Pembimas Buddha Sumut Apresiasi IKPI, Nilai Waisak Dinilai Perkuat Integritas dan Toleransi Anggota

IKPI, Medan: Pembimbing Masyarakat (Pembimas) Buddha Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sumatera Utara, Sukasdi, mengapresiasi komitmen Ikatan Konsultan Pajak Indonesia (IKPI) dalam merawat keberagaman dan toleransi melalui penyelenggaraan berbagai perayaan keagamaan bagi anggotanya. Menurutnya, langkah tersebut menunjukkan bahwa organisasi profesi tidak hanya berfokus pada peningkatan kompetensi, tetapi juga pembinaan karakter dan nilai-nilai kebangsaan.

Hal itu disampaikan Sukasdi saat menghadiri Perayaan Waisak Nasional IKPI 2026 yang digelar di Prasadha Jinadhammo Mahathera, Medan, Sumatera Utara, Jumat (5/6/2026). Perayaan yang mengusung tema “Menebar Cinta, Menumbuhkan Perdamaian Dunia” itu diikuti ratusan anggota IKPI secara langsung maupun daring dari berbagai daerah di Indonesia.

Sukasdi mengatakan, penyelenggaraan Waisak Nasional oleh IKPI memiliki makna lebih luas daripada sekadar kegiatan keagamaan. Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi bukti bahwa organisasi profesi juga dapat mengambil peran dalam memperkuat persaudaraan, toleransi, dan kebinekaan di tengah masyarakat.

“Di tengah keberagaman suku, agama, dan budaya yang dimiliki Indonesia, kegiatan seperti ini menjadi ruang perjumpaan yang mempererat persaudaraan serta memperkuat integrasi sosial. Ini adalah bentuk nyata moderasi beragama yang patut diapresiasi,” ujarnya.

Ia juga menyampaikan penghargaan kepada Pengurus Pusat IKPI yang mempercayakan Sumatera Utara sebagai tuan rumah Waisak Nasional 2026. Menurutnya, Sumatera Utara merupakan salah satu daerah yang dikenal memiliki kehidupan masyarakat yang harmonis di tengah keberagaman.

“Kami berterima kasih karena Sumatera Utara dipercaya menjadi tuan rumah Waisak Nasional IKPI tahun ini. Ini menjadi kebanggaan bagi kami, sekaligus menunjukkan bahwa nilai-nilai kebersamaan dapat tumbuh dan berkembang di mana saja,” katanya.

Dalam sambutannya, Sukasdi menjelaskan bahwa Hari Tri Suci Waisak memperingati tiga peristiwa penting dalam kehidupan Buddha Gautama, yakni kelahiran Siddhartha Gautama, pencapaian pencerahan sempurna, dan parinibbana. Ketiga peristiwa tersebut mengandung pesan moral yang relevan bagi kehidupan modern, termasuk dalam menjalankan profesi.

Menurutnya, ajaran Buddha tentang metta atau cinta kasih, karuna atau belas kasih, serta kebijaksanaan merupakan nilai universal yang dapat menjadi pedoman dalam membangun etika dan integritas. Nilai-nilai tersebut dinilai sejalan dengan prinsip yang harus dijunjung tinggi oleh para konsultan pajak dalam menjalankan tugas profesionalnya.

“Profesi apa pun, termasuk konsultan pajak, membutuhkan integritas, pengendalian diri, kejujuran, dan kebijaksanaan dalam mengambil keputusan. Nilai-nilai itu sesungguhnya juga diajarkan dalam Waisak,” tutur Sukasdi.

Ia menilai IKPI telah menunjukkan komitmen yang baik dalam membangun organisasi yang inklusif. Hal itu terlihat dari konsistensi organisasi dalam menyelenggarakan berbagai kegiatan keagamaan yang melibatkan anggota dari latar belakang yang beragam.

Sukasdi mengungkapkan bahwa Waisak Nasional 2026 juga memiliki arti khusus karena menjadi penutup rangkaian kegiatan keagamaan yang diselenggarakan IKPI. Sebelumnya, organisasi tersebut telah menggelar kegiatan serupa untuk agama-agama lain, termasuk perayaan Imlek yang untuk pertama kalinya diselenggarakan di lingkungan IKPI.

“Langkah seperti ini penting untuk terus dipelihara karena dapat memperkuat rasa saling menghormati dan memperkokoh persatuan di dalam organisasi. Saya melihat IKPI telah memberikan contoh bahwa keberagaman bukan penghalang, melainkan kekuatan,” ujarnya.

Lebih lanjut, Sukasdi menilai tema Waisak tahun 2026 yang diusung Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Buddha Kementerian Agama, yakni ‘Dharma Menjaga Perdamaian Dunia’, sangat relevan dengan kondisi saat ini. Di tengah berbagai tantangan global, masyarakat membutuhkan lebih banyak ruang untuk menumbuhkan toleransi, cinta kasih, dan semangat hidup berdampingan secara damai.

Sukasdi menyampaikan apresiasi kepada seluruh panitia, donatur, Pengda Sumatera Bagian Utara, Pengcab Medan, serta keluarga besar IKPI yang telah menyukseskan perayaan tersebut. Ia berharap semangat Waisak dapat membawa kedamaian, kebahagiaan, kesehatan, dan kesuksesan bagi seluruh anggota IKPI serta masyarakat Indonesia.

“Semoga nilai-nilai cinta kasih, kebijaksanaan, dan toleransi yang diwariskan Buddha dapat terus hidup dalam kehidupan kita sehari-hari, termasuk dalam menjalankan profesi dan pengabdian kepada bangsa,” pungkasnya. (bl)

DJP Sebut Pendampingan IKPI Turut Dorong Peningkatan Kepatuhan Pelaporan SPT

IKPI, Medan: Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Sumatera Utara I menilai peran aktif Ikatan Konsultan Pajak Indonesia (IKPI) dalam mendampingi wajib pajak turut berkontribusi terhadap meningkatnya kepatuhan pelaporan Surat Pemberitahuan (SPT) Tahunan selama 2025.

