Pusat IKPI, Pejaten, Jakarta Selatan. Gowes dibuka Ketua Umum IKPI Vaudy Starworld dan menempuh jarak sekitar 25 kilometer.

Koordinator Gowes HUT ke-61 IKPI, Denny Kurniawan, mengatakan sejak awal panitia memang ingin menghadirkan kegiatan yang tidak hanya diperuntukkan bagi anggota IKPI, tetapi juga dapat dinikmati masyarakat luas.

“Kami sejak awal tidak ingin Gowes IKPI hanya menjadi kegiatan internal. Kami ingin membuatnya menjadi kegiatan yang bisa diikuti siapa saja, termasuk masyarakat umum,” ujar Denny seusai pelaksanaan Gowes di Kantor Pusat IKPI Pejaten, Jakarta Selatan, Minggu (9/8/2026).

Menurut Denny, jumlah peserta dari masyarakat umum yang mencapai sekitar 60 persen menjadi hal yang membanggakan bagi panitia. Komposisi tersebut menunjukkan Gowes IKPI mendapat perhatian dari kalangan di luar organisasi profesi konsultan pajak.

“Ketika mayoritas peserta justru berasal dari masyarakat umum, bagi kami itu menjadi kebanggaan. Artinya, Gowes IKPI bisa diterima sebagai kegiatan bersama dan tidak lagi dipandang hanya sebagai agenda organisasi profesi,” katanya.

Tempuh Rute 25 Kilometer

Gowes IKPI 2026 dimulai dari Kantor Pusat IKPI di Pejaten. Rombongan kemudian bergerak menuju Gedung Pendidikan IKPI di Fatmawati untuk transit sebelum melanjutkan perjalanan dan kembali ke Kantor Pusat IKPI sebagai titik finis.

Total jarak yang ditempuh peserta sekitar 25 kilometer.

Untuk menjaga keamanan dan kelancaran perjalanan, rombongan peserta mendapatkan pengawalan patwal kepolisian menggunakan sepeda motor besar.

“Kami ingin peserta bisa menikmati perjalanan dengan nyaman. Karena itu, aspek keamanan dan kelancaran rute menjadi bagian yang kami perhatikan sejak persiapan,” ujar Denny.

Panitia juga menyiapkan sejumlah fasilitas bagi peserta, antara lain jersey eksklusif HUT ke-61 IKPI, nomor peserta dan refreshment.

Selain itu, peserta berkesempatan memperoleh berbagai hadiah melalui doorprize. Sejumlah hadiah utama yang disediakan panitia antara lain sepeda Polygon Strattos F3, Polygon Urbano 3 dan Smart TV.

Denny mengatakan seluruh rangkaian persiapan tersebut dilakukan agar peserta tidak sekadar mengikuti kegiatan bersepeda, tetapi juga mendapatkan pengalaman yang menyenangkan selama mengikuti Gowes IKPI 2026.

Apresiasi Peserta dan Sponsor

Atas terlaksananya kegiatan tersebut, Denny menyampaikan terima kasih kepada seluruh peserta yang telah ambil bagian, khususnya masyarakat umum yang turut meramaikan Gowes HUT ke-61 IKPI.

“Terima kasih kepada seluruh peserta yang sudah hadir dan ikut meramaikan Gowes IKPI. Kami sangat mengapresiasi antusiasme masyarakat umum yang ikut bergabung bersama keluarga besar IKPI,” katanya.

Apresiasi juga disampaikan kepada pihak-pihak yang mendukung penyelenggaraan kegiatan, termasuk para sponsor dan mitra yang turut membantu menyediakan berbagai kebutuhan kegiatan maupun hadiah bagi peserta.

Menurut Denny, dukungan tersebut menjadi bagian penting dalam terselenggaranya Gowes IKPI 2026.

“Kami juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh sponsor dan pihak yang telah mendukung kegiatan ini. Dukungan mereka sangat berarti sehingga Gowes IKPI 2026 dapat terlaksana dengan baik,” ujarnya.

Denny menilai keterlibatan masyarakat umum dan dukungan berbagai pihak membuat Gowes HUT ke-61 IKPI tidak hanya menjadi agenda olahraga internal organisasi.

“Profesi konsultan pajak memang identik dengan aktivitas profesional, tetapi kami juga ingin menunjukkan bahwa IKPI memiliki ruang untuk berinteraksi dengan masyarakat melalui kegiatan yang positif. Gowes menjadi salah satu medium yang tepat untuk itu,” katanya.

