Ketua IKPI Denpasar Ajak Anggota Jalani Hidup Sepenuh Hati dalam Profesi dan Kehidupan

IKPI, Bali: Ketua Ikatan Konsultan Pajak Indonesia (IKPI) Cabang Denpasar Made Sujana mengajak seluruh anggota IKPI menjalani kehidupan dan profesi dengan penuh ketulusan, tanggung jawab, serta keseimbangan hidup sebagaimana makna Hari Raya Nyepi.

Ajakan tersebut disampaikan Made Sujana dalam Perayaan Dharma Santhi Nasional IKPI 2026 di UC Silver Gold, Gianyar, Bali, Sabtu (16/5/2026).

Dalam sambutannya, Made Sujana menyampaikan rasa syukur karena keluarga besar IKPI dapat berkumpul dalam suasana damai dan penuh kebersamaan setelah melewati rangkaian Hari Suci Nyepi.

Menurutnya, momentum Dharma Santhi menjadi ruang untuk mempererat silaturahmi sekaligus memperkuat semangat introspeksi diri setelah menjalani Catur Brata Penyepian.

“Hari ini melalui momentum Dharma Santhi, kita berkumpul untuk saling memaafkan, mempererat tali silaturahmi, dan menyatukan visi ke depan,” ujar Made.

Ia mengatakan tema Dharma Santhi tahun ini, “Menjalani Hidup Sepenuh Hati”, bukan sekadar slogan seremonial, melainkan refleksi nyata dari nilai-nilai Nyepi yang perlu diterapkan dalam kehidupan sehari-hari maupun dunia kerja.

Menurutnya, menjalani hidup sepenuh hati berarti menjalankan kewajiban dengan penuh tanggung jawab, ketulusan, dan kesadaran.

“Menjalani hidup sepenuh hati berarti menjalankan setiap swadharma dengan keikhlasan, fokus memberikan yang terbaik hari ini, serta menjaga keseimbangan hubungan dengan sesama, alam, dan Tuhan,” katanya.

Made juga menyinggung konsep Tri Hita Karana yang menurutnya penting diterapkan dalam kehidupan organisasi maupun profesi konsultan pajak. Ia menilai keharmonisan dengan sesama dan lingkungan akan menciptakan energi positif dalam bekerja dan berorganisasi.

Dalam kesempatan itu, Made Sujana turut mengapresiasi kehadiran Ketua Umum IKPI Vaudy Starworld yang dinilainya selalu menyempatkan hadir dalam kegiatan Dharma Santhi IKPI sejak sebelum menjabat hingga menjadi ketua umum.

“Setiap Dharma Santhi beliau selalu hadir. Terima kasih kepada Pak Vaudy Starworld atas perhatian dan dukungannya kepada keluarga besar IKPI,” ujarnya.

Ia juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh panitia, pengurus cabang, dan anggota IKPI yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut.

Menurut Made, kehadiran ratusan anggota dan keluarga menjadi bukti kuatnya semangat kebersamaan serta soliditas di lingkungan IKPI.

“Semoga Dharma Santhi ini terus menjadi simbol toleransi, persaudaraan, dan kebersamaan dalam keluarga besar IKPI,” katanya. (bl)

Ketua IKPI Buleleng Apresiasi Dharma Santhi Jadi Ruang Refleksi Konsultan Pajak

IKPI, Bali: Ketua Ikatan Konsultan Pajak Indonesia (IKPI) Cabang Buleleng I Made Susila Darma mengapresiasi pelaksanaan Dharma Santhi Nasional IKPI 2026 yang dinilai mampu menjadi ruang silaturahmi sekaligus refleksi diri bagi para konsultan pajak.

Hal itu disampaikan I Made Susila Darma dalam kegiatan Dharma Santhi Nasional IKPI 2026 di UC Silver Gold, Gianyar, Bali, Sabtu (16/5/2026).

