IKPI Surabaya–Kanwil DJP Jatim I Perkuat Sinergi Edukasi Pajak dan Pendampingan Wajib Pajak

IKPI, Surabaya: Ikatan Konsultan Pajak Indonesia (IKPI) Cabang Surabaya kembali menegaskan komitmennya dalam mendukung penguatan sistem perpajakan nasional melalui audiensi bersama Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak Jawa Timur I, Jumat (28/1/2026). Pertemuan ini dihadiri jajaran pengurus IKPI Surabaya sebagai kelanjutan sinergi strategis antara otoritas pajak dan profesi konsultan pajak.

Kedua pihak membahas sejumlah agenda prioritas yang berorientasi pada peningkatan literasi perpajakan, kepatuhan Wajib Pajak, serta kualitas pelayanan kepada masyarakat.

(Foto: DOK. IKPI Cabang Surabaya)

Salah satu diskusi utama adalah dukungan IKPI terhadap kegiatan Tax Center, termasuk Olimpiade Pajak antarperguruan tinggi, lomba karya tulis mahasiswa dan dosen, hingga berbagai program edukatif lainnya. Kegiatan ini diharapkan mampu mendorong keterlibatan aktif kalangan akademisi dalam penguatan pemahaman perpajakan sejak dini.

Selain itu, IKPI dan Kanwil DJP Jatim I juga membicarakan rencana sosialisasi perpajakan bagi pelaku UMKM. Program ini akan dijalankan melalui kolaborasi IKPI, KPP, dan kecamatan, sehingga edukasi pajak dapat menjangkau pelaku usaha secara lebih dekat, kontekstual, dan aplikatif sesuai kebutuhan lapangan.

(Foto: DOK. IKPI Cabang Surabaya)

Ketua IKPI Cabang Surabaya menegaskan bahwa peran konsultan pajak tidak hanya sebatas pendamping teknis, tetapi juga mitra strategis pemerintah dalam membangun kesadaran pajak masyarakat.

“Kami ingin memastikan bahwa edukasi perpajakan bisa menyentuh semua lapisan, termasuk UMKM dan kalangan akademik. Sinergi dengan DJP ini penting agar pesan-pesan kepatuhan dapat tersampaikan secara tepat dan berkelanjutan,” ujarnya, Minggu (1/2/2026).

(Foto: DOK. IKPI Cabang Surabaya)

Transformasi digital perpajakan turut menjadi perhatian, khususnya terkait implementasi Coretax, aktivasi akun, serta pendampingan administrasi bagi Wajib Pajak. Dalam forum tersebut, IKPI menyampaikan berbagai pengalaman praktis di lapangan, termasuk kendala yang kerap dihadapi masyarakat, sekaligus menawarkan pendekatan solusi yang dapat dilakukan secara kolaboratif.

Audiensi ini juga menjadi ruang dialog dua arah. IKPI memberikan masukan konstruktif kepada DJP sebagai bagian dari peran konsultan pajak dalam menjembatani kebutuhan Wajib Pajak dengan kebijakan otoritas.

“Kami banyak menerima aspirasi dari Wajib Pajak terkait proses administrasi digital. Masukan-masukan ini kami sampaikan agar ke depan pelayanan semakin mudah diakses dan tidak membingungkan masyarakat,” tambahnya.

Menurutnya, sinergi yang terbangun selama ini menjadi fondasi penting dalam menciptakan sistem perpajakan yang sehat dan berkeadilan. IKPI berkomitmen terus menjadi mitra strategis DJP melalui edukasi, pendampingan, serta penguatan kepatuhan berbasis pemahaman.

