In Memoriam: Nuryadin Rahman Kenang Semangat Tak Pernah Padam Drs. Barry Kusuma

Wakil Ketua Umum Ikatan Konsultan Pajak Indonesia (IKPI), Nuryadin Rahman, mengenang Drs. Barry Kusuma sebagai sosok pemimpin cabang yang penuh dedikasi dan tidak pernah berhenti berkontribusi bagi organisasi, bahkan dalam kondisi sakit sekalipun.

Nuryadin mengaku mulai mengenal Barry Kusuma sejak tahun 2014, ketika dirinya terpilih sebagai Ketua IKPI Cabang Depok. Pada saat yang sama, Barry Kusuma menjabat sebagai Ketua IKPI Cabang Medan. Sejak itulah komunikasi dan interaksi keduanya terjalin intens sebagai sesama Ketua Cabang.

“Saya mengenal beliau sejak 2014. Kami sama-sama menjadi Ketua Cabang, beliau di Medan dan saya di Depok. Dalam banyak kesempatan, beliau selalu memberikan masukan dan kontribusi pemikiran untuk kemajuan IKPI,” ujar Nuryadin.

Menurutnya, semangat Barry Kusuma dalam membangun organisasi sangat luar biasa. Dalam forum para Ketua Cabang, keduanya aktif berdiskusi melalui grup komunikasi internal, bertukar pandangan, serta merumuskan berbagai langkah untuk penguatan organisasi di daerah masing-masing.

“Beliau aktif berdiskusi, memberikan pandangan, dan selalu memikirkan perkembangan IKPI. Energinya sangat terasa,” katanya.

Yang paling membekas bagi Nuryadin adalah semangat Barry Kusuma yang tidak pernah padam, bahkan, kondisi kesehatan sudah menurun akibat sakit dan stroke. Dalam keadaan fisik yang terbatas, ia tetap ingin memberikan yang terbaik untuk organisasi.

“Dalam kondisi sakit pun, beliau masih ingin berkontribusi. Beliau ditunjuk oleh Ketua Umum Vaudy Starworld sebagai Ketua Pengda, dan beliau bersedia. Walaupun dalam keadaan kurang sehat, beliau tetap ingin memberikan dedikasi, pikiran, bahkan materi untuk perkembangan IKPI,” ungkap Nuryadin.

Nuryadin juga mengenang momen pelantikan, ketika Barry Kusuma tetap berusaha hadir dengan menggunakan tongkat saat dilantik sebagai Ketua Pengda Sumbagut. Baginya, itu menjadi simbol nyata semangat pengabdian yang tidak pernah surut.

“Pada saat pelantikan pun beliau tetap hadir, berusaha tegar dengan tongkat. Di situ kita melihat bahwa semangat beliau terhadap organisasi tidak pernah padam dalam kondisi apa pun,” tuturnya.

Ia menegaskan bahwa keteladanan tersebut harus menjadi contoh bagi generasi pengurus yang lebih muda. “Kita yang lebih muda harus menjadikan sosok Barry Kusuma sebagai teladan. Dedikasi dan loyalitasnya terhadap IKPI sangat luar biasa,” tegasnya.

Bagi Nuryadin, Barry Kusuma bukan hanya rekan sesama Ketua Cabang, tetapi figur yang menunjukkan arti pengabdian sejati dalam organisasi. Semangatnya akan terus hidup sebagai inspirasi bagi perjalanan IKPI ke depan. (bl)

In Memoriam: Vaudy Starworld Kenang Drs. Barry Kusuma sebagai Tokoh Penting Kemajuan IKPI

Ketua Umum Ikatan Konsultan Pajak Indonesia (IKPI), Vaudy Starworld, menyampaikan duka mendalam atas wafatnya Drs. Barry Kusuma pada Senin, 16 Februari 2026 pukul 00.42 WIB di RS Siloam Medan. Bagi Vaudy, Drs. Barry Kusuma bukan hanya seorang pengurus daerah, melainkan salah satu tokoh penting dalam perjalanan dan kemajuan IKPI, baik di tingkat nasional maupun di wilayah Medan dan Sumatera Utara.