Menurutnya, kegiatan Dharma Santhi tidak hanya memiliki nilai spiritual dan budaya, tetapi juga memberi dampak positif bagi kehidupan profesional anggota IKPI yang sehari-hari menghadapi rutinitas dan tekanan pekerjaan.

“Saya sangat mengapresiasi kegiatan ini karena sudah berjalan dengan baik, menjadi ruang silaturahmi antaranggota, sekaligus merefleksikan diri dan mencerahkan pikiran untuk menjalani rutinitas pekerjaan sebagai konsultan pajak,” ujarnya.

Ia mengatakan profesi konsultan pajak membutuhkan keseimbangan antara kemampuan teknis dan ketenangan batin agar dapat menjalankan pekerjaan secara profesional dan bijaksana.

Menurutnya, momentum Dharma Santhi menjadi pengingat penting bahwa kehidupan profesional juga perlu diimbangi dengan introspeksi diri dan keharmonisan hubungan sosial.

Ia menilai suasana kebersamaan yang tercipta dalam kegiatan tersebut juga memperkuat solidaritas antaranggota IKPI dari berbagai daerah di Indonesia.

“Melalui kegiatan seperti ini, rasa persaudaraan dan kebersamaan di lingkungan IKPI semakin kuat,” katanya.

Ia juga mengapresiasi tema “Menjalani Hidup Dengan Sepenuh Hati” yang dinilainya relevan dengan tantangan profesi konsultan pajak saat ini.

Menurutnya, tema tersebut mengajak anggota IKPI untuk menjalani profesi dengan penuh ketulusan, keseimbangan hidup, dan semangat positif. (bl)

I Kadek Sumadi: Dharma Santhi IKPI Jadi Penyeimbang di Tengah Tekanan Profesi Konsultan Pajak

IKPI, Bali: Dewan Kehormatan Ikatan Konsultan Pajak Indonesia (IKPI) I Kadek Sumadi menilai Perayaan Dharma Santhi IKPI Denpasar memiliki makna mendalam, bukan hanya sebagai kegiatan keagamaan, tetapi juga momentum mempererat persaudaraan di tengah tingginya dinamika profesi konsultan pajak.

Hal itu disampaikan Kadek Sumadi dalam Perayaan Dharma Santhi Nasional IKPI 2026 di UC Silver Gold, Gianyar, Bali, Sabtu (16/5/2026).

Menurutnya, tema “Menjalani Hidup Dengan Sepenuh Hati” sangat relevan bagi profesi konsultan pajak yang sehari-hari menghadapi tekanan pekerjaan, tenggat waktu, sengketa perpajakan, hingga perubahan regulasi yang cepat.

“Profesi konsultan pajak sering menghadapi tekanan, deadline, sengketa, dan dinamika regulasi yang sangat cepat. Tema ini mengingatkan bahwa hidup tidak hanya soal pekerjaan dan target,” ujar Kadek.

Ia mengatakan konsultan pajak juga perlu menjaga keseimbangan batin, hubungan sosial, dan ketenangan pikiran agar tetap mampu menjalankan profesi secara sehat dan profesional.

Menurut Kadek, Dharma Santhi menjadi ruang refleksi penting untuk mengembalikan harmoni di tengah kesibukan dunia kerja.

Ia juga mengapresiasi kehadiran budayawan Bali I Wayan Nardayana atau Dalang Cenk Blonk sebagai narasumber dalam kegiatan tersebut.

“Beliau dikenal mampu menyampaikan nilai-nilai kehidupan dengan ringan, humanis, tetapi tetap penuh makna budaya Bali,” katanya.

Selain itu, Kadek menilai nuansa inklusif dalam Dharma Santhi IKPI menjadi salah satu kekuatan utama kegiatan tersebut. Ia menyebut kehadiran peserta dari berbagai latar belakang agama dan daerah menunjukkan kuatnya semangat toleransi di lingkungan IKPI.

“Dharma Santhi menjadi ruang memperkuat toleransi, mempererat kebersamaan, menjaga harmoni organisasi, dan membangun energi positif antaranggota IKPI,” ujarnya.

