IKPI Dukung Penguatan Pemeriksa Pajak, Tapi Harus Diimbangi Profesionalisme dan Pendekatan Berbasis Risiko

IKPI, Jakarta: Ikatan Konsultan Pajak Indonesia (IKPI) menilai rencana Direktorat Jenderal Pajak (DJP) mengonversi ribuan Account Representative (AR) menjadi pemeriksa pajak merupakan langkah strategis untuk mengejar target penerimaan 2026. Namun, kebijakan tersebut perlu diimbangi dengan penguatan profesionalisme serta penerapan pendekatan berbasis risiko agar pemeriksaan tetap berjalan objektif dan berkeadilan.

Ketua Umum IKPI Vaudy Starworld mengatakan, penambahan jumlah pemeriksa pajak harus disertai peningkatan kualitas sumber daya manusia, termasuk penguasaan teknis, integritas, dan pemahaman terhadap karakteristik berbagai sektor usaha.

“Penguatan pemeriksa pajak tentu kami apresiasi, tetapi yang lebih penting adalah memastikan setiap pemeriksa memiliki kompetensi yang memadai. Pemeriksaan pajak itu sangat teknis dan berdampak langsung pada dunia usaha, sehingga profesionalisme menjadi kunci,” ujar Vaudy, Selasa (27/1/2026).

Ia menekankan, DJP perlu tetap mengedepankan pendekatan berbasis risiko dalam menjalankan fungsi pemeriksaan. Dengan cara ini, pengawasan dapat difokuskan pada wajib pajak berisiko tinggi tanpa membebani wajib pajak yang selama ini telah patuh.

“Pendekatan berbasis risiko penting agar pemeriksaan lebih tepat sasaran. Jangan sampai kebijakan ini justru membuat wajib pajak patuh merasa terbebani,” katanya.

Menurut Vaudy, transformasi AR menjadi pemeriksa juga seharusnya tidak menghilangkan fungsi edukatif yang selama ini melekat pada peran AR. Ia berharap pemeriksaan tetap menjadi bagian dari pembinaan kepatuhan, bukan semata-mata instrumen penetapan pajak.

“AR selama ini punya peran pendampingan. Ketika mereka naik menjadi pemeriksa, semangat edukasinya tetap harus dijaga,” ujarnya.

Vaudy juga mengingatkan potensi meningkatnya sengketa pajak seiring bertambahnya aktivitas pemeriksaan. Karena itu, ia menilai kualitas koreksi dan kehati-hatian dalam menerbitkan ketetapan pajak menjadi sangat penting untuk menjaga kepercayaan wajib pajak.

Dalam situasi tersebut, peran konsultan pajak diperkirakan semakin strategis sebagai mitra wajib pajak dalam memastikan kepatuhan sejak awal. Pendampingan profesional dinilai dapat membantu meminimalkan kesalahan administrasi sekaligus mengurangi risiko koreksi di kemudian hari.

IKPI, lanjut Vaudy, siap mendukung agenda reformasi perpajakan melalui peningkatan kompetensi konsultan pajak serta kolaborasi konstruktif dengan DJP.

“Kami berharap penguatan pemeriksa pajak ini tidak hanya mengejar target jangka pendek, tetapi juga membangun fondasi kepatuhan yang berkelanjutan,” kata Vaudy. (bl)

Akselerasi Program Kerja 2026, IKPI Fokus Edukasi Pajak dan Penguatan Peran Cabang

IKPI, Jakarta: Ikatan Konsultan Pajak Indonesia (IKPI) menegaskan komitmennya untuk mengakselerasi implementasi program kerja Tahun 2026 secara terarah, terukur, dan berkelanjutan.

Ketua Umum IKPI Vaudy Starworld mengatakan bahwa seluruh jajaran pengurus pusat hingga cabang diminta bergerak serempak agar program organisasi benar-benar memberikan dampak nyata.

“Akselerasi program kerja menjadi kunci. Kami ingin semua rencana berjalan efektif dan dirasakan manfaatnya oleh anggota maupun masyarakat,” ujar Vaudy di sela Rakor IKPI 24-25 Januari 2026 di Jakarta.

Salah satu fokus utama IKPI adalah penguatan edukasi perpajakan, baik melalui pendekatan konvensional maupun digital, seiring dengan transformasi sistem perpajakan nasional.

IKPI juga memperluas sosialisasi pemahaman regulasi perpajakan, guna membantu wajib pajak beradaptasi dengan perubahan kebijakan serta sistem administrasi berbasis teknologi.

Di sisi lain, 46 cabang IKPI di seluruh Indonesia akan menjadi ujung tombak pelaksanaan program edukasi UMKM secara probono, dengan pendekatan berbasis wilayah.