“Kepergian beliau adalah kehilangan besar bagi keluarga besar IKPI. Kita kehilangan seorang tokoh, orang baik, guru, dan orang yang mendedikasikan hidupnya buat IKPI,” ujar Vaudy.

Menurut Vaudy, kiprah Barry Kusuma di IKPI telah dimulai sejak lama. Bahkan sebelum 2014, beliau sudah menjabat sebagai Ketua IKPI Cabang Medan. Secara resmi tercatat sejak 2004 dipercaya menjadi Ketua IKPI Cabang Medan dan memimpin selama beberapa periode. Sejak itu, ia menunjukkan komitmen yang konsisten dalam membangun organisasi hingga akhirnya Ketua Umum Vaudy Starworld menunjuknya sebagai Ketua Pengda IKPI Sumbagut untuk masa bakti 2024–2029.

“Drs. Barry Kusuma merupakan salah satu tokoh yang berperan dalam mendorong kemajuan organisasi, tidak hanya di Sumatera Utara tetapi juga dalam dinamika nasional IKPI,” lanjut Vaudy.

Vaudy menegaskan bahwa dedikasi Barry Kusuma terhadap IKPI tidak pernah surut. “Beliau adalah pengurus yang aktif, hadir dalam berbagai agenda organisasi, dan selalu memberikan kontribusi nyata. Banyak sumbangsih yang telah beliau berikan demi kemajuan IKPI, baik dari sisi penguatan kelembagaan maupun soliditas anggota,” katanya.

Di tingkat daerah, Barry Kusuma dikenal sebagai figur pemersatu yang mampu menjaga kekompakan dan semangat kolektif para anggota. Sementara di tingkat nasional, pandangan dan masukannya kerap menjadi bagian penting dalam berbagai pembahasan strategis organisasi.

“Beliau bukan hanya menjalankan amanah jabatan, tetapi benar-benar menghidupi nilai organisasi. Loyalitas, kepedulian, dan semangat membangun yang beliau tunjukkan menjadi teladan bagi kita semua,” tegas Vaudy.

Vaudy juga mengenang gaya kepemimpinan Barry Kusuma yang hangat dan humanis. Sikapnya yang humoris membuat suasana organisasi terasa lebih cair, namun tetap fokus pada tujuan besar memajukan profesi konsultan pajak.

“Atas nama Pengurus Pusat IKPI dan seluruh anggota di Indonesia, saya menyampaikan penghormatan setinggi-tingginya atas dedikasi dan pengabdian Drs. Barry Kusuma. Warisan semangat dan kontribusinya akan terus menjadi bagian dari perjalanan IKPI ke depan,” tutup Vaudy.

Keluarga besar IKPI mendoakan agar Drs. Barry Kusuma mendapatkan tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan. Dedikasi beliau akan selalu dikenang sebagai bagian penting dari sejarah dan kemajuan IKPI. (bl)

In Memoriam: Drs. Barry Kusuma, Sosok Loyal dan Humoris yang Menguatkan IKPI Sumbagut

Keluarga besar Ikatan Konsultan Pajak Indonesia (IKPI) berduka atas wafatnya Drs. Barry Kusuma, Ketua Pengurus Daerah (Pengda) IKPI Sumatera Bagian Utara (Sumbagut), yang meninggal dunia pada Senin, 16 Februari 2026 pukul 00.42 WIB di RS Siloam Medan. Kepergian beliau meninggalkan duka mendalam bagi seluruh jajaran pengurus dan anggota IKPI, khususnya di wilayah Sumatera Bagian Utara.

