Pengda Banten: Rakor IKPI 2026 Momentum Tentukan Arah Gerak Organisasi

IKPI, Jakarta: Pengurus Daerah Ikatan Konsultan Pajak Indonesia (IKPI) Banten menilai Rapat Koordinasi (Rakor) IKPI 2026 di Mercure Ancol, Jakarta, 24-25 Januari sebagai momentum penting untuk menentukan arah gerak organisasi ke depan. Forum ini dipandang tidak sekadar ajang konsolidasi, tetapi juga ruang strategis untuk menyatukan visi antara Pengurus Pusat, Pengda, dan Pengcab dalam menghadapi dinamika profesi konsultan pajak.

Pandangan tersebut disampaikan Michael, perwakilan IKPI Pengda Banten, yang hadir mewakili Ketua Pengda Banten Kunto Wiyono yang berhalangan mengikuti Rakor IKPI 2026. Menurutnya, Rakor menjadi wadah yang efektif untuk menyelaraskan rencana kerja dan memperkuat peran organisasi di seluruh tingkatan.

“Rakor IKPI 2026 ini menjadi momentum penting untuk menentukan arah gerak organisasi ke depan. Apa yang direncanakan oleh Pengurus Pusat dapat dikomunikasikan dengan baik, sekaligus mendapatkan respons dan dukungan dari daerah dan cabang,” ujar Michael di lokasi acara.

Ia menilai tema Transformasi IKPI 2026: Memperkuat Kolaborasi, Adaptasi, dan Inovasi Organisasi mencerminkan kebutuhan nyata organisasi dalam menjawab tantangan perubahan kebijakan dan lingkungan perpajakan yang terus berkembang.

“Tema ini relevan dengan kondisi saat ini. IKPI dituntut untuk mampu beradaptasi dengan perubahan iklim perpajakan, sekaligus terus berinovasi dan membangun kolaborasi yang lebih luas,” katanya.

Michael menekankan bahwa Rakor tidak hanya memperkuat hubungan vertikal antara pusat dan daerah, tetapi juga mempererat sinergi horizontal antar-cabang. Diskusi yang terbangun dinilai memberikan energi positif bagi seluruh peserta.

“Yang terasa kuat dalam Rakor ini adalah sinergi. Bukan hanya dari Pengurus Pusat, tetapi juga dari Pengda, Pengcab, hingga tim sekretariat yang saling mendukung,” ujarnya.

Menurutnya, komunikasi dan koordinasi menjadi kunci utama agar arah kebijakan organisasi dapat dijalankan secara konsisten di seluruh wilayah.

“Kalau komunikasi dan koordinasi berjalan baik, maka kolaborasi akan terbentuk dengan sendirinya. Ini fondasi penting agar IKPI bisa bergerak seirama,” kata Michael.

Sebagai organisasi profesi yang telah lama berdiri, IKPI dinilai memiliki tanggung jawab moral untuk menjadi teladan dalam tata kelola organisasi yang sehat dan inklusif.

“IKPI sebagai asosiasi yang sudah matang harus mampu memberi contoh, mulai dari kepengurusan pusat hingga cabang, bagaimana membangun organisasi yang solid dan berkelanjutan,” ujarnya.

Terkait penguatan struktur organisasi di daerah, Michael menyampaikan bahwa Pengda Banten menyambut baik arahan Pengurus Pusat mengenai pengembangan organisasi yang dilakukan secara terencana dan berbasis kebutuhan.

“Arahan Ketua Umum menjadi sinyal positif bagi daerah. Pengembangan organisasi perlu dilakukan dengan perencanaan yang matang dan tetap mengedepankan kolaborasi,” katanya.

Ia mengungkapkan bahwa Pengda Banten tengah menyiapkan langkah penguatan layanan organisasi melalui pembentukan cabang baru di wilayah Serang pada 2026, sebagai upaya mendekatkan aktivitas organisasi kepada anggota.

“Rencana ini sudah kami komunikasikan dengan pengurus cabang yang ada. Harapannya, kehadiran cabang baru dapat memperkuat koordinasi dan mengakomodasi kebutuhan anggota di wilayah sekitar,” jelas Michael.

