DJP Catat Utang Kelebihan Bayar Pajak Terus Meningkat

IKPI, Jakarta: Tren utang kelebihan pembayaran pendapatan Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menunjukkan peningkatan tajam dalam tiga tahun terakhir.

Setelah mencapai titik terendah pada 2022 sebesar Rp 9,46 triliun, nilainya melonjak menjadi Rp 26,85 triliun pada 2023, kemudian Rp 61,70 triliun pada 2024, dan kembali naik menjadi Rp 70,25 triliun pada 2025.

Tren tersebut tercermin dalam Laporan Keuangan DJP Audited yang memuat data utang kelebihan pembayaran pendapatan sepanjang 2020–2025.

Adapun utang kelebihan pembayaran pendapatan tersebut merupakan jumlah ketetapan atau keputusan pajak yang mengakibatkan lebih bayar, termasuk SKPIB/SPMKP/SPMIB, yang sampai dengan periode tersebut belum diterbitkan Surat Perintah Pencairan Dana (SP2D).

Dengan demikian, angka tersebut menggambarkan kewajiban kelebihan pembayaran yang tercatat dalam laporan keuangan DJP dan belum sampai pada tahap penerbitan SP2D.

Data laporan keuangan DJP menunjukkan pola yang cukup kontras dalam enam tahun terakhir.

Pada 2020, utang kelebihan pembayaran pendapatan tercatat sebesar Rp 26,04 triliun. Angka tersebut kemudian turun menjadi Rp 20,12 triliun pada 2021, atau berkurang 22,73%.

Penurunan berlanjut pada 2022. Nilainya anjlok 52,99% menjadi hanya Rp 9,46 triliun, yang merupakan posisi terendah dalam periode 2020-2025.

Namun, tren tersebut berbalik pada 2023. Utang kelebihan pembayaran melonjak 183,95% menjadi Rp 26,85 triliun.

Kenaikan semakin tajam pada 2024, ketika nilainya mencapai Rp 61,70 triliun, atau tumbuh 129,79% dibandingkan tahun sebelumnya.

Pada 2025, kenaikan masih berlanjut meskipun dengan laju yang lebih moderat, yakni 13,85% menjadi Rp 70,25 triliun.
Dengan demikian, dalam tiga tahun sejak 2022, nilai utang kelebihan pembayaran pendapatan DJP telah meningkat sekitar 7,4 kali lipat.

Bahkan jika dibandingkan dengan posisi 2020, nilainya pada 2025 sudah meningkat sekitar 169,8%.

Dari rincian 2025, utang kelebihan pembayaran Pajak PPN/PPnBM menjadi komponen terbesar dengan nilai Rp 52,26 triliun.

Nilai tersebut naik Rp1 0,84 triliun atau 26,18% dibandingkan posisi 2024 yang sebesar Rp 41,42 triliun.

Sementara itu, utang kelebihan pembayaran PPh justru turun. Pada 2025 nilainya tercatat Rp 17,25 triliun, dibandingkan Rp 20,26 triliun pada 202 4. Artinya, terjadi penurunan Rp3,01 triliun atau 14,84%.

Komponen lainnya justru mengalami lonjakan.
Utang kelebihan pembayaran PBB naik dari Rp 19,34 miliar pada 2024 menjadi Rp 242,71 miliar pada 2025, atau meningkat sekitar 1.154,64%.

Adapun utang kelebihan bayar pajak lainnya meningkat dari Rp 2,47 miliar menjadi Rp 489,93 miliar, atau melonjak 19.746,10%.

Meski pertumbuhan persentasenya sangat tinggi, dua komponen tersebut masih jauh lebih kecil dibandingkan PPN/PPnBM dan PPh secara nominal.

Jika melihat tren tahunan, 2024 menjadi titik lonjakan paling besar secara nominal. Utang kelebihan pembayaran naik sekitar Rp 34,85 triliun dalam satu tahun, dari Rp 26,85 triliun pada 2023 menjadi Rp 61,70 triliun.

Pada 2025, kenaikan masih terjadi sebesar Rp 8,55 triliun, tetapi kecepatannya jauh lebih rendah dibandingkan dua tahun sebelumnya.

Pola ini menunjukkan bahwa meskipun tekanan kenaikan mulai melandai pada 2025, posisi utang kelebihan pembayaran pendapatan masih berada pada level yang jauh lebih tinggi dibandingkan periode sebelum 2023. (sw)

Banggar DPR Minta Pemerintah Waspadai Perlambatan Industri Pengolahan

IKPI, Jakarta: Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR RI Said Abdullah meminta pemerintah mewaspadai perlambatan pertumbuhan industri pengolahan di tengah ekonomi nasional yang masih tumbuh 5,29% secara tahunan (year on year/yoy) pada kuartal II 2026.

Said menilai perlambatan industri pengolahan perlu menjadi perhatian karena sektor tersebut memiliki kontribusi besar terhadap perekonomian nasional
sekaligus menyerap tenaga kerja dalam jumlah signifikan.

“Namun kita harus mewaspadai melambatnya pertumbuhan industri pengolahan,” ujar Said dalam keterangannya, dikutip Minggu (9/8).

Berdasarkan data yang disampaikannya, industri pengolahan pada kuartal I 2026 tumbuh 5,04% secara tahunan. Namun, pertumbuhan tersebut melambat menjadi 4,52% pada kuartal II 2026.

Menurut Said, kondisi tersebut penting diperhatikan pemerintah karena industri pengolahan menyumbang sekitar 18,5% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional. Selain itu, sektor ini juga menjadi kontributor bagi sekitar 13,5% tenaga kerja nasional.

