IKPI, Jakarta: Kebakaran yang melanda Kantor Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) DKI Jakarta pada Jumat malam (7/8/2026) mendapat perhatian dari DPRD DKI Jakarta.
Anggota Komisi A DPRD DKI Jakarta Fraksi PKS, Achmad Yani, meminta Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta segera memastikan keamanan seluruh data dan arsip perpajakan.
Yani menilai Bapenda merupakan salah satu objek vital daerah karena memiliki peran penting dalam pengelolaan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Oleh karena itu, menurutnya, keselamatan data perpajakan dan keberlangsungan pelayanan kepada masyarakat harus menjadi prioritas setelah insiden kebakaran.
“Pemprov DKI harus segera memastikan seluruh basis data perpajakan aman, ter-backup dengan baik di server cadangan, serta arsip-arsip penting dapat diselamatkan,” tegas Yani dalam keterangannya, dikutip Senin (10/8).
Selain mengamankan data, Yani meminta Pemprov DKI memastikan pelayanan perpajakan kepada masyarakat tetap berjalan normal. Dia mendorong Bapenda segera menyiapkan skema pelayanan darurat agar masyarakat tidak mengalami hambatan dalam memenuhi kewajiban perpajakannya.
“Pelayanan kepada warga Jakarta tidak boleh lumpuh akibat musibah ini. Bapenda harus meluncurkan skema pelayanan darurat dalam waktu singkat,” katanya.
Menurut Yani, insiden kebakaran tersebut juga harus menjadi momentum bagi Pemprov DKI untuk mengevaluasi sistem keamanan seluruh gedung pemerintahan.
Komisi A DPRD DKI mendorong dilakukan audit menyeluruh terhadap sistem proteksi kebakaran, mulai dari alat pemadam api ringan (APAR), hydrant, alarm, hingga jalur evakuasi.
Yani juga meminta aparat kepolisian dan pihak berwenang melakukan investigasi secara transparan dan tuntas untuk mengetahui penyebab pasti kebakaran. Langkah tersebut dinilai penting agar kejadian serupa tidak kembali terjadi di gedung pemerintahan lainnya.
Dia menegaskan, penanganan pascakebakaran tidak boleh berhenti pada pemulihan fisik gedung. Keamanan data perpajakan, kelangsungan pelayanan publik, serta evaluasi standar keselamatan gedung pemerintahan harus segera dilakukan.
“Evaluasi total terhadap standar keselamatan gedung pemerintahan di Jakarta adalah harga mati agar fasilitas publik terjamin keamanannya,” pungkasnya. (sw)