Menutup pernyataannya, Michael menegaskan komitmen Pengda Banten untuk terus mendukung kebijakan organisasi secara aktif dan konstruktif.

“Dengan semangat kebersamaan dan moto IKPI untuk Nusa Bangsa, kami optimistis Rakor IKPI 2026 menjadi titik awal penguatan organisasi yang lebih solid dan terarah,” pungkasnya. (bl)

Enggan Nursanti: Transformasi IKPI 2026 Perlu Ditopang Kualitas Organisasi dan SDM

IKPI, Jakarta: Ketua Ikatan Konsultan Pajak Indonesia (IKPI) Cabang Surabaya, Enggan Nursanti, menilai Rapat Koordinasi IKPI 2026 di Mercure Ancol, Jakarta pada 24-25 Januari sebagai momentum strategis yang membawa semangat transformasi organisasi. Tema “Transformasi IKPI 2026: Memperkuat Kolaborasi, Adaptasi, dan Inovasi Organisasi” dinilai relevan dalam menjawab tantangan profesi konsultan pajak yang semakin dinamis.

Menurut Enggan, perubahan lingkungan eksternal, termasuk percepatan digitalisasi dan kompleksitas regulasi, menuntut IKPI untuk terus beradaptasi melalui pembenahan internal yang berkelanjutan.

“Rakor 2026 ini membawa semangat perubahan. Tantangan ke depan tidak mudah, sehingga transformasi organisasi menjadi kebutuhan agar IKPI tetap relevan,” ujarnya.

Ia menekankan bahwa akselerasi digital perlu dijadikan pemicu transformasi, baik dalam tata kelola organisasi maupun dalam pelayanan kepada anggota. Adaptasi ini, kata dia, harus dilakukan secara terukur dan berkesinambungan.

Selain itu, Enggan memandang kolaborasi dengan pihak ketiga sebagai bagian penting dari strategi penguatan organisasi. Kerja sama tersebut dinilai dapat memperluas peran IKPI sekaligus meningkatkan pengenalan organisasi di tengah masyarakat.

“Kolaborasi yang tepat akan memperkuat kontribusi IKPI bagi Nusa dan Bangsa, sekaligus memperluas jangkauan manfaat organisasi,” katanya.

Menanggapi pelaksanaan Rakor secara keseluruhan, Enggan menyebut forum ini berfungsi sebagai ruang kalibrasi bagi pengurus cabang agar tetap selaras dengan arah kebijakan Pengurus Pusat.

“Rakor menjadi sarana kalibrasi bagi kami di cabang, agar kegiatan yang dijalankan sejalan dengan arah dan kebijakan pusat,” jelasnya.

Terkait pengembangan organisasi, Enggan menilai langkah perluasan struktur, termasuk pengembangan cabang, perlu dilakukan dengan pendekatan yang matang dan berbasis kesiapan. Menurutnya, kualitas organisasi dan kesiapan sumber daya manusia menjadi faktor utama agar pengembangan tersebut berjalan efektif.

“Pengembangan organisasi tentu membutuhkan kesiapan. Kualitas pengurus dan anggota perlu dipersiapkan dengan baik agar setiap langkah penguatan struktur benar-benar memberi nilai tambah,” ujarnya.

Ia menambahkan, dengan kualitas organisasi yang terjaga, IKPI akan semakin dipercaya oleh anggota maupun calon anggota baru. Hal ini, menurutnya, akan menciptakan pertumbuhan yang sehat dan berkelanjutan.

“Jika kualitas kita kuat, maka kepercayaan akan tumbuh. Dari situlah organisasi bisa berkembang secara alami dan berkesinambungan,” kata Enggan.

Menurutnya, pendekatan tersebut juga akan memperkuat daya tarik IKPI bagi para calon konsultan pajak yang sedang mencari organisasi profesi yang kredibel dan visioner.

“Organisasi yang berkualitas akan membuat anggota bangga dan calon anggota yakin untuk bergabung,” tuturnya.

Dengan semangat transformasi yang digaungkan dalam Rakor IKPI 2026, Enggan optimistis IKPI dapat terus melangkah maju sebagai organisasi profesi yang adaptif, kolaboratif, dan berorientasi pada penguatan kualitas.

