IKPI, Bogor: Ketua Umum Ikatan Konsultan Pajak Indonesia (IKPI) Vaudy Starworld menegaskan komitmen organisasi dalam meningkatkan kualitas sumber daya anggotanya melalui kerja sama dengan berbagai perguruan tinggi negeri maupun swasta di Indonesia. Langkah tersebut dilakukan agar konsultan pajak memiliki kompetensi yang semakin luas dalam menghadapi dinamika dunia perpajakan dan bisnis.
Pernyataan itu disampaikan Vaudy saat menghadiri hari kedua Seminar Perpajakan yang diselenggarakan IKPI Cabang Jakarta Barat di Bogor, Sabtu (18/7/2026).
Vaudy mengatakan tantangan profesi konsultan pajak tidak lagi terbatas pada penguasaan peraturan perpajakan. Menurutnya, konsultan pajak juga perlu memahami berbagai bidang ilmu lain yang berkaitan dengan praktik profesinya agar mampu memberikan layanan yang lebih komprehensif kepada Wajib Pajak.
Karena itu, IKPI terus menjalin kerja sama dengan sejumlah perguruan tinggi di Indonesia. Melalui kolaborasi tersebut, anggota IKPI memperoleh kesempatan untuk memperdalam bidang-bidang keilmuan yang mendukung praktik profesi konsultan pajak.
“Kami ingin anggota IKPI tidak hanya kuat dari sisi teknis perpajakan, tetapi juga memiliki wawasan yang lebih luas sesuai perkembangan dunia usaha dan kebutuhan profesi,” ujar Vaudy.
Selain menggandeng perguruan tinggi, IKPI juga memperkuat sinergi dengan berbagai organisasi profesi. Kerja sama tersebut ditujukan untuk memperluas pemahaman anggota terhadap bidang-bidang di luar perpajakan yang memiliki keterkaitan dengan pelaksanaan jasa konsultasi.
Menurut Vaudy, pendekatan multidisiplin menjadi kebutuhan bagi konsultan pajak di era yang semakin kompleks. Dengan bekal pengetahuan yang lebih beragam, anggota IKPI diharapkan mampu memberikan solusi yang lebih menyeluruh kepada klien sekaligus meningkatkan nilai tambah profesi konsultan pajak.
Ia menambahkan, pengembangan kompetensi melalui pendidikan berkelanjutan dan kolaborasi lintas institusi akan terus menjadi salah satu fokus utama IKPI dalam memperkuat profesionalisme anggotanya.
“Seminar ini menjadi salah satu wujud komitmen organisasi dalam menghadirkan ruang pembelajaran bagi anggota untuk mengikuti perkembangan regulasi, memperluas wawasan, serta memperkuat kompetensi profesi konsultan pajak di Indonesia,” kata Vaudy. (bl)