“Industri pengolahan menyumbangkan 18,5% dari PDB, sekaligus kontributor 13,5% tenaga kerja nasional, sekaligus cerminan dari sebagian besar tenaga kerja formal,” katanya.

Said menilai perkembangan industri pengolahan juga berkaitan erat dengan kualitas dan kapasitas penyerapan tenaga kerja formal. Karena itu, perlambatan sektor tersebut berpotensi memengaruhi penciptaan lapangan kerja berkualitas apabila berlangsung dalam waktu yang lebih panjang.

Dia pun meminta pemerintah memperkuat iklim usaha, khususnya pada sektor industri dan perdagangan besar. Upaya tersebut dinilai penting untuk mendorong ekspansi kegiatan usaha sekaligus meningkatkan proporsi tenaga kerja formal.

Sebelumnya, Said mengapresiasi pertumbuhan ekonomi Indonesia yang mencapai 5,29% pada kuartal II 2026.

Menurutnya, capaian tersebut patut disyukuri di tengah gejolak geopolitik dan ketidakpastian perekonomian global.

Meski demikian, Said mengingatkan bahwa pemerintah tetap perlu mencermati struktur pertumbuhan ekonomi agar tidak hanya mengejar angka pertumbuhan, tetapi juga memastikan pertumbuhan tersebut mampu menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Selain industri pengolahan, Said juga menyoroti perlambatan sektor pertanian. Sektor tersebut tumbuh 4,97% pada kuartal I 2026, tetapi melambat menjadi 3,8% pada kuartal II 2026.

Menurutnya, perlambatan pertanian juga perlu mendapat perhatian karena sektor tersebut menyumbang 13,57% terhadap PDB dan menyerap sekitar 28,75% tenaga kerja nasional.

Di sisi permintaan, konsumsi rumah tangga juga mengalami perlambatan, dari 5,52% pada kuartal I menjadi 5,05% pada kuartal II 2026. Namun, Said menilai konsumsi rumah tangga masih menunjukkan kinerja positif karena menjadi penyangga sekitar 53,3% PDB.

Sementara itu, investasi barang modal atau Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) tumbuh 6,87%, sedangkan ekspor tumbuh 4,13% pada kuartal II 2026. Kinerja ekspor tersebut membaik dibandingkan kuartal I 2026 yang hanya tumbuh 0,9%. (sw)

Purbaya Perkuat Pengawasan Laut Bea Cukai untuk Dukung Penerimaan Negara

IKPI, Jakarta: Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan pentingnya memperkuat pengawasan laut oleh Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC), khususnya di wilayah perbatasan timur Indonesia.

Pengawasan tersebut dinilai tidak hanya penting untuk mencegah pelanggaran kepabeanan dan cukai, tetapi juga mendukung optimalisasi penerimaan negara.

Penegasan tersebut disampaikan Purbaya saat meninjau langsung Pangkalan Sarana Operasi (PSO) Bea Cukai Kupang dalam kunjungan kerjanya ke Provinsi Nusa Tenggara Timur, Jumat (7/8/2026).

Dalam kunjungan tersebut, Purbaya melihat kesiapan armada patroli dan fasilitas PSO Bea Cukai Kupang yang menjadi salah satu pangkalan strategis untuk memperkuat pengawasan kepabeanan dan cukai di Nusa Tenggara Timur serta kawasan perbatasan timur Indonesia.

“Pengawasan laut harus terus diperkuat melalui modernisasi sarana operasi, pemanfaatan teknologi, serta peningkatan kompetensi personel agar mampu menjawab tantangan pengawasan di wilayah perbatasan yang semakin kompleks,” ujar Purbaya dalam keterangannya, Minggu (9/8).

Menurutnya, pengawasan laut memiliki peran penting dalam menjaga kedaulatan ekonomi nasional. Hal ini terutama karena Indonesia merupakan negara kepulauan dengan jalur pelayaran yang luas serta berbatasan langsung dengan negara lain.

Wilayah kerja PSO Bea Cukai Kupang memiliki posisi strategis karena menjadi penghubung pelayaran antarpulau sekaligus berdekatan dengan perbatasan Timor-Leste dan perairan Australia.

Kondisi tersebut membuat kawasan ini menjadi salah satu titik penting dalam pengawasan kepabeanan dan cukai di wilayah timur Indonesia.

Untuk memperkuat pengawasan, DJBC secara berkesinambungan melaksanakan Operasi Patroli Laut Terpadu Jaring Wallacea dengan dukungan Kapal Patroli BC 7002 dan BC 20010 yang dioperasikan PSO Bea Cukai Kupang.

Operasi tersebut mencakup wilayah perairan Bali, Nusa Tenggara Barat, Maumere, Atapupu hingga kawasan perbatasan Indonesia-Timor-Leste.

Pelaksanaan patroli menggunakan pendekatan berbasis targeting untuk meningkatkan ketepatan sasaran pemeriksaan sekaligus mengoptimalkan penggunaan sumber daya patroli.

Meski baru beroperasi efektif selama enam bulan terakhir, PSO Bea Cukai Kupang telah dipercaya mendukung pelaksanaan operasi tersebut secara berkelanjutan.

Pada periode 21 April hingga 15 Juni 2026, Operasi Patroli Laut Terpadu Jaring Wallacea dilaksanakan dalam empat periode operasi menggunakan dua armada patroli. Petugas memantau aktivitas pelayaran dan melakukan 12 pemeriksaan terhadap kapal niaga, kapal layar motor, serta kapal nelayan.

Dalam salah satu operasi pada 19 Mei hingga 1 Juni 2026 menggunakan Kapal Patroli BC 20010, petugas memantau 52 kapal dan perahu yang melintas di wilayah pengawasan serta memeriksa tiga sarana pengangkut.