“Transformasi ini harus menjadi gerak bersama agar IKPI semakin solid dan berdaya saing,” pungkasnya. (bl)

Ketua IKPI Pengda Jawa Tengah Dorong Strategi Rekrutmen Anggota untuk Perkuat Ekspansi Cabang

IKPI, Jakarta: Ketua Ikatan Konsultan Pajak Indonesia (IKPI) Pengurus Daerah Jawa Tengah, Umbaran, menilai Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) IKPI 2026 yang diselenggarakan di Mercure Ancol, Jakarta, 24-25 Nanuari 2026 sebagai momentum penting untuk memperkuat fondasi organisasi, khususnya dalam menyiapkan sumber daya manusia yang memadai di tengah rencana perluasan pengurus daerah dan pengurus cabang di berbagai wilayah.

Menurutnya, pemaparan Pengurus Pusat membuka ruang strategis bagi IKPI untuk tidak hanya memperluas struktur organisasi, tetapi juga mengoptimalkan kualitas dan kuantitas anggota agar sejalan dengan kebutuhan pengembangan cabang.

“Rencana penambahan Pengda dan Pengcab tentu harus dibarengi dengan strategi perekrutan anggota yang terstruktur, sehingga cabang yang dibentuk benar-benar hidup dan berkelanjutan,” ujar Umbaran di lokasi Rakor.

Ia menekankan, perluasan organisasi akan berjalan optimal apabila didukung oleh sebaran anggota yang merata serta kesiapan SDM di daerah. Oleh karena itu, pendekatan rekrutmen harus menjadi bagian integral dari program kerja nasional.

Salah satu langkah konkret yang disampaikan Umbaran adalah memperkuat hubungan IKPI dengan perguruan tinggi. Menurutnya, kampus merupakan pintu masuk strategis untuk mengenalkan profesi konsultan pajak sejak dini sekaligus membangun minat generasi muda untuk bergabung dengan IKPI.

“Kami melihat kampus sebagai ekosistem awal. Melalui pengenalan profesi, kuliah tamu, hingga program magang, IKPI bisa hadir lebih dekat dengan mahasiswa dan lulusan baru,” katanya.

Di Jawa Tengah, IKPI Pengda mendorong inisiatif IKPI Goes to Campus sebagai wadah pengenalan organisasi, profesi, serta jalur karier konsultan pajak. Program ini dirancang untuk melibatkan anggota IKPI yang juga berprofesi sebagai dosen maupun praktisi di perguruan tinggi.

Umbaran menilai, pendekatan tersebut dapat menciptakan kesinambungan antara dunia akademik dan profesi, sekaligus menjadi sarana rekrutmen anggota baru yang berkelanjutan.

“Kalau mahasiswa sudah mengenal IKPI sejak kuliah, maka ketika mereka lulus dan memenuhi syarat profesi, IKPI akan menjadi pilihan pertama,” ujarnya.

Selain kampus, ia juga mendorong optimalisasi pembinaan bagi calon konsultan pajak melalui pelatihan, bimbingan, dan pendampingan sertifikasi. Menurutnya, skema ini dapat menjadi nilai tambah organisasi dalam menarik minat anggota baru.

“IKPI bisa hadir sebagai rumah besar yang tidak hanya menaungi, tetapi juga membina sejak awal proses profesional,” kata Umbaran.

Ia menegaskan bahwa strategi perekrutan anggota harus berjalan seiring dengan program pembentukan cabang baru. Dengan jumlah anggota yang tumbuh dan tersebar merata, keberadaan cabang tidak hanya bersifat administratif, tetapi juga aktif menjalankan fungsi organisasi.

“Pengembangan cabang dan rekrutmen anggota adalah dua sisi yang tidak terpisahkan. Keduanya harus bergerak bersama agar organisasi semakin kuat,” ujarnya.

Melalui Rakornas IKPI 2026, Umbaran optimistis organisasi memiliki momentum yang tepat untuk menyusun langkah-langkah strategis dalam memperluas keanggotaan sekaligus memperkuat kualitas SDM.

