IKPI, Jakarta: Ketua Umum Ikatan Konsultan Pajak Indonesia (IKPI) Vaudy Starworld menyampaikan apresiasi terhadap langkah reformasi dan penguatan integritas yang dilakukan Pusat Pembinaan Jabatan Fungsional dan Penjaminan Mutu (Pusbin JFPM) Kementerian Keuangan dalam penyelenggaraan Ujian Sertifikasi Konsultan Pajak (USKP).
Hal tersebut disampaikan Vaudy saat menghadiri kegiatan Pencanangan Zona Integritas menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (ZI WBK) Pusbin JFPM bertema “Kuatkan Integritas dan Sinergi, PROAKTIF Wujudkan ZI WBK” yang digelar di Aula Gedung B BPPK Kementerian Keuangan, Jakarta Selatan, Kamis (21/5/2026).
Dalam sambutannya, Vaudy menegaskan bahwa IKPI sebagai salah satu asosiasi profesi yang berada di bawah pembinaan Direktorat Pembinaan dan Pengawasan Profesi Keuangan (PPPK) Kementerian Keungan, merasakan langsung berbagai perubahan positif yang dilakukan Pusbin JFPM sebagai penyelenggara USKP.
“Kami merasakan hal positif di Pusbin JFPM ini sebagai penyelenggara USKP. Salah satunya adanya e-learning untuk teman-teman yang ingin belajar dan mempersiapkan diri menghadapi USKP,” ujar Vaudy.
Menurutnya, kehadiran sistem pembelajaran digital tersebut menjadi terobosan penting dalam meningkatkan kualitas calon konsultan pajak. Dengan akses belajar yang lebih fleksibel, peserta USKP dinilai memiliki kesempatan lebih besar untuk memahami materi secara lebih mendalam sebelum mengikuti ujian sertifikasi.
Tak hanya soal digitalisasi pembelajaran, Vaudy juga mengapresiasi sikap terbuka Pusbin JFPM terhadap berbagai masukan dari organisasi profesi. Ia menyebut komunikasi yang terjalin selama ini berlangsung konsultatif dan konstruktif.
“Masukan-masukan dari kami sebagai pengguna lulusan USKP diterima dan didengar. Itu yang kami apresiasi karena komunikasi berjalan dengan baik,” katanya.
Vaudy turut menyoroti kedekatan dan keterlibatan jajaran pimpinan Pusbin JFPM dalam berbagai kegiatan profesi konsultan pajak. Kehadiran Kepala Pusbin JFPM Nana Riana maupun jajaran pejabat lainnya di agenda-agenda IKPI dinilai menjadi bentuk nyata sinergi antara regulator dan profesi.
“Kami juga berterima kasih karena kehadiran Pak Nana dan jajaran dalam acara-acara kami membawa pesan-pesan positif bagi anggota IKPI,” ujarnya.
Ia menilai penguatan integritas di lingkungan Pusbin JFPM sangat penting karena lembaga tersebut memegang peranan strategis dalam mencetak konsultan pajak profesional dan berkompeten di Indonesia. Karena itu, Vaudy berharap pembangunan Zona Integritas menuju WBK tidak berhenti pada seremoni semata, melainkan benar-benar diwujudkan dalam pelayanan yang profesional, transparan, dan akuntabel.
“Kami berharap pencanangan ZI WBK ini menjadi sesuatu yang positif dan terus berkembang ke depan,” tegasnya.
Kegiatan pencanangan ZI WBK Pusbin JFPM sendiri dihadiri berbagai pemangku kepentingan dan diisi dengan sejumlah agenda, mulai dari Plt Kepala BPPK Dwi Teguh Wibowo, talkshow integritas dan antikorupsi bersama narasumber Direktur Sosialisasi dan Kampanye Antikorupsi KPK Amir Arief, dan sejumlah asosiasi profesi. (bl)