Satu Flight Bareng Ahok, Waketum IKPI: Golf Jadi Ruang Strategis Bahas Masa Depan Profesi Konsultan Pajak

IKPI, Bogor: Momen kebersamaan dalam satu flight pada kegiatan golf bareng (GoBar) Komunitas Golfer IKPI (KGI) di Sentul Highland Golf Club, Bogor, Jumat (10/4/2026) menghadirkan diskusi yang tak biasa. Wakil Ketua Umum IKPI, Nuryadin Rahman, yang bermain satu flight bersama Mantan Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama, beserta jajaran pengurus pusat IKPI Paulus Gunawan, dan Handy, memanfaatkan momen tersebut untuk membahas isu strategis terkait masa depan profesi konsultan pajak.

Dalam suasana santai di sela permainan, Nuryadin mengungkapkan bahwa dirinya secara langsung menyampaikan kepada Ahok mengenai posisi IKPI sebagai asosiasi konsultan pajak terbesar di Indonesia dengan sekitar 9.000 anggota yang tersebar di seluruh wilayah.

“Saya sampaikan ke Pak Ahok, kami ini asosiasi terbesar dengan sekitar 9.000 anggota. Tapi yang jadi perhatian, profesi konsultan pajak sampai hari ini belum punya undang-undang,” ujar Nuryadin.

Pernyataan tersebut langsung mendapat respons dari Ahok yang mengaku terkejut. Menurut Nuryadin, Ahok menilai kondisi ini sebagai sesuatu yang tidak lazim, mengingat banyak profesi lain telah memiliki payung hukum.

“Beliau kaget. Profesi lain saja sudah punya undang-undang, sementara konsultan pajak yang sangat dibutuhkan dalam mendukung penerimaan negara justru belum memilikinya,” tegasnya.

Nuryadin menambahkan, dalam kesempatan itu dirinya juga menyampaikan harapan agar profesi konsultan pajak segera memiliki undang-undang sebagai bentuk kepastian hukum. Ia menilai, keberadaan regulasi akan memperkuat posisi konsultan pajak sekaligus memberikan perlindungan yang jelas.

Menanggapi hal tersebut, Ahok disebut memberikan dorongan moral agar perjuangan menghadirkan undang-undang konsultan pajak terus dilanjutkan.

“Beliau berharap IKPI terus semangat memperjuangkan agar profesi ini punya undang-undang. Karena kepastian hukum itu ada di situ,” kata Nuryadin.

Selain membahas isu regulasi, Nuryadin juga menyoroti bahwa Ahok melihat langsung pentingnya peran konsultan pajak dalam membantu pelaku usaha menghindari risiko, sebagaimana juga disampaikan dalam diskusi di kegiatan tersebut.

Tak hanya itu, mantan Komisaris Utama PT Pertamina juga menyampaikan apresiasi atas undangan yang diberikan dan mengaku mendapatkan pemahaman yang lebih luas mengenai profesi konsultan pajak setelah hadir langsung dalam kegiatan tersebut.

“Beliau menyampaikan terima kasih sudah diundang dan merasa lebih mengenal konsultan pajak dengan hadir di kegiatan ini,” ujarnya.

Lebih lanjut, Ahok juga berharap hubungan dengan para konsultan pajak tidak berhenti pada momentum ini saja. Ia membuka peluang adanya pertemuan lanjutan untuk memperkuat hubungan dan komunikasi ke depan.

“Beliau berharap tidak hanya sampai di sini. Kalau bisa ada momen lanjutan untuk menjaga hubungan dan komunikasi,” tambahnya.

Namun demikian, Nuryadin menegaskan bahwa pembahasan terkait dukungan terhadap undang-undang masih dalam konteks pandangan pribadi Ahok, belum menyentuh aspek politik atau kepartaian.

“Masih sebatas pandangan pribadi beliau, belum sampai ke arah kepartaian,” jelasnya.