Ia berharap pengalaman positif yang diperoleh peserta selama mengikuti Gowes IKPI 2026 menjadi bagian dari kesan terhadap rangkaian peringatan HUT ke-61 IKPI.

“Bagi kami, pekerjaan belum selesai ketika peserta sampai di garis finis. Yang lebih penting adalah bagaimana kegiatan ini meninggalkan pengalaman positif bagi mereka. Kalau peserta pulang dengan cerita yang baik tentang Gowes IKPI, berarti apa yang kami rancang sudah mencapai tujuan,” pungkas Denny. (bl)

Waketum IKPI Tegaskan Anggota Jangan Hanya Aktif di Ruang Profesi, Harus Hadir dalam Kegiatan Organisasi

IKPI, Jakarta: Wakil Ketua Umum Ikatan Konsultan Pajak Indonesia (IKPI) Nuryadin Rahman mengingatkan anggota agar tidak hanya aktif dalam menjalankan profesi, tetapi juga mengambil bagian dalam berbagai kegiatan organisasi. Menurutnya, keterlibatan anggota menjadi salah satu kekuatan penting dalam menjaga kehidupan organisasi.

Pesan tersebut disampaikan Nuryadin di sela kegiatan Gowes IKPI 2026 yang menjadi bagian dari rangkaian HUT ke-61 IKPI, Minggu (9/8/2026).

Jangan hanya aktif di ruang profesi. Anggota juga harus hadir dalam kegiatan organisasi. Karena organisasi ini hidup kalau anggotanya ikut bergerak, ikut berpartisipasi dan ikut merasakan kegiatan yang diselenggarakan bersama,” ujar Nuryadin.

Menurut dia, kegiatan organisasi tidak selalu harus berkaitan langsung dengan persoalan teknis profesi konsultan pajak. Aktivitas seperti olahraga, kegiatan sosial maupun agenda kebersamaan justru memberikan ruang bagi anggota untuk membangun hubungan yang lebih dekat di luar rutinitas profesional.

Nuryadin menilai kehadiran anggota dalam kegiatan organisasi juga penting untuk menjaga hubungan antarsesama anggota IKPI yang tersebar di berbagai wilayah.

Kita sehari-hari mungkin sibuk dengan pekerjaan masing-masing. Ada yang bertemu dalam forum profesi, ada yang berkomunikasi karena urusan pekerjaan. Tetapi melalui kegiatan seperti ini kita bisa bertemu dalam suasana yang lebih santai, saling mengenal dan membangun kebersamaan,” katanya.

Gowes IKPI 2026 sendiri diikuti lebih dari 100 peserta, dengan sekitar 45 peserta merupakan anggota IKPI dan puluhan lainnya berasal dari masyarakat umum.

Rombongan memulai perjalanan dari Kantor Pusat IKPI di Pejaten, Jakarta Selatan, kemudian transit di Gedung Pendidikan IKPI di Fatmawati, sebelum kembali ke Kantor Pusat IKPI sebagai titik finis. Rute yang ditempuh sekitar 25 kilometer.

Untuk mendukung keamanan peserta, rombongan selama perjalanan mendapatkan pengawalan patwal kepolisian menggunakan sepeda motor besar.

Nuryadin mengatakan kegiatan bersama seperti Gowes juga menjadi kesempatan bagi anggota untuk menunjukkan bahwa organisasi profesi memiliki kehidupan yang dinamis dan tidak hanya berkutat pada agenda formal.

Kita ingin organisasi ini benar-benar terasa sebagai rumah bersama. Karena itu, kehadiran anggota dalam kegiatan organisasi penting. Tidak harus selalu dalam kegiatan yang serius atau formal. Olahraga bersama pun bisa menjadi bagian dari cara kita memperkuat hubungan sebagai keluarga besar IKPI,” ujarnya.

Keterlibatan Anggota Jadi Kekuatan Organisasi

Nuryadin menambahkan, usia IKPI yang telah mencapai 61 tahun merupakan hasil dari perjalanan panjang yang tidak mungkin dilepaskan dari peran dan keterlibatan para anggotanya.

Karena itu, menurut dia, keberlanjutan organisasi tidak hanya menjadi tanggung jawab pengurus. Anggota juga memiliki ruang untuk mengambil bagian dalam berbagai kegiatan yang diselenggarakan organisasi.

Organisasi bukan hanya milik pengurus. Anggota juga bagian penting dari organisasi. Jadi mari kita sama-sama menghidupkan organisasi dengan hadir, berpartisipasi dan memberikan kontribusi sesuai dengan kemampuan masing-masing,” katanya.