Secara filosofis, menurut Kadek, Dharma Santhi memang memiliki makna saling memaafkan, mempererat persaudaraan, dan memperkuat keharmonisan setelah Hari Raya Nyepi.

Ia menambahkan pelaksanaan kegiatan di Bali semakin memperkuat nuansa spiritual dan nilai budaya lokal yang sarat pesan harmoni kehidupan.

“Bali dikenal dengan konsep Tri Hita Karana dan Tat Twam Asi yang mengajarkan keseimbangan hubungan manusia dengan Tuhan, sesama, dan alam,” katanya. (bl)

Di Perayaan Dharma Santhi, Ketum Vaudy Starworld Tegaskan Konsultan Pajak Bukan Sekadar Pintar, Integritas Jadi Pegangan

IKPI, Bali: Ketua Umum Ikatan Konsultan Pajak Indonesia (IKPI) Vaudy Starworld menegaskan profesi konsultan pajak tidak cukup hanya mengandalkan kecerdasan dan kemampuan teknis, tetapi juga harus ditopang integritas serta tanggung jawab moral yang kuat.

Pesan itu disampaikan Vaudy saat membuka Perayaan Dharma Santhi Nasional IKPI 2026 dalam rangka Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1948 di UC Silver Gold, Gianyar, Bali, Sabtu (16/5/2026).

Menurut Vaudy, Hari Raya Nyepi bukan sekadar tradisi keagamaan, tetapi momentum untuk melakukan introspeksi diri, membersihkan pikiran dan tindakan, serta memperbaiki hubungan dengan Tuhan, sesama manusia, dan alam semesta.

Ia mengatakan nilai-nilai dalam Catur Brata Penyepian memiliki makna universal yang dapat diterapkan dalam kehidupan profesional, termasuk di bidang perpajakan.

“Nilai menahan diri, menjaga integritas, mengendalikan ego, dan membangun keseimbangan hidup sangat relevan dengan profesi konsultan pajak,” ujar Vaudy.

Ia menegaskan profesi konsultan pajak membutuhkan kejujuran, kehati-hatian, tanggung jawab, dan etika profesi yang tinggi. Karena itu, menurutnya, anggota IKPI harus terus menjaga moralitas dan integritas dalam menjalankan profesi.

“Profesi ini harus dijalankan dengan hati nurani dan tanggung jawab moral. Kompetensi penting, tetapi integritas adalah fondasi utama,” katanya.

Dalam sambutannya, Vaudy turut menyoroti pentingnya menjaga harmoni di tengah keberagaman anggota IKPI yang berasal dari berbagai latar belakang agama, budaya, dan daerah. Ia menyebut semangat Dharma Santhi harus menjadi sarana memperkuat toleransi dan persaudaraan di lingkungan organisasi.

Selain itu, Vaudy menilai filosofi Bali Tri Hita Karana dapat menjadi inspirasi dalam membangun organisasi profesi yang sehat dan dipercaya masyarakat. Filosofi tersebut menekankan harmoni dengan Tuhan, sesama manusia, dan lingkungan.

“IKPI harus menjadi organisasi profesi yang tidak hanya unggul secara intelektual, tetapi juga luhur secara moral dan spiritual,” tegasnya. (bl)

Ketua IKPI Mataram Tegaskan Profesi Konsultan Pajak Harus Dijaga dengan Kejujuran

IKPI, Bali: Ketua Ikatan Konsultan Pajak Indonesia (IKPI) Cabang Mataram Ida Bagus Suadmaya menegaskan profesi konsultan pajak harus dijalankan dengan menjunjung tinggi kejujuran, kepatuhan, dan rasa keadilan.

Hal itu disampaikan Ida Bagus dalam Perayaan Dharma Santhi Nasional IKPI 2026 dalam rangka Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1948 di UC Silver Gold, Gianyar, Bali, Sabtu (16/5/2026).