Hal tersebut disampaikan Kepala Bagian Umum Kanwil DJP Sumatera Utara I, Zaini Rokhman, saat mewakili Kepala Kanwil DJP Sumatera Utara I dalam Perayaan Waisak Nasional IKPI 2026 yang berlangsung di Prasadha Jinadhammo Mahathera, Kompleks MMTC, Medan, Sumatera Utara, Jumat (5/6/2026).

Dalam sambutannya, Zaini menyampaikan apresiasi kepada para anggota IKPI yang selama ini menjadi mitra Direktorat Jenderal Pajak dalam memberikan edukasi dan pendampingan kepada wajib pajak, baik orang pribadi maupun badan usaha.

“Atas nama Kanwil DJP Sumatera Utara I dan Sumatera Utara II, kami menyampaikan terima kasih kepada rekan-rekan IKPI yang selama ini terus mendampingi wajib pajak. Dukungan tersebut sangat membantu dalam meningkatkan pemahaman dan kepatuhan perpajakan masyarakat,” ujarnya.

Menurut Zaini, keberhasilan pelaporan SPT Tahunan tidak hanya ditentukan oleh sistem administrasi yang baik, tetapi juga oleh tingkat pemahaman wajib pajak terhadap hak dan kewajibannya. Dalam hal ini, konsultan pajak memiliki peran penting sebagai pendamping sekaligus edukator bagi wajib pajak.

Ia menjelaskan bahwa para anggota IKPI selama ini membantu wajib pajak menghadapi berbagai dinamika regulasi perpajakan, mulai dari pemenuhan kewajiban administrasi hingga penyesuaian terhadap transformasi digital yang dilakukan Direktorat Jenderal Pajak.

“Ketika wajib pajak memperoleh pendampingan yang tepat, tingkat kepatuhan akan meningkat. Karena itu, kami memandang peran konsultan pajak sangat strategis dalam mendukung sistem self assessment yang dianut Indonesia,” katanya.

Zaini menambahkan bahwa kontribusi tersebut sejalan dengan semangat yang terkandung dalam peringatan Hari Tri Suci Waisak. Menurutnya, nilai-nilai kebijaksanaan, tanggung jawab, dan kepedulian terhadap sesama yang diajarkan Siddhartha Gautama juga tercermin dalam peran konsultan pajak yang membantu masyarakat menjalankan kewajibannya secara benar.

“Di momen Waisak ini kita belajar dari keteladanan Siddhartha Gautama tentang kebijaksanaan dan kasih sayang. Dalam konteks perpajakan, nilai tersebut dapat diwujudkan melalui kepedulian untuk membantu masyarakat memahami dan memenuhi kewajiban perpajakannya dengan baik,” ujarnya.

Ia menilai sinergi yang terjalin antara DJP dan IKPI selama ini telah memberikan dampak positif terhadap peningkatan kepatuhan sukarela wajib pajak. Karena itu, hubungan kemitraan yang telah terbangun perlu terus diperkuat untuk mendukung optimalisasi penerimaan negara.

Menurut Zaini, konsultan pajak bukan hanya profesi yang memberikan jasa kepada klien, tetapi juga memiliki peran strategis dalam membangun budaya kepatuhan pajak di Indonesia. Semakin tinggi tingkat kepatuhan masyarakat, semakin besar pula kontribusi sektor perpajakan dalam mendukung pembangunan nasional.

“IKPI merupakan mitra strategis Direktorat Jenderal Pajak. Kami berharap kolaborasi yang selama ini berjalan baik dapat terus ditingkatkan sehingga kepatuhan perpajakan masyarakat semakin kuat dan penerimaan negara semakin optimal,” katanya.

Selain menyampaikan apresiasi kepada IKPI, Zaini juga mengucapkan selamat Hari Raya Tri Suci Waisak 2570 Buddha Era Tahun 2026 kepada seluruh umat Buddha yang merayakan. Ia berharap semangat Waisak dapat menjadi inspirasi untuk terus menebarkan kebajikan, memperkuat toleransi, dan meningkatkan kontribusi bagi bangsa dan negara.

“Semoga pancaran kebijaksanaan dan kasih sayang senantiasa menerangi langkah hidup kita semua. Semoga semangat Waisak membawa kedamaian, kebahagiaan, dan keberkahan bagi seluruh masyarakat Indonesia,” tuturnya. (bl)

Webinar Sosialisasi PP 20/2026 IKPI Diikuti Lebih dari 1.000 Peserta

IKPI, Jakarta: Webinar Sosialisasi Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 20 Tahun 2026 yang diselenggarakan Ikatan Konsultan Pajak Indonesia (IKPI), Jumat (5/6/2026), mendapat sambutan antusias dari masyarakat. Hingga acara berlangsung, jumlah peserta yang mengikuti kegiatan tersebut telah melampaui 1.000 orang yang terdiri atas anggota IKPI maupun masyarakat umum.

Tingginya minat peserta terlihat sejak sebelum acara dimulai. Untuk mengakomodasi antusiasme tersebut, panitia menyediakan dua ruang Zoom dengan kapasitas masing-masing 1.000 peserta sehingga lebih banyak peserta dapat mengikuti pembahasan regulasi terbaru di bidang perpajakan tersebut.

Webinar yang digelar secara daring itu mengangkat tema Sosialisasi Peraturan Pemerintah Nomor 20 Tahun 2026, regulasi yang mengubah sejumlah ketentuan dalam PP Nomor 55 Tahun 2022 tentang Penyesuaian Pengaturan di Bidang Pajak Penghasilan.

Dalam kegiatan tersebut, IKPI menghadirkan Anggota Dewan Kehormatan IKPI Kadek Sumadi sebagai narasumber. Sementara jalannya acara dipandu oleh Laras Setyawita dari IKPI Cabang Jakarta Timur.