Drs. Barry Kusuma dikenal sebagai sosok yang telah lama mengabdikan diri dalam organisasi. Ia mulai aktif di IKPI sejak tahun 2004 dengan menjabat sebagai Ketua IKPI Cabang Medan. Sejak saat itu, dedikasi dan komitmennya terhadap penguatan organisasi terus berlanjut hingga dipercaya memimpin Pengda IKPI Sumbagut sebagai ketua.

Selama lebih dari dua dekade berkiprah di IKPI, Barry Kusuma dikenal sebagai figur yang loyal dan penuh kepedulian terhadap organisasi. Baginya, IKPI bukan sekadar wadah profesi, melainkan rumah besar yang harus dijaga dengan semangat kebersamaan dan rasa tanggung jawab.

Dalam kepemimpinannya, Barry Kusuma menanamkan nilai kekeluargaan, kehangatan, dan kekompakan di antara anggota. Ia meyakini bahwa organisasi yang kuat bukan hanya dibangun oleh struktur yang kokoh, tetapi juga oleh hubungan antarsesama yang dilandasi rasa saling menghormati dan peduli.

Sosoknya yang humoris menjadi ciri khas tersendiri. Dalam berbagai forum organisasi, Barry Kusuma kerap mencairkan suasana dengan candaan ringan tanpa mengurangi substansi pembahasan. Gaya kepemimpinan yang hangat dan bersahabat membuat anggota merasa dekat dan nyaman berdiskusi dengannya.

Rekan-rekan sejawat mengenang Barry Kusuma sebagai pribadi yang sangat baik dan selalu siap membantu. Tidak jarang ia meluangkan waktu untuk mendengarkan persoalan anggota, memberikan masukan, hingga mendampingi dalam berbagai kegiatan organisasi. Komitmennya terhadap kemajuan anggota menjadi teladan yang patut ditiru.

Di tengah dinamika organisasi yang terus berkembang, Barry Kusuma kerap mengingatkan pentingnya belajar tanpa henti untuk meningkatkan pengetahuan. Ia juga menekankan sikap rendah hati, peduli terhadap sesama, serta bersikap dengan hati nurani dalam setiap tindakan profesional maupun organisatoris.

Warisan yang ditinggalkan Barry Kusuma bukan hanya berupa jabatan atau struktur kepengurusan, melainkan nilai-nilai kebersamaan yang hingga kini masih terasa di lingkungan IKPI Sumbagut. Semangat kekeluargaan dan kekompakan yang ia bangun menjadi fondasi yang kuat bagi generasi penerus organisasi.

Kepergian Drs. Barry Kusuma menjadi kehilangan besar bagi IKPI. Namun, dedikasi, ketulusan, dan nilai-nilai yang ia tanamkan akan terus hidup dalam perjalanan organisasi. Semoga beliau mendapatkan tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa, dan keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan serta ketabahan. (bl)

IKPI Sleman Dorong Wajib Pajak Mandiri Lewat Edukasi SPT Badan Berbasis Sistem Coretax

IKPI, Sleman: Ketua Ikatan Konsultan Pajak Indonesia (IKPI) Cabang Sleman, Hersona Bangun, menegaskan komitmen organisasinya dalam meningkatkan literasi dan kemandirian wajib pajak melalui Seminar PPL bertema penyusunan SPT Tahunan Badan menggunakan sistem Korteks, Sabtu (7/2/2025).

Menurut Hersona, edukasi ini merupakan bagian dari rangkaian program pembinaan yang secara rutin dilakukan IKPI Cabang Sleman kepada wajib pajak, khususnya di Kabupaten Sleman.

(Foto: DOK. IKPI Cabang Sleman)

“Kami ingin wajib pajak memahami hak dan kewajibannya, serta mampu menjalankannya secara mandiri. Edukasi seperti ini menjadi langkah konkret agar kepatuhan tidak lagi berbasis ketakutan, tetapi berbasis pemahaman,” tegasnya.

Peserta seminar tidak hanya berasal dari anggota IKPI, tetapi juga dari kampus mitra, KJA Wilayah DIY, serta masyarakat umum yang menunjukkan antusiasme tinggi terhadap penggunaan sistem Korteks dalam penyusunan SPT Badan.