Menurutnya, profesionalisme di bidang perpajakan tidak dapat dipisahkan dari nilai-nilai spiritualitas dan kearifan lokal yang menjadi pedoman dalam kehidupan sehari-hari.

“Perayaan Dharma Santhi ini mencerminkan bahwa profesionalisme di bidang perpajakan tidak lepas dari nilai-nilai spiritualitas dan kearifan lokal,” ujar Ida Bagus.

Ia mengatakan makna Hari Suci Nyepi tidak hanya menjadi refleksi kehidupan pribadi, tetapi juga dapat diterapkan dalam dunia kerja, khususnya bagi profesi konsultan pajak yang memiliki tanggung jawab besar.

Menurutnya, nilai kesucian pikiran, perkataan, dan perbuatan yang diajarkan dalam Hari Raya Nyepi perlu diimplementasikan dalam praktik profesi sehari-hari.

“Kesucian pikiran, perkataan, dan perbuatan yang kita maknai dari Hari Suci Nyepi diharapkan mampu diimplementasikan dalam dunia kerja dengan menjunjung tinggi kejujuran, kepatuhan, dan keadilan,” katanya.

Ida Bagus juga menilai Dharma Santhi menjadi momentum penting untuk mempererat hubungan antaranggota IKPI dari berbagai daerah dan latar belakang.

Ia berharap kegiatan Dharma Santhi dapat terus dilaksanakan setiap tahun sebagai wadah silaturahmi sekaligus simbol kuatnya toleransi di lingkungan IKPI.

“Semoga kegiatan ini bisa dilaksanakan setiap tahun sebagai wadah silaturahmi antaranggota IKPI dan simbol toleransi yang kuat di IKPI,” ujarnya. (bl)

Airlangga Bawa Pulang Kesepakatan Bisnis Rp 7 Triliun dari Belarus

IKPI, Jakarta: Pemerintah Indonesia dan Belarus memperkuat kerja sama ekonomi bilateral melalui penandatanganan Agreed Minutes Sidang Komisi Bersama (SKB) ke-8 Indonesia–Belarus Bidang Kerja Sama Ekonomi serta sejumlah nota kesepahaman (MoU) antarpelaku usaha senilai total Rp 7 triliun di Minsk, Belarus, Jumat (15/5).

Agreed Minutes SKB ke-8 Indonesia–Belarus ditandatangani Menteri Koordinator Bidang Perekonomian RI Airlangga Hartarto dan Deputi Perdana Menteri Belarus Viktor Karankevich. Kesepakatan tersebut menjadi landasan kedua negara untuk memperkuat implementasi kerja sama ekonomi yang telah dibahas dalam rangkaian sidang komisi bersama.

Dalam pertemuan tersebut, kedua negara membahas berbagai sektor strategis mulai dari perdagangan, investasi, industri, pertanian dan ketahanan pangan, kehutanan, perbankan, kesehatan, pendidikan, ilmu pengetahuan dan teknologi, budaya, olahraga, hingga pariwisata.

Airlangga mengatakan Agreed Minutes tersebut diharapkan menjadi instrumen penting untuk mempercepat implementasi berbagai kesepahaman menjadi proyek nyata yang dapat memberikan dampak langsung terhadap hubungan ekonomi kedua negara.

“Kesepahaman yang telah dicapai dalam SKB ini harus dapat diterjemahkan menjadi langkah konkret yang memberikan dampak langsung bagi peningkatan hubungan ekonomi Indonesia dan Belarus,” ujar Airlangga dalam keterangannya, Sabtu (16/5).

Sementara itu, Viktor Karankevich menegaskan komitmen Belarus untuk memperdalam kerja sama dengan Indonesia, terutama pada sektor industri, pertanian, dan teknologi. Belarus juga membuka peluang kolaborasi yang lebih luas bagi dunia usaha kedua negara.

Pada kesempatan yang sama, turut ditandatangani lima MoU antarpelaku usaha Indonesia dan Belarus dengan total nilai mencapai Rp 7 triliun.

