IKPI Sukses Gelar Sejumlah Rangkaian HUT ke-61, Panitia Ungkap Tingginya Antusiasme Peserta

IKPI, Jakarta: Ikatan Konsultan Pajak Indonesia (IKPI) mencatat progres positif dalam pelaksanaan rangkaian peringatan HUT ke-61 IKPI. Hingga Sabtu (8/8/2026), sebanyak tiga dari 11 rangkaian kegiatan telah sukses diselenggarakan, yakni IKPI Golf Open Tournament, Jalan Sehat Serentak, dan Donor Darah Nasional.

Ketua Panitia HUT ke-61 IKPI Novalina Magdalena mengatakan, pelaksanaan tiga kegiatan tersebut menunjukkan tingginya antusiasme anggota IKPI dan masyarakat untuk ikut ambil bagian dalam perayaan HUT organisasi.

“Puji Tuhan, sampai hari ini sudah tiga dari 11 rangkaian kegiatan HUT ke-61 IKPI yang berhasil kami laksanakan. Antusiasme peserta juga sangat luar biasa,” ujar Novalina di sela pelaksanaan Donor Darah Nasional di Kantor Pusat IKPI, Pejaten, Jakarta Selatan.

Salah satu kegiatan dengan jumlah peserta terbesar adalah Jalan Sehat Serentak yang diselenggarakan oleh 41 cabang IKPI di 32 kota.

Kegiatan tersebut berhasil menghimpun 8.893 peserta, yang mengikuti jalan sehat secara serentak di berbagai daerah.

Menurut Novalina, jumlah peserta tersebut menjadi salah satu catatan penting dalam rangkaian HUT ke-61 IKPI. Panitia juga akan mengajukan kegiatan Jalan Sehat Serentak tersebut untuk mendapatkan Rekor MURI.

“Jalan sehat serentak dilaksanakan oleh 41 cabang di 32 kota dengan total peserta mencapai 8.893 orang. Kegiatan ini juga akan kami ajukan untuk mendapatkan rekor MURI,” katanya.

Dimulai dari Golf Open Tournament

Sebelum Jalan Sehat Serentak, rangkaian HUT ke-61 IKPI telah diawali dengan IKPI Golf Open Tournament yang digelar di Sentul, Jawa Barat.

Kegiatan tersebut menjadi salah satu agenda olahraga dalam rangka memperingati HUT ke-61 IKPI sekaligus mempertemukan anggota dan berbagai pihak dalam suasana yang lebih santai dan penuh kebersamaan.

Setelah golf dan jalan sehat, rangkaian kegiatan berlanjut dengan Donor Darah Nasional yang digelar di Kantor Pusat IKPI, Pejaten Jakarta Selatan, Sabtu (8/8/2026).

Kegiatan donor darah ini merupakan kolaborasi IKPI Pusat dengan IKPI Cabang Jakarta Timur dan IKPI Cabang Jakarta Selatan. Lebih dari 400 calon pendonor tercatat berpartisipasi, sementara panitia menargetkan pengumpulan 380 kantong darah.

Novalina mengatakan, keberhasilan tiga agenda tersebut menjadi bagian penting dari perjalanan rangkaian HUT ke-61 IKPI yang masih akan terus berlanjut.

“Jadi, masih ada delapan rangkaian kegiatan lagi yang akan kami laksanakan,” ujarnya.

Bukan Sekadar Perayaan Ulang Tahun

Novalina menegaskan, rangkaian HUT ke-61 IKPI dikemas dengan berbagai jenis kegiatan agar dapat melibatkan anggota dari berbagai daerah dan kalangan.

Mulai dari olahraga, kegiatan yang melibatkan masyarakat secara luas, hingga kegiatan sosial seperti donor darah, seluruhnya menjadi bagian dari rangkaian peringatan HUT organisasi.

Menurutnya, keberhasilan pelaksanaan tiga kegiatan sejauh ini tidak terlepas dari dukungan pengurus pusat, pengurus daerah, pengurus cabang, anggota IKPI, serta masyarakat yang ikut berpartisipasi.

“Kami tentu berterima kasih kepada seluruh pengurus, anggota, cabang-cabang IKPI dan semua pihak yang sudah mendukung sehingga kegiatan-kegiatan ini bisa berjalan dengan baik,” tutur Novalina.

Ia berharap delapan rangkaian kegiatan berikutnya juga dapat terlaksana sesuai dengan agenda yang telah disiapkan panitia.