Vaudy menekankan pentingnya koordinasi antara Pengurus Pusat, Pengurus Daerah, dan Pengurus Cabang agar standar layanan dan kegiatan organisasi berjalan seragam.

Menurutnya, penguatan peran cabang menjadi strategi penting untuk memastikan kehadiran IKPI semakin dekat dengan masyarakat dan pelaku usaha.

“Kami ingin IKPI lebih solid secara internal dan lebih berdampak bagi sistem perpajakan nasional,” katanya, seraya menegaskan Tahun 2026 sebagai momentum konsolidasi dan penguatan kontribusi profesi konsultan pajak. (bl)

IKPI Percepat Transformasi Organisasi, Perluas Kolaborasi Pemerintah hingga Asosiasi Pengusaha

IKPI, Jakarta: Ikatan Konsultan Pajak Indonesia (IKPI) menegaskan komitmennya mempercepat transformasi organisasi sebagai bagian dari upaya memperkuat peran profesi konsultan pajak dalam sistem perpajakan nasional.

Ketua Umum IKPI Vaudy Starworld mengatakan, transformasi tersebut tidak hanya menyasar penguatan internal organisasi, tetapi juga diarahkan pada perluasan kolaborasi strategis dengan berbagai pemangku kepentingan.

“IKPI mengintensifkan kerja sama dengan pemerintah serta stakeholder, termasuk asosiasi pengusaha seperti Kadin dan Apindo, serta Kementerian UMKM,” ujar Vaudy dalam Rapat Koordinasi IKPI Tahun 2026 di Jakarta, 24-25 Januari 2026

Menurutnya, kolaborasi lintas sektor menjadi fondasi penting untuk mendorong peningkatan literasi pajak di kalangan pelaku usaha sekaligus memperkuat kontribusi konsultan pajak terhadap pembangunan ekonomi nasional.

Selain kemitraan kelembagaan, IKPI juga memperluas program sosialisasi edukasi perpajakan, mencakup pemahaman peraturan perpajakan, edukasi perpajakan digital, serta pendampingan kepatuhan pajak berbasis kebutuhan masyarakat.

Vaudy menambahkan, IKPI telah menandatangani kerja sama edukasi UMKM secara probono di seluruh Indonesia. Program ini akan dilaksanakan oleh anggota IKPI di 46 cabang, sehingga menjangkau pelaku usaha dari berbagai daerah.

“Anggota IKPI akan turun langsung memberikan edukasi dan pendampingan. Ini merupakan bentuk tanggung jawab sosial profesi, sekaligus kontribusi nyata bagi penguatan UMKM,” katanya.

Ia menegaskan, transformasi organisasi juga diarahkan untuk memperkuat posisi IKPI sebagai asosiasi profesi yang kredibel, adaptif, dan relevan dengan dinamika perpajakan nasional, termasuk menghadapi percepatan digitalisasi sistem pajak.

Langkah transformasi tersebut sejalan dengan agenda strategis IKPI Tahun 2026 yang menekankan sinergi pusat dan daerah, peningkatan kualitas anggota, serta penguatan kehadiran organisasi di seluruh wilayah Indonesia. (bl)

IKPI dan DJP Jaksel II Gelar Mini Soccer, Bangun Keakraban Lewat Olahraga

IKPI, Jakarta: Ikatan Konsultan Pajak Indonesia (IKPI) bersama Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kantor Wilayah Jakarta Selatan II menggelar pertandingan persahabatan mini soccer sebagai ajang silaturahmi sekaligus penguatan sinergi antarinstitusi. Kegiatan ini berlangsung di di STR Mini Soccer, Jakarta, Rabu, (22/1/2026) sore.

Pertandingan tersebut diikuti oleh anggota IKPI serta pegawai DJP Kanwil Jakarta Selatan II. Sejak awal laga, suasana hangat dan penuh kebersamaan terasa di lapangan, dengan para peserta saling menyapa dan bercengkerama, mencerminkan hubungan yang cair di luar rutinitas pekerjaan formal.

(Foto: Istimewa)

Ketua Komunitas Soccer IKPI, Wibowo Agus Sentiko, menyampaikan bahwa kegiatan ini sengaja digagas sebagai ruang pertemuan nonformal antara konsultan pajak dan otoritas pajak. Menurutnya, olahraga menjadi media yang efektif untuk membangun komunikasi yang lebih terbuka dan relasi yang lebih personal.

“Kami ingin menghadirkan suasana yang berbeda. Lewat mini soccer, kita bisa saling mengenal lebih dekat, bukan hanya sebagai mitra kerja, tetapi juga sebagai sesama insan yang sama-sama berkontribusi untuk negeri,” ujar Wibowo, Selasa (27/1/2025)

Ia menjelaskan, silaturahmi melalui kegiatan olahraga diyakini mampu memperkuat fondasi kerja sama yang selama ini telah terjalin. Dengan hubungan yang semakin akrab, komunikasi profesional diharapkan juga menjadi lebih lancar dan produktif.