“Dengan sinergi pusat dan daerah, serta strategi rekrutmen yang tepat, IKPI akan semakin solid dan siap menghadapi tantangan ke depan,” pungkasnya. (bl)

Pimpinan Rapat Rakor IKPI 2026: Masukan Pengda dan Pengcab Sangat Membangun dan Konstruktif

IKPI, Jakarta: Pimpinan Rapat pada Rakor Ikatan Konsultan Pajak Indonesia (IKPI) Tahun 2026, Pino Siddharta, menilai masukan yang disampaikan oleh Pengurus Daerah (Pengda) dan Pengurus Cabang (Pengcab) selama Rakor berlangsung sangat membangun dan konstruktif. Hal tersebut disampaikannya pada penutupan Rakor IKPI 2026 yang digelar pada 24–25 Januari 2026 di Hotel Mercure Ancol, Jakarta.

Menurut Pino, Rakor IKPI 2026 berjalan dengan baik dan lancar berkat partisipasi aktif seluruh unsur organisasi. Seluruh organ IKPI, mulai dari Pengurus Pusat, Pengawas, Dewan Kehormatan, Dewan Penasihat, hingga Pengda dan Pengcab, dinilainya telah berkontribusi nyata melalui pemaparan kinerja serta penyampaian rencana kerja ke depan.

“Hari ini merupakan hari terakhir Rapat Koordinasi Nasional IKPI 2026. Kami sebagai pimpinan rapat mengucapkan terima kasih kepada seluruh peserta rapat koordinasi sehingga Rakor ini bisa berjalan dengan lancar dan baik,” ujar Pino usai menutup sidang Rakor.

Ia menegaskan bahwa antusiasme peserta menjadi salah satu kekuatan utama Rakor tahun ini. Banyaknya masukan dari daerah dan cabang menunjukkan tingginya kepedulian terhadap arah dan masa depan organisasi.

“Masukan-masukan dari Pengda dan Pengcab sangat luar biasa. Banyak masukan yang bersifat membangun dan konstruktif, dan ini menjadi bekal penting bagi Pengurus Pusat untuk melangkah ke program kerja 2026,” katanya.

Pino berharap Rakor IKPI 2026 dapat menjadi pintu masuk sekaligus langkah strategis dalam menyongsong program kerja organisasi ke depan. Menurutnya, kolaborasi dan konsolidasi menjadi kunci agar berbagai rancangan program dapat direalisasikan secara nyata.

“Kami berharap apa yang telah dibahas dan dirumuskan dalam Rakor ini dapat dijalankan oleh Pengurus Pusat dengan semangat kolaborasi, sehingga IKPI ke depan bisa menjadi lebih baik lagi,” ujarnya.

Pandangan positif terhadap pelaksanaan Rakor juga disampaikan oleh Zeti Arina, Anggota Pimpinan Rapat Rakor IKPI yang mengikuti seluruh rangkaian kegiatan. Menurutnya, Rakor IKPI 2026 tidak hanya berfungsi sebagai forum laporan dan evaluasi, tetapi juga sebagai ruang penyamaan visi organisasi secara nasional.

“Yang saya rasakan, Rakor ini bukan sekadar mendengar laporan, tetapi menjadi ruang refleksi bersama tentang posisi IKPI saat ini dan ke mana organisasi akan diarahkan ke depan,” ujar Zeti.

Zeti menilai dinamika diskusi yang terbuka membuat peserta merasa dilibatkan secara aktif dalam proses organisasi. Hal ini, menurutnya, memperkuat rasa memiliki dan tanggung jawab bersama terhadap IKPI.

Ia juga menyoroti kuatnya nuansa kebersamaan dalam Rakor IKPI 2026. Pertemuan pengurus dari berbagai daerah dengan latar belakang dan tantangan berbeda justru memperlihatkan soliditas organisasi dalam satu visi yang sama.

“Rakor ini memperlihatkan bahwa meskipun kita datang dari daerah yang berbeda-beda, semangat dan visinya tetap satu, yaitu membesarkan IKPI,” ungkap Zeti.