Melalui audiensi ini, IKPI Surabaya dan Kanwil DJP Jatim I kembali menegaskan bahwa kolaborasi antara otoritas pajak dan konsultan pajak merupakan satu ekosistem yang saling melengkapi. Dengan sinergi yang kuat, upaya peningkatan kepatuhan diharapkan dapat berjalan lebih efektif dan inklusif, seiring dorongan terhadap pelayanan perpajakan yang semakin responsif terhadap kebutuhan masyarakat.  (bl)

Dua Anggota IKPI Surabaya jadi Juri UKK Akuntansi, Perkuat Sinergi Profesi dan Pendidikan Vokasi

IKPI, Surabaya: Ikatan Konsultan Pajak Indonesia (IKPI) Cabang Surabaya kembali menunjukkan komitmennya dalam penguatan kualitas sumber daya manusia melalui keterlibatan aktif pada Uji Kompetensi Keahlian (UKK) Akuntansi yang digelar di SMK Muhammadiyah 1 Surabaya, Rabu (28/1/2026).

Partisipasi ini menjadi wujud nyata sinergi antara dunia profesi dan pendidikan vokasi, khususnya dalam memastikan kompetensi akuntansi sebagai fondasi penting bagi sistem pelaporan keuangan dan perpajakan. Akuntansi yang tertata dengan baik dipandang sebagai pijakan awal terciptanya kepatuhan pajak yang berkelanjutan.

Dalam kegiatan tersebut, IKPI Cabang Surabaya mengutus dua pengurusnya, Andy Setiabudi dan Monica, yang berprofesi sebagai Chartered Accountant, untuk bertugas sebagai juri. Keduanya hadir membawa perspektif praktisi, sekaligus berbagi pengalaman profesional kepada para peserta UKK.

Selama proses penilaian, para siswa diuji pada berbagai aspek teknis, mulai dari pemahaman penyusunan laporan keuangan hingga ketelitian dalam menerapkan prinsip-prinsip dasar akuntansi. Peran juri diarahkan tidak hanya untuk menilai hasil kerja peserta, tetapi juga memastikan proses berjalan objektif, edukatif, dan relevan dengan kebutuhan dunia kerja.

Andy menegaskan bahwa keterlibatan IKPI merupakan bentuk kepedulian terhadap kesiapan generasi muda memasuki dunia profesional.

“Akuntansi adalah fondasi utama dalam praktik keuangan dan perpajakan. Dengan penguasaan akuntansi yang baik sejak bangku sekolah, adik-adik akan lebih siap menghadapi tantangan dunia kerja, termasuk memahami pentingnya kepatuhan pajak,” ujar Andy, Kamis (29/1/2026).

Ia menambahkan, pengalaman UKK juga menjadi momentum bagi siswa untuk mengukur kemampuan diri secara nyata. Menurutnya, kehadiran praktisi di lingkungan sekolah diharapkan dapat memberi gambaran langsung mengenai standar kompetensi yang dibutuhkan industri.

“Melalui UKK ini, kami ingin membantu memastikan lulusan SMK memiliki keterampilan yang relevan, tidak hanya secara teori, tetapi juga praktik. Harapannya mereka bisa langsung beradaptasi ketika terjun ke dunia kerja,” lanjutnya.

Melalui kegiatan ini, IKPI Cabang Surabaya berharap dapat memberikan nilai tambah bagi dunia pendidikan, khususnya dalam menyiapkan lulusan vokasi yang kompeten, profesional, dan siap berkontribusi di sektor keuangan, akuntansi, maupun perpajakan.

Ke depan, IKPI Surabaya menegaskan akan terus membuka ruang kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan sebagai bagian dari komitmen organisasi dalam mendukung pengembangan kompetensi, etika profesi, dan kualitas sumber daya manusia secara berkelanjutan. (bl)

IKPI Surabaya Lanjutkan Program AKSI, Perkuat Kebugaran dan Silaturahmi Anggota

IKPI, Surabaya: Ikatan Konsultan Pajak Indonesia (IKPI) Cabang Surabaya kembali menggelar Program AKSI (Ayo Kita Sehat bareng IKPI) sebagai upaya menjaga kebugaran anggota sekaligus mempererat hubungan antar sesama konsultan pajak. Kegiatan olahraga bersama ini berlangsung di Lapangan Zuper, Surabaya, Sabtu (24/1/2026). Kegiatan ini diikuti oleh sejumlah anggota yang hadir dengan semangat kebersamaan.