Dari pemeriksaan tersebut tidak ditemukan pelanggaran di bidang kepabeanan maupun cukai. Hasil ini menunjukkan bahwa pengawasan Bea Cukai tidak semata-mata berorientasi pada penindakan, tetapi juga mengedepankan fungsi pencegahan melalui peningkatan kehadiran aparat di wilayah perairan strategis.

Purbaya menilai penguatan pengawasan laut perlu dilakukan secara berkelanjutan melalui peningkatan kapasitas personel dan pemanfaatan teknologi.

“Kita harus terus membangun kemampuan personel dan memperkuat penggunaan teknologi agar pengawasan semakin efektif serta mampu menjaga wilayah perairan Indonesia secara optimal,” tegas Purbaya.

Ke depan, DJBC akan terus memperkuat kapasitas pengawasan laut melalui modernisasi sarana operasi, peningkatan kompetensi personel, penguatan intelijen, serta kolaborasi dengan aparat penegak hukum dan instansi terkait.

Langkah tersebut diharapkan membuat pengawasan di wilayah perairan Indonesia semakin adaptif dan efektif dalam menghadapi tantangan penyelundupan yang terus berkembang.

Pada saat yang sama, penguatan pengawasan juga diarahkan untuk mendukung penerimaan negara dan menjaga stabilitas ekonomi nasional. (sw)

Shopee dan Tokopedia Hentikan PPh Pasal 22, Refund Dana Maksimal 30 September

IKPI, Jakarta: Shopee dan Tokopedia mulai memproses pengembalian Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 22 yang sempat dipungut dari penjual (seller) setelah Direktorat Jenderal Pajak (DJP) menunda pemberlakuan kebijakan pemungutan pajak melalui marketplace.

Kedua platform memastikan proses refund dilakukan secara otomatis tanpa memerlukan pengajuan dari penjual.

Shopee dalam pengumuman yang diterbitkan pada 8 Agustus 2026 menyatakan telah menghentikan sementara pemungutan PPh Pasal 22 sejak 6 Agustus 2026 pukul 00.00 WIB.

Langkah tersebut diambil sebagai tindak lanjut atas arahan DJP yang menunda implementasi kewajiban marketplace sebagai pemungut PPh Pasal 22.

Perusahaan menjelaskan dana pajak yang telah dipungut dari transaksi pada 1–5 Agustus 2026 akan dikembalikan melalui penyesuaian Saldo Penjual. Proses pengembalian dijadwalkan berlangsung secara bertahap mulai 14 Agustus hingga 30 September 2026.

“Pengembalian dilakukan secara otomatis dan bertahap melalui penyesuaian Saldo Penjual mulai 14 Agustus – 30 September 2026,” tulis Shopee dalam keterangannya, dikutip Minggu (9/8).

Shopee mengingatkan bahwa waktu pengembalian dapat berbeda pada setiap akun karena menyesuaikan proses penyelesaian transaksi, termasuk pengembalian barang maupun dana.

Setelah proses selesai, dana hasil penyesuaian dapat dilihat melalui menu Saldo Saya di Seller Centre maupun aplikasi Seller Centre Shopee.

Di sisi lain, Tokopedia juga menghentikan pemotongan PPh Pasal 22 sebesar 0,5% untuk transaksi penjual di platformnya. Penghentian tersebut berlaku mulai 6 Agustus 2026 pukul 17.00 WIB mengikuti arahan terbaru pemerintah.

Tokopedia menyatakan seluruh dana yang sebelumnya telah dipotong akan dikembalikan kepada penjual paling lambat pada 30 September 2026.

Proses pengembalian dilakukan secara otomatis sehingga penjual tidak perlu melakukan permohonan atau langkah administratif tambahan.

Perusahaan menambahkan waktu masuknya dana ke akun penjual dapat berbeda-beda bergantung pada proses pemrosesan internal.

Setelah selesai, penyesuaian dapat dilihat melalui akun maupun riwayat transaksi yang relevan.

Baik Shopee maupun Tokopedia menegaskan akan terus mengikuti kebijakan pemerintah dan menyesuaikan sistem mereka apabila terdapat arahan lebih lanjut dari otoritas perpajakan.

Sebelumnya, Direktorat Jenderal Pajak memutuskan menunda pemberlakuan pemungutan PPh Pasal 22 oleh marketplace hingga 31 Oktober 2026.

Dengan demikian, implementasi kebijakan yang semula dijadwalkan mulai Agustus diundur menjadi 1 November 2026. Pemerintah menegaskan penundaan tersebut hanya berkaitan dengan waktu pelaksanaan, sementara ketentuan pokok dalam kebijakan tetap berlaku. (sw)

Ketua IKPI Depok Kagum Kemariahan Gowes 2026, Ajak Anggota Ikut Meramaikan

IKPI, Jakarta: Ketua Ikatan Konsultan Pajak Indonesia (IKPI) Cabang Depok Hendra Damanik mengaku kagum melihat kemeriahan Gowes 2026 yang menjadi bagian dari rangkaian HUT ke-61 IKPI, Minggu (9/8/2026). Ia pun mengajak anggota IKPI Cabang Depok untuk turut mengambil bagian dalam berbagai kegiatan organisasi.

Hendra mengatakan, kemeriahan Gowes 2026 terlihat dari antusiasme peserta yang datang bukan hanya dari lingkungan IKPI, tetapi juga masyarakat umum. Kondisi tersebut membuat kegiatan bersepeda sejauh sekitar 25 kilometer itu terasa lebih semarak.