(Foto: Istimewa)

Wibowo menambahkan bahwa kegiatan ini tidak hanya bertujuan mempererat hubungan kelembagaan, tetapi juga mengajak seluruh peserta untuk lebih peduli terhadap kesehatan jasmani. Di tengah kesibukan pekerjaan yang padat, olahraga bersama menjadi momen penting untuk menjaga kebugaran sekaligus menyegarkan pikiran.

“Tubuh yang sehat akan menunjang semangat kerja. Kami berharap kegiatan seperti ini bisa menjadi agenda rutin, karena manfaatnya terasa langsung, baik secara fisik maupun secara hubungan antarlembaga,” katanya.

Selama pertandingan berlangsung, para peserta menunjukkan sportivitas tinggi. Tidak ada sekat jabatan di lapangan, semua larut dalam permainan dan canda, menciptakan atmosfer kekeluargaan yang kental hingga akhir laga.

Melalui kegiatan ini, IKPI dan DJP Kanwil Jakarta Selatan II berharap sinergi yang telah terbangun dapat terus diperkuat. Interaksi positif di luar ruang kerja dinilai menjadi modal penting dalam mendukung upaya peningkatan kepatuhan pajak dan penguatan ekosistem perpajakan.

Ke depan, Komunitas Soccer IKPI berencana memperluas kolaborasi serupa dengan berbagai pemangku kepentingan lainnya, sebagai bagian dari upaya membangun hubungan yang sehat, harmonis, dan berkelanjutan antara profesi konsultan pajak dan otoritas perpajakan. (bl)

IKPI Beri Penghargaan Pengda–Pengcab Berprestasi, Perkuat Komitmen Edukasi Pajak UMKM Probono

IKPI, Jakarta: Ikatan Konsultan Pajak Indonesia (IKPI) menegaskan komitmennya membantu pemerintah dalam memberikan layanan edukasi kepada wajib pajak, khususnya pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), melalui program pendampingan perpajakan secara probono, sekaligus memberikan penghargaan kepada Pengurus Daerah (Pengda) dan Pengurus Cabang (Pengcab) berprestasi se-Indonesia.

Ketua Umum IKPI Vaudy Starworld mengatakan, pemberian penghargaan tersebut merupakan bentuk apresiasi Pengurus Pusat kepada Pengda dan Pengcab yang aktif menggelar kegiatan edukasi perpajakan, pendidikan profesional, serta aktivitas sosial yang berdampak langsung kepada masyarakat.

(Foto: Departemen Humas PP-IKPI/Bayu Legianto)

“IKPI ingin memastikan bahwa komitmen edukasi pajak tidak berhenti di pusat. Pengda dan Pengcab adalah ujung tombak kami dalam mendampingi wajib pajak, terutama UMKM,” ujar Vaudy dalam Rapat Koordinasi IKPI Tahun 2026 di Jakarta, Minggu (25/1/2026).

Menurutnya, IKPI telah menandatangani kerja sama edukasi UMKM secara probono yang akan dijalankan oleh anggota di 46 cabang di seluruh Indonesia. Program ini mencakup pemahaman kewajiban perpajakan, sosialisasi regulasi terbaru, hingga edukasi perpajakan digital seiring modernisasi sistem administrasi pajak.

(Foto: Departemen Humas PP-IKPI/Bayu Legianto)

Vaudy menambahkan, selain pendampingan langsung kepada pelaku usaha, IKPI juga mengintensifkan kolaborasi dengan pemerintah serta asosiasi pengusaha seperti Kadin dan Apindo untuk memperluas jangkauan literasi pajak dan memperkuat ekosistem kepatuhan nasional.

Penghargaan kepada Pengda dan Pengcab ini untuk pertama kalinya diselenggarakan oleh IKPI dan ke depan akan menjadi agenda rutin tahunan organisasi. Sebagai simbol kompetisi sehat dan kesinambungan prestasi, Pengurus Pusat juga menyerahkan trofi bergilir kepada para juara.

Dalam ajang perdana tersebut, IKPI Cabang Sleman meraih penghargaan sebagai Pengcab penghasil MoU terbanyak, sementara IKPI Cabang Depok menjadi penyelenggara Pendidikan Profesional Berkelanjutan (PPL) terbanyak sekaligus penyelenggara kegiatan non-PPL dengan peserta umum terbanyak dalam satu kegiatan. IKPI Cabang Jambi tercatat sebagai Pengcab penyelenggara PPL dengan peserta umum terbanyak dalam satu kegiatan, sedangkan kategori serupa tingkat Pengda diraih IKPI Pengda Kalimantan.

