Purbaya Incar Penerimaan dari Peralihan Rokok Ilegal ke Legal

IKPI, Jakarta: Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa melihat peluang tambahan penerimaan negara dari peralihan peredaran rokok ilegal menjadi legal.

Perubahan tersebut dinilai dapat memperluas basis penerimaan perpajakan sekaligus meningkatkan penerimaan negara.

Purbaya mengatakan penerimaan pajak saat ini menunjukkan perkembangan yang cukup baik. Dengan kondisi tersebut, dia memperkirakan realisasi penerimaan pajak dapat lebih tinggi dibandingkan yang telah direncanakan.

“Kalau rokok yang ilegal masuk ke legal, ada tambahan (penerimaan) lagi sedikit nanti,” ujar Purbaya di Jakarta, dikutip Senin (17/8).

Menurutnya, tambahan penerimaan juga masih dapat berasal dari pertumbuhan ekonomi yang lebih cepat. Ketika aktivitas ekonomi meningkat, basis pajak turut melebar sehingga memberikan ruang bagi penerimaan negara untuk tumbuh lebih tinggi.

“Dan nanti kalau pertumbuhan ekonomi lebih cepat juga kita akan dapatin pajak lebih banyak lagi,” katanya.

Purbaya menambahkan, perkembangan penerimaan pajak tersebut berpotensi mendorong peningkatan tax ratio atau rasio penerimaan pajak terhadap produk domestik bruto (PDB).

Dia memperkirakan tax ratio pada tahun depan bisa lebih tinggi dari poyeksi yang ditetapkan pemerintah.

Meski optimistis terhadap penerimaan negara, Purbaya menegaskan pemerintah tetap akan memantau kondisi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) secara berkala.

Evaluasi akan dilakukan dari bulan ke bulan untuk memastikan kondisi fiskal tetap terjaga.

Jika kondisi mengharuskan, pemerintah akan menempuh langkah efisiensi anggaran. Namun, Purbaya menilai untuk saat ini belum terdapat kebutuhan untuk melakukan efisiensi tambahan.

“Tapi rasanya enggak. Kita akan jaga terus defisit di bawah 3% sesuai dengan perintah Bapak Presiden,” kata Purbaya.

Dengan demikian, pemerintah akan mengandalkan perbaikan penerimaan pajak, perluasan basis perpajakan, serta penguatan aktivitas ekonomi untuk menjaga kesehatan fiskal sekaligus mempertahankan defisit APBN di bawah batas 3% terhadap PDB. (sw)

Pemerintah Siapkan Dana Rp 5 Triliun untuk Penanganan Bencana

IKPI, Jakarta: Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memastikan pemerintah menyiapkan dana sekitar Rp 5 triliun untuk merespons kondisi darurat akibat bencana di seluruh Indonesia.

Purbaya mengatakan dana tersebut bersifat siap pakai atau on call dan dapat segera digunakan ketika terjadi bencana. Anggaran itu juga dapat ditambah apabila kebutuhan penanganan di lapangan melebihi dana yang telah disiapkan.

“Dana bencana itu selalu siaga di angka Rp5 triliun. Tapi kalau kurang, kita tambah lagi, tergantung kebutuhan yang diajukan BNPB,” ujar Purbaya dalam keterangan resmi, Senin (17/8).

Menurut Purbaya, penambahan anggaran akan disesuaikan dengan kebutuhan riil di lapangan berdasarkan permintaan resmi dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

Pemerintah, lanjut dia, telah menyiapkan mekanisme dan standar operasional prosedur (SOP) agar permintaan pendanaan untuk penanganan bencana dapat ditindaklanjuti secara cepat.

“Begitu ada permintaan resmi masuk, kami langsung tindak lanjuti dengan cepat. Khusus untuk kebutuhan bencana, SOP kita memang dirancang responsif, selama permintaannya jelas,” jelasnya.

Selain dana yang disiapkan pemerintah melalui Kementerian Keuangan, BNPB juga memiliki dana cadangan siap pakai sekitar Rp 500 miliar. Dana tersebut digunakan untuk mendukung kebutuhan darurat di lapangan.