Gowes IKPI 2026 menjadi salah satu dari rangkaian kegiatan HUT ke-61 IKPI. Sebelumnya, IKPI menggelar Jalan Sehat Serentak IKPI 2026 yang diselenggarakan oleh 47 Cabang IKPI di 32 kota dan diikuti lebih dari 9.000 peserta. Namun dari jumlah tersebut, lima cabang baru akan melaksanakan kegiatan tersebut.

Rangkaian HUT juga mencakup donor darah, golf, serta Lomba Cerdas Cermat (LCC) yang melibatkan generasi muda. LCC HUT ke-61 IKPI diikuti 693 peserta, terdiri dari 503 peserta perguruan tinggi dan 190 peserta SMA/SMK.

Menurut Nuryadin, keberagaman kegiatan tersebut memberikan banyak pilihan bagi anggota untuk terlibat sesuai dengan minat dan kemampuannya.

Tidak semua orang harus mengikuti kegiatan yang sama. Tetapi yang penting ada kemauan untuk hadir dan berpartisipasi. Kalau anggota bergerak bersama, organisasi juga akan semakin hidup,” pungkasnya. (bl)

Gowes HUT ke-61 IKPI Tembus Ruang Publik, Novalina: Ini Bukan Sekadar Perayaan Organisasi

Jakarta: Ikatan Konsultan Pajak Indonesia (IKPI) membawa peringatan HUT ke-61 ke ruang publik melalui Gowes IKPI 2026, Minggu (9/8/2026). Lebih dari 100 peserta mengikuti kegiatan bersepeda sejauh sekitar 25 kilometer yang tidak hanya melibatkan anggota IKPI, tetapi juga didominasi masyarakat umum.

Ketua Panitia HUT ke-61 IKPI Novalina Magdalena mengatakan keterlibatan masyarakat umum menjadi bagian penting dalam penyelenggaraan rangkaian HUT tahun ini. Menurutnya, kegiatan organisasi profesi tidak harus selalu berlangsung dalam ruang formal, tetapi dapat dikemas melalui aktivitas yang bersentuhan langsung dengan masyarakat.

Gowes ini menjadi salah satu cara kami membawa semangat HUT ke-61 IKPI lebih dekat dengan masyarakat. Pesertanya bukan hanya anggota IKPI, tetapi juga masyarakat umum. Jadi ada ruang pertemuan antara organisasi profesi dengan masyarakat melalui kegiatan yang sehat dan positif,” ujar Novalina.

Gowes IKPI 2026 mengusung tema “Solid dalam Profesi, Sehat dalam Aksi”. Kegiatan dibuka Ketua Umum IKPI Vaudy Starworld dan mengambil titik start dari Kantor Pusat IKPI di Pejaten, Jakarta Selatan.

Rombongan kemudian bergerak menuju Gedung Pendidikan IKPI di Fatmawati untuk transit sebelum melanjutkan perjalanan kembali ke Kantor Pusat IKPI sebagai titik finis. Total rute yang ditempuh sekitar 25 kilometer.

Dari lebih dari 100 peserta, sekitar 40 persen merupakan anggota IKPI, sementara 60 persen lainnya berasal dari masyarakat umum. Untuk menjaga keamanan selama perjalanan, rombongan mendapat pengawalan patwal kepolisian menggunakan sepeda motor besar.

Novalina mengatakan karakter peserta yang beragam tersebut menjadi gambaran bahwa perayaan HUT IKPI tidak hanya dapat dinikmati oleh kalangan internal organisasi.

Kami ingin rangkaian HUT ke-61 ini memiliki ruang yang lebih luas. Ada kegiatan untuk anggota, ada yang melibatkan masyarakat, ada pula yang menyentuh kalangan pelajar dan mahasiswa. Semuanya kami tempatkan sebagai bagian dari perjalanan IKPI di usia 61 tahun,” katanya.

Bukan Hanya Gowes

Gowes hanya salah satu bagian dari rangkaian panjang HUT ke-61 IKPI. Sebelumnya, organisasi yang menaungi profesi konsultan pajak tersebut menggelar Jalan Sehat Serentak IKPI 2026 yang dilaksanakan oleh 47 Cabang IKPI di 32 kota dan melibatkan lebih dari 9.000 peserta.

“Dari 47 cabang tersebut, masih 5 cabang yang akan melaksanakan Jalan Sehat Serentak, sedangkan 42 cabang lainnya sudah melaksanakan, kata Novalina.