(Foto: Departemen Humas PP-IKPI/Bayu Legianto)

Adapun Pengda Sumatera Bagian Tengah memperoleh penghargaan sebagai penyelenggara PPL dengan total peserta umum terbanyak selama setahun. Untuk kategori pendukung peserta donor darah terbanyak diraih IKPI Cabang Padang, sementara predikat Pengcab baru teraktif diberikan kepada IKPI Cabang Buleleng.

Pada kategori penghargaan keseluruhan, Pengcab Harapan 3 diraih IKPI Cabang Sleman, Harapan 2 IKPI Cabang Malang, dan Harapan 1 IKPI Cabang Jakarta Selatan. Predikat Juara 3 Pengcab diraih IKPI Cabang Surabaya, Juara 2 IKPI Cabang Makassar, dan Juara 1 Pengcab IKPI Cabang Medan. Sementara itu, untuk tingkat Pengda, predikat Juara 3 diraih IKPI Pengda DKI Jakarta, Juara 2 IKPI Pengda Sumatera Bagian Tengah, dan Juara 1 IKPI Pengda Jawa Timur.

Menurut Vaudy, penilaian tidak hanya didasarkan pada jumlah kegiatan, tetapi juga kualitas pelaksanaan serta kontribusi nyata terhadap edukasi wajib pajak dan penguatan kapasitas anggota di daerah.

“Prestasi ini kami harapkan menjadi pemantik semangat bagi seluruh Pengda dan Pengcab untuk terus bergerak, memperluas edukasi pajak, serta mendampingi UMKM agar semakin patuh dan berdaya saing,” katanya.

Ia juga menekankan pentingnya kesinambungan program antara Pengurus Pusat, Pengda, dan Pengcab, agar standar layanan organisasi semakin merata di seluruh Indonesia.

Melalui penghargaan ini, IKPI menegaskan bahwa akselerasi program kerja 2026 akan bertumpu pada peran aktif daerah dan cabang, sehingga edukasi perpajakan probono dapat berjalan berkelanjutan dan menjadi bagian dari upaya bersama memperkuat penerimaan negara. (bl)

Rider IKPI Bali Touring ke Pantai Selabih, Rajut Kebersamaan Lewat Alam dan Silaturahmi

IKPI, Bali: Rider IKPI Bali kembali menggelar kegiatan touring sebagai sarana mempererat persaudaraan sekaligus melepas penat dari rutinitas pekerjaan. Sebanyak 12 rider memulai perjalanan dari Lapangan Lumintang, Denpasar, Minggu pagi, 25 Desember 2025 pukul 07.45 WITA, dengan tujuan Desa Selabih, Tabanan, kawasan pesisir yang berada di jalur selatan Pulau Bali.

Touring kali ini dipimpin Made Suadnyana sebagai kapten perjalanan, didampingi Ketua Rider IKPI Bali Agus Dedi. Sejumlah anggota yang turut ambil bagian antara lain Dedi, Suastika, Wiraputra Darmaputra, Komang Gde Sukertya, Widiarsana, Turah Setiawan, Kayun, Bimawan, Ngurah Indra, Tommy, dan Nyoman Artha.

(Foto: DOK. Rider IKPI Bali)

Rombongan melintasi Puspem Badung, Desa Munggu, Beraban, lalu menyusuri jalur persawahan Belalang hingga Bengkel, Sudimara, Penarukan, Klating, Klecung, dan Soka. Jalur selatan Tabanan yang membentang dari kawasan Tanah Lot hingga Soka menyuguhkan panorama alam khas Bali, mulai dari hamparan sawah hijau, aktivitas petani yang membajak dan menanam padi secara gotong royong, hingga pantai yang memanjakan mata.

Di tengah perjalanan, rombongan juga sempat melewati lokasi melukat di pinggir sungai serta berhenti sejenak di area persawahan yang kini berdiri sejumlah vila, berpadu dengan pemandangan pantai Klecung.

Sekitar pukul 10.30 WITA, Rider IKPI Bali tiba di Desa Selabih dan beristirahat di Warung Selabih. Momen kebersamaan semakin terasa saat para rider menikmati kelapa muda yang dipetik langsung oleh anggota, dilanjutkan makan siang bersama di tepi pantai sambil menyaksikan deburan ombak.

(Foto: DOK. Rider IKPI Bali)

Usai berfoto bersama, perjalanan dilanjutkan ke perbatasan Tabanan–Jembrana. Di lokasi tersebut, rombongan kembali mengabadikan momen di bawah patung sapi dengan latar persawahan, sebelum menutup kegiatan dengan menikmati durian bersama.