Hersona menilai, transformasi sistem administrasi pajak menuntut profesional dan wajib pajak untuk terus meningkatkan kompetensi.

(Foto: DOK. IKPI Cabang Sleman)

Ia juga menegaskan bahwa IKPI Cabang Sleman akan terus menggelar sosialisasi, baik untuk SPT Orang Pribadi maupun SPT Badan, agar pemahaman perpajakan semakin merata.

“Edukasi dan pendampingan wajib pajak adalah tugas utama kami sebagai organisasi profesi. Ini bagian dari kontribusi nyata IKPI bagi negara,” tambahnya.

Seminar ini turut didukung sejumlah sponsor, antara lain HTC Training & Consulting, PT Untung Sejahtera Konsultan, KKP Dewi Prabawarti, KKP Hari Triwanta, KKP Indah dan Partner, KKP Enny dan Rekan, MNCo, MNCo Juara, Accurate, KKP Cornel dan Rekan, serta Mitra Consulting Group. (bl)

Vaudy Starworld Realisasikan Janji Kampanye lewat Dialog Terbuka IKPI Surakarta, Aspirasi Anggota Diserap Langsung

IKPI, Surakarta: Ketua Umum Ikatan Konsultan Pajak Indonesia (IKPI), Vaudy Starworld, menegaskan komitmennya membangun komunikasi intens anggota. Salah satu yang diwujudkan adalah melalui kegiatan Dialog Terbuka, diantaranya dengan Cabang Surakarta yang digelar Jumat (13/2/2026) malam.

Dalam Dialog Terbuka Cabang Surakarta tersebut, Vaudy berdiskusi secara langsung dengan pengurus dan anggota tanpa sekat formalitas. Forum berlangsung dinamis dengan berbagai masukan strategis yang disampaikan secara terbuka.

“Dialog Terbuka Cabang Surakarta ini adalah wujud nyata janji saya saat kampanye. Saya ingin komunikasi tidak berhenti di pusat, tetapi hidup sampai ke pengcab,” ujarnya.

Ia menjelaskan, sejak awal kepemimpinannya, ia berkomitmen membangun komunikasi aktif dengan anggota di tingkat pusat, pengda, dan pengcab agar organisasi berjalan selaras.

Menurutnya, Dialog Terbuka Cabang Surakarta menjadi model komunikasi dua arah yang perlu direplikasi di cabang lain untuk menjaga soliditas organisasi.

Sejumlah anggota menyampaikan apresiasi atas keterbukaan tersebut. Mereka menilai forum seperti Dialog Terbuka Cabang Surakarta memberikan ruang partisipasi nyata dalam menentukan arah organisasi.

Vaudy memastikan seluruh aspirasi yang muncul dalam Dialog Terbuka Cabang Surakarta akan dirangkum dan dibahas dalam forum strategis di tingkat pusat.

Kegiatan tersebut menegaskan bahwa IKPI berupaya menjaga sinergi dan memperkuat marwah profesi konsultan pajak melalui komunikasi berkelanjutan. (bl)

Kolaborasi Strategis IKPI Sleman–IAI DIY Jadi Tonggak Sejarah Edukasi Pajak di Yogyakarta

IKPI, Sleman: Ketua Ikatan Konsultan Pajak Indonesia (IKPI) Cabang Sleman, Hersona Bangun, menegaskan bahwa kolaborasi antara IKPI Cabang Sleman dan Ikatan Akuntan Indonesia (IAI) Wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menjadi tonggak sejarah baru dalam penguatan kompetensi perpajakan di wilayah tersebut. Hal itu disampaikannya dalam Seminar Pengembangan Profesional Berkelanjutan (PPL) IKPI Cabang Sleman, Sabtu (7/2/2025).