Meski jumlah peserta belum memenuhi seluruh area lapangan, suasana kegiatan tetap berlangsung hangat dan penuh energi. Para peserta tampak aktif bergerak, berkeringat, serta saling berinteraksi dalam atmosfer santai yang jauh dari kesan formal. Bagi sebagian anggota, kegiatan ini menjadi ruang penyegaran di tengah padatnya aktivitas profesional.

Tak sedikit peserta mengaku Program AKSI memberi nilai tambah karena membuka ruang perkenalan dengan anggota lain yang sebelumnya jarang bertemu. Melalui interaksi ringan saat berolahraga, terbangun komunikasi yang lebih cair, sekaligus memperluas jejaring internal organisasi.

Ketua Seksi Pemuda dan Keolahragaan IKPI Cabang Surabaya, Andy Setiabudi, menyampaikan bahwa Program AKSI dirancang sebagai agenda berkelanjutan yang tidak hanya menitikberatkan pada kesehatan fisik, tetapi juga penguatan solidaritas antaranggota.

“Program AKSI kami rancang sebagai ruang kebersamaan yang ringan, sehat, dan menyenangkan. Antusiasme peserta hari ini menjadi energi positif bagi kami. Ke depan, sudah ada beberapa kegiatan yang kami siapkan, dan kami mengajak seluruh anggota IKPI Surabaya untuk menantikan serta ikut berpartisipasi agar silaturahmi dan kolaborasi semakin kuat,” ujar Andy di sela kegiatan.

Melalui keberlanjutan Program AKSI, IKPI Cabang Surabaya menegaskan komitmennya menghadirkan keseimbangan antara profesionalisme dan kepedulian terhadap kesehatan. Organisasi meyakini bahwa anggota yang bugar secara fisik dan terhubung secara emosional akan mampu memberikan layanan yang lebih optimal kepada klien.

Program ini juga menjadi pengingat bahwa kekuatan organisasi tidak semata dibangun melalui forum resmi, tetapi juga melalui ruang-ruang kebersamaan yang menumbuhkan rasa memiliki serta semangat kolaborasi. Dengan pendekatan tersebut, IKPI Surabaya berharap soliditas internal terus terjaga seiring meningkatnya peran organisasi di tengah masyarakat. (bl)

IKPI Surabaya Awali 2026 dengan Program Aksi Olahraga Bersama

IKPI, Surabaya: IKPI Cabang Surabaya kembali melanjutkan komitmennya dalam membangun organisasi yang sehat dan solid melalui program aksi olahraga bersama yang diselenggarakan pada Sabtu (10/1/2026), bertempat di Lapangan Zuper, Jalan Mawar, Surabaya.

Kegiatan ini diikuti oleh anggota IKPI Surabaya dan dihadiri langsung oleh Ketua IKPI Cabang Surabaya, Enggan Nursanti, serta Lukman Nul Hakim, pada hari yang sama juga menjadi narasumber dalam kegiatan seminar IKPI Surabaya. Kehadiran pengurus dan narasumber menambah semangat kebersamaan serta menunjukkan sinergi yang erat antara kegiatan pengembangan kompetensi dan kebugaran anggota.

(Foto: DOK. IKPI Cabang Surabaya)

Program aksi ini mengusung semangat mens sana in corpore sano, bahwa kesehatan fisik dan kejernihan pikiran merupakan fondasi penting dalam menjalankan profesi konsultan pajak secara optimal. Selama kegiatan berlangsung, suasana tampak cair dan penuh energi. Para peserta aktif bergerak, berinteraksi, dan menikmati momen kebersamaan sebagai sarana refresh setelah rangkaian aktivitas profesional yang padat.

