Penyelenggaraan PPL Bukan Hanya untuk Pemasukan IKPI Tetapi Meningkatkan Kemampuan Anggota

IKPI, Jakarta: Dunia bisnis di Indonesia sangat beragam, dimana akhirnya aspek perpajakan dibuat oleh regulator mengikuti keberagaman tersebut. Tentu, dengan keberagaman tersebut, menuntut seorang konsultan pajak harus memahami aspek pajak tersebut, sehingga konsultan pajak akan dianggap kredibel oleh kliennya.

Ikatan Konsultan Pajak Indonesia (IKPI) sebagai wadah organisasi yang menaungi hampir 7000 konsultan pajak, tentu mempunyai tanggung jawab moril kepada seluruh anggotanya untuk memberikan pengetahuan perpajakan terbaru. Hal ini dilakukan, agar setiap anggota bisa memberikan pelayanan terbaik untuk para kliennya, sehingga anggota IKPI dinilai sebagai konsultan pajak berkompeten,

Inilah beberapa alasan kenapa Departemen Pengembangan Profesional Berkelanjutan (PPL IKPI) berpikiran agar asosiasi bisa memenuhi kebutuhan anggotanya dengan memberikan materi-materi menarik dan terupdate dalam setiap kegiatan PPL yang diselenggarakan.

(Foto: Istimewa)

Ketua Departemen PPL Vaudy Starworld mengatakan, setiap berakhirnya pelaksanaan PPL para peserta selalu diminta evaluasi, bahkan usulan topik dan narasumber. Tujuannya untuk melihat topik-topik yang dibutuhkan oleh para anggota.

“IKPI wajib memenuhi kebutuhan anggota melalui topik-topik PPL supaya kredibel dan profesional di mata kliennya. Dengan mengikuti PPL di IKPI diharapkan anggota mempunyai pengetahuan yang cukup untuk menjalankan profesinya,” kata Vaudy melalui keterangan tertulisnya, Kamis (24/7/2024)

Jika memahami pentingnya pelaksanaan PPL untuk meningkatkan pengetahuan anggota kata Vaudy, maka sangat disayangkan jika ada pihak-pihak yang berpikiran untuk mengurangi topik-topik PPL hanya untuk meningkatkan penerimaan IKPI.

Sementara itu, Anggota Departemen PPL, IKPI Rianto Abimail mengatakan bahwa pelaksanaan PPL IKPI merupakan yang terbaik di Indonesia. Dengan menyajikan kualitas PPL kelas dunia dan topik international tax serta peraturan domestik terupdate, IKPI telah menjadi penyelenggara PPL terbaik dibandingkan dengan penyelenggara lainnya.

Selain itu kata Rianto, untuk menambah kemampuan anggota Departemen PPL juga memberikan PPL NTS Gratis dengan materi pengetahuan soft skill bagi konsultan pajak. Alih pengetahuan dari pemateri yang berkelas kepada peserta, dapat menjadikan anggota IKPI sebagai konsultan pajak berkelas dan kompeten di bidangnya.

Anggota Departemen PPL lainnya, yakni Milko Hutabarat mengatakan program pelatihan yang dilakukan oleh Departemen PPL menjadi pilihan utama bagi para konsultan pajak yang ingin terus meningkatkan kompetensi dan profesionalisme mereka. Hal ini disebabkan karena Departemen PPL senantiasa berkomitmen memenuhi kebutuhan setiap anggota IKPI terutama dalam melengkapi setiap anggota untuk menghadapi tantangan pekerjaan ke depan yang berkaitan dengan regulasi perpajakan seperti digitalisasi dan teknologi, pengelolaan risiko, etika dan integritas, serta keterampilan multidisiplin.

Dengan demikian, setiap anggota IKPI diharapkan siap untuk melayani wajib pajak dalam menjalankan setiap kewajiban dan hak perpajakannya dengan baik dan benar. Sehingga pada akhirnya akan mewujudkan kesejahteraan bagi seluruh rakyat Indonesia.

Anggota Departemen PPL lainnya Jemmi Sutiono mengungkapkan bahwa selama beberapa periode kepengurusan, departemen itu telah menjalankan peran dan fungsinya dengan amat sangat progresif, serta mengalami kemajuan yang sangat berarti oleh anggota dan asosiasi.