Dengan tiga agenda yang telah sukses digelar, rangkaian HUT ke-61 IKPI kini memasuki tahap berikutnya dengan masih menyisakan delapan kegiatan yang akan melibatkan lebih banyak anggota dan berbagai pihak hingga puncak perayaan HUT organisasi. (bl)

Donor Darah HUT ke-61 IKPI Kumpulkan Ribuan Kantong Darah, Panitia Apresiasi Cabang Penyelenggara

IKPI, Jakarta: Rangkaian donor darah dalam rangka HUT ke-61 Ikatan Konsultan Pajak Indonesia (IKPI) berhasil mengumpulkan ribuan kantong darah dari pelaksanaan yang digelar di sejumlah daerah. Panitia HUT ke-61 IKPI mengapresiasi keterlibatan cabang-cabang yang ikut menyelenggarakan kegiatan tersebut.

Koordinator Donor Darah Nasional HUT ke-61 IKPI Muhammad Fadhil mengatakan, capaian tersebut merupakan hasil pelaksanaan donor darah yang dilakukan secara bertahap oleh sejumlah cabang IKPI di berbagai wilayah Indonesia.

Menurut Fadhil, kegiatan tidak hanya dipusatkan di Jakarta. Sejumlah cabang telah lebih dahulu menggelar donor darah dan menghimpun darah dari anggota maupun masyarakat yang berpartisipasi.

“Donor darah ini dilaksanakan di beberapa cabang. Kami mengapresiasi teman-teman cabang yang sudah bergerak dan ikut menyukseskan rangkaian donor darah dalam rangka HUT ke-61 IKPI,” ujar Fadhil.

Ia menyebut beberapa cabang yang telah menyelenggarakan kegiatan donor darah antara lain IKPI Denpasar, Makassar, Sidoarjo, Samarinda, Surakarta dan Pematangsiantar.

Sementara itu, kegiatan Donor Darah Nasional yang digelar di Kantor Pusat IKPI, Pejaten, Jakarta Selatan, Sabtu (8/8/2026), merupakan kolaborasi IKPI Pusat bersama IKPI Cabang Jakarta Timur dan IKPI Cabang Jakarta Selatan.

Pelaksanaan di Jakarta mendapat antusiasme tinggi. Lebih dari 400 calon pendonor hadir untuk mengikuti kegiatan tersebut, dengan target pengumpulan sebanyak 350 kantong darah.

Fadhil menjelaskan, jumlah kantong darah yang berhasil dikumpulkan dari masing-masing lokasi kemudian direkapitulasi untuk mendapatkan total capaian donor darah dalam rangkaian HUT ke-61 IKPI.

“Jadi yang kita lihat bukan hanya kegiatan di Jakarta. Kita rekap seluruh kegiatan yang dilakukan cabang-cabang, sehingga secara nasional terkumpul ribuan kantong darah,” katanya.

Ia menilai keterlibatan cabang menjadi salah satu faktor penting dalam keberhasilan pelaksanaan donor darah tahun ini. Menurutnya, semakin banyak cabang yang terlibat, semakin luas pula jangkauan kegiatan donor darah yang dapat dilakukan.

Fadhil juga menyampaikan apresiasi kepada para pengurus cabang, anggota, panitia lokal, serta seluruh peserta yang telah meluangkan waktu untuk mengikuti kegiatan donor darah.

“Terima kasih kepada seluruh cabang yang sudah menyelenggarakan, para panitia, anggota dan masyarakat yang sudah ikut berdonor. Ini menjadi kerja bersama dalam rangkaian HUT ke-61 IKPI,” ujarnya. (bl)

IKPI Kumpulkan Ribuan Kantong Darah, Vaudy Starworld: Bentuk Kepedulian Organisasi untuk Sesama

IKPI, Jakarta: Ikatan Konsultan Pajak Indonesia (IKPI) kembali menggelar kegiatan donor darah nasional sebagai bagian dari rangkaian peringatan HUT ke-61 IKPI. Sejumlah cabang di berbagai daerah bahkan telah lebih dahulu melaksanakan kegiatan serupa, di antaranya IKPI Denpasar, Makassar, Sidoarjo, Samarinda, Surakarta, Pekanbaru, Pematangsiantar.

Chairman of IKPI Vaudy Starworld mengatakan, kegiatan donor darah merupakan salah satu bentuk nyata kepedulian organisasi terhadap masyarakat. Melalui kegiatan tersebut, IKPI ingin berkontribusi membantu masyarakat yang membutuhkan darah.