Purbaya menegaskan kesiapan pembiayaan tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah memastikan pendanaan tidak menjadi hambatan dalam penanganan bencana. Dukungan anggaran akan terus disesuaikan dengan kebutuhan nyata serta permintaan resmi dari BNPB.

Di sisi lain, Purbaya berharap momentum HUT ke-81 RI menjadi awal kebangkitan Indonesia menuju kondisi yang lebih baik.

Pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi tahun depan mencapai 6% dan berharap pertumbuhan tersebut dapat lebih tinggi.

“Hari ini kita harapkan menjadi awal dari kebangkitan Indonesia yang lebih baik ke depan. Tahun depan kita harapkan pertumbuhan ekonomi 6%, mudah-mudahan bisa lebih dari itu,” ujar Purbaya.

Kesiapan tersebut mencerminkan komitmen Pemerintah untuk memastikan aspek pembiayaan tidak menjadi hambatan dalam penanganan bencana.

Dukungan anggaran akan terus disesuaikan dengan kebutuhan nyata di lapangan serta permintaan resmi dari BNPB, guna memastikan respons kebencanaan berjalan cepat, terukur, dan tepat sasaran, sekaligus menjaga kesiapan fiskal Pemerintah dalam menghadapi berbagai kondisi darurat di seluruh Indonesia. (sw)

DJP Sebut Penundaan Pajak Marketplace Jadi Kesempatan UMKM Benahi Administrasi

IKPI, Jakarta: Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menilai penundaan pelaksanaan pemungutan pajak marketplace menjadi kesempatan bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk membenahi administrasi usaha.

Penyuluh Pajak Kantor Wilayah DJP Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Ari Subroto mengatakan penundaan tersebut memberikan waktu bagi UMKM untuk mempersiapkan diri sebelum kebijakan pajak marketplace mulai diterapkan.

“Penundaan pelaksanaan pemungutan pajak marketplace hingga 30 Oktober 2026 memberikan kesempatan bagi pelaku UMKM untuk mempersiapkan diri sebelum kebijakan mulai diterapkan,” ujar Ari dalam keterangan resmi, dikutip Senin (17/8).

Ari menjelaskan pemungutan pajak marketplace akan mulai dilaksanakan pada 1 November 2026. Penundaan dilakukan antara lain untuk menjaga daya beli masyarakat sekaligus memberikan waktu kepada pelaku UMKM untuk menyiapkan administrasi usahanya.

Menurut dia, persiapan administrasi menjadi penting seiring dengan perkembangan ketentuan perpajakan yang berkaitan dengan aktivitas perdagangan melalui platform digital.

Kanwil DJP DIY berharap pelaku UMKM dapat memanfaatkan masa penundaan pelaksaan pajak marketplace untuk melakukan persiapan lebih dini.

Dengan pencatatan keuangan yang tertib dan pemahanan perpajakan yang memadai, UMKM semakin siap menghadapi perkembangan perdagangan digital, tumbuh secara berkelanjutan, dan menjalankan kewajiban perpajakannya dengan baik.

Tidak hanya itu, DJP juga memberikan edukasi kepada puluhan pelaku UMKM di Kabupaten Kulon Progo terkait sejumlah kebijakan perpajakan terbaru, termasuk ketentuan dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 20 Tahun 2026 dan Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 37 Tahun 2025.

Selain pemahaman mengenai perpajakan, pelaku UMKM juga mendapatkan pembekalan mengenai pencatatan keuangan sederhana dari dosen Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Yogyakarta Heri Susanto.

Pencatatan keuangan yang tertib dinilai dapat membantu pelaku usaha mengetahui kondisi bisnis secara lebih jelas sekaligus mempermudah persiapan administrasi untuk memenuhi kewajiban perpajakan. (sw)

IKPI Samarinda Berhasil Kumpulkan 527 Kantong Darah, Semangat Kemanusiaan Warnai HUT ke-61

IKPI, Samarinda: Ikatan Konsultan Pajak Indonesia (IKPI) Cabang Samarinda mengisi rangkaian HUT ke-61 dengan aksi kemanusiaan. Melalui kegiatan donor darah yang digelar dalam tiga tahap, IKPI Samarinda berhasil mengumpulkan 527 kantong darah dari total 602 pendaftar.