Kesepakatan tersebut meliputi MoU antara PT Pupuk Indonesia (Persero) dengan Nedra Nezhin, kemudian MoU antara PT Indonesia Belarus Jaya dengan OJSC Minsk Dairy Plant No. 1, Energi Complekt, OJSC Dolomite, dan Belindo Trade.

Penandatanganan sejumlah kerja sama bisnis tersebut diharapkan dapat memperluas hubungan perdagangan dan investasi kedua negara sekaligus memperkuat keterlibatan sektor swasta dalam mendukung hubungan ekonomi Indonesia dan Belarus. (ds)

Danantara Ungkap Alasan Belum Sampaikan Laporan Keuangan ke Publik

IKPI, Jakarta: Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) menjelaskan alasan belum disampaikannya laporan keuangan perdana kepada publik.

Danantara menyebut saat ini masih berlangsung proses konsolidasi dan audit laporan keuangan sejumlah BUMN yang berada dalam cakupan pengelolaannya.

Dalam pengumuman resminya, Danantara menegaskan bahwa lembaga tersebut merupakan badan sui generis yang dibentuk berdasarkan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2025 sebagaimana diubah dengan Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2025 beserta aturan turunannya.

Karena itu, mekanisme pelaporan dan tata kelola keuangan Danantara mengacu pada kerangka hukum tersebut.

“Danantara Indonesia senantiasa berkomitmen terhadap prinsip transparansi, akuntabilitas, dan keterbukaan laporan keuangan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku,” tulis Danantara, dikutip Sabtu (16/5).

Danantara menjelaskan, saat ini pihaknya tengah melakukan proses konsolidasi dan perampungan audit laporan keuangan entitas-entitas BUMN yang masuk dalam pengelolaan Danantara.

Selain itu, dilakukan pula penyesuaian serta harmonisasi sistem pelaporan keuangan agar sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Meski demikian, Danantara memastikan laporan keuangan tahunan lembaga tersebut tetap akan melalui proses audit sebagaimana mandat dalam peraturan perundang-undangan. (ds)

Indonesia Raih Peringkat 1 dalam Transparansi Belanja Perpajakan

IKPI, Jakarta: Indonesia resmi menduduki peringkat pertama dunia dalam Global Tax Expenditures Transparancy Index (GTETI) versi 2.1 yang diperbarui pada 11 Mei 2026.

Ini merupakan lompatan satu peringkat dari posisi kedua yang sebelumnya dipegang Indonesia pada edisi 2024 dan 2025, kini mengungguli Korea Selatan yang turun ke posisi kedua.

Berdasarkan data resmi GTETI, Indonesia meraih skor keseluruhan 79,9 dari 100, atau naik 6,5 poin dari versi sebelumnya.

Rincian skor per dimensi menempatkan Indonesia sangat kuat di hampir semua aspek, yakni Ketersediaan Publik (18/20), Kerangka Kelembagaan (15,3/20), Metodologi dan Cakupan (19/20), Data Deskriptif (15,6/20), serta Penilaian Belanja Perpajakan (12/20).

Posisi Indonesia kini berada di atas sejumlah negara maju seperti Australia yang berada di peringkat ketiga dengan skor 76,3, Belanda di posisi keempat dengan skor 75,5, Kanada di peringkat kelima dengan skor 72,9, hingga Jerman di posisi keenam dengan skor 72,2.

Hal ini mencerminkan komitmen kuat pemerintah dalam menyediakan informasi insetif perpajakan yang transparan dan akuntabel kepada publik.

GTETI merupakan penilaian komparatif pertama di dunia yang menilai pelaporan belanja perpajakan (tax expenditure) secara global, memberikan kerangka sistematis untuk meranking negara berdasarkan keteraturan, kualitas, dan cakupan laporan belanja perpajakan mereka.

Indeks ini dikembangkan bersama oleh Council on Economic Policies (CEP) dan German Institute of Development and Sustainability (IDOS).