“Sebagai umat yang percaya kepada Tuhan, hari ini kita diberi kesehatan dan napas kehidupan. Kita hadir untuk berdonor, artinya memberikan setetes darah bagi mungkin saudara atau teman kita yang sedang sakit,” ujar Vaudy saat kegiatan Donor Darah Nasional IKPI, Sabtu (8/8/2026).

Menurut Vaudy, kegiatan donor darah bukan kali pertama dilakukan IKPI. Pada peringatan HUT ke-60 IKPI tahun lalu, kegiatan serupa juga digelar secara nasional dan berhasil mengumpulkan lebih dari 6.400 kantong darah.

“Tahun lalu dalam rangka Hari Ulang Tahun IKPI yang ke-60, kegiatan sejenis juga kami lakukan, bahkan secara nasional kira-kira terkumpul lebih dari 6.400 kantong darah,” katanya.

Tahun ini, semangat yang sama kembali digerakkan dalam rangkaian HUT ke-61 IKPI. Donor darah dilaksanakan secara bertahap oleh sejumlah cabang IKPI di berbagai daerah, sebelum kegiatan donor darah nasional yang digelar melalui kolaborasi IKPI Pusat, IKPI Cabang Jakarta Timur, dan IKPI Cabang Jakarta Selatan.

Vaudy menegaskan, keterlibatan cabang-cabang IKPI di berbagai daerah menunjukkan bahwa kegiatan sosial menjadi bagian dari rangkaian peringatan HUT organisasi.

“Kami yakin upaya IKPI untuk menyelenggarakan kegiatan seperti ini bermanfaat bagi sesama,” ujar Vaudy.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pengurus, anggota IKPI, dan masyarakat yang telah berpartisipasi dalam kegiatan donor darah.

Bagi Vaudy, kehadiran masyarakat yang bersedia mendonorkan darah merupakan bentuk kepedulian yang sangat berarti. Bahkan bagi mereka yang belum dapat berdonor pada kesempatan tersebut, ia tetap mendoakan agar selalu diberikan kesehatan.

“Semoga kegiatan hari ini dan Bapak-Ibu yang hadir, yang bisa berdonor maupun belum bisa saat ini, senantiasa diberi kesehatan, umur panjang dan bahagia selalu,” tuturnya.

Rangkaian donor darah tersebut sekaligus memperlihatkan bahwa peringatan HUT ke-61 IKPI tidak hanya diisi dengan kegiatan internal organisasi, tetapi juga dengan berbagai kegiatan sosial yang melibatkan anggota dan masyarakat di sejumlah daerah. (bl)

Ketum IKPI Buka Donor Darah Nasional, 400 Lebih Pendonor Ambil Bagian

IKPI, Jakarta: Ketua Umum Ikatan Konsultan Pajak Indonesia (IKPI) Vaudy Starworld membuka kegiatan Donor Darah Nasional IKPI di Kantor Pusat IKPI, Pejaten Jakarta Selatan, Sabtu (8/8/2026). Kegiatan ini diikuti lebih dari 400 pendonor

Diungkapkan Vaudy, kegiatan yang digelar dalam rangkaian HUT ke-61 IKPI tersebut merupakan kolaborasi IKPI Pusat dengan IKPI Cabang Jakarta Timur dan IKPI Cabang Jakarta Selatan. Panitia menargetkan dapat mengumpulkan 350 kantong darah dari kegiatan tersebut.

Antusiasme peserta terlihat sejak kegiatan dimulai. Lebih dari 400 orang tercatat datang untuk mengikuti proses donor darah, meski jumlah kantong darah yang berhasil dikumpulkan tetap bergantung pada hasil pemeriksaan dan kelayakan masing-masing calon pendonor.

Saat membuka kegiatan, Vaudy menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta yang telah meluangkan waktu untuk hadir dan berpartisipasi dalam aksi kemanusiaan tersebut.

“Memang sebagai umat yang percaya kepada Tuhan, hari ini kita diberi kesehatan, napas kehidupan. Kita hadir untuk berdonor, artinya untuk memberi setetes darah bagi mungkin saudara atau teman kita yang sakit,” ujar Vaudy.

Menurutnya, kegiatan donor darah menjadi salah satu bentuk kegiatan sosial yang dilakukan IKPI dalam rangkaian peringatan HUT organisasi.