Ketua IKPI Cabang Samarinda Maya Zulfani mengatakan donor darah menjadi salah satu bentuk kepedulian sosial yang sengaja dihadirkan dalam rangkaian peringatan HUT ke-61 IKPI.

(Foto: DOK. IKPI Cabang Samarinda)

“Kami ingin peringatan HUT IKPI tidak hanya menjadi momentum untuk mempererat kebersamaan anggota, tetapi juga diisi dengan kegiatan yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Donor darah menjadi salah satu bentuk kepedulian kami kepada sesama,” ujar Maya.

Kegiatan donor darah IKPI Cabang Samarinda dilaksanakan bekerja sama dengan Bubuhan Donor Darah Samarinda (BDDS), Maha Vihara Maitreya (Buddhist Center) Samarinda, dan Unit Donor Darah (UDD) PMI Kota Samarinda.

Tahap pertama berlangsung pada 5 Juli 2026 di City Centrum Samarinda. Dari 193 pendaftar, sebanyak 176 orang berhasil mendonorkan darah.

(Foto: DOK. IKPI Cabang Samarinda)

Tahap kedua dilaksanakan pada 2 Agustus 2026, juga di City Centrum Samarinda. Kegiatan tersebut diikuti 206 pendaftar, dengan 175 pendonor berhasil.

Sementara tahap ketiga digelar pada 16 Agustus 2026 di Maha Vihara Maitreya (Buddhist Center) Samarinda. Kegiatan yang bertepatan dengan momentum HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia tersebut mencatat 203 pendaftar, dengan 176 pendonor berhasil.

Jika digabungkan, tiga tahap kegiatan tersebut menghasilkan 527 pendonor berhasil dari 602 pendaftar. Sebanyak 53 orang merupakan pendonor baru, sedangkan 474 lainnya merupakan pendonor ulang atau rutin.

Maya mengapresiasi seluruh pendonor dan pihak yang mendukung pelaksanaan kegiatan tersebut.

“Kami menyampaikan terima kasih kepada seluruh pendonor, relawan, BDDS, Maha Vihara Maitreya, PMI, serta semua pihak yang telah mendukung. Partisipasi yang besar ini menunjukkan bahwa semangat berbagi dan kepedulian sosial dapat tumbuh bersama keluarga besar IKPI,” katanya.

Menurut Maya, aksi donor darah tersebut juga menjadi bagian dari upaya IKPI Cabang Samarinda memperluas manfaat kegiatan organisasi kepada masyarakat. Selain mempererat silaturahmi anggota, rangkaian HUT ke-61 IKPI di Samarinda diisi dengan kegiatan yang menyentuh langsung kepentingan sosial.

Rangkaian donor darah tersebut juga menjadi bagian dari program kepedulian sosial IKPI Cabang Samarinda. Dalam laporan kegiatan, program ini disebut bertujuan mendukung pemenuhan kebutuhan stok darah di Kota Samarinda sekaligus menumbuhkan kepedulian dan semangat berbagi antara anggota IKPI, komunitas, dan masyarakat umum.

Maya berharap semangat kepedulian yang terbangun melalui aksi donor darah dapat terus dipertahankan.

“Semoga kebersamaan dan kepedulian yang sudah terbangun ini terus berlanjut. Bagi kami, HUT IKPI bukan hanya tentang bertambahnya usia organisasi, tetapi juga bagaimana kehadiran IKPI dapat memberikan manfaat bagi lingkungan dan masyarakat,” tutupnya. (bl)

Jalan Sehat Serentak Satukan Keluarga Besar IKPI Samarinda dalam Gerakan Nasional

IKPI, Samarinda: Ikatan Konsultan Pajak Indonesia (IKPI) Cabang Samarinda ikut ambil bagian dalam Jalan Sehat Serentak IKPI 2026 dalam rangka HUT ke-61 IKPI sekaligus bagian dari upaya pemecahan Rekor Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI). Kegiatan digelar di Villa Tamara, Samarinda, Minggu (2/8/2026), dengan melibatkan 70 peserta.