Ketua IKPI Cabang Surabaya, Enggan Nursanti, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya organisasi untuk menjaga keseimbangan antara profesionalisme dan kesehatan anggota.

“IKPI tidak hanya mendorong peningkatan kompetensi teknis, tetapi juga memperhatikan kebugaran dan kebersamaan anggotanya. Dengan tubuh yang sehat dan pikiran yang segar, pelayanan kepada klien dapat diberikan secara lebih optimal,” ujarnya.

Selain sebagai ajang olahraga, kegiatan ini juga menjadi ruang silaturahmi antaranggota yang membuka peluang kolaborasi ke depan, baik dalam konteks keorganisasian maupun pekerjaan profesional. Antusiasme peserta menunjukkan bahwa kegiatan berbasis kebersamaan seperti ini memiliki nilai strategis dalam memperkuat rasa memiliki terhadap organisasi.

 Melalui program aksi ini, IKPI Cabang Surabaya menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan kegiatan yang relevan, bermanfaat, dan mendukung keberlanjutan profesionalisme anggota di tengah dinamika dunia perpajakan. (bl)

Seminar Perdana IKPI Surabaya 2026 Kupas Strategi SPT di Era Coretax

IKPI, Surabaya: Ikatan Konsultan Pajak Indonesia (IKPI) Cabang Surabaya menggelar seminar dua hari bertema Coretax pada 9–10 Januari 2026 di Dyandra Convention Centre Surabaya. Kegiatan ini menjadi seminar perdana IKPI Surabaya di tahun 2026 dan difokuskan pada pembahasan strategi pengisian Surat Pemberitahuan (SPT) di era penerapan Coretax.

Seminar tersebut diselenggarakan untuk menjawab kebutuhan praktis konsultan pajak dan wajib pajak dalam menghadapi perubahan sistem administrasi perpajakan melalui Coretax. Sejumlah materi dirancang agar dapat langsung diterapkan dalam pendampingan dan pelaporan pajak.

(Foto: DOK. IKPI Cabang Surabaya)

Rangkaian acara dibuka dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, Mars IKPI, dan Hymne IKPI, kemudian dilanjutkan dengan doa bersama. Pembukaan ini menjadi bagian dari tradisi organisasi dalam setiap kegiatan resmi IKPI.

Pada hari pertama, Jumat (9/1/2026), Anwar Hidayat hadir sebagai narasumber dengan membawakan materi Strategi Rekonsiliasi dan Manajemen Data untuk SPT Tahunan PPh Badan Perdana di Coretax. Ia menekankan pentingnya pengelolaan data dan rekonsiliasi yang tepat agar penyusunan SPT Tahunan PPh Badan dapat dilakukan secara akurat dan efisien.

Materi yang disampaikan bersifat aplikatif dan melengkapi pendekatan normatif yang selama ini digunakan konsultan pajak. Peserta memperoleh gambaran strategis mengenai proses pelaporan SPT Badan di tengah perubahan sistem yang dibawa oleh Coretax.

(Foto: DOK. IKPI Cabang Surabaya)

Diskusi pada sesi hari pertama berlangsung interaktif. Peserta aktif mengajukan pertanyaan serta berbagi pengalaman terkait tantangan pelaporan pajak badan melalui Coretax.

Seminar berlanjut pada hari kedua, Sabtu (10/1/2026), dengan menghadirkan Lukman Nul Hakim sebagai narasumber. Ia membawakan materi Membedah Implementasi SPT Orang Pribadi di Era Coretax: Tantangan dan Solusinya, yang berfokus pada tips praktis pengisian SPT Orang Pribadi serta solusi atas kendala yang sering ditemui di lapangan.

Ketua IKPI Cabang Surabaya, Enggan Nursanti, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen berkelanjutan IKPI Surabaya dalam meningkatkan kompetensi anggotanya.