Rangkaian kegiatan juga menyentuh aspek sosial melalui donor darah yang dilaksanakan sejumlah cabang IKPI.

Sementara untuk menjangkau generasi muda, IKPI menggelar Lomba Cerdas Cermat HUT ke-61 IKPI. Kompetisi tersebut diikuti 693 peserta, terdiri atas 503 peserta dari perguruan tinggi dan 190 peserta SMA/SMK.

Menurut Novalina, keberagaman kegiatan tersebut menjadi pilihan panitia untuk menghadirkan perayaan HUT yang tidak monoton.

Kami tidak ingin HUT hanya diisi dengan satu jenis kegiatan. Karena itu ada olahraga, kegiatan sosial, dan kegiatan yang melibatkan dunia pendidikan. Pesertanya pun beragam, dari anggota IKPI sampai masyarakat umum dan generasi muda,” ujarnya.

Ia menambahkan, rangkaian tersebut akan bermuara pada perayaan puncak HUT ke-61 IKPI pada 27 Agustus 2026 di Pullman Central Park, Jakarta.

Bagi Novalina, perjalanan 61 tahun IKPI merupakan momentum untuk mempertemukan pengalaman organisasi dengan kebutuhan profesi dan dinamika masyarakat yang terus berkembang.

Memasuki usia 61 tahun, kami ingin merayakannya dengan cara yang bisa melibatkan lebih banyak orang. HUT bukan hanya tentang melihat perjalanan ke belakang, tetapi juga bagaimana seluruh rangkaian kegiatan dapat menjadi bagian dari perjalanan IKPI ke depan,” pungkasnya. (bl)

25 Kilometer Kebersamaan di Gowes HUT ke-61 IKPI

Pengawalan kepolisian mengawal ketat rombongan Gowes IKPI 2026, memastikan perjalanan peserta berlangsung aman dan tertib sepanjang rute.
Antusiasme peserta begitu terasa, mengayuh bersama dengan penuh semangat dan keceriaan dalam Gowes IKPI 2026.
Ketua IKPI Cabang Depok Hendra Damanik turut turun sebagai marshal, mengawal dan memastikan rombongan Gowes IKPI 2026 tetap aman, tertib, dan kompak sepanjang perjalanan.
Koordinator Gowes IKPI 2026 bersama para marshal atau pengawal rombongan tampil kompak memastikan perjalanan peserta berlangsung tertib, aman, dan lancar.
Bendahara Umum IKPI Donny Rindorindo mengangkat sepeda tunggangannya usai menuntaskan Gowes IKPI 2026, menandai semangat dan kepuasan setelah menyelesaikan seluruh rute.
Kemeriahan Gowes IKPI 2026 semakin terasa saat peserta berfoto bersama usai menuntaskan perjalanan, penuh semangat, kekompakan, dan kebahagiaan.
Kekompakan peserta terlihat sepanjang perjalanan, mengayuh bersama dengan semangat dan suasana penuh keakraban dalam Gowes IKPI 2026.
Semangat kebersamaan peserta terus mengiringi setiap kayuhan dalam Gowes IKPI 2026, dengan senyum dan keceriaan sepanjang perjalanan.
Pengalungan medali kepada para peserta menjadi bentuk apresiasi setelah menuntaskan Gowes IKPI 2026 dalam semangat kebersamaan dan sportivitas.
Ketua Umum IKPI bersama jajaran pengurus dan Koordinator Gowes IKPI 2026 kompak mengayuh bersama, menunjukkan semangat kebersamaan dalam memeriahkan HUT ke-61 IKPI.
Ketua Umum IKPI, Ketua Panitia HUT ke-61, dan Koordinator Gowes bersama jajaran Pengurus Pusat serta Pengurus Cabang IKPI mengabadikan momen kebersamaan di sela Gowes IKPI 2026.

(Foto: Departemen Humas PP-IKPI/Bayu Legianto)

 

Ketum Vaudy Starworld Buka Gowes IKPI 2026, Peserta Didominasi Masyarakat Umum

IKPI, Jakarta: Ketua Umum Ikatan Konsultan Pajak Indonesia (IKPI) Vaudy Starworld membuka Gowes IKPI 2026 sebagai bagian dari rangkaian peringatan HUT ke-61 IKPI, Minggu (9/8/2026). Lebih dari 100 peserta ambil bagian dalam kegiatan yang mengusung tema “Solid dalam Profesi, Sehat dalam Aksi” tersebut.