Ketua Rider IKPI Bali Agus Dedi mengatakan, touring ini bukan sekadar perjalanan motor, melainkan ruang untuk membangun kedekatan emosional antar anggota.

“Kegiatan ini memberi ruang bagi kami untuk saling menguatkan. Menikmati alam, makan bersama, tertawa bersama—hal-hal sederhana seperti ini justru membuat rasa persaudaraan semakin terasa. Banyak rider bilang, touring hari ini membantu meringankan beban pikiran dan jadi bekal semangat menghadapi hari kerja,” ujar Agus Dedi.

(Foto; DOK. Rider IKPI Bali)

Ia menambahkan, kebersamaan tanpa sekat menjadi ciri khas Rider IKPI Bali. Dalam touring kali ini, selain 12 rider, turut hadir tiga anggota perempuan yang ikut meramaikan suasana.

Rombongan kembali tiba di Denpasar sekitar pukul 13.00 WITA. Agus Dedi berharap ke depan jumlah peserta terus bertambah dan kegiatan serupa dapat berlangsung rutin sebagai wadah silaturahmi sekaligus menjaga kesehatan fisik dan mental anggota.

“Semoga bulan depan pesertanya makin banyak. Sehat rahayu selalu untuk Rider IKPI Bali,” tutupnya. (bl)

Jemmi Sutiono: Hary Mulyanto Tinggalkan Warisan Nilai bagi IKPI dan Profesi Konsultan Pajak

Ketua Departemen Hubungan Masyarakat Ikatan Konsultan Pajak Indonesia (IKPI), Jemmi Sutiono, menyampaikan duka cita mendalam atas wafatnya Alm. Hary Mulyanto. Menurut Jemmi, kepergian almarhum merupakan kehilangan besar bagi IKPI, karena sosok Hary Mulyanto telah memberi kontribusi nyata dalam membangun reputasi organisasi dan menjaga marwah profesi konsultan pajak.

Jemmi menilai, Hary Mulyanto adalah figur yang memahami betul pentingnya konsistensi antara nilai, tindakan, dan tanggung jawab organisasi. Meski tidak selalu tampil di ruang publik, almarhum berperan penting dalam memastikan berbagai program pembinaan dan pendidikan berjalan dengan baik, sehingga citra IKPI sebagai organisasi profesi tetap terjaga.

“Pak Hary itu bukan tipe yang banyak bicara, tapi apa yang beliau kerjakan selalu berbobot. Dari situ kita belajar bahwa membangun organisasi tidak selalu lewat panggung, tapi lewat kerja nyata yang berkesinambungan,” ujar Jemmi.

Sebagai Ketua Departemen Humas, Jemmi melihat kontribusi almarhum tidak hanya berdampak ke internal IKPI, tetapi juga ke persepsi eksternal terhadap profesi konsultan pajak. Fondasi pendidikan dan pembinaan yang ikut dirintis Hary Mulyanto telah membantu memperkuat kepercayaan publik terhadap kompetensi anggota IKPI.

Jemmi juga menyoroti integritas pribadi almarhum yang menjadi teladan bagi banyak pengurus dan anggota. Dalam setiap amanah, Hary Mulyanto selalu menempatkan kepentingan organisasi di atas kepentingan pribadi. Sikap tersebut, menurut Jemmi, merupakan bentuk komunikasi nilai yang paling kuat—tanpa perlu narasi panjang.

“Beliau mengajarkan bahwa profesionalisme itu dimulai dari sikap. Itu yang membuat jasa beliau terasa sampai hari ini,” katanya.

Lebih lanjut, Jemmi menyampaikan bahwa jejak pengabdian almarhum akan terus menjadi bagian dari cerita besar IKPI. Sistem, semangat kebersamaan, dan etos kerja yang pernah dibangun Hary Mulyanto menjadi modal penting bagi organisasi dalam menghadapi tantangan profesi ke depan.

“Atas nama Departemen Humas dan keluarga besar IKPI, kami menyampaikan belasungkawa sedalam-dalamnya. Semoga Allah SWT menerima seluruh amal ibadah almarhum dan menempatkannya di tempat terbaik di sisi-Nya,” tutup Jemmi Sutiono. (bl)

Bendum IKPI: Perkuat Fondasi Keuangan Organisasi Lewat Penguatan Tim dan Penyusunan SOP Terpadu

IKPI, Jakarta: Rapat Koordinasi Nasional (Rakor) Ikatan Konsultan Pajak Indonesia (IKPI) 2026 menjadi momentum penting bagi penguatan tata kelola organisasi, tak terkecuali di bidang keuangan. Dalam forum tersebut, Bendahara Umum (Bendum) IKPI Donny Eduardus Rindorindo, yang baru menjabat pada tgl. 12 Januari 2026 menggantikan Emmanuel Ali, secara resmi memperkenalkan susunan baru Tim Bendahara Umum (Bendum) kepada jajaran pengurus pusat, pengurus daerah, hingga pengurus cabang dari seluruh Indonesia yang hadir.