Kegiatan yang digelar di Hotel Kevinton Yogyakarta itu mengangkat tema penyusunan SPT Tahunan Badan menggunakan sistem Korteks. Seminar tersebut diikuti oleh anggota IKPI, kampus-kampus mitra, anggota Kantor Jasa Akuntan (KJA), serta masyarakat umum yang antusias meningkatkan pemahaman perpajakan berbasis sistem digital.

Hersona menyebut, gagasan kolaborasi ini berawal dari keinginan rekan-rekan KJA yang ingin memperkuat sinergi bersama IKPI Cabang Sleman. Kerja sama ini kemudian berkembang menjadi bentuk kolaborasi strategis lintas profesi antara konsultan pajak dan akuntan publik di wilayah DIY.

“Ini bukan sekadar seminar biasa. Ini adalah tonggak sejarah kolaborasi antara IKPI dan IAI di DIY. Kami berharap sinergi ini memberikan kontribusi nyata bagi anggota kedua organisasi dan masyarakat luas,” ujar Hersona.

Ia menekankan bahwa edukasi penyusunan SPT Tahunan Badan menggunakan sistem Korteks menjadi sangat relevan di tengah transformasi digital administrasi perpajakan.

Seminar ini juga mendapat dukungan penuh dari Pengurus Pusat IKPI. Ketua Umum IKPI hadir secara daring, sementara dari IAI DIY hadir Wakil Ketua IAI Wilayah DIY Drs. Sururi serta sejumlah pengurus IKPI.

Hersona berharap kerja sama ini berkembang menjadi kolaborasi jangka panjang berupa sharing knowledge, pelatihan lanjutan, serta pendampingan wajib pajak.

Menurutnya, semakin kuat kolaborasi antarorganisasi profesi, maka semakin baik pula kualitas layanan dan literasi pajak di masyarakat.

Sementara itu, Koordinator KJA Wilayah DIY Daniel, menyatakan bahwa kolaborasi dengan IKPI memang merupakan bagian dari program KJA dalam meningkatkan kompetensi di bidang perpajakan.

“Kedepan, kami juga siap untuk berkolaborasi dalam melakukan pendampingan wajib pajak,” ujarnya. (bl)

Dirjen Pajak Sebut Integritas dan Ibadah Sosial Harus Berjalan Bersama

IKPI, Jakarta: Direktur Jenderal Pajak, Bimo Wijayanto menekankan pentingnya mengintegrasikan nilai keimanan dan integritas dalam pelaporan pajak, khususnya di bulan suci Ramadan. Pesan tersebut disampaikan saat membuka Kick Off Kampanye Simpatik Ngabuburit Spectaxcular 2026 di Kantor Pusat Direktorat Jenderal Pajak (DJP), Jumat (13/2/2026).

Menurut Bimo, Ramadan bukan hanya momentum ibadah ritual, tetapi juga waktu yang tepat untuk memperkuat komitmen moral dalam kehidupan berbangsa, termasuk dalam memenuhi kewajiban perpajakan. Ia menyebut pelaporan SPT Tahunan sebagai bentuk kontribusi sosial yang dampaknya dirasakan luas oleh masyarakat.

“Kalau kita memahami manfaat pajak, maka melaporkan SPT bukan sekadar kewajiban administratif, tetapi bagian dari integritas dan tanggung jawab sosial,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa pajak yang dibayarkan masyarakat kembali dalam bentuk layanan publik, mulai dari subsidi energi, pembangunan jalan, gaji aparatur negara, hingga anggaran pendidikan yang dialokasikan sebesar 20 persen dalam APBN. Karena itu, kepatuhan pajak memiliki dimensi sosial yang kuat.

Konsep ngabuburit yang diangkat dalam Spectaxcular 2026, lanjutnya, sengaja dirancang sebagai pendekatan humanis. Edukasi pelaporan SPT dikemas dalam suasana santai dan religius, agar masyarakat merasa lebih dekat dan nyaman dalam memahami kewajiban perpajakan.