Kegiatan di Jakarta ini juga menjadi bagian dari rangkaian donor darah HUT ke-61 IKPI yang sebelumnya telah dilaksanakan sejumlah cabang, di antaranya Denpasar, Makassar, Sidoarjo, Samarinda, Surakarta, Pekanbaru, Pematangsiantar.

Vaudy berharap kegiatan tersebut dapat memberikan manfaat bagi masyarakat yang membutuhkan darah.

“Kami yakin upaya IKPI untuk menyelenggarakan kegiatan seperti ini bermanfaat bagi sesama,” katanya.

Ia juga memberikan apresiasi kepada peserta yang hadir, termasuk mereka yang belum dapat mendonorkan darah karena belum memenuhi persyaratan kesehatan pada saat pemeriksaan.

“Semoga kegiatan hari ini dan Bapak-Ibu yang hadir, yang bisa berdonor maupun belum bisa saat ini, senantiasa diberi kesehatan, umur panjang dan bahagia selalu,” tutur Vaudy. (bl)

IKPI Gandeng Mantan Komisioner KPK Chandra M. Hamzah, Perkuat Integritas dan Perlindungan Konsultan Pajak

IKPI, Jakarta: Ikatan Konsultan Pajak Indonesia (IKPI) terus memperkuat komitmennya dalam membangun integritas profesi konsultan pajak. Langkah tersebut diwujudkan melalui diskusi jajaran Pengurus Pusat IKPI dengan mantan Komisioner Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) periode 2007–2011, Chandra M. Hamzah, di kawasan SCBD, Jakarta Selatan, Jumat (7/8/2026).

Pertemuan yang berlangsung santai tersebut dimanfaatkan untuk meminta pandangan dan masukan dari Chandra mengenai berbagai upaya meningkatkan integritas konsultan pajak sekaligus memperkuat perlindungan profesi dalam menjalankan tugasnya.

Ketua Umum IKPI Vaudy Starworld mengatakan, diskusi tersebut merupakan inisiatif IKPI untuk memperoleh perspektif dari tokoh yang memiliki pengalaman panjang dalam bidang penegakan hukum dan tata kelola.

“Pertemuan ini sangat positif. Kami datang untuk meminta masukan kepada beliau mengenai bagaimana meningkatkan integritas konsultan pajak serta perlindungan bagi profesi konsultan. Banyak pandangan yang kami peroleh sebagai bahan masukan bagi organisasi,” ujar Vaudy.

Salah satu masukan yang disampaikan Chandra, lanjut Vaudy, adalah pentingnya setiap konsultan pajak memiliki kontrak atau perikatan kerja yang jelas dengan klien.

Menurut Vaudy, keberadaan kontrak tersebut dapat memberikan kepastian mengenai hak dan kewajiban masing-masing pihak sekaligus menjadi salah satu bentuk perlindungan bagi konsultan pajak dalam menjalankan jasa profesionalnya.

“Beliau menyampaikan bahwa setiap konsultan sebaiknya memiliki kontrak dengan klien. Masukan seperti ini tentu menjadi perhatian kami sebagai bagian dari upaya memperkuat tata kelola profesi,” katanya.

Selain membahas perlindungan profesi, diskusi juga menyoroti pentingnya menjaga integritas sebagai fondasi utama profesi konsultan pajak. IKPI menilai peningkatan kualitas tata kelola dan etika profesi perlu terus dilakukan agar kepercayaan masyarakat terhadap profesi konsultan pajak semakin kuat.

Vaudy menambahkan, berbagai masukan yang diperoleh dalam pertemuan tersebut akan menjadi bahan pertimbangan bagi IKPI dalam menyusun program-program organisasi ke depan, khususnya yang berkaitan dengan penguatan etika, profesionalisme, dan perlindungan anggota.

Turut hadir dalam pertemuan tersebut Sekretaris Umum IKPI Associate Professor Edy Gunawan, Bendahara Umum Donny Rindorindo, Ketua Departemen Advokasi dan Bantuan Hukum Andreas Budiman, serta Direktur Eksekutif Asih Ariyanto. (bl)

Purbaya Minta Jajaran Kemenkeu Perkuat Pengawasan Penyaluran APBN di Daerah

IKPI, Jakarta: Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa meminta seluruh jajaran Kementerian Keuangan (Kemenkeu) di daerah untuk memperkuat pengawasan terhadap penyaluran Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Langkah tersebut dinilai penting untuk memastikan anggaran negara benar-benar tepat sasaran dan memberikan manfaat optimal bagi masyarakat.