Perkenalan tim ini bukan sekadar seremonial. Bagi Donny, pembentukan dan penguatan struktur Tim Bendum merupakan langkah strategis untuk menjawab tantangan organisasi yang kian berkembang. Dengan meningkatnya aktivitas program, pendidikan, serta pelayanan kepada anggota, pengelolaan keuangan dituntut semakin profesional, transparan, dan akuntable.

“IKPI terus bertumbuh. Karena itu, tata kelola keuangan juga harus ikut berbenah dengan menerapkan sistem dan prosedur yang lebih presisi dan terkontrol. Kami memperkuat tim agar fungsi biro keuangan dan akuntansi, juga biro perpajakan, dapat berjalan lebih maksimal dan presisi,” ujar Donny di hadapan peserta Rakor 2026, Minggu (25/1/2026).

(Foto: DOK. Bendahara Umum PP-IKPI)

Dalam struktur baru tersebut, Biro Akuntansi dan Pelaporan dipimpin oleh Nyoo Poppy Purnamawati sebagai Kepala Biro, dengan Djuniarti Notoprojo sebagai anggota. Sementara Biro Keuangan dan Anggaran diketuai oleh Tintje Beby, didampingi Heni Mariana. Adapun Biro Perpajakan berada di bawah koordinasi Liliek Kristianti, dengan Margaretha Heny Septiani dan Jimmy Bangun Jaya sebagai anggota.

Penambahan personel di berbagai biro ini diharapkan mampu memperkuat pembagian tugas sekaligus meningkatkan kualitas pengawasan internal. Donny menegaskan bahwa setiap biro memiliki peran krusial dalam memastikan arus keuangan organisasi tercatat dengan baik, dilaporkan secara tepat waktu, dan digunakan sesuai peruntukannya.

Tak berhenti pada penguatan sumber daya manusia, Tim Bendum sudah melakukan koordinasi dengan Departemen Internal Audit IKPI guna menyusun panduan tata kelola keuangan organisasi dimana hal ini sangat diperlukan dalam melaksanakan fungsi keuangan organisasi sebagai standar operating procedures (SOP).

SOP tersebut dirancang sebagai acuan baku pengelolaan keuangan IKPI di tingkat pusat hingga nantinya dapat diterapkan di tingkat pengurus daerah dan cabang. Menurut Donny, penyelarasan ini menjadi salah satu faktor sangat penting agar seluruh elemen organisasi memiliki standar yang sama dalam tata kelola keuangan.

“Kami ingin pusat, pengda, dan cabang berjalan dalam satu sistem prosedur. Dengan SOP yang jelas, tata kelola keuangan bisa lebih seragam, transparan, dan akuntabel,” jelasnya.

Ke depan, Tim Bendum juga berencana menambah posisi Kepala Biro Anggaran. Peran ini akan difokuskan untuk mengelola pendapatan dan pengeluaran organisasi, sekaligus menyusun perencanaan keuangan jangka pendek dan menengah. Dengan adanya tambahan Biro Anggaran dalam Tim Bendum, IKPI nantinya diharapkan memiliki pengelolaan keuangan yang lebih terstruktur, sehingga setiap penerimaan dan pengeluaran dapat lebih terkontrol.

Selain aspek struktural, Donny juga menyoroti pentingnya pembenahan operasional harian. Tim Bendum saat ini tengah melakukan berbagai perbaikan, mulai dari pola kerja internal hingga penguatan koordinasi dengan sekretariat. Langkah ini dilakukan untuk mempercepat alur administrasi dan memastikan setiap proses berjalan efisien.

Rakor 2026 juga menjadi ruang refleksi bagi Tim Bendum. Berbagai masukan konstruktif dari Dewan Pengawas dan Dewan Penasihat IKPI menjadi bahan evaluasi penting, terutama terkait pengelolaan keuangan organisasi. Donny menegaskan komitmennya untuk menindaklanjuti seluruh saran positif tersebut sebagai bagian dari upaya berkelanjutan memperbaiki tata kelola keuangan IKPI.

“Masukan dari Dewan Pengawas dan Dewan Penasihat sangat berharga bagi kami. Itu menjadi kompas agar pengelolaan keuangan IKPI semakin baik ke depannya,” katanya.