Ketua IKPI Cabang Samarinda Maya Zulfani mengatakan Jalan Sehat Serentak menjadi momentum mempererat kebersamaan keluarga besar IKPI, karena peserta tidak hanya berasal dari anggota, tetapi juga keluarga dan staf kantor konsultan pajak.

“Jalan Sehat Serentak ini menjadi momentum bagi kami untuk berkumpul, menjaga kesehatan, sekaligus mempererat silaturahmi. Yang hadir bukan hanya anggota IKPI, tetapi juga keluarga dan staf kantor konsultan pajak,” ujar Maya.

Diungkapkan Maya, kegiatan tersebut turut melibatkan perwakilan KPP wilayah Samarinda Ilir dan Samarinda Ulu. Dari 70 peserta, sebanyak 19 merupakan anggota IKPI Cabang Samarinda, 47 berasal dari keluarga dan staf/karyawan kantor konsultan pajak anggota, serta empat peserta merupakan perwakilan KPP.

Menurut Maya, keterlibatan berbagai unsur membuat kegiatan tersebut tidak sekadar menjadi aktivitas olahraga, tetapi juga ruang untuk membangun keakraban antara anggota IKPI, keluarga, staf kantor konsultan pajak, dan jajaran KPP.

“Kami ingin HUT ke-61 IKPI dirayakan dengan suasana kekeluargaan. Kegiatan ini sekaligus menjadi kesempatan bagi anggota, keluarga, staf kantor, dan jajaran KPP untuk bertemu dalam suasana yang lebih santai dan akrab,” katanya.

Jalan sehat dimulai pukul 06.50 WITA dengan pelepasan peserta secara serentak bersama cabang IKPI lainnya di Indonesia. Peserta kemudian menempuh rute di kawasan Villa Tamara dan seluruhnya kembali ke garis finis dengan tertib dan lancar. Kegiatan dilanjutkan dengan senam bersama, pembagian doorprize, ramah tamah, dan dokumentasi.

Maya mengatakan IKPI Cabang Samarinda bangga dapat menjadi bagian dari gerakan nasional tersebut.

“Meskipun kegiatan dilaksanakan di masing-masing daerah, semangatnya tetap satu. Kami bersama-sama merayakan HUT ke-61 IKPI sekaligus menunjukkan kekompakan keluarga besar IKPI di seluruh Indonesia,” ujarnya.

Ia menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta, panitia, keluarga anggota, staf kantor konsultan pajak, dan perwakilan KPP yang telah berpartisipasi dalam kegiatan.

“Terima kasih kepada seluruh peserta dan panitia yang sudah bersama-sama menyukseskan kegiatan ini. Semoga kebersamaan dan kepedulian yang terbangun dapat terus menjadi kekuatan bagi IKPI Cabang Samarinda,” tutup Maya.

Jalan Sehat Serentak tersebut merupakan bagian dari rangkaian HUT ke-61 IKPI dan menjadi bentuk partisipasi IKPI Cabang Samarinda dalam agenda jalan sehat serentak secara nasional. (bl)

Sekitar 200 Warga Ramaikan Jalan Sehat Serentak HUT ke-61, Bendera IKPI Berkibar di Kota Banjarmasin

IKPI, Banjarmasin: Sekitar 200 warga memeriahkan Jalan Sehat Serentak IKPI 2026 Cabang Banjarmasin bersama masyarakat dalam rangka memperingati HUT ke-61 Ikatan Konsultan Pajak Indonesia (IKPI), Sabtu (16/8/2026). Kegiatan tersebut berlangsung lancar dan mendapat sambutan antusias dari masyarakat.

Sekretaris IKPI Cabang Banjarmasin Martha Leviana mengatakan kegiatan tersebut menjadi momentum penting bagi IKPI Cabang Banjarmasin untuk membangun kebersamaan dan mempererat hubungan dengan masyarakat.