Sementara itu, Hersona Bangun, Anggota Pimpinan Rakor IKPI lainnya, menilai kegiatan tersebut sebagai salah satu Rakor terbaik yang pernah diselenggarakan. Ia membandingkan pelaksanaan Rakor kali ini dengan Rakor sebelumnya dan melihat adanya peningkatan yang signifikan.

“Kalau saya bandingkan dengan Rakor sebelumnya, Rakor kali ini menurut saya jauh lebih baik,” ujar Hersona.

Menurut Hersona, pemilihan lokasi menjadi salah satu faktor pendukung utama keberhasilan Rakor. Suasana yang kondusif dinilainya sangat membantu jalannya diskusi yang serius namun tetap nyaman.

“Tempatnya sangat mendukung. Suasana rapat terasa formal, tapi tetap nyaman untuk berdiskusi,” katanya.

Selain itu, ia mengapresiasi kesiapan panitia yang dinilai mampu mengelola waktu dan materi dengan baik. Seluruh Pengcab dan Pengda, menurutnya, memperoleh kesempatan yang adil untuk menyampaikan masukan.

“Tidak ada waktu yang terbuang. Semua cabang bisa menyampaikan masukan, dan seluruh materi bisa ditampilkan serta diakomodasi dengan baik,” ujarnya.

Hersona menutup dengan apresiasi terhadap kerja keras panitia yang telah memastikan Rakor IKPI 2026 berjalan efektif dan substansial.

“Persiapan panitia sangat matang. Ini menunjukkan keseriusan organisasi dalam membangun IKPI ke arah yang lebih baik,” pungkasnya. (bl)

Ketua Umum IKPI Apresiasi Panitia dan Peserta Rakor 2026, Tegaskan Komitmen Sinergi Pusat–Daerah

IKPI, Jakarta: Ketua Umum Ikatan Konsultan Pajak Indonesia (IKPI), Vaudy Starworld, menyampaikan apresiasi kepada seluruh jajaran panitia serta peserta Rapat Koordinasi IKPI Tahun 2026 yang berlangsung di Hotel Mercure Ancol, Jakarta, pada 24–25 Januari 2026.

Apresiasi tersebut disampaikan menyusul rampungnya seluruh rangkaian Rakor yang diikuti oleh unsur Pengurus Pusat, Pengurus Daerah, hingga Pengurus Cabang dari berbagai wilayah Indonesia. Menurut Vaudy, keberhasilan pelaksanaan Rakor tidak lepas dari kerja keras panitia serta partisipasi aktif seluruh peserta.

“Saya menyampaikan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh panitia yang telah bekerja keras, serta kepada para peserta Rakor yang telah meluangkan waktu dan energi untuk hadir dan berkontribusi dalam forum ini,” ujar Vaudy di lokasi acara.

Ia menilai Rakor IKPI 2026 berjalan efektif karena mampu menghadirkan ruang dialog terbuka antara pusat dan daerah. Dalam forum tersebut, para pengurus menyampaikan laporan kinerja masing-masing sepanjang 2025 sekaligus memaparkan rencana kerja 2026 yang akan menjadi pijakan bersama organisasi.

“Rakor ini menjadi momentum penting bagi kita semua untuk saling berbagi capaian, menyampaikan tantangan di lapangan, dan menyelaraskan program kerja ke depan,” katanya.

Vaudy menekankan bahwa keterlibatan aktif pengurus pusat, daerah, dan cabang mencerminkan soliditas organisasi yang terus terjaga. Menurutnya, sinergi lintas struktur menjadi kunci agar setiap kebijakan dan program IKPI dapat diimplementasikan secara merata hingga ke daerah.

“Partisipasi pengurus daerah dan cabang sangat penting, karena merekalah ujung tombak organisasi. Apa yang dirumuskan di pusat harus hidup di daerah,” ujarnya.

Ia juga mengapresiasi keseriusan peserta dalam menyampaikan kinerja serta rencana kerja masing-masing. Bagi Vaudy, pemaparan tersebut menunjukkan komitmen bersama untuk menjadikan IKPI sebagai organisasi yang terukur, transparan, dan berorientasi pada hasil.