Bimo juga mengajak Relawan Pajak Renjani untuk menjadi duta edukasi yang mampu menjelaskan manfaat pajak secara sederhana kepada masyarakat. Ia berharap pesan-pesan yang disampaikan tidak hanya bersifat teknis, tetapi juga menyentuh kesadaran kolektif tentang pentingnya kontribusi terhadap negara.

“Ketika masyarakat sadar bahwa pajak membiayai pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur, maka kepatuhan akan tumbuh dari kesadaran, bukan karena tekanan,” katanya.

Dalam periode Ramadan yang bertepatan dengan puncak pelaporan SPT, DJP menyiapkan berbagai kanal asistensi dan edukasi agar wajib pajak tetap dapat melapor dengan mudah dan tepat waktu. Pendekatan kolaboratif dengan relawan dan Tax Center kampus menjadi bagian dari strategi tersebut.

Bimo menegaskan bahwa integritas adalah fondasi utama reformasi perpajakan. Digitalisasi dan modernisasi sistem, menurutnya, harus berjalan seiring dengan penguatan etika dan komitmen moral seluruh pihak.

Menutup pernyataannya, ia mengajak masyarakat menjadikan Ramadan sebagai momentum memperbaiki kualitas kepatuhan pajak. “Integritas itu pilihan. Dan di bulan yang penuh berkah ini, mari kita perkuat pilihan itu bersama,” pungkasnya. (alf)

Di Tengah Gejolak Global, Bimo Wijayanto Tegaskan Pajak Jadi Pilar Ketahanan Ekonomi Nasional

IKPI, Jakarta: Direktur Jenderal Pajak, Bimo Wijayanto menegaskan optimisme terhadap ketahanan ekonomi Indonesia di tengah dinamika global yang penuh ketidakpastian. Hal tersebut disampaikannya saat membuka Kick Off Kampanye Simpatik Ngabuburit Spectaxcular 2026 di Kantor Pusat Direktorat Jenderal Pajak (DJP), Jumat (13/2/2026).

Dalam sambutannya, Bimo menyinggung berbagai konflik dan ketegangan geopolitik dunia yang masih berlangsung, mulai dari perang Rusia–Ukraina hingga konflik di kawasan Timur Tengah. Menurutnya, kondisi tersebut berdampak pada ketidakstabilan ekonomi global, rantai pasok, serta fluktuasi harga komoditas.

Namun demikian, ia menegaskan bahwa Indonesia memiliki fondasi ekonomi yang relatif kuat. Sekitar 90 persen pertumbuhan ekonomi nasional ditopang oleh domestic demand atau permintaan dalam negeri.

“Ekonomi kita sebagian besar digerakkan oleh aktivitas masyarakat di dalam negeri. Itu yang membuat kita lebih tahan terhadap guncangan eksternal,” ujarnya.

Menurut Bimo, kekuatan permintaan domestik tersebut tidak dapat dilepaskan dari peran APBN sebagai instrumen stabilisasi. Di sinilah pajak memainkan peran sentral, karena sekitar 85 persen penerimaan negara bersumber dari sektor perpajakan.

Ia menjelaskan bahwa setiap rupiah pajak yang dibayarkan masyarakat kembali dalam bentuk belanja negara, baik untuk pembangunan infrastruktur, subsidi energi, pendidikan, kesehatan, hingga perlindungan sosial. Dengan demikian, kepatuhan pajak bukan sekadar kewajiban administratif, tetapi bagian dari upaya menjaga daya tahan ekonomi nasional.

“Ketika penerimaan pajak terjaga, ruang fiskal pemerintah tetap kuat. Di situ negara bisa hadir untuk menjaga stabilitas,” tegasnya.

Bimo juga mengaitkan peran generasi muda, khususnya Relawan Pajak Renjani, dalam memperkuat kesadaran kolektif tentang pentingnya pajak. Menurutnya, literasi perpajakan yang baik akan mendorong kepatuhan sukarela dan memperkokoh fondasi fiskal jangka panjang.