Menurut Nuryadin, pengalaman satu flight tersebut menjadi bukti bahwa ruang informal seperti lapangan golf justru bisa menjadi medium efektif untuk membahas isu-isu strategis secara lebih terbuka dan produktif. Ia berharap, komunikasi seperti ini dapat terus terjaga dalam upaya memperjuangkan masa depan profesi konsultan pajak di Indonesia. (bl)

Di GoBar Bareng KGI, Ahok Tegaskan Konsultan Pajak Kunci Hindari Risiko dan Jaga Usaha Tetap Sehat

IKPI, Bogor: Kegiatan golf bareng (GoBar) Komunitas Golfer IKPI (KGI) dalam rangka Halal Bihalal 2026 yang digelar pada di Sentul Highland Golf Club, Bogor, Jumat (10/4/2026) berlangsung penuh keakraban. Di tengah suasana santai tersebut, mantan Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), menyampaikan pandangannya mengenai pentingnya peran konsultan pajak bagi pelaku usaha.

Ahok mengaku mengapresiasi undangan dari Ikatan Konsultan Pajak Indonesia untuk ikut serta dalam kegiatan tersebut. Menurutnya, di tengah kondisi ekonomi yang penuh tekanan, hubungan yang baik antara pelaku usaha dan konsultan pajak menjadi semakin penting.

“Saya kira di zaman sekarang, ketika kondisi keuangan negara dan perusahaan sama-sama menantang, semua pelaku usaha perlu punya hubungan baik dengan konsultan pajak,” ujar pria yang juga pernah menjabat Komisaris Utama PT Pertamina (Tbk).

Ia mengingatkan agar profesi konsultan pajak tidak disalahgunakan oleh oknum tertentu yang justru dapat merugikan wajib pajak. Sebaliknya, konsultan pajak harus menjadi mitra strategis yang membantu pelaku usaha menjalankan kewajiban perpajakan secara benar.

Dalam kesempatan tersebut, Ahok juga menyoroti kondisi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang kerap menghadapi kendala dalam memahami aturan pajak. Ia menyebut, banyak pelaku UMKM yang terbiasa dengan skema pajak sederhana, namun menghadapi kesulitan ketika aturan berubah atau semakin kompleks.

“Banyak orang bisa berusaha, tapi tidak semua orang memahami pajak. Ini yang jadi tantangan, terutama bagi UMKM,” katanya.

Menurut Ahok, penggunaan jasa konsultan pajak tidak seharusnya dipandang sebagai beban biaya semata. Justru, keberadaan konsultan pajak dapat membantu pelaku usaha menghindari kesalahan yang berpotensi menimbulkan kerugian lebih besar, termasuk risiko sanksi hingga persoalan hukum.

“Kalau dilihat dengan benar, konsultan pajak ini bagian dari upaya menghindari biaya yang lebih besar. Supaya tidak salah hitung, tidak kurang bayar, dan tidak sampai berurusan dengan hukum,” tegasnya.

Ia juga menekankan pentingnya pengelolaan usaha yang efisien, mulai dari memangkas biaya yang tidak perlu, mencari tambahan pendapatan, hingga memastikan kepatuhan pajak berjalan dengan baik. Dalam konteks ini, konsultan pajak dinilai memiliki peran penting dalam menjaga kesehatan keuangan usaha.

Sekadar informasi, suasana GoBar yang santai turut dimanfaatkan sebagai ruang diskusi ringan antar peserta, termasuk membahas isu-isu perpajakan terkini seperti Rancangan Undang-Undang Konsultan Pajak (RUU KP). Interaksi yang cair di lapangan golf dinilai mampu membuka ruang komunikasi yang lebih efektif.

Di sela kegiatan, Ahok juga sempat berkelakar mengenai permainan golf para peserta, namun tetap menekankan pentingnya profesionalisme dan sikap yang tenang dalam menjalankan profesi konsultan pajak.

Melalui kegiatan ini, Ahok berharap sinergi antara konsultan pajak dan pelaku usaha dapat terus diperkuat. Ia menilai, kolaborasi yang baik akan membantu menciptakan ekosistem usaha yang lebih sehat, patuh, dan berkelanjutan di Indonesia. (bl)

id_ID