Keberhasilan ini tak lepas dari pembenahan serius yang dilakukan Kementerian Keuangan dalam penyusunan Laporan Belanja Perpajakan.

Sejak tahun 2023, Laporan Belanja Perpajakan Indonesia memperoleh predikat Advanced dari Badan Pemeriksa Keuangan, dan kualitas transparansi fiskal terus ditingkatkan dengan mengacu pada rekomendasi BPK serta standar internasional. (ds)

Vaudy Starworld Buka Perayaan Dharma Santhi IKPI 2026, Momentum Perkuat Integritas Konsultan Pajak

IKPI, Bali: Ketua Umum Ikatan Konsultan Pajak Indonesia (IKPI) Vaudy Starworld membuka Perayaan Dharma Santhi Nasional IKPI 2026 dalam rangka Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1948 di UC Silver Gold, Gianyar, Bali, Sabtu (16/5/2026). Kegiatan tersebut menjadi momentum memperkuat integritas dan nilai moral profesi konsultan pajak di tengah dinamika dunia perpajakan.

Mengusung tema “Menjalani Hidup Dengan Sepenuh Hati”, acara dihadiri jajaran Pengurus Pusat, Dewan Kehormatan, Pengawas, pengurus daerah dan cabang IKPI, serta anggota yang mengikuti kegiatan secara langsung maupun daring.

Dalam sambutannya, Vaudy menyampaikan ucapan Selamat Hari Raya Nyepi kepada seluruh umat Hindu. Ia menegaskan bahwa Dharma Santhi bukan hanya kegiatan seremonial, melainkan ruang refleksi untuk memperkuat kedamaian, persaudaraan, dan nilai kebhinekaan di lingkungan organisasi profesi.

“Dharma Santhi menjadi momentum untuk mempererat persaudaraan dan memperkuat nilai toleransi dalam keluarga besar IKPI yang berasal dari berbagai latar belakang agama, budaya, dan daerah,” ujar Vaudy.

Menurutnya, makna Hari Raya Nyepi sangat relevan dengan profesi konsultan pajak yang menuntut kejujuran, kehati-hatian, tanggung jawab, dan etika profesi yang tinggi. Nilai dalam Catur Brata Penyepian, seperti pengendalian diri dan menjaga integritas, dinilai penting diterapkan dalam praktik profesi sehari-hari.

Vaudy mengatakan profesi konsultan pajak tidak cukup hanya mengandalkan kemampuan teknis dan intelektual. Lebih dari itu, dibutuhkan kekuatan moral dan spiritual agar profesi tetap dipercaya masyarakat dan dunia usaha.

“IKPI harus menjadi organisasi yang tidak hanya unggul secara intelektual, tetapi juga luhur secara moral dan spiritual,” katanya.

Ia juga menyinggung filosofi Bali Tri Hita Karana yang menekankan harmoni dengan Tuhan, sesama manusia, dan lingkungan. Menurut Vaudy, filosofi tersebut dapat menjadi inspirasi dalam membangun organisasi profesi yang sehat dan dipercaya publik.

Dalam kesempatan itu, Vaudy menegaskan bahwa perbedaan di dalam IKPI harus menjadi kekuatan untuk mempererat solidaritas dan gotong royong antaranggota. Ia menyebut kebersamaan sebagai fondasi utama organisasi, sementara etika menjadi penuntun dalam menjalankan profesi.

Perayaan Dharma Santhi Nasional IKPI 2026 menghadirkan narasumber I Wayan Nardayana atau Dalang Cenk Blonk dengan moderator Ida Bagus Widhi Aksiana. Acara diikuti sekitar 120 peserta secara offline dan juga ratusan anggota yang bergabung secara online dari berbagai daerah di Indonesia.

Turut hadir dari pengurus pusat mendampingi ketua umum dalam kegiatan tersebut Sekretaris Umum IKPI Profesor Dr. Edy Gunawan, Bendahara Umum Donny Rindorindo, Ketua Bidang Keagamaan dan Sosial Johanes Santoso Wibowo, Anggota Bidang Keagamaan dan Sosial Johnny Bong, Dewan Kehormatan I Kadek Sumadi.