Menurut Jemmy, Program PPL Terstruktur (TS) maupun Non Terstruktur (NTS) telah dan sedang berjalan dirasakan sangat membantu dan meningkatkan kemampuan dan kompetensi anggota baik secara teknis maupun softskill.

Hal ini menurut Jemmi, tentunya sudah sesuai dengan visi dan misi IKPI, karena kewajiban PPL merupakan mandat regulasi untuk memelihara kompetensi anggota “Departemen PPL selama menjalankan tugas telah menghadirkan dan dirasakan oleh ribuan anggota perubahan yang ada. Ini bukan angan-angan, tetapi realisasi yang begitu banyak anggota mengakuinya melalui ketua cabang setempat,” katanya.

Jemmi menegaskan, materi dan narasumber di dalam setiap penyelenggaraan PPL tentunya sudah disiapkan secara matang oleh tim di departemen tersebut. “Ini bukan hal yang mudah, karena harus ada pendekatan dan cara yang ditata sedemikian rupa untuk menampilkan program materi dan narasumber yang sangat bermanfaat,” katanya.

Menurutnya, Departemen PPL berupaya semaksimal mungkin untuk memenuhi kompetensi anggota akan pengetahuan dan kemampuan softskill agar siap bersaing di pasar domestik maupun internasional.

“Kami bersyukur telah dipercaya oleh kepengurusan periode 2019-2024 kali ini, dengan progresivitas yang terlihat dan dirasakan anggota. Semoga kedepannya, Departemen PPL ini mampu untuk memberikan layanan prima, profesional, dan biaya terjangkau untuk berbagai lapisan anggota asosiasi IKPI yang beragam,” ujarnya.

Sementara itu anggota Departemen PPL lainnya, Buddhi Benny Wibowo mengatakan bahwa PPL mempunyai tujuan yang jelas, yaitu meningkatkan kemampuan anggota secara holistik baik dari sisi kompetensi pengetahuan , peningkatan personal dan komunikasi agar menjadi pribadi yang utuh dan bisa bekerja sama membangun Indonesia. (bl)

Caketum Vaudy: IKPI Harus Memfasilitasi Pertemuan Anggota IKPI dengan Wajib Pajak

IKPI, Jakarta: Sebagai asosiasi profesi konsultan pajak terbesar dan tertua di Indonesia, Ikatan Konsultan Pajak Indonesia (IKPI) dinilai harus bisa memfasilitasi/membuka jalan kepada anggotanya untuk mendapatkan calon klien. Hal itu sebagai bukti kalau IKPI juga organisasi yang juga ikut andil di dalam membesarkan anggotanya.

Demikian dikatakan Calon Ketua Umum IKPI periode 2024-2029 Vaudy Starworld, melalui keterangan tertulisnya, Rabu (24/7/2024).

Menurut Vaudy, dalam program kerjanya sudah dijabarkan dalam action plan yaitu membuat kegiatan-kegiatan di mana nantinya anggota berkesempatan bertemu dengan para wajib pajak orang pribadi maupun badan. “Nah, mereka bisa memanfaatkan kesempatan itu untuk menjalin komunikasi. Jika memang rezeki, tidak menutup kemungkinan wajib pajak tersebut bisa menjadi klien,” kata Vaudy.

Adapun kegiatan yang akan dilakukan nantinya kata Vaudy, bisa melalui seminar, FGD, business gathering, maupun olahraga. “Jadi bentuk kegiatannya tidak terbatas, yang terpenting adalah acara itu bisa menghadirkan wajib pajak potensial,” ujarnya.

Menurut Vaudy, adapun tujuan memperbanyak kegiatan dengan wajib pajak agar anggota IKPI lebih dikenal, dengan demikian kedepan akan memudahkan wajib pajak mencari konsultan pajak yang itu merupakan anggota IKPI.

“Jadi, IKPI sebagai asosiasi perlu mempertemukan anggotanya dengan asosiasi bisnis dan pelaku usaha. IKPI harus membuka jalan komunikasi antara anggota dengan para calon klien,” katanya. (bl)

Website IKPI Jadi Bukti Pemberitaan Aktivitas Ketum Ruston Kunjungi 42 Cabang

IKPI, Jakarta: Ketua Umum Ikatan Konsultan Pajak Indonesia (IKPI) Ruston Tambunan, secara konsisten selalu menghadiri setiap kegiatan yang diselenggarakan oleh 42 cabang IKPI se-Indonesia. Setiap kegiatan yang dilakukan, tentunya terekam jelas melalui publikasi pemberitaan di website internal organisasi.