Menariknya, peserta Gowes IKPI 2026 justru didominasi masyarakat umum. Dari total peserta, sekitar 40 persen merupakan anggota IKPI, sedangkan 60 persen lainnya berasal dari masyarakat umum.

(Foto: Departemen Humas PP-IKPI/Bayu Legianto)

Gowes mengambil titik start dari Kantor Pusat IKPI, Pejaten, Jakarta Selatan, kemudian peserta melakukan transit di Gedung Pendidikan IKPI, Fatmawati, sebelum kembali ke Kantor Pusat IKPI sebagai titik finis. Total jarak yang ditempuh peserta sekitar 25 kilometer.

Untuk memastikan perjalanan berlangsung aman dan tertib, rombongan peserta mendapatkan pengawalan patwal kepolisian menggunakan sepeda motor besar sepanjang perjalanan.

(Foto: Departemen Humas PP-IKPI/Bayu Legianto)

Vaudy mengatakan, keterlibatan masyarakat umum dalam Gowes IKPI 2026 menjadi hal yang menggembirakan. Menurutnya, kegiatan tersebut tidak hanya menjadi agenda internal organisasi, tetapi juga membuka ruang interaksi IKPI dengan masyarakat.

“Gowes ini bukan sekadar kegiatan olahraga. Ini bagian dari perayaan HUT ke-61 IKPI yang kita isi dengan kebersamaan. Kami senang karena masyarakat umum juga ikut bergabung bersama IKPI,” ujar Vaudy.

Foto: Departemen Humas PP-IKPI/Bayu Legianto)

Ia mengatakan, tema “Solid dalam Profesi, Sehat dalam Aksi” menggambarkan semangat yang ingin dibangun melalui kegiatan tersebut. Menurut Vaudy, aktivitas menjaga kebugaran dapat berjalan beriringan dengan upaya memperkuat kebersamaan dalam organisasi.

“Setelah kita menjalankan aktivitas profesi, kita juga perlu menjaga kesehatan dan kebersamaan. Hari ini kita bisa berkumpul, berolahraga dan bersilaturahmi bersama. Ini menjadi bagian dari cara kita merayakan perjalanan IKPI yang sudah memasuki usia 61 tahun,” katanya.

(Foto: Departemen Humas PP-IKPI/Bayu Legianto)

Vaudy juga mengapresiasi dukungan berbagai pihak dalam pelaksanaan Gowes IKPI 2026, termasuk pengamanan perjalanan peserta dari kepolisian sehingga rombongan dapat menjalani rute sekitar 25 kilometer dengan tertib.

“Keselamatan peserta tentu menjadi hal yang penting. Karena itu, kami mengapresiasi dukungan dan pengawalan selama perjalanan sehingga peserta dapat menikmati Gowes IKPI dengan nyaman,” ujar Vaudy.

Menurut Vaudy, bersepeda juga memiliki filosofi yang relevan dengan perjalanan organisasi. Untuk mencapai tujuan, diperlukan keseimbangan, ketahanan, serta kemampuan untuk bergerak bersama.

“Dalam bersepeda kita tidak hanya mengejar siapa yang paling cepat. Yang penting bagaimana kita bisa mencapai tujuan bersama. Ada yang berada di depan, ada yang di belakang, tetapi semuanya bergerak menuju tujuan yang sama. Semangat seperti itu juga penting dalam organisasi,” katanya.

Peserta Gowes IKPI 2026 mendapatkan sejumlah fasilitas, antara lain jersey eksklusif HUT ke-61 IKPI, nomor peserta dan refreshment, serta kesempatan mendapatkan berbagai doorprize.

Panitia juga menyediakan hadiah utama berupa sepeda Polygon Strattos F3, Polygon Urbano 3, Smart TV, serta berbagai hadiah menarik lainnya.

Rangkaian HUT ke-61 IKPI

Gowes IKPI 2026 menjadi salah satu rangkaian kegiatan dalam memperingati HUT ke-61 IKPI. Sebelumnya, IKPI menggelar berbagai kegiatan yang melibatkan anggota dan masyarakat.

Salah satunya Jalan Sehat Serentak IKPI 2026 yang diselenggarakan oleh 40 Cabang IKPI di 32 kota dengan jumlah peserta sekitar 8.000 orang.

Rangkaian HUT ke-61 IKPI juga diisi kegiatan donor darah, golf, serta Lomba Cerdas Cermat (LCC)yang melibatkan kalangan pelajar dan mahasiswa. LCC tercatat diikuti 693 peserta, terdiri atas 503 peserta perguruan tinggi dan 190 peserta SMA/SMK.