Peserta yang mengikuti webinar berasal dari berbagai kalangan, mulai dari konsultan pajak, pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), akademisi, mahasiswa, pegawai instansi pemerintah, hingga masyarakat umum yang ingin memahami lebih jauh perubahan ketentuan perpajakan yang diatur dalam PP 20 Tahun 2026.

Antusiasme peserta juga terlihat dari banyaknya pertanyaan yang disampaikan selama sesi diskusi berlangsung. Beragam isu terkait substansi perubahan aturan, implikasi bagi wajib pajak, serta penerapan ketentuan baru menjadi topik yang paling banyak mendapat perhatian peserta.

Besarnya jumlah peserta menunjukkan tingginya kebutuhan masyarakat terhadap informasi dan pemahaman mengenai perkembangan regulasi perpajakan. Kehadiran peserta dari berbagai daerah juga mencerminkan luasnya perhatian publik terhadap perubahan kebijakan yang berpotensi memengaruhi pelaksanaan kewajiban perpajakan.

Melalui penyelenggaraan webinar ini, IKPI kembali menunjukkan perannya sebagai organisasi profesi yang aktif mendukung penyebarluasan informasi perpajakan kepada anggota maupun masyarakat luas. Kegiatan edukasi semacam ini juga menjadi sarana bagi wajib pajak untuk memperoleh pemahaman yang lebih baik terhadap regulasi yang baru diterbitkan pemerintah.

Webinar Sosialisasi PP Nomor 20 Tahun 2026 diselenggarakan secara gratis dan terbuka bagi anggota IKPI maupun masyarakat umum, sehingga dapat diakses secara lebih luas oleh pihak-pihak yang berkepentingan terhadap perkembangan kebijakan perpajakan nasional. (bl)

Lebih dari 500 Peserta Hadiri Waisak Nasional IKPI 2026, Devry Apresiasi Panitia dan Sponsor

IKPI, Medan: Perayaan Waisak Nasional Ikatan Konsultan Pajak Indonesia (IKPI) 2026 yang digelar di Prasadha Jinadhammo Mahathera (PJM), Kompleks MMTC, Deli Serdang, Sumatera Utara, Jumat (5/6/2026) mendapat sambutan antusias dari keluarga besar IKPI. Kegiatan yang untuk pertama kalinya diselenggarakan di luar Jabodetabek tersebut diikuti lebih dari 500 peserta yang hadir secara langsung maupun daring dari berbagai daerah di Indonesia.

Ketua Panitia Waisak Nasional IKPI 2026, Devry Iskandar, menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi menyukseskan acara yang mengusung tema “Menebar Cinta, Menumbuhkan Perdamaian Dunia” tersebut.

“Perayaan Waisak Nasional tahun ini dapat terlaksana dengan baik berkat dukungan dan kerja sama banyak pihak. Atas nama panitia, kami menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh sponsor, donatur, relawan, panitia, pengurus yayasan, organisasi keagamaan, dan seluruh peserta yang telah mendukung kegiatan ini,” ujar Devry dalam sambutannya, Jumat (5/6/2026).

Menurut Devry, penyelenggaraan Waisak Nasional di Medan menjadi momentum yang bersejarah bagi IKPI. Pasalnya, selama ini perayaan Waisak IKPI selalu diselenggarakan di wilayah Jabodetabek, sedangkan tahun ini Pengurus Pusat IKPI memberikan kepercayaan kepada Pengurus Daerah Sumatra Bagian Utara (Sumbagut) untuk menjadi tuan rumah.

(Foto: Istimewa)

“Kami merasa terhormat atas kepercayaan yang diberikan oleh Pengurus Pusat IKPI. Ini merupakan kesempatan yang sangat berharga bagi Pengda Sumbagut untuk menjadi bagian dari sejarah penyelenggaraan Waisak Nasional IKPI,” katanya.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Yayasan Prasadha Jinadhammo Mahathera yang telah memberikan dukungan penuh sehingga seluruh rangkaian kegiatan dapat berlangsung dengan lancar. Menurutnya, kolaborasi yang terjalin antara panitia dan yayasan menjadi salah satu kunci suksesnya pelaksanaan acara.

Selain itu, Devry memberikan penghargaan kepada seluruh panitia yang telah bekerja sejak tahap persiapan hingga pelaksanaan kegiatan. Ia menilai semangat gotong royong dan dedikasi yang ditunjukkan panitia menjadi faktor penting dalam menyukseskan acara berskala nasional tersebut.

“Panitia bekerja dengan penuh semangat dan kebersamaan. Banyak yang meluangkan waktu, tenaga, dan pikirannya agar acara ini berjalan dengan baik. Saya menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada seluruh tim panitia,” ujarnya.

Perayaan Waisak Nasional IKPI 2026 turut dihadiri Ketua Umum IKPI Vaudy Starworld beserta jajaran Pengurus Pusat IKPI, perwakilan Kanwil Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Sumatera Utara I dan Kanwil DJP Sumatera Utara II, Pembimas Buddha Kanwil Kementerian Agama Sumatera Utara, pimpinan organisasi umat Buddha, tokoh agama, serta pengurus dan anggota IKPI dari berbagai daerah.

Devry juga menegaskan bahwa peringatan Hari Tri Suci Waisak memiliki makna penting bagi umat Buddha untuk mengenang tiga peristiwa agung dalam kehidupan Buddha Gautama. Nilai-nilai kebijaksanaan, cinta kasih, integritas, dan kepedulian terhadap sesama yang diajarkan dalam Waisak, menurutnya, juga sangat relevan bagi profesi konsultan pajak.

“Integritas, kejujuran, akuntabilitas, dan pengabdian kepada masyarakat merupakan nilai yang harus terus dijaga oleh setiap anggota IKPI dalam menjalankan profesinya,” katanya.