“Kami selalu berkomitmen menghadirkan materi yang relevan dengan kebutuhan anggota, khususnya konsultan pajak, dan bermanfaat pula bagi wajib pajak pada umumnya. Harapannya, pemahaman terhadap Coretax semakin baik sehingga pengisian SPT Tahunan dapat dilakukan dengan lebih mudah dan tepat,” ujar Enggan.

Sebagai bentuk apresiasi kepada peserta, panitia juga membagikan doorprize berupa voucher PPL IKPI Surabaya. Panitia pelaksana menyampaikan terima kasih kepada seluruh peserta atas partisipasi dan dukungan yang diberikan sehingga seminar perdana IKPI Surabaya tahun 2026 dapat berlangsung dengan lancar. (bl)

Enggan Nursanti: Sentuhan Ibu Membuat IKPI Surabaya Lebih Cair dan Bernyawa

IKPI, Surabaya: Peringatan Hari Ibu menjadi momentum refleksi bagi Ikatan Konsultan Pajak Indonesia (IKPI) khususnya di tingkat cabang. Ketua IKPI Cabang Surabaya, Enggan Nursanti, menilai kehadiran para ibu dalam kegiatan organisasi membawa warna tersendiri yang membuat suasana lebih cair dan tidak kaku.

Menurut Enggan, hal sederhana namun berkesan dari peran para ibu di IKPI Surabaya terlihat dari keterlibatan mereka dalam setiap kegiatan, termasuk dalam kepanitiaan. Kehadiran para ibu kerap menjadi penyeimbang suasana, mencairkan forum yang formal, dan membuat interaksi antaranggotanya terasa lebih hangat.

Ia pun mengakui, tanpa keterlibatan para ibu, kegiatan IKPI di daerah akan terasa ada yang kurang. Dengan nada ringan, Enggan menyebut konsumsi sebagai salah satu contoh paling nyata. “Urusan konsumsi pasti terasa kurang, karena ibu-ibu paling kreatif soal itu,” ujarnya, Senin (22/12/2025) dan juga seraya menegaskan bahwa kontribusi tersebut sering kali menjadi elemen penting dalam kenyamanan sebuah acara.

Lebih dari itu, kelebihan utama para ibu di IKPI terletak pada kemampuan multitasking. Para ibu dinilai mampu membagi waktu dan perhatian antara keluarga, profesi, dan organisasi. Dengan kepekaan, ketelatenan, serta kemampuan mengatur banyak hal sekaligus, para ibu sering menjadi penggerak kegiatan, penjaga komunikasi, sekaligus perekat kebersamaan di lingkungan Pengcab.

Sebagai pimpinan cabang, Enggan menilai para ibu di IKPI pada dasarnya adalah “pejuang keluarga” yang sudah piawai menjaga keseimbangan peran. Karena itu, menurutnya, pimpinan Pengcab tidak perlu terlalu mengatur secara khusus. Para ibu dinilai telah memiliki kemampuan alami untuk menyeimbangkan tanggung jawab profesi dan keluarga.

Terkait pengalaman berkesan, Enggan menyoroti keunikan kemampuan komunikasi para ibu. Dengan gaya komunikasi yang khas, para ibu kerap mampu mencairkan suasana dalam berbagai situasi. Meski demikian, ia menegaskan bahwa setiap anggota, baik pria maupun wanita, memiliki keunikan masing-masing yang saling melengkapi dalam organisasi.

Di momentum Hari Ibu, Enggan menyampaikan pesan agar para ibu IKPI tetap menjaga semangat dan keseimbangan antara profesi dan keluarga. Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga diri dengan baik, menjadi pribadi yang dihargai dalam berbagai situasi, serta berani menyuarakan kebenaran tanpa rasa takut.