Hadir juga di lokasi acara, Anggota Pengawas Adi Krisna, Ketua Pengurus Daerah IKPI Bali Kadek Agus Ardika, Ketua Pengurus Cabang Denpasar Made Sujana, Ketua Pengurus Cabang Buleleng I Made Susila Darma, serta Ketua Pengurus Cabang Mataram Ida Bagus Suadmaya beserta jajaran. (bl)

Banyak Wajib Pajak Enggan Restitusi, Praktisi Pajak Ungkap Alasannya

IKPI, Jakarta: Praktisi perpajakan Donny Danardono mengungkap masih banyak wajib pajak yang memilih tidak mengajukan restitusi meski memiliki hak atas kelebihan pembayaran pajak. Salah satu penyebabnya adalah kekhawatiran menghadapi proses pemeriksaan pajak yang dinilai memakan waktu dan energi.

Hal tersebut disampaikan Donny dalam podcast IKPI yang digelar di Studio Mochamad Soebakir, Gedung IKPI, Fatmawati, Jakarta Selatan, Rabu (13/5/2026). Acara dipandu Wakil Ketua Departemen Humas IKPI, Ronsianus B Daur.

Dalam diskusi mengenai PMK Nomor 28 Tahun 2026 itu, Donny menjelaskan bahwa pengajuan restitusi pada praktiknya hampir selalu diikuti proses pemeriksaan pajak, terutama untuk memastikan validitas hak wajib pajak atas kelebihan pembayaran tersebut.

“Kalau minta restitusi pasti diperiksa dulu. Negara tentu mau memastikan benar atau tidak wajib pajak punya hak itu,” ujar Donny.

Meski merupakan bagian dari mekanisme pengawasan, Donny mengakui banyak pelaku usaha merasa proses pemeriksaan masih cukup berat dari sisi administrasi.

“Repot. Menyiapkan dokumen itu bukan hal sederhana. Butuh waktu dan tenaga,” katanya.

Ia mencontohkan pemeriksaan sering kali melibatkan dokumen transaksi dan administrasi pajak dari beberapa tahun sebelumnya. Kondisi tersebut membuat perusahaan harus kembali membuka data lama untuk memenuhi kebutuhan pemeriksaan.

Menurut Donny, kekhawatiran wajib pajak sebenarnya bukan semata pada pemeriksaan itu sendiri, melainkan pada ketidakpastian hasil pemeriksaan dan potensi sengketa yang dapat berlangsung panjang.

“Wajib pajak sebenarnya hanya ingin tahu salahnya di mana. Kalau memang ada kekurangan dan sudah dijelaskan, ya selesai,” ujarnya.

Ia juga menilai transparansi dalam proses pemeriksaan menjadi hal penting untuk membangun kepercayaan wajib pajak. Donny berharap proses pemeriksaan lebih fokus pada substansi dan didukung komunikasi yang jelas antara fiskus dan wajib pajak.

Meski menyampaikan sejumlah catatan, Donny tetap memberikan apresiasi terhadap otoritas pajak yang menurutnya memiliki beban kerja besar dalam menjaga penerimaan negara.

“Kita juga harus memahami tugas teman-teman di DJP berat. Saya hormat dengan mereka karena penerimaan negara sangat bergantung pada pajak,” katanya.

Namun demikian, ia menekankan bahwa hak wajib pajak untuk memperoleh pelayanan dan kepastian hukum juga perlu dijaga secara seimbang.

Menurut Donny, kepastian hukum, transparansi, dan pelayanan yang baik akan menjadi faktor penting dalam meningkatkan kepatuhan pajak secara berkelanjutan.

“Kalau ada kepastian dan transparansi, saya yakin dunia usaha juga akan lebih nyaman,” ujarnya. (bl)

en_US