(Foto: DOK. IKPI Cabang Banjarmasin)

“Puji syukur, acara Jalan Sehat Serentak IKPI Tahun 2026 Cabang Banjarmasin bersama masyarakat dapat berjalan lancar dan sukses. Dukungan dan kebersamaan seluruh panitia, pengurus, sponsor, mitra, donatur, serta masyarakat menjadi kunci utama kesuksesan acara ini,” ujar Martha.

Menurut Martha, keterlibatan sekitar 500 warga menunjukkan antusiasme masyarakat dalam mengikuti kegiatan yang digelar IKPI. Jalan sehat tersebut juga menjadi ruang untuk mempererat tali silaturahmi antara keluarga besar IKPI dengan masyarakat.

(Foto: DOK. IKPI Cabang Banjarmasin)

Kegiatan semakin semarak dengan dukungan sponsor yang menyediakan berbagai hadiah doorprize bagi peserta. Pembagian hadiah menjadi salah satu rangkaian yang menambah kemeriahan kegiatan.

Martha menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah memberikan dukungan terhadap pelaksanaan Jalan Sehat Serentak tersebut.

“Semoga semangat kebersamaan terus terjalin dan membawa manfaat positif, serta mempererat tali silaturahmi di antara kita semua,” katanya.

Bagi Martha, kegiatan tersebut juga memiliki makna tersendiri bagi IKPI Cabang Banjarmasin. Kehadiran ratusan masyarakat sekaligus menjadi momentum berkibarnya bendera IKPI di Kota Banjarmasin dalam rangkaian HUT ke-61 organisasi.

“Akhirnya berkibar juga bendera IKPI di Banjarmasin. Ini menjadi kebanggaan dan semangat bagi kami untuk terus hadir bersama masyarakat,” ujar Martha.

Ia kembali mengucapkan terima kasih kepada seluruh panitia, pengurus, sponsor, mitra, donatur, dan masyarakat yang telah berpartisipasi dalam menyukseskan kegiatan tersebut.

Jalan Sehat Serentak IKPI Cabang Banjarmasin menjadi bagian dari rangkaian peringatan HUT ke-61 IKPI, sekaligus menjadi momentum memperkenalkan dan memperkuat kehadiran organisasi di tengah masyarakat Kota Banjarmasin. (bl)

Galang Dana untuk Korban Gempa NTT, IKPI Ajak Anggota Bergerak Bersama

IKPI, Jakarta: Ikatan Konsultan Pajak Indonesia (IKPI) mengajak seluruh anggotanya untuk bergotong royong membantu masyarakat yang terdampak gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 yang mengguncang wilayah Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu (15/8/2026).

Ajakan tersebut disampaikan Ketua Departemen Keagamaan, Sosial, Seni dan Olahraga (KSSO) IKPI Rusmadi. Ia mengatakan, penggalangan dana dilakukan atas arahan Ketua Umum IKPI Vaudy Starworld sebagai bentuk kepedulian organisasi terhadap korban bencana.

“Sehubungan dengan musibah gempa bumi di NTT, Pak Ketum IKPI memerintahkan kita untuk menggalang dana bantuan,” kata Rusmadi.

Ia meminta seluruh anggota IKPI untuk turut berpartisipasi dalam penggalangan dana tersebut. Menurutnya, bantuan dari anggota IKPI diharapkan dapat segera dihimpun untuk kemudian disalurkan kepada masyarakat yang membutuhkan.

“Mohon bantuan seluruh anggota IKPI untuk ikut membantu. Kami juga mohon dukungan untuk penyebaran informasi mengenai penggalangan dana ini,” ujarnya.

Donasi dapat disalurkan melalui:

Bank BCA
No. Rekening: 084 025 1250
Atas nama: Ikatan Konsultan Pajak Indonesia

Untuk mempermudah proses pencatatan atau record data sumbangan, setiap anggota yang melakukan transfer diminta menambahkan angka 6 pada nominal terakhir.

Sebagai contoh, apabila nominal sumbangan yang diberikan sebesar Rp500.000, maka transfer dilakukan sebesar Rp500.006.