Pesan tersebut disampaikan Purbaya saat melakukan kunjungan kerja ke Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) dan bertemu dengan jajaran Kemenkeu di Gedung Keuangan Negara Kupang, Jumat (7/8/2026).

Pertemuan tersebut juga menjadi forum untuk memonitor pelaksanaan APBN di daerah, membahas perkembangan penerimaan negara, serta mengevaluasi dukungan APBN terhadap berbagai program prioritas pemerintah, termasuk pengendalian inflasi.

Dalam arahannya, Purbaya menegaskan bahwa peran Kemenkeu tidak hanya terbatas pada penyaluran anggaran, tetapi juga mencakup pengawasan dan pengendalian agar kredibilitas pengelolaan keuangan negara tetap terjaga.

“Jadi peran Kemenkeu bukan hanya bagi-bagi anggaran saja. Tapi bagi, monitor, dan kendalikan. Jadi peran Anda sekalian amat penting untuk menjaga rakyat dan NKRI utamanya, karena uang itu ketika tidak diawasi rupanya rakyat tidak suka. Jadi tugas kita penting dalam menjaga kredibilitas penyaluran anggaran,” ujar Purbaya dalam keterangannya, Jumat (7/8).

Menurut Purbaya, fungsi pengawasan menjadi semakin penting seiring pemerintah terus mengalokasikan anggaran yang besar untuk mendukung pembangunan dan menjaga stabilitas ekonomi di daerah.

Oleh karena itu, seluruh jajaran Kemenkeu diminta memastikan setiap rupiah yang disalurkan dapat dimanfaatkan secara efektif dan akuntabel.

Dalam kesempatan tersebut, Purbaya juga menegaskan bahwa Kemenkeu memiliki peran strategis dalam menjaga stabilitas ekonomi, mengendalikan inflasi, serta mendukung pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.

Untuk memperkuat stabilitas fiskal daerah, pemerintah telah mengalokasikan bantuan pemerintah pusat sebesar Rp 20,5 triliun kepada 490 pemerintah kabupaten/kota yang siap dicairkan mulai hari itu, termasuk pemerintah daerah di wilayah NTT.

Di tingkat daerah, upaya pengawasan tersebut telah diperkuat oleh Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Provinsi NTT melalui monitoring dan evaluasi belanja pengendalian inflasi berbasis Dashboard Monitoring Belanja Pengendalian Inflasi Provinsi NTT.

Dashboard tersebut dimanfaatkan untuk memantau efektivitas belanja, tren inflasi, sekaligus memberikan rekomendasi kebijakan agar pengambilan keputusan dapat dilakukan lebih cepat dan tepat sasaran.

Selain itu, Kanwil DJPb Provinsi NTT juga memperkuat koordinasi dengan berbagai pemangku kepentingan melalui forum seperti High Level Meeting Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID), Tim Pembahasan Perekonomian Provinsi NTT, serta koordinasi bersama Pemerintah Provinsi NTT, Bank Indonesia, Badan Pusat Statistik (BPS), Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dan berbagai instansi lainnya.

Sinergi tersebut dilakukan untuk mendukung stabilitas harga dan menjaga efektivitas pelaksanaan APBN di daerah. (ds)

Kemenkeu Sebut RAPBN 2027 Dirancang Tahan Hadapi Lonjakan Harga Minyak Global

IKPI, Jakarta: Pemerintah merancang Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2027 agar tetap tangguh menghadapi potensi lonjakan harga minyak dunia di tengah ketidakpastian geopolitik global.

Direktur Penyusunan APBN Direktorat Jenderal Anggaran (DJA) Kementerian Keuangan (Kemenkeu), Rofyanto Kurniawan mengatakan pemerintah telah menyiapkan berbagai skenario dalam penyusunan APBN 2027, termasuk apabila harga minyak mentah Indonesia (Indonesian Crude Price/ICP) kembali melonjak hingga mencapai US$ 100 per barel.

Menurutnya, langkah tersebut dilakukan dengan berkaca pada pengalaman selama beberapa tahun terakhir, terutama pada 2022 dan 2026 ketika konflik geopolitik sempat mendorong harga minyak melonjak tajam.