Menurut Enggan, nilai-nilai tersebut tidak hanya penting bagi pengembangan diri para ibu, tetapi juga menjadi fondasi bagi organisasi agar terus tumbuh sehat, inklusif, dan berintegritas di tengah dinamika profesi konsultan pajak. (bl)

IKPI Surabaya Tekankan Penguatan Profesionalisme Lewat Diseminasi Surat Ikatan Tugas

IKPI, Surabaya: Ikatan Konsultan Pajak Indonesia (IKPI) Cabang Surabaya menggelar Rapat Anggota dan Diseminasi Surat Ikatan Tugas di Universitas Kristen Petra, Gedung T Lantai 3, pada 29 November 2025. Seluruh konsultan pajak di wilayah Surabaya hadir untuk memperdalam pemahaman profesional sekaligus memperkuat solidaritas organisasi.

Ketua IKPI Cabang Surabaya, Enggan Nursanti, menegaskan bahwa peningkatan kualitas layanan konsultan pajak harus menjadi prioritas di tengah perubahan regulasi yang semakin cepat.

“Konsultan pajak memiliki peran strategis dalam menjaga kepercayaan wajib pajak dan stabilitas penerimaan negara. Melalui Surat Ikatan Tugas, kita memiliki fondasi yang semakin jelas untuk bekerja secara profesional, transparan, dan saling mendukung. Saya mengajak seluruh anggota untuk terus menumbuhkan budaya kolaboratif agar profesi ini semakin kuat dan bermanfaat bagi masyarakat,” ujar Enggan.

Sesi Diseminasi Surat Ikatan Tugas menjadi bagian utama dari kegiatan ini. Materi dipaparkan secara komprehensif, mulai dari batasan tanggung jawab konsultan, prinsip kehati-hatian, hingga praktik terbaik untuk meminimalkan risiko hukum. Peserta juga mendapatkan contoh kasus yang menunjukkan pentingnya kesepakatan layanan tertulis sebagai alat perlindungan profesional.

Diungkapkan Enggan, antusiasme peserta terlihat jelas dalam sesi tanya jawab yang menggali penerapan Surat Ikatan Tugas dalam praktik sehari-hari. Diskusi berkembang pada pentingnya ketelitian teknis dan kemampuan komunikasi yang baik agar hubungan antara konsultan dan klien berjalan harmonis dan saling mendukung.

Kegiatan berlanjut dengan Rapat Anggota IKPI Cabang Surabaya, di mana setiap seksi memaparkan laporan kerja satu tahun terakhir. Anggota memberikan masukan konstruktif untuk memperkuat program dan arah organisasi pada tahun berikutnya.

Pada kesempatan itu, Enggan mengajak seluruh anggota ikut merefleksikan kembali peran strategis IKPI sebagai garda depan dalam profesi perpajakan. Dinamika regulasi yang tinggi menuntut konsultan pajak untuk terus belajar, beradaptasi, dan menjaga integritas dalam setiap layanan.

Momentum rapat ini sekaligus menjadi pengingat bahwa profesionalisme yang dibangun secara kolektif akan memperkuat kepercayaan publik dan mendukung terciptanya ekosistem perpajakan yang sehat. Ia berharap kolaborasi yang terjalin dapat menjadi landasan kuat bagi langkah organisasi di tahun mendatang. (bl)

IKPI Surabaya Perkuat Diplomasi Profesi Pajak Lewat Forum Internasional di Seoul

IKPI, Seoul: Langkah strategis kembali ditunjukkan Ikatan Konsultan Pajak Indonesia (IKPI) Cabang Surabaya. Tak sekadar berkiprah di dalam negeri, IKPI Surabaya kini turut ambil bagian dalam memperkuat diplomasi profesi konsultan pajak Indonesia di kancah global lewat partisipasi aktif dalam Seminar Internasional KACTAE–ITCA yang digelar di Korea University, Seoul, Korea Selatan 16 Oktober 2025.

Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi antara IKPI, KACTAE (Korean Association of Certified Tax Accountants Examination), dan ITCA (International Tax Consultants Association). Kehadiran delegasi Indonesia yang dipimpin oleh Ketua Umum IKPI, Vaudy Starworld beserta jajaran pengurus pusat IKPI menjadi bukti keseriusan organisasi dalam memperluas jejaring profesional dan memperkuat posisi konsultan pajak Indonesia di dunia internasional.

Mengusung tema “Profesionalisme Konsultan Pajak dan Regulasi Perpajakan di Era Global”, seminar ini membedah isu-isu terkini seperti tax transparency, digital taxation, hingga pajak warisan (inheritance tax). Perdebatan seputar pajak warisan bahkan menjadi sorotan menarik lantaran adanya perbedaan tajam antara sistem Korea Selatan dan Indonesia.

Di Korea, pajak warisan dipatok dengan tarif tinggi untuk menjaga pemerataan kekayaan. Sedangkan di Indonesia, warisan masih tergolong non-objek pajak. Perbedaan tersebut memicu pertukaran pandangan hangat soal filosofi keadilan dan arah kebijakan fiskal masing-masing negara.

Perwakilan IKPI Surabaya tampil aktif dalam sesi tanya jawab, mengemukakan perspektif mengenai karakter wajib pajak di Indonesia serta tantangan penerapan kebijakan fiskal yang berkeadilan di tengah disrupsi ekonomi global.

Ketua IKPI Surabaya Enggan Nursanti menilai forum ini sebagai momentum penting untuk membuka cakrawala baru bagi konsultan pajak Indonesia.

“Forum seperti ini sangat berharga karena membuka ruang bagi pertukaran gagasan dan pemahaman lintas sistem hukum dan ekonomi. Kita bisa belajar banyak, termasuk dari pengalaman Korea Selatan dalam penerapan pajak warisan,” ujarnya.

Selain seminar, delegasi IKPI juga menggelar pertemuan dengan KACPTA (Korean Association of Certified Public Tax Accountants) membahas urgensi pembentukan Undang-Undang Konsultan Pajak (UU KP) di Indonesia. Diskusi ini menegaskan pentingnya dasar hukum yang kuat agar profesi konsultan pajak Indonesia sejajar dengan standar internasional.

Partisipasi IKPI Surabaya di forum ini menjadi bukti nyata kontribusi cabang terhadap misi besar organisasi memperluas jaringan global, meningkatkan kompetensi anggota, dan mengangkat citra profesi konsultan pajak Indonesia di tingkat dunia.

Dengan semangat kolaborasi dan visi global, IKPI Surabaya menegaskan komitmennya untuk terus melangkah menghadirkan konsultan pajak Indonesia yang berintegritas, berwawasan luas, dan siap bersaing di ranah internasional. (bl)

Ratusan Peserta Bahas Strategi Laporan Keuangan dan SPT Badan di Seminar IKPI Surabaya

IKPI, Surabaya: Ratusan konsultan pajak, praktisi, hingga akademisi memenuhi Ballroom Hotel Bumi Surabaya pada Sabtu (27/9/2025). Mereka datang untuk menghadiri seminar tatap muka yang digelar Ikatan Konsultan Pajak Indonesia (IKPI) Cabang Surabaya dengan tema “Penerapan Coretax dalam Penyusunan Laporan Keuangan dan Pelaporan SPT Tahunan Badan”.

Dalam kesempatan itu, Ketua IKPI Cabang Surabaya, Enggan Nursanti, memberi pesan soal pentingnya kesiapan konsultan pajak menghadapi era digital Coretax.

(Foto: DOK. IKPI Cabang Surabaya)

“Perubahan sistem dan regulasi yang dinamis menuntut kita semua untuk selalu siap beradaptasi. Seminar ini menjadi wadah kita untuk memperdalam pemahaman sekaligus menjaga kepercayaan masyarakat dengan profesionalisme,” kata Enggan.