“Paparan kinerja dan rencana kerja 2026 dari pusat sampai cabang menunjukkan bahwa IKPI bergerak dengan arah yang sama. Ini modal besar untuk memperkuat organisasi,” kata Vaudy.

Lebih lanjut, Vaudy berharap hasil Rakor IKPI 2026 dapat segera ditindaklanjuti dalam bentuk program konkret di setiap daerah. Ia mengingatkan bahwa Rakor bukan sekadar forum diskusi, tetapi titik awal implementasi kebijakan yang berdampak langsung bagi anggota.

“Yang terpenting setelah Rakor ini adalah tindak lanjut. Saya berharap seluruh pengurus dapat membawa semangat Rakor ini ke daerah masing-masing,” ujarnya.

Menutup pernyataannya, Vaudy kembali menegaskan pentingnya kolaborasi dan komunikasi berkelanjutan antara pusat, daerah, dan cabang. Dengan kebersamaan tersebut, ia optimistis IKPI mampu terus tumbuh sebagai organisasi profesi yang solid dan adaptif.

“Dengan kerja sama yang kuat antara pusat, daerah, dan cabang, saya yakin IKPI akan semakin maju dan mampu memberikan manfaat yang lebih besar bagi seluruh anggota,” pungkasnya. (bl)

Nuryadin Rahman: Hary Mulyanto Tinggalkan Fondasi Kuat bagi Regenerasi IKPI

Wakil Ketua Umum Ikatan Konsultan Pajak Indonesia (IKPI), Nuryadin Rahman, menyampaikan duka cita mendalam atas wafatnya Alm. Hary Mulyanto. Menurut Nuryadin, kepergian almarhum merupakan kehilangan besar bagi IKPI, mengingat perannya yang signifikan dalam membangun fondasi pembinaan sumber daya manusia dan arah pengembangan organisasi.

Nuryadin menilai, Hary Mulyanto adalah figur yang memiliki visi jauh ke depan. Almarhum memahami bahwa kekuatan organisasi profesi tidak hanya terletak pada jumlah anggota, tetapi pada kualitas dan kesinambungan kader. Karena itu, sejak awal beliau menaruh perhatian besar pada pendidikan dan proses regenerasi konsultan pajak.

“Pak Hary selalu bicara soal keberlanjutan. Bagi beliau, organisasi harus menyiapkan generasi berikutnya dengan serius. Itulah sebabnya beliau sangat konsisten mendorong penguatan sistem pendidikan,” ujar Nuryadin.

(Foto: Istimewa)

Ia juga mengenang momen personal bersama Ketua Umum IKPI Vaudy Starworld, saat keduanya berkesempatan menengok almarhum di kediamannya sekitar setahun lalu. Dalam pertemuan tersebut, mereka berdiskusi panjang mengenai arah pendidikan di IKPI dan tantangan pengembangan profesi ke depan.

“Kami bersyukur masih sempat bersilaturahmi dengan beliau. Waktu itu Pak Hary banyak menyampaikan pandangan tentang pentingnya menjaga kualitas PPL dan menyiapkan kader muda. Diskusinya sangat dalam dan penuh makna,” kata Nuryadin.

Hal senada disampaikan Ketua Umum IKPI Vaudy Starworld. Vaudy mengaku pertemuan tersebut menjadi kenangan tersendiri, karena almarhum tetap menunjukkan kepedulian besar terhadap organisasi meski dalam kondisi kesehatan yang terbatas.

“Beliau masih memikirkan IKPI. Masih bicara soal pendidikan, soal masa depan profesi. Itu menunjukkan betapa besar cintanya kepada organisasi,” ungkap Vaudy.

Sebagai pimpinan organisasi, Nuryadin melihat langsung bagaimana pemikiran almarhum ikut membentuk kerangka pembinaan IKPI yang lebih terstruktur. Konsep pengembangan kompetensi yang kini menjadi kebijakan organisasi, kata dia, tidak lepas dari kontribusi gagasan Hary Mulyanto pada masa-masa awal.

Nuryadin juga menyoroti karakter kepemimpinan almarhum yang tenang dan penuh keteladanan. Dalam setiap diskusi, Hary Mulyanto selalu mengedepankan substansi dan kepentingan jangka panjang organisasi, bukan pendekatan pragmatis sesaat. Sikap tersebut menjadi referensi penting bagi para pengurus dalam mengambil keputusan strategis.