Ia berharap semangat kebersamaan yang terbangun dalam perayaan Waisak Nasional tahun ini dapat semakin mempererat hubungan antaranggota IKPI sekaligus memperkuat komitmen organisasi dalam memberikan kontribusi kepada masyarakat dan negara.

Ia juga menyampaikan permohonan maaf apabila masih terdapat kekurangan selama pelaksanaan kegiatan. Ia berharap berbagai masukan yang diberikan peserta dapat menjadi bahan evaluasi untuk penyelenggaraan kegiatan yang lebih baik pada masa mendatang.

“Semoga semangat Waisak senantiasa menginspirasi kita untuk terus menumbuhkan kebajikan, memperkuat integritas, dan memberikan manfaat bagi masyarakat, bangsa, dan negara. Semoga semua makhluk hidup berbahagia,” tuturnya. (bl)

IKPI: Waisak Jadi Pengingat Pentingnya Cinta Kasih dan Integritas dalam Profesi Konsultan Pajak

IKPI, Medan: Pelaksana Tugas (Plt) Ketua Ikatan Konsultan Pajak Indonesia (IKPI) Pengurus Daerah Sumatra Bagian Utara (Sumbagut), Hery, mengajak seluruh anggota menjadikan peringatan Hari Raya Tri Suci Waisak 2570 Buddhist Era (B.E.) sebagai momentum untuk menumbuhkan cinta kasih, memperkuat toleransi, serta menjaga integritas dalam menjalankan profesi konsultan pajak.

Pesan tersebut disampaikan Hery dalam Perayaan Waisak Nasional IKPI 2026 yang diselenggarakan di Prasadha Jinadhammo Mahathera, Medan, Sumatera Utara, Jumat (5/6/2026). Menurutnya, tema Waisak Nasional tahun ini, “Dharma Menjaga Perdamaian Dunia”, memiliki relevansi yang kuat dengan kondisi kehidupan masyarakat yang semakin membutuhkan semangat persatuan dan kepedulian sosial.

IKPI Sumbagut mengangkat subtema “Menebar Cinta, Menumbuhkan Perdamaian Dunia” sebagai bentuk ajakan kepada seluruh anggota untuk mengimplementasikan nilai-nilai kebajikan dalam kehidupan sehari-hari maupun dalam menjalankan profesi.

“Perdamaian yang besar selalu dimulai dari tindakan-tindakan kecil yang dilandasi cinta kasih dan kepedulian kepada sesama. Melalui Waisak ini, kami ingin mengingatkan bahwa kebajikan bukan hanya konsep, tetapi harus diwujudkan dalam tindakan nyata,” ujar Hery.

Menurutnya, ajaran tentang metta atau cinta kasih universal menjadi salah satu nilai utama yang perlu terus ditumbuhkan di tengah masyarakat yang majemuk. Ketika setiap individu mampu menebarkan kasih sayang tanpa membedakan latar belakang suku, agama, maupun golongan, maka harmoni sosial akan tumbuh secara alami.

Hery menilai semangat tersebut juga penting diterapkan dalam lingkungan profesi. Sebagai organisasi yang menaungi konsultan pajak di wilayah Sumatra Bagian Utara, IKPI tidak hanya bertugas meningkatkan kompetensi anggotanya, tetapi juga membangun karakter yang berlandaskan etika dan nilai kemanusiaan.

“Profesionalisme yang berintegritas harus berjalan beriringan dengan nilai-nilai kemanusiaan. Konsultan pajak tidak hanya dituntut memahami regulasi, tetapi juga memiliki kepedulian, kejujuran, dan tanggung jawab dalam memberikan layanan kepada masyarakat,” katanya.

Ia menegaskan bahwa aspek moral dan spiritual merupakan fondasi penting dalam menjaga kepercayaan publik terhadap profesi konsultan pajak. Karena itu, kegiatan keagamaan yang rutin diselenggarakan IKPI bukan sekadar agenda seremonial, melainkan bagian dari upaya membangun karakter anggota.

Hery juga mengapresiasi semangat kebersamaan yang ditunjukkan keluarga besar IKPI dalam perayaan Waisak tahun ini. Menurutnya, keberagaman latar belakang anggota justru menjadi kekuatan yang memperkaya organisasi dan memperkuat solidaritas di antara sesama profesional.

Selain menjadi ajang refleksi spiritual, perayaan Waisak juga diisi dengan berbagai kegiatan yang mencerminkan kepedulian sosial. Melalui doa bersama dan aksi sosial yang melibatkan masyarakat lintas suku dan agama, IKPI Sumbagut ingin menunjukkan bahwa nilai cinta kasih dapat diwujudkan dalam bentuk yang nyata dan dirasakan langsung oleh masyarakat.

“Kepedulian sosial adalah bahasa universal yang dapat menjembatani perbedaan. Melalui kegiatan seperti ini, kami ingin menunjukkan bahwa organisasi profesi juga memiliki tanggung jawab sosial untuk berkontribusi bagi lingkungan dan masyarakat,” ujarnya.

Hery berharap semangat Waisak tidak berhenti pada perayaan tahunan semata, tetapi menjadi inspirasi bagi seluruh pengurus dan anggota IKPI untuk terus berkontribusi dalam pembangunan bangsa. Menurutnya, kontribusi tersebut dapat diwujudkan baik melalui peningkatan kepatuhan perpajakan maupun melalui upaya menjaga kerukunan dan persatuan di tengah masyarakat.

“Dengan semangat Waisak, kami ingin terus melangkah sebagai organisasi yang profesional, berintegritas, dan peduli terhadap sesama. Karena pada akhirnya, keberhasilan sebuah profesi tidak hanya diukur dari kompetensi, tetapi juga dari manfaat yang dapat diberikan kepada masyarakat,” tuturnya. (bl)

DJP Sumut II Sebut IKPI Berkontribusi Besar dalam Edukasi Pajak

IKPI, Medan: Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Sumatera Utara II menilai Ikatan Konsultan Pajak Indonesia (IKPI) memiliki kontribusi besar dalam meningkatkan edukasi dan pemahaman perpajakan masyarakat. Peran tersebut dinilai semakin penting di tengah berbagai perubahan regulasi dan transformasi digital yang terus dilakukan Direktorat Jenderal Pajak.