“Jadi sebenarnya kita sudah mengantisipasi, menyiapkan exercise untuk kondisi yang lebih buruk. Katakanlah sampai ICP mencapai US$ 100 per barrelnya,” ujar Rofyanto dalam Konsultasi Publik Rancangan Undang-Undang APBN Tahun Anggaran 2027, dikutip Jumat (7/8).

Rofyanto menjelaskan bahwa pemerintah telah mengantisipasi potensi lonjakan harga minyak dunia sejak penyusunan APBN 2026.

Saat itu, asumsi Indonesian Crude Price (ICP) ditetapkan sebesar US$ 70 per barel. Namun, memanasnya konflik di Timur Tengah sempat mendorong harga minyak dunia melonjak hingga menembus US$ 100 per barel sebelum kembali turun seiring meredanya ketegangan geopolitik.

Menghadapi kondisi tersebut, pemerintah melakukan berbagai simulasi fiskal untuk menguji ketahanan APBN apabila harga minyak bertahan di kisaran US$ 90 hingga US$ 100 per barel sepanjang tahun. Hasil simulasi itu kemudian menjadi salah satu dasar dalam penyusunan asumsi makro RAPBN 2027.

Menurut Rofyanto, rentang asumsi ICP sebesar US$ 70 hingga US$9 5 per barel yang telah disepakati bersama DPR dalam pembahasan pendahuluan RAPBN 2027 sudah mencerminkan berbagai risiko global yang berpotensi memengaruhi perekonomian.

Dengan demikian, pemerintah menilai asumsi tersebut cukup realistis untuk menghadapi ketidakpastian pada tahun depan.

Ia menambahkan, fluktuasi harga minyak masih menjadi salah satu risiko terbesar bagi kesehatan fiskal Indonesia. Berdasarkan hasil simulasi pemerintah, setiap kenaikan ICP sebesar US$ 1 per barel berpotensi memperlebar defisit APBN sekitar Rp 6,8 triliun.

Sebaliknya, dampak pelemahan nilai tukar rupiah terhadap APBN dinilai relatif lebih kecil.

Pemerintah memperkirakan setiap depresiasi rupiah sebesar Rp 100 terhadap dolar Amerika Serikat (AS) hanya akan meningkatkan defisit APBN sekitar Rp 0,8 triliun.

Oleh karena itu, pemerintah terus melakukan berbagai exercise dan simulasi fiskal guna memastikan APBN tetap mampu menjaga stabilitas ekonomi nasional, meskipun terjadi lonjakan harga energi yang dipicu dinamika geopolitik global. (ds)

Penerimaan Pajak Jadi Penopang Cadangan Devisa RI pada Juli 2026

IKPI, Jakarta: Penerimaan pajak menjadi salah satu faktor utama yang menopang posisi cadangan devisa Indonesia pada Juli 2026.

Di tengah meningkatnya ketidakpastian pasar keuangan global, cadangan devisa nasional tetap terjaga berkat masuknya penerimaan negara dari sektor pajak dan jasa serta hasil penerbitan surat utang global (global bond) pemerintah.

Bank Indonesia (BI) mencatat posisi cadangan devisa Indonesia pada akhir Juli 2026 sebesar US$ 145,3 miliar, relatif stabil dibandingkan posisi akhir Juni 2026 yang sebesar US$ 145,6 miliar.

Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi Bank Indonesia Ramdan Denny Prakoso mengatakan perkembangan cadangan devisa selama Juli dipengaruhi oleh sejumlah faktor yang saling mengimbangi.

“Perkembangan posisi cadangan devisa Juli 2026 tersebut dipengaruhi terutama oleh penerimaan pajak dan jasa serta penerbitan global bond pemerintah, di tengah pembayaran utang luar negeri pemerintah dan kebijakan stabilisasi nilai tukar Rupiah Bank Indonesia sebagai respons terhadap ketidakpastian pasar keuangan global yang kembali meningkat,” ujar Ramdan dalam keterangan resminya, Jumat (7/8).

Menurutnya, masuknya penerimaan pajak dan jasa serta dana hasil penerbitan global bond mampu mengompensasi kebutuhan devisa untuk pembayaran utang luar negeri pemerintah maupun langkah-langkah stabilisasi nilai tukar rupiah yang ditempuh BI.

Bank sentral mencatat, posisi cadangan devisa pada akhir Juli 2026 setara dengan pembiayaan 5,5 bulan impor atau 5,3 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah.

Level tersebut masih jauh di atas standar kecukupan internasional yang sekitar 3 bulan impor.