Menurut Nuryadin, jasa almarhum bagi IKPI tidak dapat diukur hanya dari periode jabatan atau posisi struktural. Warisan terbesarnya justru terletak pada sistem, nilai profesionalisme, dan semangat membangun kader yang terus hidup hingga hari ini.

“Beliau meninggalkan lebih dari sekadar kenangan. Beliau meninggalkan arah,” katanya.

Atas nama pimpinan pusat IKPI, Nuryadin Rahman dan Vaudy Starworld menyampaikan belasungkawa sedalam-dalamnya kepada keluarga almarhum. Keduanya berharap seluruh amal ibadah Hary Mulyanto diterima Allah SWT, serta pengabdian beliau menjadi inspirasi bagi generasi konsultan pajak berikutnya. (bl)

Di Rakor IKPI 2026, Ketua Dewan Penasihat Tekankan Peran Visioner Organisasi: Bukan Mengawasi, tapi Menentukan Arah

IKPI, Jakarta: Ketua Dewan Penasihat Ikatan Konsultan Pajak Indonesia (IKPI) Mochamad Soebakir, menegaskan bahwa Dewan Penasihat memiliki peran strategis yang bersifat visioner dalam tubuh organisasi. Penegasan tersebut disampaikan dalam Rapat Koordinasi IKPI 2026 yang digelar di Hotel Mercure, Ancol, Jakarta, 24–25 Januari 2026.

Dalam pemaparannya, Soebakir menjelaskan bahwa fungsi Dewan Penasihat telah diatur secara jelas dalam Anggaran Rumah Tangga IKPI, khususnya Pasal 13 ayat 6. Dewan Penasihat bertugas memberikan masukan, nasihat, dan pertimbangan kepada Ketua Umum terkait pengelolaan dan pelaksanaan kegiatan organisasi, serta pengembangan IKPI agar tetap sejalan dengan AD-ART.

“Perlu ditegaskan, Dewan Penasihat itu bukan mengawasi dan bukan menegakkan etika. Fungsi kami adalah visioner, looking forward, menentukan arah organisasi ke depan,” ujar Soebakir.

Ia menekankan adanya diferensiasi fungsi yang tegas antarorgan IKPI. Dewan Pengawas menjalankan fungsi pengawasan terhadap pelaksanaan program kerja (looking at), sementara Dewan Kehormatan berperan dalam penegakan etika profesi dan menjaga martabat organisasi (looking after).

“Kalau Dewan Penasihat, tugas utamanya memberi pandangan strategis kepada Ketua Umum. Kami bicara tentang masa depan IKPI,” katanya.

Menurut Soebakir, peran visioner tersebut menjadi penting agar setiap periode kepengurusan tidak hanya berfokus pada kegiatan jangka pendek, tetapi juga meninggalkan warisan organisasi yang bernilai jangka panjang (intangible legacy).

Salah satu contoh warisan strategis tersebut adalah terwujudnya Undang-Undang Konsultan Pajak sebagai landasan hukum profesi. Selain itu, penguatan tata kelola yang baik (good governance) juga menjadi fondasi penting bagi keberlanjutan organisasi.

“Tata kelola yang baik mungkin tidak selalu terlihat, tetapi sangat menentukan umur dan kekuatan organisasi,” ujarnya.

Sepanjang tahun 2025, Dewan Penasihat telah menjalankan fungsi visionernya melalui sejumlah rapat internal dan koordinasi dengan Pengurus Pusat, serta pembahasan berbagai isu strategis yang berdampak pada arah organisasi.

Dengan penegasan peran tersebut, Dewan Penasihat menempatkan dirinya sebagai penjaga arah besar IKPI, memastikan organisasi terus tumbuh secara sehat, adaptif, dan berorientasi pada kepentingan profesi konsultan pajak di Indonesia. (bl)

Vaudy Starworld: Hary Mulyanto Tinggalkan Jejak Penting dalam Perjalanan IKPI

Ketua Umum Ikatan Konsultan Pajak Indonesia (IKPI), Vaudy Starworld, menyampaikan duka cita mendalam atas wafatnya Alm. Hary Mulyanto. Bagi Vaudy, kepergian almarhum merupakan kehilangan besar bagi IKPI, mengingat kontribusinya yang panjang dan konsisten dalam membangun fondasi organisasi, khususnya di bidang pembinaan dan pengembangan profesi.