Hal itu disampaikan Kepala Bidang Penyuluhan, Pelayanan, dan Hubungan Masyarakat (P2Humas) Kanwil DJP Sumatera Utara II Daniel Zebua saat mewakili Kepala Kanwil DJP Sumatera Utara II dalam Perayaan Waisak Nasional IKPI 2026 yang digelar di Prasadha Jinadhammo Mahathera, Kompleks MMTC, Medan, Sumatera Utara, Jumat (5/6/2026).

Dalam sambutannya, Daniel menyampaikan apresiasi atas kemitraan yang selama ini terjalin antara DJP dan IKPI. Menurutnya, konsultan pajak menjadi salah satu mitra strategis yang membantu Direktorat Jenderal Pajak menjembatani komunikasi dengan wajib pajak.

“Kami dari Kanwil DJP Sumatera Utara II mengucapkan terima kasih atas kemitraan yang selama ini terjalin dengan IKPI. Hubungan ini sangat istimewa karena memberikan dukungan yang besar terhadap pelaksanaan tugas Direktorat Jenderal Pajak,” ujar Daniel.

Ia menjelaskan bahwa anggota IKPI tidak hanya memberikan layanan profesional kepada klien, tetapi juga berperan aktif mengedukasi masyarakat mengenai hak dan kewajiban perpajakan. Melalui pendampingan yang dilakukan, wajib pajak dapat memahami berbagai ketentuan perpajakan dengan lebih baik sehingga mampu memenuhi kewajibannya secara benar.

Menurut Daniel, kontribusi tersebut menjadi semakin penting seiring dengan berbagai pembaruan sistem administrasi perpajakan yang dilakukan pemerintah. Dalam proses transformasi tersebut, konsultan pajak berperan membantu wajib pajak memahami perubahan yang terjadi sekaligus memastikan proses adaptasi berjalan lebih baik.

“Teman-teman IKPI memiliki peran penting dalam membantu wajib pajak memahami berbagai kebijakan perpajakan. Karena itu, kontribusinya sangat mendukung keberhasilan pelaksanaan tugas-tugas Direktorat Jenderal Pajak,” katanya.

Daniel juga menyinggung implementasi Coretax yang saat ini terus disempurnakan sebagai bagian dari transformasi administrasi perpajakan nasional. Menurutnya, keberhasilan implementasi sistem tersebut tidak terlepas dari dukungan berbagai pihak, termasuk para anggota IKPI yang berada di garis depan mendampingi wajib pajak.

Ia menegaskan bahwa kolaborasi antara DJP dan IKPI harus terus diperkuat untuk membangun kesadaran pajak masyarakat. Semakin baik tingkat pemahaman wajib pajak, semakin besar pula peluang untuk meningkatkan kepatuhan perpajakan secara sukarela.

“Sebagai mitra, kita memiliki tujuan yang sama, yaitu membangun kesadaran masyarakat tentang pentingnya pajak bagi pembangunan negara. Karena itu, sinergi yang sudah terjalin baik selama ini harus terus ditingkatkan,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Daniel juga mengapresiasi penyelenggaraan Waisak Nasional IKPI 2026 yang dinilai tidak hanya menjadi ajang silaturahmi anggota, tetapi juga memperkuat nilai-nilai kebersamaan dan toleransi di lingkungan organisasi profesi.

Menurutnya, tema “Menebar Cinta, Menumbuhkan Perdamaian Dunia” sejalan dengan semangat kolaborasi yang selama ini dibangun antara DJP dan IKPI. Nilai-nilai kebajikan, saling menghormati, dan gotong royong menjadi fondasi penting dalam membangun hubungan yang harmonis antara seluruh pemangku kepentingan.

Daniel berharap komunikasi dan kerja sama yang telah terjalin antara DJP dan IKPI dapat terus berkembang, tidak hanya dalam mendukung pencapaian target penerimaan negara, tetapi juga dalam meningkatkan kualitas edukasi perpajakan kepada masyarakat.

“Kolaborasi yang kuat antara DJP dan IKPI akan memberikan manfaat yang besar bagi wajib pajak, dunia usaha, dan negara. Karena itu, kami berharap kemitraan ini terus berjalan dan semakin erat di masa mendatang,” tuturnya. (bl)

DJP Sumut I: Keteladanan Siddharta Gautama Relevan dalam Membangun Kepatuhan Pajak

IKPI, Medan: Kepala Bagian Umum Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Sumatera Utara I, Zaini Rokhman, menilai nilai-nilai luhur yang diajarkan Siddharta Gautama dalam Hari Tri Suci Waisak tetap relevan untuk diterapkan dalam kehidupan modern, termasuk dalam membangun kesadaran dan kepatuhan perpajakan masyarakat.

Hal tersebut disampaikan Zaini saat mewakili Kepala Kanwil DJP Sumatera Utara I dalam Perayaan Waisak Nasional Ikatan Konsultan Pajak Indonesia (IKPI) 2026 yang digelar di Prasadha Jinadhammo Mahathera, Kompleks MMTC, Medan, Sumatera Utara, Jumat (5/6/2026).

Dalam sambutannya, Zaini mengajak seluruh peserta untuk menjadikan peringatan Waisak sebagai momentum meneladani perjalanan hidup Siddharta Gautama yang mengajarkan kebijaksanaan, kasih sayang, dan kepedulian terhadap sesama.

“Waisak merupakan momentum suci yang patut kita teladani. Dari kehidupan Siddharta Gautama, mulai dari kelahiran, pencapaian pencerahan sempurna hingga parinibbana, banyak nilai luhur yang dapat kita terapkan dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Zaini.