“Saya kagum melihat kemeriahan Gowes tahun ini. Pesertanya sangat beragam, bukan hanya anggota IKPI, tetapi juga banyak masyarakat umum. Suasananya sangat hidup dan penuh kebersamaan,” ujar Hendra.

Kekaguman tersebut juga menjadi alasan Hendra mengajak sejumlah pengurus dan anggota IKPI Cabang Depok untuk ikut hadir dan meramaikan kegiatan.

Menurutnya, kegiatan seperti Gowes memberikan kesempatan kepada anggota untuk menikmati aktivitas di luar rutinitas profesional sekaligus bertemu dengan rekan-rekan dari cabang lain.

“Saya mengajak teman-teman pengurus dan anggota Cabang Depok untuk ikut meramaikan. Sayang kalau kegiatan seperti ini dilewatkan. Kita bisa berolahraga, bersilaturahmi, dan bertemu dengan banyak teman dari berbagai cabang dalam suasana yang lebih santai,” katanya.

Hendra juga turut terlibat dalam pelaksanaan Gowes 2026 sebagai marshal, membantu menjaga ketertiban dan kelancaran rombongan selama perjalanan.

Gowes 2026 diikuti lebih dari 100 peserta. Sekitar 45 peserta merupakan anggota IKPI, sedangkan puluhan peserta lainnya berasal dari masyarakat umum.

Rombongan memulai perjalanan dari Kantor Pusat IKPI di Pejaten, Jakarta Selatan, kemudian transit di Gedung Pendidikan IKPI di Fatmawati, sebelum kembali ke Kantor Pusat IKPI sebagai titik finis. Total jarak yang ditempuh sekitar 25 kilometer.

Untuk mendukung keselamatan peserta, perjalanan rombongan juga mendapatkan pengawalan patwal kepolisian menggunakan sepeda motor besar.

Hendra menilai keterlibatan masyarakat umum memberikan warna tersendiri bagi kegiatan tersebut. Menurutnya, kegiatan olahraga dapat menjadi ruang pertemuan yang mempertemukan anggota organisasi dengan masyarakat dalam suasana yang lebih cair.

“Saya melihat masyarakat umum juga menikmati kegiatan ini. Ini yang membuat Gowes menjadi semakin menarik. Kita bisa berbaur dan menikmati kegiatan bersama tanpa sekat formalitas organisasi,” ujarnya.

Ia berharap kemeriahan Gowes 2026 dapat mendorong semakin banyak anggota untuk berpartisipasi dalam kegiatan-kegiatan organisasi berikutnya.

“Saya mengajak anggota, khususnya teman-teman di Cabang Depok, untuk ikut aktif dalam kegiatan organisasi. Tidak harus selalu dalam kegiatan formal. Kegiatan olahraga dan kebersamaan seperti ini juga penting untuk membangun hubungan yang semakin dekat antarsesama anggota,” kata Hendra. (bl)

Pengurus IKPI Palembang Hadir Meriahkan Gowes HUT ke-61 di Jakarta

IKPI, Jakarta: Semangat memeriahkan HUT ke-61 Ikatan Konsultan Pajak Indonesia (IKPI) turut datang dari Palembang. Ketua IKPI Cabang Palembang Susanti bersama sejumlah pengurus terbang langsung ke Jakarta untuk mengikuti dan memeriahkan Gowes IKPI 2026, Minggu (9/8/2026).

Kehadiran rombongan Palembang menjadi bukti antusiasme pengurus daerah untuk ikut ambil bagian dalam rangkaian perayaan HUT ke-61 IKPI yang tahun ini mengusung tema “Solid dalam Profesi, Sehat dalam Aksi.”

Susanti mengatakan, keputusan membawa sejumlah pengurus ke Jakarta dilakukan agar mereka dapat merasakan langsung suasana kebersamaan dalam perayaan HUT organisasi.

“Kami dari Palembang sengaja datang ke Jakarta untuk ikut memeriahkan Gowes HUT ke-61 IKPI. Ini kesempatan untuk bertemu langsung dengan teman-teman dari berbagai cabang sekaligus menikmati kebersamaan dalam suasana yang berbeda,” ujar Susanti.

Menurutnya, kegiatan seperti Gowes memiliki daya tarik tersendiri karena mempertemukan pengurus dan anggota IKPI dari berbagai daerah dalam satu kegiatan. Pertemuan tersebut juga menjadi kesempatan memperluas silaturahmi dan memperkuat hubungan antarcabang.

Tidak hanya pengurus IKPI Cabang Palembang, Ketua Departemen Advokasi dan Bantuan Hukum IKPI Andreas Budiman juga terbang langsung dari Palembang untuk mengikuti kegiatan tersebut.

Gowes IKPI 2026 diikuti lebih dari 100 peserta. Rombongan memulai perjalanan dari Kantor Pusat IKPI di Pejaten, Jakarta Selatan, kemudian transit di Gedung Pendidikan IKPI di Fatmawati, sebelum kembali ke Kantor Pusat IKPI sebagai titik finis. Total jarak yang ditempuh sekitar 25 kilometer.

Untuk menjaga keamanan dan kelancaran perjalanan, rombongan peserta juga mendapatkan pengawalan patwal kepolisian menggunakan sepeda motor besar.

Susanti mengaku senang dapat membawa semangat dari Palembang untuk bergabung bersama keluarga besar IKPI di Jakarta.

“Kami ingin menunjukkan bahwa meskipun berada di daerah, semangat untuk ikut merayakan HUT IKPI tetap sama. Ketika ada kegiatan nasional seperti ini, kami ingin hadir dan menjadi bagian dari kemeriahan bersama,” katanya.