Sementara itu, Ketua Pengurus Daerah IKPI Jawa Timur, M. Zeti Arina, mengapresiasi tingginya antusiasme peserta. Ia menekankan seminar ini bukan sekadar ajang belajar, tetapi bukti nyata komitmen IKPI dalam menjaga standar profesi sekaligus mendukung kebijakan pemerintah di bidang perpajakan.

(Foto: DOK. IKPI Cabang Surabaya)

Dua narasumber utama, R. Barkat dan I. Zauki, sukses memanaskan suasana lewat materi interaktif seputar praktik penerapan Coretax. Dari teknis penyusunan laporan keuangan hingga strategi pelaporan SPT Tahunan Badan, keduanya mengajak peserta untuk aktif berdiskusi dengan contoh-contoh aplikatif yang relevan.

Para peserta terlihat antusias melontarkan pertanyaan seputar tantangan praktis di lapangan, hingga memperluas jejaring antarprofesional pajak.

(Foto: DOK. IKPI Cabang Surabaya)

Untuk menambah kemeriahan acara, panitia juga melakukan pengundian doorprize untuk para peserta yang hadir. (bl)

Kanwil DJP Jatim I Gelar ToT Coretax, Siapkan Penyuluh Jadi Trainer Pajak

IKPI, Surabaya: Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak (Kanwil DJP) Jawa Timur I menggelar Training for Trainers (ToT) Coretax Pengisian SPT Tahunan PPh Orang Pribadi dan Badan 2025, di aula Kanwil DJP Jatim I, Surabaya, Rabu (17/9/2025). Kegiatan ini bertujuan memperkuat kapasitas penyuluh pajak agar mampu menjadi pelatih berjenjang bagi masyarakat luas.

Acara dibuka dengan penghormatan kepada semangat kemerdekaan melalui lagu Indonesia Raya, sebelum berlanjut pada pemaparan teknis pengisian SPT. Dalam ToT ini, para penyuluh dibekali keterampilan menggunakan sistem Coretax yang kini menjadi tulang punggung transformasi digital di DJP.

Mereka diproyeksikan sebagai garda depan untuk menyampaikan informasi dan mendampingi wajib pajak dalam memenuhi kewajiban perpajakan.

Kepala Bidang Penyuluhan, Pelayanan, dan Hubungan Masyarakat Kanwil DJP Jatim I, Sugeng Pamilu Karyawan, menyampaikan bahwa program ini merupakan komitmen DJP dalam menghadirkan pelayanan publik yang semakin baik.

“Kegiatan ini bukti nyata bahwa DJP hadir untuk memberikan pelayanan terbaik. Melalui pelatihan ini, para penyuluh diharapkan dapat menjadi motor penggerak literasi perpajakan sehingga wajib pajak lebih mudah memahami hak dan kewajibannya,” ujarnya.

Selain internal DJP, kegiatan ini juga mendapat dukungan dari Ikatan Konsultan Pajak Indonesia (IKPI) Cabang Surabaya. Wakil Ketua IKPI Surabaya, Ali Yus Isman, menyebut sinergi ini sebagai langkah penting dalam membangun ekosistem perpajakan yang sehat dan profesional.

“IKPI berkomitmen untuk selalu menjadi mitra strategis DJP. Dengan adanya Coretax, kita memasuki era baru administrasi perpajakan yang lebih transparan, akuntabel, dan profesional,” katanya.

Melalui ToT ini, DJP menegaskan pentingnya strategi train the trainers untuk memastikan pengetahuan yang diperoleh dapat diteruskan secara luas. Kehadiran penyuluh pajak sebagai ujung tombak di lapangan diharapkan dapat meningkatkan kepatuhan wajib pajak sekaligus memperkuat tata kelola perpajakan yang modern dan terpercaya. (bl)

 

id_ID