Menurutnya, ajaran tentang kasih sayang, toleransi, dan kebijaksanaan sangat dibutuhkan di tengah berbagai tantangan kehidupan saat ini. Nilai-nilai tersebut dapat menjadi energi positif untuk memperkuat kerukunan sosial sekaligus mendorong tumbuhnya kesadaran kolektif dalam menjalankan tanggung jawab sebagai warga negara.

Dalam konteks perpajakan, Zaini menilai nilai kebijaksanaan dan tanggung jawab yang diajarkan Buddha juga tercermin dalam upaya membangun kepatuhan sukarela wajib pajak. Kesadaran untuk memenuhi kewajiban perpajakan, katanya, merupakan bagian dari kontribusi nyata masyarakat dalam mendukung pembangunan bangsa.

Ia mengapresiasi peran IKPI yang selama ini aktif mendampingi wajib pajak, baik wajib pajak orang pribadi maupun wajib pajak badan, dalam memahami dan melaksanakan kewajiban perpajakannya sesuai ketentuan yang berlaku.

“Atas nama Kanwil DJP Sumatera Utara I dan Sumatera Utara II, kami menyampaikan terima kasih kepada rekan-rekan IKPI yang selama ini terus mendampingi wajib pajak. Peran tersebut sangat membantu dalam meningkatkan pemahaman dan kepatuhan perpajakan masyarakat,” katanya.

Menurut Zaini, keberadaan konsultan pajak menjadi salah satu faktor penting dalam membangun kepatuhan sukarela. Melalui edukasi dan pendampingan yang dilakukan, wajib pajak memperoleh pemahaman yang lebih baik mengenai hak dan kewajibannya sehingga dapat melaksanakan kewajiban perpajakan dengan benar dan tepat waktu.

Ia mengatakan sinergi antara Direktorat Jenderal Pajak dan IKPI selama ini telah memberikan kontribusi positif terhadap peningkatan kepatuhan perpajakan, termasuk dalam pelaporan Surat Pemberitahuan (SPT) Tahunan yang menjadi salah satu indikator kepatuhan formal wajib pajak.

“Kami memandang IKPI sebagai mitra strategis DJP. Kolaborasi yang terjalin selama ini sangat membantu upaya pemerintah dalam meningkatkan kesadaran dan kepatuhan perpajakan masyarakat,” ujarnya.

Selain menyoroti peran IKPI, Zaini juga mengapresiasi penyelenggaraan Waisak Nasional IKPI 2026 yang dinilainya menjadi wadah untuk memperkuat nilai-nilai kebersamaan, toleransi, dan persaudaraan di lingkungan organisasi profesi.

Menurutnya, kegiatan keagamaan seperti Waisak tidak hanya menjadi sarana refleksi spiritual, tetapi juga mengingatkan pentingnya menebarkan kebaikan dan menjaga harmoni dalam kehidupan bermasyarakat.

Zaini menyampaikan ucapan selamat Hari Raya Tri Suci Waisak 2570 Buddha Era Tahun 2026 kepada seluruh umat Buddha yang merayakan. Ia berharap semangat kebijaksanaan dan kasih sayang yang diajarkan Buddha Gautama dapat terus menginspirasi masyarakat dalam membangun kehidupan yang damai dan sejahtera.

“Semoga pancaran kebijaksanaan dan kasih sayang senantiasa menerangi langkah hidup kita semua, membawa ketenteraman, kebahagiaan, dan keberkahan bagi masyarakat serta bangsa Indonesia. Semoga semua makhluk hidup berbahagia,” tuturnya. (bl)

Ketum IKPI Sebut Waisak Ajarkan Integritas dan Kebijaksanaan bagi Konsultan Pajak

IKPI, Medan: Ketua Umum Ikatan Konsultan Pajak Indonesia (IKPI) Vaudy Starworld mengajak seluruh anggota menjadikan peringatan Hari Tri Suci Waisak 2026 sebagai momentum memperkuat integritas, kebijaksanaan, dan semangat pelayanan dalam menjalankan profesi konsultan pajak. Pesan tersebut disampaikan saat Perayaan Waisak Nasional IKPI 2026 yang berlangsung di Prasadha Jinadhammo Mahathera, Medan, Sumatera Utara, Jumat (5/6/2026).

Dalam sambutannya, Vaudy mengatakan tema “Menebar Cinta, Menumbuhkan Perdamaian Dunia”tidak hanya relevan bagi umat Buddha, tetapi juga mengandung nilai-nilai universal yang dapat diterapkan dalam kehidupan bermasyarakat maupun dunia profesi.

Menurutnya, Hari Tri Suci Waisak memperingati tiga peristiwa penting dalam kehidupan Buddha Gautama, yakni kelahiran, pencapaian pencerahan sempurna, dan parinibbana. Dari ketiga peristiwa tersebut lahir ajaran luhur tentang cinta kasih (metta), kasih sayang (karuna), dan kebijaksanaan (panna) yang tetap relevan hingga saat ini.

“Nilai-nilai Waisak mengajarkan kita untuk selalu mengedepankan cinta kasih, kebijaksanaan, dan sikap saling menghormati. Nilai-nilai inilah yang perlu terus kita hidupkan, baik dalam kehidupan sehari-hari maupun dalam menjalankan profesi,” kata Vaudy.

Ia menegaskan bahwa kebijaksanaan dan integritas merupakan fondasi utama yang harus dimiliki setiap konsultan pajak. Dalam menjalankan tugasnya, konsultan pajak tidak hanya dituntut memahami ketentuan perpajakan, tetapi juga menjaga etika profesi dan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

“Kebijaksanaan dan integritas adalah modal utama bagi seorang konsultan pajak. Dengan kedua nilai tersebut, kita dapat menjalankan profesi secara profesional sekaligus berkontribusi dalam menciptakan sistem perpajakan yang adil dan berkeadilan,” ujarnya.