Melalui penguatan tim, penyusunan SOP terpadu, penambahan tim anggaran, serta pembenahan operasional internal, Bendahara Umum IKPI optimistis fondasi keuangan organisasi akan semakin kokoh. Donny berharap langkah-langkah perbaikan ini dapat mendukung visi besar IKPI sebagai organisasi profesi yang modern, kredibel, akuntabel dan bermartabat.

“Keuangan yang sehat adalah faktor penting bagi organisasi untuk bergerak maju. Dengan sistem prosedur yang rapi dan tim solid, kami ingin memastikan IKPI terus bergerak maju dan memberikan manfaat maksimal bagi seluruh anggota,” kata Donny. (bl)

Wahyandono Sebut Rakor IKPI 2026 Wujud Komitmen Nyata Pengurus Pusat dan Ruang Aspirasi Cabang

IKPI, Jakarta: Ketua Ikatan Konsultan Pajak Indonesia (IKPI) Cabang Yogyakarta, Wahyandono, menyambut positif pelaksanaan Rapat Koordinasi IKPI 2026 yang digelar di Mercure Ancol, Jakarta pada 24–25 Januari 2026. Menurutnya, forum Rakor menunjukkan komitmen nyata Pengurus Pusat dalam mengimplementasikan perencanaan organisasi secara bertanggung jawab dan terukur.

Wahyandono menilai, konsistensi penyelenggaraan Rakor menjadi indikator keseriusan kepengurusan pusat dalam membangun organisasi yang terbuka dan partisipatif.

“Dari cabang Jogja, kami menyambut baik rapat koordinasi seperti ini. Ini menunjukkan bahwa Pengurus Pusat benar-benar mengimplementasikan apa yang sudah direncanakan,” ujarnya di lokasi acara.

Ia menambahkan, Rakor bukan hanya menjadi ajang pemaparan program kerja, tetapi juga ruang dialog dua arah antara pusat dan cabang. Melalui forum ini, aspirasi anggota di tingkat bawah dapat disampaikan secara langsung dan menjadi bahan pertimbangan organisasi.

“Di sini kami tidak hanya bicara soal apa yang akan dikerjakan atau yang sudah dilakukan di 2025, tetapi juga menyampaikan suara-suara anggota secara langsung,” kata Wahyandono.

Menurutnya, mekanisme seperti ini penting untuk menjaga relevansi kebijakan organisasi dengan kondisi riil di daerah. Karena itu, ia memandang Rakor sebagai agenda strategis yang idealnya dilaksanakan secara rutin setiap tahun.

“Rakor seperti ini memang perlu dilakukan setiap tahun agar kita bisa melihat perjalanan organisasi secara utuh,” jelasnya.

Menanggapi tujuan Rakor ke depan, Wahyandono melihat forum ini sebagai tempat merangkai harapan dan sasaran organisasi secara kolektif. Paparan program dari pusat, pengda, hingga pengcab dinilai menjadi fondasi untuk melahirkan kegiatan-kegiatan yang berdampak nyata.

“Harapannya, apa yang disampaikan di Rakor ini bisa diwujudkan dalam kegiatan-kegiatan yang menarik dan bermanfaat bagi anggota,” tuturnya.

Ia juga mengapresiasi adanya pemberian penghargaan atau award kepada pengda dan pengcab berprestasi. Menurutnya, langkah tersebut menjadi pemicu semangat sekaligus bentuk pengakuan atas kerja nyata di daerah.

“Adanya penghargaan untuk cabang dan pengda yang berprestasi itu menurut saya sangat bagus. Ini bisa menjadi motivasi bersama,” ujarnya.

Dari sisi penyelenggaraan, Wahyandono menilai Rakor IKPI 2026 berjalan dengan baik dalam suasana yang sederhana namun bermakna. Ia menilai pendekatan tersebut justru membuat forum lebih membumi dan mudah diterima oleh seluruh peserta.

“Penyelenggaraannya cukup bagus. Mungkin tidak gemebyar atau mewah, tapi justru menyentuh dan bisa diterima oleh pengda dan pengcab yang hadir,” katanya.

Lebih lanjut, ia menyoroti dinamika diskusi antarcabang yang terjadi selama Rakor. Pertukaran pengalaman, ide, dan solusi antar daerah dinilai memberikan perspektif baru dalam pengelolaan organisasi di tingkat cabang.

“Kami bisa berdiskusi dengan cabang lain, bertukar tips, melihat persoalan yang sama, dan mencari solusi bersama. Dari situ muncul banyak insight untuk diterapkan di cabang,” ungkap Wahyandono.

Menurutnya, nilai utama Rakor bukan hanya pada forum resmi, tetapi juga pada interaksi informal yang memperkaya wawasan pengurus daerah dalam mengelola organisasi secara lebih efektif.