Ia berharap kegiatan seperti Gowes dapat terus menjadi ruang yang mempertemukan anggota dari berbagai daerah.

“Semoga kebersamaan seperti ini terus terjaga. Kami pulang ke Palembang bukan hanya membawa pengalaman dari Gowes, tetapi juga membawa semangat kebersamaan untuk terus aktif dalam kegiatan IKPI,” kata Susanti. (bl)

Ketum Vaudy Starworld Tegaskan IKPI Harus Punya Peran Lebih Besar di Masyarakat

IKPI, Jakarta: Ketua Umum Ikatan Konsultan Pajak Indonesia (IKPI) Vaudy Starworld menegaskan organisasi profesi konsultan pajak harus memiliki peran yang lebih besar di tengah masyarakat. Menurutnya, keberadaan IKPI tidak cukup hanya terlihat dalam aktivitas yang berkaitan dengan profesi, tetapi juga perlu diwujudkan melalui berbagai kegiatan yang memberikan manfaat lebih luas.

Pesan tersebut disampaikan Vaudy saat membuka Gowes IKPI 2026 dalam rangkaian HUT ke-61 IKPI, Minggu (9/8/2026).

Menurut Vaudy, kegiatan olahraga seperti Gowes IKPI menjadi salah satu cara organisasi membangun interaksi yang lebih luas dengan masyarakat. Terlebih, kegiatan tersebut diikuti lebih dari 100 peserta dan mayoritas berasal dari masyarakat umum.

“IKPI tidak boleh hanya hadir ketika berbicara tentang profesi konsultan pajak. Kita juga harus hadir di tengah masyarakat. Karena itu, kegiatan seperti ini penting untuk membangun kedekatan dan menunjukkan bahwa organisasi profesi juga memiliki kepedulian terhadap lingkungan sosialnya,” ujar Vaudy.

Ia mengatakan, profesi konsultan pajak memiliki posisi yang dekat dengan aktivitas ekonomi masyarakat. Karena itu, keberadaan organisasi profesi juga perlu memberikan nilai tambah di luar ruang kerja profesional.

Vaudy menilai kegiatan organisasi dapat menjadi sarana untuk memperluas kontribusi tersebut. Bentuknya tidak harus selalu berupa kegiatan yang berkaitan langsung dengan perpajakan, tetapi dapat diwujudkan melalui kegiatan sosial, olahraga, pendidikan maupun aktivitas lain yang melibatkan masyarakat.

“Kita ingin keberadaan IKPI dirasakan. Bukan hanya oleh anggota, tetapi juga oleh masyarakat. Ketika masyarakat mengenal IKPI bukan hanya sebagai organisasi profesi, tetapi juga sebagai bagian dari masyarakat yang ikut berkontribusi, di situlah keberadaan organisasi menjadi lebih bermakna,” katanya.

Dari Profesi ke Kontribusi Sosial

Gowes IKPI 2026 menjadi salah satu contoh keterlibatan publik dalam rangkaian HUT ke-61 IKPI. Kegiatan tersebut menempuh rute sekitar 25 kilometer, dengan start dari Kantor Pusat IKPI di Pejaten, transit di Gedung Pendidikan IKPI Fatmawati, dan kembali finis di Kantor Pusat IKPI.

Dari lebih dari 100 peserta, sekitar 40 persen peserta merupakan anggota IKPI, sedangkan 60 persen lainnya berasal dari masyarakat umum.

Bagi Vaudy, komposisi peserta tersebut menunjukkan adanya ruang interaksi yang dapat terus dikembangkan antara organisasi profesi dengan masyarakat.

“Kita ingin membuka ruang yang lebih luas. Masyarakat bisa mengenal IKPI, sementara anggota juga bisa berinteraksi dengan masyarakat dalam suasana yang berbeda. Ini bagian dari bagaimana kita membangun organisasi yang lebih terbuka dan dekat dengan lingkungan sosialnya,” ujarnya.

Vaudy menambahkan, keterlibatan masyarakat juga sejalan dengan semangat peringatan HUT ke-61 IKPI yang tidak hanya diisi dengan satu kegiatan.

Sepanjang rangkaian HUT, IKPI menggelar berbagai kegiatan, antara lain Jalan Sehat Serentak IKPI 2026 yang diselenggarakan oleh 47 Cabang IKPI di 32 kota dan diikuti sekitar lebih dari 9.000 peserta. Namun demikian, dari jumlah tersebut sekitar lima cabang belum melaksanakan kegiatan Jalan Sehat Serentak.

Selain itu, terdapat kegiatan donor darah, golf, serta Lomba Cerdas Cermat (LCC) yang melibatkan pelajar dan mahasiswa. LCC HUT ke-61 IKPI mencatat 693 peserta, terdiri atas 503 peserta perguruan tinggi dan 190 peserta SMA/SMK.

Menurut Vaudy, keberagaman kegiatan tersebut memperlihatkan bahwa organisasi profesi memiliki banyak ruang untuk memberikan kontribusi.

“Ada olahraga, ada kegiatan sosial, ada pendidikan. Semua itu merupakan bagian dari upaya kita untuk membangun hubungan yang lebih luas dengan masyarakat. IKPI harus terus bergerak dan melihat kebutuhan di sekitarnya,” katanya.

61 Tahun IKPI dan Tantangan ke Depan

Memasuki usia 61 tahun, Vaudy mengatakan IKPI memiliki tanggung jawab untuk terus menjaga profesionalisme anggotanya sekaligus memperluas kontribusi organisasi.

Ia menilai perjalanan panjang organisasi harus diikuti dengan kemampuan untuk membaca perubahan dan kebutuhan masyarakat.