“Jadi, sepanjang ada undangan untuk menghadiri kegiatan yang diselenggarakan oleh 42 cabang, Pak Ruston sebagai ketua umum selalu menyisihkan waktu sibuknya untuk menghadiri undangan tersebut dan sekaligus menjadi kontributor berita. Ini membuktikan bahwa perhatian beliau kepada pengurus cabang sangat tinggi dan itu harus diapresiasi,” kata Henri PD Silalahi, Ketua Dep Humas PP-IKPI yang juga merupakan Ketua Tim Sukses pasangan Ruston Tambunan-Lisa Purnamasari pada Kongres XII IKPI di Nusa Dua, Bali 18-20 Agustus 2024

Diungkapkan Henri, perhatian Ruston kepada seluruh cabang IKPI tentunya tidak bisa dihapuskan hanya karena persaingan atau perbedaan dukungan di Kongres Bali ini. Karena, setiap kegiatan ketua umum sejak September 2022 tak pernah luput dari pemberitaan media internal IKPI yakni sejak IKPI merekrut wartawan external menjadi wartawan internal IKPI yakni Bayu Legianto yang bekerja secara dedicated untuk IKPI

Diungkapkan Henri, pemberitaan melalui website internal IKPI ini juga menyasar hingga kepada seluruh kegiatan yang dilaksanakan oleh 42 cabang, seperti seminar, pertemuan dengan Kanwil DJP atau KPP, hingga sosialisasi peraturan perpajakan dan edukasi pengisian SPT badan dan orang pribadi tak luput diberitakan.

Menurut Henri, pemberitaan dilakukan agar seluruh anggota mengetahui apa saja yang dikerjakan ketua umum dan jajarannya mulai dari pengurus pusat, pengurus daerah hingga pengurus cabang selama memegang tampuk kepemimpinan IKPI, dimaksudkan untuk menunjukkan bahwa IKPI mulai dari pusat, pengda hingga cabang aktif menyelenggarakan kegiatan baik internal maupun yang bersifat edukasi kepada masyarakat luas

Menjadi kontributor berita tidaklah mudah dan sangat menyita waktu terkadang melalui wawancara dan terkadang juga diminta secara tertulis, semua itu dijalani oleh Ketua Umum Ruston Tambunan dengan tujuan agar semua kegiatan IKPI tersampaikan kepada anggota dan masyarakat umum serta terdokumentasikan secara digital pada website IKPI.

Hal yang sama juga dilakukan oleh para ketua departemen, ketua pengda dan ketua cabang namun terkadang ada juga ketua pengda dan ketua cabang bahkan ketua departemen yang tidak bersedia untuk diwawancarai atau menyampaikan beritanya secara tertulis akibatnya kegiatan tersebut tidak terpublish

Kunjungan keseluruh cabang memang dilakukan ketika ada kegiatan di cabang tersebut, dengan tujuan untuk efektifitas dan efisiensi anggaran penggunaan dana IKPI

Lebih lanjut Henri mengungkapkan, publikasi pemberitaan IKPI juga menjadi referensi kepada masyarakat luas untuk lebih memperkenalkan IKPI. Secara khusus untuk Direktorat Jenderal Pajak (DJP), keaktifan IKPI di berbagai daerah menjadikan organisasi ini sebagai mitra strategis yang diperhitungkan, hal ini tercermin dari interaksi yang semakin intens antara IKPI dengan DJP mulai dari pusat hingga cabang.

“Setiap kegiatan perlu diberitakan sebab tanpa berita maka dampak kerja-kerja IKPI tidak diketahui oleh anggota dan kurang berdampak pada masyarakat, itulah pentingnya menyampaikan informasi yang di kemas dalam sebuah berita. Jadi semakin banyak kegiatan yang diberitakan, maka IKPI akan semakin seksi dan sebagai pusat perhatian banyak pihak,” ujarnya. (bl)

id_ID