Rangkaian kegiatan tersebut akan berlanjut menuju perayaan puncak HUT ke-61 IKPI pada 27 Agustus 2026 di Pullman Central Park, Jakarta.

Vaudy mengatakan, berbagai kegiatan tersebut merupakan bagian dari cara IKPI memaknai perjalanan 61 tahun organisasi dengan melibatkan anggota sekaligus masyarakat.

“Usia 61 tahun bukan sekadar angka. Ini perjalanan panjang yang harus kita isi dengan kebersamaan, profesionalisme dan kontribusi. Hari ini kita buktikan melalui Gowes IKPI bahwa semangat itu bisa diwujudkan bersama anggota dan masyarakat,” pungkas Vaudy. (bl)

Pengurus Pusat hingga Cabang Hadir, IKPI Jakarta Pusat Bangun Soliditas

IKPI, Jakarta Pusat: Seminar perpajakan yang digelar Ikatan Konsultan Pajak Indonesia (IKPI) Cabang Jakarta Pusat tidak hanya menjadi forum peningkatan pemahaman terhadap regulasi perpajakan, tetapi juga menjadi ruang untuk membangun soliditas dan komunikasi antara pengurus dengan anggota.

Ketua IKPI Cabang Jakarta Pusat Suryani mengatakan, kehadiran sejumlah pengurus IKPI dari tingkat pusat, daerah hingga cabang dalam kegiatan tersebut menjadi kesempatan untuk mempererat komunikasi dan kebersamaan di lingkungan organisasi.

“Selain membahas aturan perpajakan, kami juga ingin membangun komunikasi dan soliditas antara pengurus dan anggota. Kehadiran teman-teman pengurus dari pusat, daerah maupun cabang tentu menjadi bagian penting dalam kegiatan ini,” ujar Suryani di Jakarta, Sabtu (8/8/2026).

(Foto: DOK. IKPI abang Jakarta Pusat)

Seminar yang berlangsung di Hotel Ciputra Jakarta, Sabtu (8/8/2026), tersebut dihadiri Ketua Umum IKPI Vaudy Starworld, Ketua Departemen Hubungan Internasional IKPI David Tjhai, Ketua Pengurus Daerah (Pengda) DKI Jakarta Tan Alim, Ketua IKPI Cabang Jakarta Barat Teo Takismen, serta Sekretaris IKPI Pengda Banten Michael.

Menurut Suryani, pertemuan secara langsung antara pengurus dan anggota memberikan ruang untuk berkomunikasi secara lebih dekat. Tidak hanya terkait kegiatan organisasi, komunikasi tersebut juga dapat menjadi sarana untuk mengetahui kebutuhan dan dinamika yang berkembang di kalangan anggota.

Seminar tersebut diikuti 85 peserta dan membahas PP Nomor 20 Tahun 2026 serta PMK Nomor 28 dan 44 Tahun 2026. Materi disampaikan oleh Lukman Nul Hakim, dengan Maria Angela sebagai moderator.

Suryani menegaskan, kegiatan yang mempertemukan anggota dan jajaran pengurus seperti ini penting untuk terus dilakukan. Selain memberikan pembekalan mengenai perkembangan regulasi perpajakan, kegiatan tersebut sekaligus memperkuat hubungan dan komunikasi di dalam organisasi. (bl)

Tan Alim Apresiasi Seminar IKPI Jakarta Pusat, Dorong Anggota Muda Lebih Kenal Organisasi

IKPI, Jakarta Pusat: Ketua Pengurus Daerah (Pengda) IKPI DKI Jakarta Tan Alim mengapresiasi seminar perpajakan yang digelar IKPI Cabang Jakarta Pusat. Selain menjadi forum peningkatan kompetensi, kegiatan tersebut dinilai menarik karena mayoritas peserta merupakan anggota muda IKPI yang mulai aktif mengikuti kegiatan organisasi.

Tan Alim mengatakan, keterlibatan anggota muda dalam kegiatan cabang merupakan hal yang menggembirakan. Menurutnya, anggota muda perlu semakin mengenal IKPI, tidak hanya sebagai organisasi profesi, tetapi juga sebagai wadah untuk membangun relasi, bertukar pengetahuan, dan berkembang bersama sesama anggota.