Ia menegaskan, penggalangan dana mulai dilakukan Senin (17/8/2026) hingga Jumat (21/8/2026) pukul 17.00 WIB.

Gempa yang terjadi pada Sabtu (15/8/2026) pukul 04.58 WIB tersebut tercatat oleh BMKG berkekuatan M7,7 dengan pusat gempa sekitar 30 kilometer timur laut Mbay, Kabupaten Nagekeo, NTT. BMKG juga sempat mengeluarkan peringatan dini tsunami menyusul gempa tersebut.

Dampak gempa meluas ke sejumlah wilayah Flores, termasuk Labuan Bajo. Berdasarkan data BNPB, hingga Minggu (16/8/2026), tercatat 53 orang meninggal dunia dan 135 orang mengalami luka-luka. Ribuan warga juga terdampak dan membutuhkan penanganan serta bantuan pascabencana.

Rusmadi mengatakan, informasi mengenai kondisi di lapangan menunjukkan besarnya dampak gempa terhadap masyarakat. Ia menyebut terdapat korban yang jatuh di kawasan pelabuhan di Labuan Bajo saat gempa terjadi.

“Gempa terjadi di wilayah NTT dan dampaknya cukup besar. Karena itu, kami mengajak seluruh anggota IKPI untuk bersama-sama membantu saudara-saudara kita yang sedang mengalami musibah,” kata Rusmadi.

Menurut Rusmadi, penggalangan dana ini menjadi bagian dari kepedulian sosial IKPI sekaligus upaya untuk mendorong solidaritas di antara anggota organisasi.

Ia berharap semakin banyak anggota yang ikut berpartisipasi sehingga bantuan yang terkumpul dapat memberikan manfaat bagi masyarakat terdampak gempa.

“Ini adalah saatnya kita bergerak bersama untuk membantu. Sekecil apa pun bantuan yang diberikan, tentu akan berarti bagi saudara-saudara kita yang sedang menghadapi bencana,” ujar Rusmadi. (bl)

Ratusan Anggota dan Masyarakat Meriahkan Jalan Sehat Serentak IKPI Pekanbaru Sambut HUT ke-61

IKPI, Pekanbaru: Ratusan anggota Ikatan Konsultan Pajak Indonesia (IKPI) Cabang Pekanbaru bersama masyarakat umum memeriahkan Jalan Sehat Serentak IKPI 2026 di sepanjang Jalan Jenderal Sudirman, Pekanbaru, Minggu (16/8/2026). Kegiatan tersebut digelar sebagai bagian dari rangkaian peringatan HUT ke-61 IKPI.

Sekretaris IKPI Pengda Sumbagteng yang juga Ketua Panitia Jalan Sehat Serentak, Narpika Yendra mengatakan kegiatan berlangsung lancar dan mendapat dukungan serta partisipasi masyarakat yang cukup tinggi.

“Alhamdulillah kegiatan berjalan lancar. Kami bersyukur anggota IKPI dan masyarakat Pekanbaru antusias ikut bergabung dalam Jalan Sehat Serentak ini. Kebersamaan seperti ini menjadi bagian penting dalam memeriahkan HUT ke-61 IKPI,” ujar Narpika.

Menurutnya, keterlibatan masyarakat umum membuat kegiatan tidak hanya menjadi ajang olahraga bersama anggota IKPI, tetapi juga menjadi momentum mempererat silaturahmi dan memperkenalkan IKPI kepada masyarakat.

“Kami melihat antusiasme masyarakat cukup baik. Ini menunjukkan bahwa kegiatan IKPI bisa menjadi ruang untuk berkumpul, berolahraga, dan bersilaturahmi bersama masyarakat,” katanya.

Jalan Sehat Serentak ini mengambil rute di sepanjang Jalan Jenderal Sudirman. Peserta mengikuti kegiatan dengan penuh semangat dalam suasana pagi yang meriah.

Panitia juga menyiapkan doorprize bagi peserta yang semakin menambah antusiasme sepanjang kegiatan.