Ia menilai bahwa kolaborasi antara DJP, akademisi, relawan, dan masyarakat menjadi kunci dalam menjaga ekosistem fiskal yang sehat. Dalam situasi global yang penuh tekanan, sinergi domestik menjadi kekuatan utama Indonesia.

Lebih jauh, ia menyampaikan keyakinannya bahwa Indonesia akan tetap tangguh selama aktivitas ekonomi domestik terus bergerak dan kepatuhan pajak terjaga. Peran masyarakat dalam melaporkan SPT secara benar dan tepat waktu dinilai sebagai kontribusi nyata dalam menjaga stabilitas tersebut.

“Negara ini akan terus baik-baik saja selama kita menjaga fondasinya. Dan salah satu fondasi itu adalah pajak,” katanya. (alf)

Revisi Pergub Pajak Air Permukaan Dikebut, Pemprov Riau Targetkan Rampung Maret 2026

IKPI, Jakarta: Pemerintah Provinsi Riau melalui Badan Pendapatan Daerah Provinsi Riau mempercepat penyempurnaan revisi Peraturan Gubernur (Pergub) tentang nilai perolehan pajak air permukaan. Regulasi tersebut ditargetkan tuntas pada Maret 2026 setelah melalui proses harmonisasi dan evaluasi lintas kementerian.

Kepala Bapenda Riau, Ninno Wastikasari, menjelaskan bahwa saat ini draf revisi masih dalam tahap penyempurnaan substansi. Sejumlah penyesuaian dilakukan untuk memastikan perhitungan nilai dasar pajak lebih akurat serta memiliki landasan hukum yang kuat.

“Revisi Pergub masih ada beberapa penyesuaian. Kami juga sudah melakukan rapat bersama Pak Sekda untuk mematangkan pembahasannya,” ujar Ninno, Sabtu (14/2/2026).

Ia menambahkan, pekan depan draf revisi ditargetkan sudah diajukan ke Biro Hukum untuk proses harmonisasi. Setelah itu, regulasi akan memasuki tahap review di Kementerian Dalam Negeri sebelum resmi ditetapkan sebagai aturan yang berlaku.

“Kami usahakan segera masuk harmonisasi. Mudah-mudahan bulan depan sudah selesai karena masih ada evaluasi dari Kemendagri,” jelasnya.

Salah satu isu yang menjadi perhatian dalam revisi ini adalah rencana pengenaan pajak air permukaan berdasarkan jumlah pohon kelapa sawit. Ninno menegaskan, skema tersebut masih dalam tahap kajian mendalam agar tidak menimbulkan persoalan hukum maupun perhitungan yang kurang presisi.

“Potensinya sangat besar, sehingga perlu kajian mendalam sebelum diterapkan,” tambahnya.

Sejak 2025, Bapenda Riau juga telah berkoordinasi dengan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat dalam pembahasan nilai dasar air. Dalam simulasi yang dilakukan, terdapat tiga opsi nilai yang dipertimbangkan, yakni Rp1.700, Rp1.200, dan Rp1.000.

Berdasarkan realisasi penerimaan pajak air permukaan tahun 2024 yang mencapai Rp52 miliar, simulasi tersebut menunjukkan potensi lonjakan Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang signifikan. Jika nilai ditetapkan Rp1.700, penerimaan diproyeksikan bisa menembus sekitar Rp160 miliar. Sementara pada nilai Rp1.200 diperkirakan mencapai Rp115 miliar, dan pada nilai Rp1.000 berpotensi sekitar Rp96 miliar.

“Dari simulasi tersebut terlihat peluang optimalisasi PAD sangat besar,” pungkas Ninno.