“Saya mengapresiasi IKPI Cabang Jakarta Pusat yang menyelenggarakan seminar ini. Apalagi mayoritas peserta yang hadir adalah anggota muda. Ini sangat baik, karena saya ingin anggota-anggota muda semakin mengenal IKPI dan aktif dalam berbagai kegiatan organisasi,” ujar Tan Alim, Sabtu (8/8/2026).

(Foto: DOK. IKPI Cabang Jakarta Pusat)

Ia mengajak anggota muda untuk tidak berhenti mengikuti kegiatan di tingkat cabang, tetapi juga memanfaatkan berbagai agenda yang diselenggarakan IKPI secara nasional.

Salah satunya adalah Seminar Nasional IKPI yang akan digelar di Hotel Pullman pada 26 Agustus 2026.

Menurut Tan Alim, Seminar Nasional IKPI akan memberikan pengalaman yang berbeda karena anggota tidak hanya mendapatkan pengetahuan perpajakan, tetapi juga memiliki kesempatan bertemu dan membangun jejaring dengan anggota IKPI dari berbagai daerah di Indonesia.

“Saya mengajak teman-teman anggota, khususnya anggota muda, untuk ikut Seminar Nasional IKPI tanggal 26 Agustus di Hotel Pullman. Di sana bukan hanya mendapatkan ilmu, tetapi juga bisa bertemu, mengenal dan membangun jaringan dengan anggota IKPI dari Sabang sampai Merauke,” katanya.

Ia menyebut, Seminar Nasional tersebut diperkirakan akan dihadiri sekitar 1.800 peserta. Jumlah tersebut menjadi kesempatan bagi anggota untuk memperluas pergaulan profesional dengan sesama konsultan pajak dari berbagai wilayah.

Selain membangun jejaring, peserta juga akan mendapatkan materi perpajakan dari Direktur Peraturan Perpajakan I Direktorat Jenderal Pajak, Kementerian Keuangan, Ernawati.

Tan Alim menilai kombinasi antara peningkatan pengetahuan dan kesempatan membangun jejaring menjadi nilai penting yang dapat dimanfaatkan anggota melalui kegiatan berskala nasional tersebut.

Sementara itu, seminar IKPI Cabang Jakarta Pusat yang berlangsung di Hotel Ciputra Jakarta, Sabtu (8/8/2026), diikuti 90 peserta. Kegiatan membahas PP Nomor 20 Tahun 2026 serta PMK Nomor 28 dan 44 Tahun 2026, dengan Lukman Nul Hakim sebagai narasumber dan Maria Angela sebagai moderator. (bl)

Wakili Ketua Umum, David Tjhai Buka Seminar Pajak IKPI Jakarta Pusat

IKPI, Jakarta: Mewakili Ketua Umum Ikatan Konsultan Pajak Indonesia (IKPI) Vaudy Starworld, Ketua Departemen Hubungan Internasional IKPI David Tjhai membuka seminar perpajakan IKPI Cabang Jakarta Pusat, Sabtu (8/8/2026). Dalam kesempatan tersebut, David menyampaikan arah strategis organisasi dalam memperkuat peran dan kemitraan IKPI dengan tiga pilar negara.

David mengatakan, IKPI terus membangun kemitraan dengan eksekutif, legislatif, dan yudikatif sebagai bagian dari peran organisasi dalam ikut memberikan masukan terhadap berbagai kebijakan yang berkaitan dengan perpajakan.

“IKPI tidak hanya berbicara mengenai kepentingan profesi konsultan pajak, tetapi juga bagaimana kita dapat memberikan kontribusi dalam pengembangan sistem perpajakan nasional,” ujar David.

Menurutnya, keterlibatan IKPI dalam berbagai forum strategis menjadi ruang bagi organisasi untuk menyampaikan pandangan dan masukan berdasarkan pengalaman serta kebutuhan yang dihadapi para konsultan pajak di lapangan.

Hal tersebut sejalan dengan materi dalam paparan Pengurus Pusat IKPI yang menempatkan penguatan kemitraan dengan tiga pilar negara sebagai salah satu agenda organisasi. Dalam materi tersebut disebutkan bahwa peran IKPI sebagai asosiasi konsultan pajak semakin strategis melalui penguatan kemitraan dengan eksekutif, legislatif, dan yudikatif.

Dalam hubungan dengan lembaga yudikatif, misalnya, IKPI telah memberikan masukan mengenai RUU Pengadilan Pajak serta pengaturan kuasa hukum di Pengadilan Pajak. Materi IKPI menyebut masukan tersebut berkaitan dengan kebutuhan ketersediaan kuasa hukum yang memiliki keahlian khusus perpajakan.