Narpika menyampaikan apresiasi kepada seluruh anggota IKPI Cabang Pekanbaru dan masyarakat yang telah berpartisipasi.

“Terima kasih kepada seluruh anggota IKPI dan masyarakat khususnya di Pekanbaru yang sudah ikut meramaikan kegiatan ini. Semoga semangat kebersamaan yang terbangun dapat terus terjaga,” ujarnya.

Jalan Sehat Serentak ini menjadi bagian dari rangkaian kegiatan HUT ke-61 IKPI yang dikemas dengan semangat kebersamaan dan partisipasi masyarakat. (bl)

Sebanyak 68 Anggota IKPI Makassar Siap Kolaborasi dengan 320 Developer REI Sulsel

IKPI, Makassar: Sebanyak 68 anggota IKPI Cabang Makassar siap membuka peluang kolaborasi dengan sekitar 320 anggota Real Estate Indonesia (REI) Sulawesi Selatan. Kolaborasi ini menjadi bagian dari rencana kerja sama kedua asosiasi yang kini tengah dimatangkan.

Ketua IKPI Cabang Makassar Ezra Palisungan mengatakan, kerja sama dengan REI Sulsel dapat menjadi ruang bagi anggota IKPI untuk membangun jejaring dan berkolaborasi langsung dengan pelaku usaha sektor properti.

Menurut Ezra, IKPI Cabang Makassar saat ini memiliki 68 anggota dengan wilayah kerja yang mencakup Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat, Sulawesi Tenggara, dan Maluku. Sementara REI Sulsel memiliki sekitar 320 anggota.

“Tindakan kolaborasi ini merupakan salah satu upaya organisasi mendekatkan anggota dengan peluang-peluang di depan mata. Silakan bagi anggota REI Sulsel dan anggota IKPI Cabang Makassar berkolaborasi,” ujar Ezra.

(Foto: DOK. IKPI Cabang Makassar)

Ia mengatakan, kerja sama antara kedua asosiasi tersebut tidak hanya menyangkut hubungan kelembagaan, tetapi juga membuka ruang bagi anggota masing-masing organisasi untuk membangun hubungan profesional.

Ezra menggambarkan rencana tersebut sebagai bentuk kerja sama yang memberikan manfaat bagi kedua belah pihak.

“Kerja sama ini seperti simbiosis mutualisme yaitu kedua belah pihak saling menguntungkan,” katanya.

Bagi IKPI Makassar, kolaborasi dengan REI Sulsel menjadi salah satu cara memperluas jejaring organisasi dengan dunia usaha sekaligus mendekatkan anggota pada komunitas bisnis yang memiliki kebutuhan terhadap kompetensi profesional di bidang perpajakan.

Sebaliknya, anggota REI Sulsel memiliki akses untuk berkolaborasi dengan anggota IKPI Cabang Makassar sesuai kebutuhan masing-masing.

Rencana kolaborasi tersebut dibahas dalam pertemuan pengurus IKPI Cabang Makassar dan DPD REI Sulawesi Selatan di Restoran Plataran, kawasan Kota Mandiri Summarecon Mutiara Makassar, Jumat (14/8/2026).

Pertemuan tersebut merupakan tindak lanjut dari pertemuan pada 12 Juli 2026. Dari IKPI Makassar hadir Ezra Palisungan, Wakil Ketua Nurzalam, dan Wakil Sekretaris Yohanis Setiawan R.P. Sementara DPD REI Sulsel dipimpin Sekretaris Umum Khoiruman dan difasilitasi Anggota Badan Pertimbangan Organisasi (BPO) REI Sulsel Kiplongang Akemah.

Dalam pertemuan tersebut, kedua organisasi membahas pematangan rencana kerja sama yang nantinya akan dituangkan dalam nota kesepahaman (MoU).

Ezra mengatakan, penandatanganan MoU direncanakan dilakukan bersamaan dengan Musyawarah Daerah REI Sulawesi Selatan dalam waktu dekat.