“61 tahun adalah perjalanan yang panjang. Tetapi usia organisasi bukan hanya soal berapa lama kita berdiri. Yang lebih penting adalah apa yang bisa kita berikan dan bagaimana kita tetap relevan bagi masyarakat dan profesi yang kita naungi,” ujar Vaudy.

Rangkaian HUT ke-61 IKPI selanjutnya akan berlanjut menuju perayaan puncak pada 26–27 Agustus 2026 di Pullman Central Park, Jakarta.

Vaudy menegaskan, momentum ulang tahun organisasi harus menjadi kesempatan untuk memperkuat kontribusi IKPI, baik dalam pengembangan profesi maupun dalam kehidupan masyarakat secara lebih luas.

“Kami ingin IKPI terus tumbuh bukan hanya secara organisasi, tetapi juga dalam manfaatnya. Semakin besar organisasi, semakin besar pula tanggung jawabnya untuk memberikan kontribusi kepada masyarakat,” kata Vaudy. (bl)

Gowes HUT ke-61 IKPI Diminati Masyarakat Umum, Panitia Sampaikan Terima Kasih kepada Peserta dan Sponsor

IKPI, Jakarta: Gowes IKPI 2026 dalam rangka memperingati HUT ke-61 Ikatan Konsultan Pajak Indonesia (IKPI) mendapat sambutan positif dari masyarakat umum. Dari lebih dari 100 peserta yang mengikuti kegiatan tersebut, sekitar 60 persen di antaranya berasal dari masyarakat umum, sementara 40 persen lainnya merupakan anggota IKPI.

Kegiatan yang mengusung tema “Solid dalam Profesi, Sehat dalam Aksi” itu digelar Minggu (9/8/2026), dengan titik start dan finis di Kantor Pusat IKPI, Pejaten, Jakarta Selatan. Gowes dibuka Ketua Umum IKPI Vaudy Starworld dan menempuh jarak sekitar 25 kilometer.

Koordinator Gowes HUT ke-61 IKPI, Denny Kurniawan, mengatakan sejak awal panitia memang ingin menghadirkan kegiatan yang tidak hanya diperuntukkan bagi anggota IKPI, tetapi juga dapat dinikmati masyarakat luas.

“Kami sejak awal tidak ingin Gowes IKPI hanya menjadi kegiatan internal. Kami ingin membuatnya menjadi kegiatan yang bisa diikuti siapa saja, termasuk masyarakat umum,” ujar Denny seusai pelaksanaan Gowes di Kantor Pusat IKPI Pejaten, Jakarta Selatan, Minggu (9/8/2026).

Menurut Denny, jumlah peserta dari masyarakat umum yang mencapai sekitar 60 persen menjadi hal yang membanggakan bagi panitia. Komposisi tersebut menunjukkan Gowes IKPI mendapat perhatian dari kalangan di luar organisasi profesi konsultan pajak.

“Ketika mayoritas peserta justru berasal dari masyarakat umum, bagi kami itu menjadi kebanggaan. Artinya, Gowes IKPI bisa diterima sebagai kegiatan bersama dan tidak lagi dipandang hanya sebagai agenda organisasi profesi,” katanya.

Tempuh Rute 25 Kilometer

Gowes IKPI 2026 dimulai dari Kantor Pusat IKPI di Pejaten. Rombongan kemudian bergerak menuju Gedung Pendidikan IKPI di Fatmawati untuk transit sebelum melanjutkan perjalanan dan kembali ke Kantor Pusat IKPI sebagai titik finis.

Total jarak yang ditempuh peserta sekitar 25 kilometer.

Untuk menjaga keamanan dan kelancaran perjalanan, rombongan peserta mendapatkan pengawalan patwal kepolisian menggunakan sepeda motor besar.

“Kami ingin peserta bisa menikmati perjalanan dengan nyaman. Karena itu, aspek keamanan dan kelancaran rute menjadi bagian yang kami perhatikan sejak persiapan,” ujar Denny.

Panitia juga menyiapkan sejumlah fasilitas bagi peserta, antara lain jersey eksklusif HUT ke-61 IKPI, nomor peserta dan refreshment.

Selain itu, peserta berkesempatan memperoleh berbagai hadiah melalui doorprize. Sejumlah hadiah utama yang disediakan panitia antara lain sepeda Polygon Strattos F3, Polygon Urbano 3 dan Smart TV.

Denny mengatakan seluruh rangkaian persiapan tersebut dilakukan agar peserta tidak sekadar mengikuti kegiatan bersepeda, tetapi juga mendapatkan pengalaman yang menyenangkan selama mengikuti Gowes IKPI 2026.

Apresiasi Peserta dan Sponsor

Atas terlaksananya kegiatan tersebut, Denny menyampaikan terima kasih kepada seluruh peserta yang telah ambil bagian, khususnya masyarakat umum yang turut meramaikan Gowes HUT ke-61 IKPI.

“Terima kasih kepada seluruh peserta yang sudah hadir dan ikut meramaikan Gowes IKPI. Kami sangat mengapresiasi antusiasme masyarakat umum yang ikut bergabung bersama keluarga besar IKPI,” katanya.

Apresiasi juga disampaikan kepada pihak-pihak yang mendukung penyelenggaraan kegiatan, termasuk para sponsor dan mitra yang turut membantu menyediakan berbagai kebutuhan kegiatan maupun hadiah bagi peserta.

Menurut Denny, dukungan tersebut menjadi bagian penting dalam terselenggaranya Gowes IKPI 2026.