“Rakor ini memberi gambaran bagaimana IKPI bisa dikelola dengan lebih baik ke depan. Ini bekal penting bagi kami di cabang,” pungkasnya. (bl)

Pengda Banten: Rakor IKPI 2026 Momentum Tentukan Arah Gerak Organisasi

IKPI, Jakarta: Pengurus Daerah Ikatan Konsultan Pajak Indonesia (IKPI) Banten menilai Rapat Koordinasi (Rakor) IKPI 2026 di Mercure Ancol, Jakarta, 24-25 Januari sebagai momentum penting untuk menentukan arah gerak organisasi ke depan. Forum ini dipandang tidak sekadar ajang konsolidasi, tetapi juga ruang strategis untuk menyatukan visi antara Pengurus Pusat, Pengda, dan Pengcab dalam menghadapi dinamika profesi konsultan pajak.

Pandangan tersebut disampaikan Michael, perwakilan IKPI Pengda Banten, yang hadir mewakili Ketua Pengda Banten Kunto Wiyono yang berhalangan mengikuti Rakor IKPI 2026. Menurutnya, Rakor menjadi wadah yang efektif untuk menyelaraskan rencana kerja dan memperkuat peran organisasi di seluruh tingkatan.

“Rakor IKPI 2026 ini menjadi momentum penting untuk menentukan arah gerak organisasi ke depan. Apa yang direncanakan oleh Pengurus Pusat dapat dikomunikasikan dengan baik, sekaligus mendapatkan respons dan dukungan dari daerah dan cabang,” ujar Michael di lokasi acara.

Ia menilai tema Transformasi IKPI 2026: Memperkuat Kolaborasi, Adaptasi, dan Inovasi Organisasi mencerminkan kebutuhan nyata organisasi dalam menjawab tantangan perubahan kebijakan dan lingkungan perpajakan yang terus berkembang.

“Tema ini relevan dengan kondisi saat ini. IKPI dituntut untuk mampu beradaptasi dengan perubahan iklim perpajakan, sekaligus terus berinovasi dan membangun kolaborasi yang lebih luas,” katanya.

Michael menekankan bahwa Rakor tidak hanya memperkuat hubungan vertikal antara pusat dan daerah, tetapi juga mempererat sinergi horizontal antar-cabang. Diskusi yang terbangun dinilai memberikan energi positif bagi seluruh peserta.

“Yang terasa kuat dalam Rakor ini adalah sinergi. Bukan hanya dari Pengurus Pusat, tetapi juga dari Pengda, Pengcab, hingga tim sekretariat yang saling mendukung,” ujarnya.

Menurutnya, komunikasi dan koordinasi menjadi kunci utama agar arah kebijakan organisasi dapat dijalankan secara konsisten di seluruh wilayah.

“Kalau komunikasi dan koordinasi berjalan baik, maka kolaborasi akan terbentuk dengan sendirinya. Ini fondasi penting agar IKPI bisa bergerak seirama,” kata Michael.

Sebagai organisasi profesi yang telah lama berdiri, IKPI dinilai memiliki tanggung jawab moral untuk menjadi teladan dalam tata kelola organisasi yang sehat dan inklusif.

“IKPI sebagai asosiasi yang sudah matang harus mampu memberi contoh, mulai dari kepengurusan pusat hingga cabang, bagaimana membangun organisasi yang solid dan berkelanjutan,” ujarnya.

Terkait penguatan struktur organisasi di daerah, Michael menyampaikan bahwa Pengda Banten menyambut baik arahan Pengurus Pusat mengenai pengembangan organisasi yang dilakukan secara terencana dan berbasis kebutuhan.

“Arahan Ketua Umum menjadi sinyal positif bagi daerah. Pengembangan organisasi perlu dilakukan dengan perencanaan yang matang dan tetap mengedepankan kolaborasi,” katanya.

Ia mengungkapkan bahwa Pengda Banten tengah menyiapkan langkah penguatan layanan organisasi melalui pembentukan cabang baru di wilayah Serang pada 2026, sebagai upaya mendekatkan aktivitas organisasi kepada anggota.

“Rencana ini sudah kami komunikasikan dengan pengurus cabang yang ada. Harapannya, kehadiran cabang baru dapat memperkuat koordinasi dan mengakomodasi kebutuhan anggota di wilayah sekitar,” jelas Michael.

Menutup pernyataannya, Michael menegaskan komitmen Pengda Banten untuk terus mendukung kebijakan organisasi secara aktif dan konstruktif.

“Dengan semangat kebersamaan dan moto IKPI untuk Nusa Bangsa, kami optimistis Rakor IKPI 2026 menjadi titik awal penguatan organisasi yang lebih solid dan terarah,” pungkasnya. (bl)

en_US