Dengan adanya payung kerja sama tersebut, IKPI Makassar dan REI Sulsel memiliki ruang yang lebih luas untuk mengembangkan kolaborasi antaranggotanya sekaligus memperkuat jejaring kedua organisasi di Sulawesi Selatan. (bl)

IKPI Makassar Siap Dampingi Anggota REI Sulsel Hadapi Dinamika Perpajakan Properti

IKPI, Makassar: Persoalan pembukuan, tagihan pajak dari masa lampau hingga perubahan ketentuan perpajakan menjadi sejumlah persoalan yang dihadapi anggota Real Estate Indonesia (REI) Sulawesi Selatan. Untuk membantu menghadapi persoalan tersebut, IKPI Cabang Makassar dan DPD REI Sulsel tengah mematangkan rencana kerja sama di bidang perpajakan.

Ketua IKPI Cabang Makassar Ezra Palisungan mengatakan, sektor properti menghadapi dinamika usaha yang juga berkaitan dengan perubahan ketentuan perpajakan. Karena itu, kerja sama yang dirancang bersama REI Sulsel akan diarahkan pada kebutuhan konkret para anggotanya.

Dalam pertemuan dengan pengurus DPD REI Sulsel, Jumat (14/8/2026), pengurus REI menyampaikan sejumlah persoalan yang dialami para anggotanya. Salah satunya pembukuan yang belum sepenuhnya mengikuti standar akuntansi.

Selain itu, terdapat persoalan tagihan pajak yang muncul berkaitan dengan masa lampau. Para developer juga harus mengikuti perubahan-perubahan ketentuan dalam menjalankan kegiatan usahanya.

(Foto: DOK. IKPI Cabang Makassar)

Persoalan tersebut menjadi salah satu materi yang dibahas dalam pertemuan untuk mematangkan rencana kolaborasi antara IKPI Makassar dan REI Sulsel.

Ezra mengatakan, melalui kerja sama tersebut IKPI dapat memberikan edukasi dan pembaruan regulasi perpajakan kepada anggota REI Sulsel.

Materi edukasi nantinya dapat dikembangkan dalam bentuk seminar maupun workshop yang secara khusus membahas perpajakan sektor properti. IKPI juga menawarkan konsultasi dan pendampingan bagi anggota REI Sulsel.

“Keuntungan bagi REI Sulsel dan anggotanya adalah, IKPI dapat memberikan edukasi dan update regulasi perpajakan yang sangat dinamis dewasa ini, seminar dan workshop perpajakan sektor property, konsultasi dan pendampingan bagi seluruh anggota REI Sulawesi Selatan,” ujar Ezra.

Selain memberikan edukasi dan pendampingan, IKPI Cabang Makassar juga dapat menjadi penghubung antara REI Sulsel dengan otoritas perpajakan di daerah.

Menurut Ezra, peran tersebut menjadi bagian dari bentuk kerja sama yang sedang disiapkan kedua organisasi untuk menjawab kebutuhan anggota REI Sulsel dalam menghadapi persoalan perpajakan.

Rencana kolaborasi itu mendapat sambutan positif dari pengurus DPD REI Sulsel. Dalam pertemuan tersebut, pengurus REI berharap kerja sama dengan IKPI Makassar dapat memberikan pencerahan kepada anggotanya sekaligus membantu meningkatkan kepatuhan perpajakan.

Pertemuan berlangsung di Restoran Plataran, kawasan Kota Mandiri Summarecon Mutiara Makassar, pukul 15.00 hingga 17.00 WITA. IKPI Makassar diwakili Ezra Palisungan, Wakil Ketua Nurzalam, dan Wakil Sekretaris Yohanis Setiawan R.P. Sementara rombongan DPD REI Sulsel dipimpin Sekretaris Umum Khoiruman dan difasilitasi Anggota Badan Pertimbangan Organisasi (BPO) REI Sulsel Kiplongang Akemah.

Pertemuan tersebut merupakan tindak lanjut dari pembahasan pada 12 Juli 2026. Rencana kerja sama selanjutnya akan dituangkan dalam nota kesepahaman (MoU) yang direncanakan ditandatangani bersamaan dengan Musyawarah Daerah REI Sulawesi Selatan dalam waktu dekat. (bl)

id_ID