Dengan kondisi tersebut, BI menilai cadangan devisa Indonesia tetap memadai untuk menopang ketahanan sektor eksternal sekaligus menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan nasional.

“Bank Indonesia menilai cadangan devisa tersebut mampu mendukung ketahanan sektor eksternal, serta menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan,” kata Ramdan.

Ke depan, BI optimistis ketahanan eksternal Indonesia tetap kuat. Keyakinan tersebut didukung oleh cadangan devisa yang masih memadai serta prospek aliran masuk modal asing yang diperkirakan tetap positif seiring persepsi investor terhadap fundamental ekonomi Indonesia dan daya tarik imbal hasil investasi domestik.

Bank Indonesia juga menegaskan akan terus memperkuat sinergi dengan pemerintah guna menjaga ketahanan eksternal dan stabilitas perekonomian nasional di tengah dinamika ekonomi global. (ds)

Direktur PPPK Kemenkeu Siap Kupas Kompetensi Konsultan Pajak Masa Depan di Seminar Nasional IKPI 2026

IKPI, Jakarta: Perubahan lanskap perpajakan yang semakin dipengaruhi digitalisasi dan perkembangan regulasi menuntut konsultan pajak terus meningkatkan kompetensinya. Isu tersebut akan menjadi salah satu pembahasan utama dalam Seminar Nasional Ikatan Konsultan Pajak Indonesia (IKPI) 2026melalui pemaparan Direktur Pembinaan dan Pengawasan Profesi Keuangan (PPPK), Direktorat Jenderal Stabilitas dan Pengawasan Sektor Keuangan (DJSPSK), Kementerian Keuangan, Erawati.

Koordinator Seminar Nasional HUT ke-61 IKPI, Rindi Elina, mengatakan kehadiran Erawati menjadi salah satu daya tarik seminar tahun ini karena peserta akan memperoleh pandangan langsung dari regulator mengenai arah pengembangan profesi konsultan pajak di Indonesia.

“Materi yang akan disampaikan Ibu Erawati sangat relevan dengan tantangan profesi saat ini. Peserta akan mendapatkan perspektif regulator mengenai kompetensi yang perlu dipersiapkan konsultan pajak untuk menjawab perkembangan sistem perpajakan dan tuntutan profesionalisme di masa depan,” ujar Rindi, Jumat (7/8/2026).

Menurutnya, pembahasan tersebut sejalan dengan tema Seminar Nasional IKPI 2026, yakni “Transformasi Perpajakan 2026: Mengawal Era Digital, Kepastian Hukum, dan Profesionalisme Konsultan Pajak.” Tema tersebut dipilih untuk memberikan ruang diskusi mengenai berbagai perubahan yang tengah berlangsung, mulai dari digitalisasi administrasi perpajakan, kepastian hukum, hingga peningkatan kualitas profesi konsultan pajak.

Rindi menambahkan, Seminar Nasional IKPI tidak hanya menghadirkan pembahasan akademis, tetapi juga menjadi forum bagi anggota untuk memperoleh informasi terkini mengenai perkembangan profesi dari para narasumber yang berasal dari regulator, akademisi, maupun praktisi perpajakan.

“Seminar ini diharapkan dapat memberikan wawasan yang komprehensif kepada peserta mengenai tantangan sekaligus peluang profesi konsultan pajak di tengah transformasi perpajakan yang terus berkembang,” katanya.

Seminar Nasional IKPI 2026 akan diselenggarakan pada Rabu, 26 Agustus 2026, pukul 08.30–16.30 WIB, di Ballroom & Convention Center Pullman Jakarta Central Park, Podomoro City, Jakarta. Selain dapat diikuti secara luring, seminar juga tersedia secara daring melalui Zoom Meeting.

Peserta seminar akan memperoleh berbagai fasilitas berupa 8 SKPPL-TS, modul digital, e-sertifikat, dan merchandise. Khusus anggota IKPI yang mengikuti rangkaian Perayaan HUT ke-61 IKPI juga akan memperoleh 4 Nilai Teknis (NTS).

Rindi mengajak anggota IKPI memanfaatkan kesempatan tersebut untuk mengikuti pembahasan langsung mengenai arah pengembangan profesi konsultan pajak sekaligus memperbarui wawasan di bidang perpajakan.

“Pendaftaran Seminar Nasional IKPI 2026 masih dibuka. Kami mengundang seluruh anggota IKPI untuk bergabung dan memanfaatkan kesempatan belajar langsung dari para narasumber yang kompeten, termasuk regulator,” ujarnya.