“Kami juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh sponsor dan pihak yang telah mendukung kegiatan ini. Dukungan mereka sangat berarti sehingga Gowes IKPI 2026 dapat terlaksana dengan baik,” ujarnya.

Denny menilai keterlibatan masyarakat umum dan dukungan berbagai pihak membuat Gowes HUT ke-61 IKPI tidak hanya menjadi agenda olahraga internal organisasi.

“Profesi konsultan pajak memang identik dengan aktivitas profesional, tetapi kami juga ingin menunjukkan bahwa IKPI memiliki ruang untuk berinteraksi dengan masyarakat melalui kegiatan yang positif. Gowes menjadi salah satu medium yang tepat untuk itu,” katanya.

Ia berharap pengalaman positif yang diperoleh peserta selama mengikuti Gowes IKPI 2026 menjadi bagian dari kesan terhadap rangkaian peringatan HUT ke-61 IKPI.

“Bagi kami, pekerjaan belum selesai ketika peserta sampai di garis finis. Yang lebih penting adalah bagaimana kegiatan ini meninggalkan pengalaman positif bagi mereka. Kalau peserta pulang dengan cerita yang baik tentang Gowes IKPI, berarti apa yang kami rancang sudah mencapai tujuan,” pungkas Denny. (bl)

Waketum IKPI Tegaskan Anggota Jangan Hanya Aktif di Ruang Profesi, Harus Hadir dalam Kegiatan Organisasi

IKPI, Jakarta: Wakil Ketua Umum Ikatan Konsultan Pajak Indonesia (IKPI) Nuryadin Rahman mengingatkan anggota agar tidak hanya aktif dalam menjalankan profesi, tetapi juga mengambil bagian dalam berbagai kegiatan organisasi. Menurutnya, keterlibatan anggota menjadi salah satu kekuatan penting dalam menjaga kehidupan organisasi.

Pesan tersebut disampaikan Nuryadin di sela kegiatan Gowes IKPI 2026 yang menjadi bagian dari rangkaian HUT ke-61 IKPI, Minggu (9/8/2026).

Jangan hanya aktif di ruang profesi. Anggota juga harus hadir dalam kegiatan organisasi. Karena organisasi ini hidup kalau anggotanya ikut bergerak, ikut berpartisipasi dan ikut merasakan kegiatan yang diselenggarakan bersama,” ujar Nuryadin.

Menurut dia, kegiatan organisasi tidak selalu harus berkaitan langsung dengan persoalan teknis profesi konsultan pajak. Aktivitas seperti olahraga, kegiatan sosial maupun agenda kebersamaan justru memberikan ruang bagi anggota untuk membangun hubungan yang lebih dekat di luar rutinitas profesional.

Nuryadin menilai kehadiran anggota dalam kegiatan organisasi juga penting untuk menjaga hubungan antarsesama anggota IKPI yang tersebar di berbagai wilayah.

Kita sehari-hari mungkin sibuk dengan pekerjaan masing-masing. Ada yang bertemu dalam forum profesi, ada yang berkomunikasi karena urusan pekerjaan. Tetapi melalui kegiatan seperti ini kita bisa bertemu dalam suasana yang lebih santai, saling mengenal dan membangun kebersamaan,” katanya.

Gowes IKPI 2026 sendiri diikuti lebih dari 100 peserta, dengan sekitar 45 peserta merupakan anggota IKPI dan puluhan lainnya berasal dari masyarakat umum.

Rombongan memulai perjalanan dari Kantor Pusat IKPI di Pejaten, Jakarta Selatan, kemudian transit di Gedung Pendidikan IKPI di Fatmawati, sebelum kembali ke Kantor Pusat IKPI sebagai titik finis. Rute yang ditempuh sekitar 25 kilometer.

Untuk mendukung keamanan peserta, rombongan selama perjalanan mendapatkan pengawalan patwal kepolisian menggunakan sepeda motor besar.

Nuryadin mengatakan kegiatan bersama seperti Gowes juga menjadi kesempatan bagi anggota untuk menunjukkan bahwa organisasi profesi memiliki kehidupan yang dinamis dan tidak hanya berkutat pada agenda formal.

Kita ingin organisasi ini benar-benar terasa sebagai rumah bersama. Karena itu, kehadiran anggota dalam kegiatan organisasi penting. Tidak harus selalu dalam kegiatan yang serius atau formal. Olahraga bersama pun bisa menjadi bagian dari cara kita memperkuat hubungan sebagai keluarga besar IKPI,” ujarnya.

Keterlibatan Anggota Jadi Kekuatan Organisasi

Nuryadin menambahkan, usia IKPI yang telah mencapai 61 tahun merupakan hasil dari perjalanan panjang yang tidak mungkin dilepaskan dari peran dan keterlibatan para anggotanya.

Karena itu, menurut dia, keberlanjutan organisasi tidak hanya menjadi tanggung jawab pengurus. Anggota juga memiliki ruang untuk mengambil bagian dalam berbagai kegiatan yang diselenggarakan organisasi.

Organisasi bukan hanya milik pengurus. Anggota juga bagian penting dari organisasi. Jadi mari kita sama-sama menghidupkan organisasi dengan hadir, berpartisipasi dan memberikan kontribusi sesuai dengan kemampuan masing-masing,” katanya.

Gowes IKPI 2026 menjadi salah satu dari rangkaian kegiatan HUT ke-61 IKPI. Sebelumnya, IKPI menggelar Jalan Sehat Serentak IKPI 2026 yang diselenggarakan oleh 47 Cabang IKPI di 32 kota dan diikuti lebih dari 9.000 peserta. Namun dari jumlah tersebut, lima cabang baru akan melaksanakan kegiatan tersebut.