Vaudy juga menegaskan komitmen IKPI untuk terus menjadi organisasi yang inklusif dan menghargai keberagaman. Menurutnya, anggota IKPI berasal dari berbagai latar belakang agama, suku, budaya, dan daerah, namun seluruhnya dipersatukan oleh semangat yang sama untuk memajukan profesi konsultan pajak.

Ia menilai kegiatan keagamaan yang secara rutin diselenggarakan IKPI merupakan salah satu bentuk nyata komitmen organisasi dalam merawat keberagaman tersebut. Melalui kegiatan itu, anggota tidak hanya memperoleh ruang untuk memperdalam nilai spiritual, tetapi juga memperkuat hubungan antarsesama anggota.

“Perbedaan adalah kekuatan yang harus kita rawat bersama. Peringatan keagamaan seperti ini menjadi momentum penting untuk mempererat tali silaturahmi, memperkuat soliditas organisasi, dan membangun sinergi yang harmonis demi kemajuan bersama,” tuturnya.

Dalam kesempatan itu, Vaudy turut menyampaikan apresiasi kepada Pengurus Daerah Sumatera Bagian Utara dan Pengurus Cabang Medan yang menjadi tuan rumah penyelenggaraan Waisak Nasional IKPI 2026. Ia menilai Sumatera Utara merupakan salah satu daerah yang menjadi contoh indah kerukunan antarumat beragama di Indonesia.

“Semangat toleransi dan kebersamaan yang tumbuh di Sumatera Utara sejalan dengan nilai-nilai yang terus dibangun di lingkungan IKPI. Karena itu, kami menyampaikan terima kasih kepada seluruh pengurus daerah dan panitia yang telah bekerja keras menyukseskan acara ini,” katanya.

Vaudy berharap semangat Waisak membawa kedamaian, kebahagiaan, kesehatan, dan kesuksesan bagi seluruh anggota IKPI beserta keluarga. Ia juga berharap nilai-nilai cinta kasih dan kebijaksanaan dapat terus menjadi pedoman dalam kehidupan pribadi maupun profesional.

“Selamat merayakan Hari Raya Waisak. Semoga semangat cinta kasih, kedamaian, dan kebijaksanaan senantiasa menyertai keluarga besar IKPI serta membawa berkah bagi masyarakat, bangsa, dan negara Indonesia,” pungkasnya. (bl)

Pembimas Buddha Sumut Nilai Waisak Sejalan dengan Integritas Profesi Konsultan Pajak

IKPI, Medan: Pembimbing Masyarakat (Pembimas) Buddha Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sumatera Utara, Sukasdi, menilai nilai-nilai luhur yang terkandung dalam Hari Tri Suci Waisak sejalan dengan prinsip integritas, kebijaksanaan, dan tanggung jawab yang harus dijunjung tinggi oleh profesi konsultan pajak. Karena itu, ia mengapresiasi Ikatan Konsultan Pajak Indonesia (IKPI) yang tidak hanya berfokus pada pengembangan kompetensi anggotanya, tetapi juga membangun karakter melalui kegiatan keagamaan.

Pernyataan tersebut disampaikan Sukasdi saat menghadiri Perayaan Waisak Nasional IKPI 2026 yang digelar di Prasadha Jinadhammo Mahathera, Kompleks MMTC, Medan, Sumatera Utara, Jumat (5/6/2026). Kegiatan yang mengusung tema “Menebar Cinta, Menumbuhkan Perdamaian Dunia” itu dihadiri jajaran pengurus pusat dan daerah IKPI, tokoh agama Buddha, serta perwakilan dari Kanwil Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Sumatera Utar I dan Kanwil DJP Sumatera Uatara II.

Menurut Sukasdi, Hari Tri Suci Waisak memperingati tiga peristiwa agung dalam kehidupan Buddha Gautama, yakni kelahiran Siddhartha Gautama, pencapaian penerangan sempurna, dan parinibbana. Ketiga peristiwa tersebut mengandung pesan moral yang tidak hanya relevan bagi umat Buddha, tetapi juga bagi setiap individu dalam menjalankan kehidupan dan profesinya.

“Waisak mengajarkan cinta kasih, belas kasih, pengendalian diri, dan kebijaksanaan. Nilai-nilai ini sangat penting untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, termasuk dalam menjalankan profesi yang menuntut integritas dan tanggung jawab seperti konsultan pajak,” kata Sukasdi.

Ia menjelaskan bahwa profesi konsultan pajak memiliki peran strategis dalam membantu wajib pajak memahami dan melaksanakan hak serta kewajiban perpajakannya. Karena itu, para praktisi di bidang tersebut dituntut tidak hanya memiliki kompetensi teknis, tetapi juga menjunjung tinggi etika profesi.

Menurutnya, kebijaksanaan dalam mengambil keputusan dan kejujuran dalam menjalankan tugas merupakan modal penting bagi seorang konsultan pajak. Nilai-nilai tersebut, kata dia, selaras dengan ajaran Buddha yang mendorong manusia untuk senantiasa bertindak berdasarkan kebenaran dan kebajikan.

“Pengetahuan yang tinggi harus diimbangi dengan moralitas yang baik. Ketika kompetensi dipadukan dengan integritas, maka kepercayaan masyarakat terhadap profesi akan semakin kuat,” ujarnya.

Sukasdi menilai penyelenggaraan Waisak Nasional IKPI menunjukkan perhatian organisasi terhadap pembinaan karakter anggotanya. Ia melihat kegiatan keagamaan yang rutin diselenggarakan IKPI menjadi sarana untuk memperkuat nilai-nilai kemanusiaan, toleransi, dan tanggung jawab sosial di lingkungan organisasi.

Ia juga mengapresiasi komitmen IKPI yang selama ini menyelenggarakan berbagai peringatan hari besar keagamaan bagi anggotanya. Menurutnya, langkah tersebut mencerminkan semangat inklusivitas dan penghormatan terhadap keberagaman yang menjadi salah satu kekuatan bangsa Indonesia.