Pendaftaran Seminar Nasional IKPI 2026 dapat dilakukan melalui https://bit.ly/SemnasIKPI2026. Panitia mengingatkan bahwa kuota peserta luring terbatas sehingga anggota yang ingin hadir secara langsung diimbau segera mendaftarkan diri sebelum kuota terpenuhi. (bl)

Kuota Offline Ditambah, IKPI Ajak Anggota Bangun Jejaring Bersama 1.800 Peserta Seminar Nasional 2026

IKPI, Jakarta: Ikatan Konsultan Pajak Indonesia (IKPI) kembali membuka kuota peserta offline untuk Seminar Nasional IKPI 2026 setelah tingginya antusiasme anggota yang ingin mengikuti kegiatan secara langsung. Kesempatan ini menjadi momentum bagi anggota IKPI untuk tidak hanya memperoleh pembaruan wawasan perpajakan, tetapi juga membangun jejaring profesional bersama sekitar 1.800 peserta dari berbagai daerah di Indonesia.

Koordinator Seminar Nasional HUT ke-61 IKPI, Rindi Elina, mengatakan kehadiran secara langsung memberikan pengalaman yang berbeda dibandingkan mengikuti seminar secara daring. Selain dapat berinteraksi dengan para narasumber, peserta juga memiliki kesempatan bertemu dan berdiskusi dengan sesama konsultan pajak dari berbagai wilayah.

“Seminar Nasional IKPI merupakan momentum yang sangat baik untuk memperluas networking. Peserta tidak hanya mendapatkan materi dari para narasumber, tetapi juga dapat bertukar pengalaman, berdiskusi, dan menjalin relasi profesional dengan rekan-rekan konsultan pajak dari seluruh Indonesia,” ujar Rindi, Jumat (7/8/2026).

Menurutnya, Seminar Nasional IKPI 2026 diperkirakan akan diikuti sekitar 1.800 peserta, menjadikannya salah satu forum terbesar bagi konsultan pajak pada tahun ini. Besarnya jumlah peserta diharapkan menjadi ruang yang produktif untuk berbagi pengalaman praktik, mempererat silaturahmi, sekaligus membuka peluang kolaborasi antarkonsultan pajak.

Selain menjadi ajang membangun jejaring, seminar juga akan menghadirkan pembahasan berbagai isu strategis perpajakan. Salah satu narasumber yang dijadwalkan hadir adalah Direktur Pembinaan dan Pengawasan Profesi Keuangan (PPPPK), Direktorat Jenderal Stabilitas dan Pengawasan Sektor Keuangan (DJSPSK), Kementerian Keuangan, Erawati, yang akan menyampaikan materi mengenai kompetensi konsultan pajak di masa depan.

Seminar Nasional IKPI 2026 mengusung tema “Transformasi Perpajakan 2026: Mengawal Era Digital, Kepastian Hukum, dan Profesionalisme Konsultan Pajak.” Kegiatan akan berlangsung pada Rabu, 26 Agustus 2026, pukul 08.30–16.30 WIB, di Ballroom & Convention Center Pullman Jakarta Central Park, Podomoro City, serta dapat diikuti secara daring melalui Zoom Meeting.

Peserta akan memperoleh berbagai fasilitas, antara lain 8 SKPPL-TS, modul digital, e-sertifikat, dan merchandise. Khusus anggota IKPI yang mengikuti rangkaian Perayaan HUT ke-61 IKPI juga akan memperoleh 4 Nilai Teknis (NTS).

Rindi mengajak anggota IKPI memanfaatkan penambahan kuota peserta luring untuk merasakan langsung suasana Seminar Nasional IKPI 2026.

“Kesempatan berkumpul dengan sekitar 1.800 peserta dari berbagai daerah tentu menjadi nilai tambah yang sayang untuk dilewatkan. Kami berharap anggota IKPI dapat hadir, memperluas jejaring profesional, sekaligus mengikuti berbagai pembahasan strategis yang disampaikan para narasumber,”ujarnya.

Pendaftaran Seminar Nasional IKPI 2026 masih dibuka melalui https://bit.ly/SemnasIKPI2026. Panitia mengingatkan bahwa jumlah kursi peserta luring tetap terbatas sehingga anggota yang ingin hadir secara langsung diimbau segera melakukan pendaftaran sebelum kuota kembali terpenuhi. (bl)

en_US