Dengan revisi Pergub ini, Pemprov Riau berharap tata kelola pajak air permukaan menjadi lebih terukur, transparan, dan mampu mendorong peningkatan kontribusi sektor sumber daya air terhadap kas daerah. Pemerintah daerah juga menekankan bahwa setiap kebijakan akan disusun secara hati-hati agar tetap sejalan dengan ketentuan perundang-undangan serta mempertimbangkan dampak terhadap pelaku usaha. (alf)

IRS Pastikan Pengembalian Pajak 2026 Cair Lebih Cepat, Refund Kini Wajib Lewat Transfer Langsung

IKPI, Jakarta: Otoritas pajak Amerika Serikat, Internal Revenue Service (IRS), memastikan wajib pajak yang menantikan pengembalian pajak (refund) tahun 2026 dapat menerima dananya relatif cepat setelah pelaporan dilakukan. Informasi tersebut dikutip dari laporan WAFB/Gray News, Minggu (15/2/2026).

Dalam kebijakan terbaru, IRS menegaskan bahwa seluruh pengembalian pajak tahun ini hanya akan dilakukan melalui skema direct deposit atau transfer langsung ke rekening bank. Opsi pengiriman cek kertas resmi tidak lagi diberlakukan. Kebijakan ini disebut sebagai bagian dari upaya percepatan layanan sekaligus efisiensi administrasi.

Menurut IRS, wajib pajak yang menyampaikan Surat Pemberitahuan (SPT) secara elektronik (e-file) dan memilih direct deposit dapat menerima refund paling cepat dalam waktu 10 hari kerja sejak berkas diterima dan diproses. Pelaporan digital dinilai mempercepat verifikasi data dibandingkan metode manual.

Jadwal Perkiraan Refund Berdasarkan Tanggal Penerimaan IRS

IRS juga merilis estimasi tanggal pencairan refund berdasarkan waktu penerimaan e-file. Berikut jadwal yang diumumkan:

Diterima 26 Januari 2026 → Perkiraan refund 6 Februari 2026 Diterima 2 Februari → 13 Februari Diterima 9 Februari → 20 Februari Diterima 16 Februari → 27 Februari Diterima 23 Februari → 6 Maret Diterima 2 Maret → 13 Maret Diterima 9 Maret → 20 Maret Diterima 16 Maret → 27 Maret Diterima 23 Maret → 3 April Diterima 30 Maret → 10 April Diterima 6 April → 17 April Diterima 13 April → 24 April

IRS mengingatkan bahwa jadwal tersebut merupakan estimasi, sehingga pencairan dapat berbeda tergantung kelengkapan dan validitas data dalam pelaporan.

Meski sebagian besar refund dapat diterima dalam waktu relatif singkat, IRS menegaskan bahwa pengembalian pajak yang mencantumkan klaim Earned Income Tax Credit (EITC) atau Child Tax Credit (CTC) berpotensi mengalami penundaan hingga Maret. Penundaan ini dilakukan untuk proses verifikasi tambahan guna mencegah kesalahan klaim maupun potensi kecurangan.

Untuk memantau status refund, wajib pajak dapat memanfaatkan layanan daring “Where’s My Refund?” yang tersedia di situs resmi IRS. Fitur ini memungkinkan pelapor mengetahui apakah berkas telah diterima, sedang diproses, atau refund sudah dijadwalkan untuk dikirim.

IRS juga mendorong masyarakat untuk melaporkan pajak lebih awal agar antrean pemrosesan tidak menumpuk menjelang tenggat waktu. Pelaporan lebih cepat berarti peluang menerima refund lebih awal semakin besar.

Selain itu, IRS mengingatkan agar setiap pelapor memeriksa kembali seluruh data sebelum mengirimkan SPT. Kesalahan pengisian, ketidaksesuaian nomor identifikasi, maupun informasi rekening bank yang keliru dapat menyebabkan keterlambatan signifikan dalam pencairan dana.

Apabila terdapat pertanyaan spesifik terkait status pengembalian pajak, IRS menyarankan wajib pajak menghubungi langsung otoritas pajak atau berkonsultasi dengan profesional perpajakan guna memastikan proses berjalan lancar dan sesuai ketentuan. (alf)

en_US