Dalam kesempatan itu, Sukasdi menyampaikan terima kasih kepada Pengurus Pusat IKPI yang telah memilih Sumatera Utara sebagai tuan rumah Waisak Nasional 2026. Ia menilai penyelenggaraan kegiatan berskala nasional di Medan menjadi bukti bahwa semangat kebersamaan dan toleransi dapat tumbuh di tengah masyarakat yang majemuk.

“Kami mengapresiasi IKPI yang terus membangun ruang kebersamaan bagi seluruh anggotanya. Organisasi profesi seperti IKPI memiliki peran penting dalam menanamkan nilai-nilai integritas, toleransi, dan kebajikan yang dibutuhkan dalam kehidupan bermasyarakat maupun dalam menjalankan profesi,” tuturnya.

Ia berharap semangat Waisak dapat menginspirasi seluruh anggota IKPI untuk terus menjaga profesionalisme, integritas, dan semangat pelayanan kepada masyarakat. Ia meyakini nilai-nilai kebijaksanaan yang diajarkan Buddha akan menjadi fondasi yang kuat dalam membangun profesi yang terpercaya dan berkontribusi bagi kemajuan bangsa. (bl)

Vaudy Starworld Buka Waisak Nasional IKPI Perdana di Luar Jabodetabek, Tonggak Baru Kebersamaan

IKPI, Medan: Ketua Umum Ikatan Konsultan Pajak Indonesia (IKPI) Vaudy Starworld secara resmi membuka Perayaan Waisak Nasional IKPI 2026 yang digelar secara hybrid di Prasadha Jinadhammo Mahathera, Kompleks MMTC, Medan, Sumatera Utara, dan Zoom meeting, Jumat (5/6/2026). Perayaan yang mengusung tema “Menebar Cinta, Menumbuhkan Perdamaian Dunia” itu menjadi tonggak baru kebersamaan keluarga besar IKPI karena untuk pertama kalinya diselenggarakan di luar wilayah Jabodetabek.

Dalam sambutannya, Vaudy menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya perayaan Waisak yang mempertemukan anggota IKPI dari berbagai daerah dalam suasana penuh kedamaian dan persaudaraan. Menurutnya, momentum tersebut menunjukkan komitmen organisasi dalam merawat kebersamaan di tengah keberagaman yang menjadi kekuatan IKPI.

“Kita patut bersyukur karena hari ini keluarga besar IKPI dapat berkumpul di Kota Medan untuk memperingati Hari Tri Suci Waisak dalam suasana yang penuh kedamaian, kebersamaan, dan persaudaraan,” ujar Vaudy.

Ia menjelaskan, penyelenggaraan Waisak Nasional di Medan memiliki arti penting bagi perjalanan organisasi. Selain menjadi perayaan Waisak pertama yang digelar di luar Jabodetabek, kegiatan ini juga menjadi penutup rangkaian perayaan hari besar keagamaan yang diselenggarakan IKPI sepanjang tahun.

(Foto: Istimewa)

“Ini merupakan rangkaian kegiatan keagamaan IKPI yang keenam. Sebelumnya kita telah melaksanakan kegiatan keagamaan dari lima agama lainnya, termasuk perayaan Imlek yang untuk pertama kalinya juga diselenggarakan di lingkungan IKPI,” katanya.

Acara tersebut dihadiri Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Sumatera Utara I Belis Siswanto dan Kepala Kanwil DJP Sumatera Utara II Dionysius Lucas Hendrawan. Hadir pula Anggota Dewan Penasehat IKPI Koennady Tjing, Anggota Pengawas IKPI Rudy Yohnwein, serta sejumlah pengurus pusat dan pengurus daerah IKPI.

Dari jajaran Pengurus Pusat IKPI tampak Ketua Departemen Keagamaan, Kesenian, Sosial dan Olahraga Rusmadi, Ketua Departemen Penelitian dan Pengkajian Kebijakan Fiskal Pino Siddharta, Ketua Departemen Humas Jemmi Sutiono, Ketua Departemen Hubungan Internasional David Tjhai, Ketua Departemen Pengembangan Organisasi Lilisen, serta Wakil Ketua Departemen Tugas Khusus Budianto Wijaya.

Turut hadir Ketua Pengda Sumatera Bagian Utara Herry beserta jajaran, Ketua Pengda Sumatera Bagian Selatan Nurlena, Ketua Pengcab Medan Ebenezer Simamora dan jajaran, Ketua Pengcab Pematang Siantar Christine Loist beserta jajaran, senior IKPI Lo Tjai Jam.

Dalam kesempatan tersebut, Vaudy menegaskan bahwa IKPI akan terus menjadi rumah bersama yang inklusif bagi seluruh anggota tanpa memandang perbedaan agama, suku, maupun latar belakang lainnya. Menurutnya, keberagaman justru menjadi kekuatan yang memperkokoh organisasi.

“Peringatan keagamaan seperti ini menjadi sarana untuk mempererat silaturahmi, memperkuat soliditas organisasi, dan membangun sinergi yang harmonis. Perbedaan bukanlah pemisah, melainkan kekuatan yang harus kita rawat bersama,” ujarnya.

Vaudy juga menyampaikan apresiasi kepada Pengurus Daerah Sumatera Bagian Utara, Pengcab Medan, dan seluruh panitia yang dipimpin Devry atas kerja keras mereka dalam menyukseskan perayaan nasional tersebut. Ia menilai Sumatera Utara merupakan daerah yang merepresentasikan semangat pluralisme dan kerukunan yang sejalan dengan nilai-nilai yang ingin dibangun IKPI.

Vaudy berharap semangat Waisak dapat membawa kedamaian, kebahagiaan, kesuksesan, dan keberkahan bagi seluruh keluarga besar IKPI serta masyarakat Indonesia. Ia mengajak seluruh anggota untuk terus menjaga persaudaraan dan memperkuat kontribusi organisasi bagi bangsa dan negara. (bl)

en_US