Rangkaian HUT juga mencakup donor darah, golf, serta Lomba Cerdas Cermat (LCC) yang melibatkan generasi muda. LCC HUT ke-61 IKPI diikuti 693 peserta, terdiri dari 503 peserta perguruan tinggi dan 190 peserta SMA/SMK.

Menurut Nuryadin, keberagaman kegiatan tersebut memberikan banyak pilihan bagi anggota untuk terlibat sesuai dengan minat dan kemampuannya.

Tidak semua orang harus mengikuti kegiatan yang sama. Tetapi yang penting ada kemauan untuk hadir dan berpartisipasi. Kalau anggota bergerak bersama, organisasi juga akan semakin hidup,” pungkasnya. (bl)

Gowes HUT ke-61 IKPI Tembus Ruang Publik, Novalina: Ini Bukan Sekadar Perayaan Organisasi

Jakarta: Ikatan Konsultan Pajak Indonesia (IKPI) membawa peringatan HUT ke-61 ke ruang publik melalui Gowes IKPI 2026, Minggu (9/8/2026). Lebih dari 100 peserta mengikuti kegiatan bersepeda sejauh sekitar 25 kilometer yang tidak hanya melibatkan anggota IKPI, tetapi juga didominasi masyarakat umum.

Ketua Panitia HUT ke-61 IKPI Novalina Magdalena mengatakan keterlibatan masyarakat umum menjadi bagian penting dalam penyelenggaraan rangkaian HUT tahun ini. Menurutnya, kegiatan organisasi profesi tidak harus selalu berlangsung dalam ruang formal, tetapi dapat dikemas melalui aktivitas yang bersentuhan langsung dengan masyarakat.

Gowes ini menjadi salah satu cara kami membawa semangat HUT ke-61 IKPI lebih dekat dengan masyarakat. Pesertanya bukan hanya anggota IKPI, tetapi juga masyarakat umum. Jadi ada ruang pertemuan antara organisasi profesi dengan masyarakat melalui kegiatan yang sehat dan positif,” ujar Novalina.

Gowes IKPI 2026 mengusung tema “Solid dalam Profesi, Sehat dalam Aksi”. Kegiatan dibuka Ketua Umum IKPI Vaudy Starworld dan mengambil titik start dari Kantor Pusat IKPI di Pejaten, Jakarta Selatan.

Rombongan kemudian bergerak menuju Gedung Pendidikan IKPI di Fatmawati untuk transit sebelum melanjutkan perjalanan kembali ke Kantor Pusat IKPI sebagai titik finis. Total rute yang ditempuh sekitar 25 kilometer.

Dari lebih dari 100 peserta, sekitar 40 persen merupakan anggota IKPI, sementara 60 persen lainnya berasal dari masyarakat umum. Untuk menjaga keamanan selama perjalanan, rombongan mendapat pengawalan patwal kepolisian menggunakan sepeda motor besar.

Novalina mengatakan karakter peserta yang beragam tersebut menjadi gambaran bahwa perayaan HUT IKPI tidak hanya dapat dinikmati oleh kalangan internal organisasi.

Kami ingin rangkaian HUT ke-61 ini memiliki ruang yang lebih luas. Ada kegiatan untuk anggota, ada yang melibatkan masyarakat, ada pula yang menyentuh kalangan pelajar dan mahasiswa. Semuanya kami tempatkan sebagai bagian dari perjalanan IKPI di usia 61 tahun,” katanya.

Bukan Hanya Gowes

Gowes hanya salah satu bagian dari rangkaian panjang HUT ke-61 IKPI. Sebelumnya, organisasi yang menaungi profesi konsultan pajak tersebut menggelar Jalan Sehat Serentak IKPI 2026 yang dilaksanakan oleh 47 Cabang IKPI di 32 kota dan melibatkan lebih dari 9.000 peserta.

“Dari 47 cabang tersebut, masih 5 cabang yang akan melaksanakan Jalan Sehat Serentak, sedangkan 42 cabang lainnya sudah melaksanakan, kata Novalina.

Rangkaian kegiatan juga menyentuh aspek sosial melalui donor darah yang dilaksanakan sejumlah cabang IKPI.

Sementara untuk menjangkau generasi muda, IKPI menggelar Lomba Cerdas Cermat HUT ke-61 IKPI. Kompetisi tersebut diikuti 693 peserta, terdiri atas 503 peserta dari perguruan tinggi dan 190 peserta SMA/SMK.

Menurut Novalina, keberagaman kegiatan tersebut menjadi pilihan panitia untuk menghadirkan perayaan HUT yang tidak monoton.

Kami tidak ingin HUT hanya diisi dengan satu jenis kegiatan. Karena itu ada olahraga, kegiatan sosial, dan kegiatan yang melibatkan dunia pendidikan. Pesertanya pun beragam, dari anggota IKPI sampai masyarakat umum dan generasi muda,” ujarnya.

Ia menambahkan, rangkaian tersebut akan bermuara pada perayaan puncak HUT ke-61 IKPI pada 27 Agustus 2026 di Pullman Central Park, Jakarta.

Bagi Novalina, perjalanan 61 tahun IKPI merupakan momentum untuk mempertemukan pengalaman organisasi dengan kebutuhan profesi dan dinamika masyarakat yang terus berkembang.

Memasuki usia 61 tahun, kami ingin merayakannya dengan cara yang bisa melibatkan lebih banyak orang. HUT bukan hanya tentang melihat perjalanan ke belakang, tetapi juga bagaimana seluruh rangkaian kegiatan dapat menjadi bagian dari perjalanan IKPI ke depan,” pungkasnya. (bl)

en_US