IKPI, Jakarta: Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memastikan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) akan terus mendukung pelaksanaan Program Sekolah Rakyat sebagai salah satu program prioritas Presiden Prabowo Subianto di bidang pendidikan.
Kepastian tersebut disampaikan saat Menteri Keuangan meninjau Sekolah Rakyat Terintegrasi 2 Kota Surabaya, Jawa Timur, Sabtu (1/8).
Kunjungan itu dilakukan untuk memastikan implementasi program berjalan sesuai rencana sekaligus menegaskan komitmen pemerintah dalam membiayai pembangunan sumber daya manusia melalui APBN.
Dalam kesempatan tersebut, Purbaya menyampaikan bahwa salah satu tugas Kementerian Keuangan adalah memastikan ketersediaan anggaran agar Program Sekolah Rakyat dapat berjalan secara optimal.
“Saya diperintah menyediakan anggaran Sekolah Rakyat. Belajarnya yang semangat ya, biar jadi menteri, biar jadi orang kaya,” ujar Purbaya dalam keterangannya, dikutip Minggu (2/8).
Ia juga mengingatkan bahwa Sekolah Rakyat merupakan program prioritas Presiden Prabowo Subianto yang dirancang untuk memperluas akses pendidikan berkualitas bagi anak-anak Indonesia, khususnya mereka yang berasal dari keluarga yang membutuhkan.
“Jadi ini Program Pak Prabowo. Semoga adik-adik jadi orang pintar. Jangan malas belajar ya,” kata dia.
Menurut Purbaya, kesempatan belajar yang diperoleh para siswa di Sekolah Rakyat diharapkan menjadi bekal untuk meningkatkan kualitas hidup sekaligus membuka peluang mobilitas sosial melalui pendidikan.
Kunjungan tersebut juga dimanfaatkan untuk melihat secara langsung implementasi penggunaan anggaran negara dalam mendukung penyelenggaraan pendidikan. Pemerintah memandang pembiayaan sektor pendidikan sebagai investasi jangka panjang untuk mencetak sumber daya manusia unggul menuju Indonesia Emas 2045.
Sekolah Rakyat Terintegrasi 2 Kota Surabaya sendiri dibangun di atas lahan seluas 6,6 hektare. Nilai kontrak pembangunan proyek tersebut mencapai Rp 3,52 triliun dengan pagu anggaran sebesar Rp3,82 triliun. Hingga saat ini, realisasi anggaran pembangunan telah mencapai Rp 3,21 triliun.
Fasilitas pendidikan tersebut mengusung konsep pendidikan terintegrasi yang menggabungkan jenjang Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), hingga Sekolah Menengah Atas (SMA) dalam satu kawasan.
Para siswa tidak hanya mengikuti kegiatan belajar mengajar, tetapi juga tinggal di asrama yang dilengkapi berbagai fasilitas penunjang untuk mendukung proses pembelajaran dan pembentukan karakter.
Pemerintah berharap Program Sekolah Rakyat tidak hanya memperluas akses pendidikan berkualitas bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu, tetapi juga menjadi fondasi lahirnya generasi yang cerdas, berdaya saing, dan mampu menjadi pemimpin bangsa pada masa depan. (ds)