Sementara dengan legislatif, IKPI juga menyampaikan masukan atas sejumlah regulasi yang berdampak terhadap penerimaan negara, termasuk pembahasan mengenai RUU Konsultan Pajak, regulasi perpajakan, hingga penataan data dan informasi perpajakan.

David menambahkan, penguatan peran organisasi juga harus berjalan beriringan dengan perhatian terhadap anggota. Dalam materi Pengurus Pusat IKPI disebutkan bahwa selain memberikan masukan kepada tiga pilar negara, IKPI juga memperjuangkan manfaat yang dapat dirasakan anggota, termasuk melalui kerja sama dengan lembaga pendidikan, lembaga profesi, peningkatan kompetensi, dan kerja sama dengan dunia bisnis.

Seminar IKPI Cabang Jakarta Pusat tersebut diikuti 85 peserta. Kegiatan membahas PP Nomor 20 Tahun 2026 serta PMK Nomor 28 dan 44 Tahun 2026, dengan Lukman Nul Hakim sebagai narasumber dan Maria Angela sebagai moderator.

Selain David, kegiatan turut dihadiri Ketua Pengda DKI Jakarta Tan Alim, Ketua IKPI Cabang Jakarta Barat Teo Takismen, serta Sekretaris IKPI Pengda Banten Michael. (bl)

DBH Cukai Hasil Tembakau 2027 Diprioritaskan Dukung Pemberantasan Rokok Ilegal

IKPI, Jakarta: Kementerian Keuangan (Kemenkeu) akan memperkuat pemanfaatan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBH CHT) untuk mendukung penegakan hukum terhadap peredaran rokok ilegal pada 2027.

Langkah ini diharapkan dapat menekan kebocoran penerimaan negara sekaligus meningkatkan pendapatan daerah yang bersumber dari cukai hasil tembakau.

Direktur Dana Transfer Umum Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan (DJPK) Kementerian Keuangan Sandy Firdaus mengatakan, pemerintah akan mempertajam penggunaan porsi DBH CHT yang selama ini dialokasikan untuk kegiatan penegakan hukum agar lebih efektif dalam mengoptimalkan penerimaan cukai.

“Di dalam DBH CHT yang selama ini memang sudah ada porsi 10 persen untuk penegakan hukum itu akan di-scrutinize lagi, akan lebih diperdalam lagi sehingga pemanfaatan dari DBH CHT untuk penegakan hukum ini akan lebih bisa mem-boosting penerimaan cukainya secara umum,” ujar Sandy dalam acara Konsultasi Publik Rancangan Undang-Undang APBN 2027, dikutip Sabtu (8/8).

Menurut Sandy, penguatan penegakan hukum menjadi salah satu strategi pemerintah untuk menekan peredaran rokok ilegal yang selama ini menggerus penerimaan negara. Selain merugikan fiskal, peredaran produk ilegal juga berdampak terhadap aspek kesehatan masyarakat.

Ia menjelaskan, optimalisasi DBH CHT tidak hanya bertujuan meningkatkan efektivitas pengawasan, tetapi juga memperkuat sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dalam pemberantasan rokok ilegal.

Dengan meningkatnya kepatuhan di bidang cukai, penerimaan negara dari cukai hasil tembakau diharapkan ikut meningkat.

Sandy menambahkan, kenaikan penerimaan cukai juga akan berdampak langsung terhadap penerimaan pemerintah daerah. Pasalnya, pajak rokok yang menjadi salah satu sumber pendapatan daerah dipungut berdasarkan besaran cukai hasil tembakau.

“Kalau semakin banyak cukai ilegal maka pajak rokoknya juga tidak bisa dikumpulkan,” katanya.

Selain memperkuat pemanfaatan DBH CHT, pemerintah juga akan meningkatkan sinergi penggunaan dana bagi hasil yang bersifat earmarking, seperti DBH Sawit dan Dana Bagi Hasil Dana Reboisasi (DBH DR), agar manfaatnya lebih optimal bagi masyarakat dan mendukung prioritas pembangunan daerah.

Kebijakan tersebut menjadi bagian dari arah Transfer ke Daerah dalam APBN 2027 yang diarahkan untuk menjaga layanan publik, memperkuat pemerataan fiskal, sekaligus meningkatkan kualitas belanja pemerintah daerah melalui penguatan koordinasi antara pemerintah pusat dan daerah. (sw)

id_ID