Vaudy menilai Hary Mulyanto sebagai figur yang memiliki pemahaman mendalam tentang arti berorganisasi. Almarhum tidak hanya hadir sebagai pelaksana program, tetapi juga sebagai penjaga nilai-nilai profesionalisme yang menjadi roh IKPI. “Beliau adalah sosok yang bekerja dengan komitmen tinggi. Apa yang dilakukan selalu berpijak pada kepentingan organisasi dan keberlanjutan profesi,” ujar Vaudy.

Dalam catatan perjalanan IKPI, almarhum terlibat aktif pada berbagai fase penting organisasi, termasuk pada masa-masa awal penguatan sistem pendidikan konsultan pajak. Vaudy menegaskan, kontribusi tersebut menjadi bagian dari proses panjang yang kemudian melahirkan sistem Pendidikan Profesional Berkelanjutan (PPL) seperti yang dikenal saat ini.

Menurut Vaudy, Hary Mulyanto termasuk generasi perintis yang meletakkan dasar berpikir bahwa kualitas konsultan pajak harus dijaga melalui proses pembelajaran yang terstruktur dan berkesinambungan. Pemikiran itu, kata dia, kini menjadi salah satu pilar utama kebijakan organisasi dalam meningkatkan kompetensi anggota.

Vaudy juga menyoroti karakter almarhum yang dikenal sederhana, disiplin, dan konsisten. Dalam setiap amanah yang dijalankan, Hary Mulyanto selalu menempatkan tanggung jawab organisasi di atas kepentingan pribadi. Sikap tersebut menjadi teladan bagi para pengurus dan anggota IKPI lintas generasi.

“Beliau bukan tipe yang menonjolkan diri. Tapi ketika bicara tentang tugas, Pak Hary sangat serius dan total. Organisasi banyak belajar dari keteguhan sikap beliau,” ungkap Vaudy.

Sebagai Ketua Umum, Vaudy menilai jasa almarhum tidak hanya tercermin dari jabatan atau periode kepengurusan, melainkan dari warisan sistem dan nilai yang ditinggalkan. Apa yang telah dirintis Hary Mulyanto menjadi bagian dari fondasi kelembagaan IKPI yang terus dikembangkan hingga hari ini.

Vaudy menambahkan, di tengah dinamika profesi konsultan pajak yang semakin kompleks, keteladanan almarhum dalam menjaga integritas dan kualitas profesi menjadi pengingat penting bagi seluruh anggota IKPI untuk terus berpegang pada etika dan kompetensi.

“Atas nama Pengurus Pusat dan seluruh keluarga besar IKPI, kami menyampaikan belasungkawa sedalam-dalamnya. Semoga amal ibadah almarhum diterima Allah SWT dan segala jasa beliau bagi organisasi menjadi catatan kebaikan yang abadi,” tutup Vaudy Starworld. (bl)

Rusmadi: Hary Mulyanto adalah Pilar Pengabdian Organisasi IKPI

Ketua Departemen Keagamaan, Sosial, Seni dan Olahraga (KSSO) Ikatan Konsultan Pajak Indonesia (IKPI), Rusmadi, menyampaikan belasungkawa mendalam atas wafatnya Alm. Hary Mulyanto. Di mata Rusmadi, almarhum merupakan sosok yang memiliki jasa besar bagi organisasi, bukan hanya melalui jabatan formal, tetapi lewat kerja nyata yang membangun fondasi kuat bagi perjalanan IKPI.

Menurut Rusmadi, kontribusi Hary Mulyanto tidak bisa dilihat secara parsial. Peran almarhum melintasi banyak fase penting organisasi, terutama pada masa-masa awal penguatan sistem pendidikan dan pembinaan profesi. “Beliau bukan hanya hadir sebagai pengurus, tetapi sebagai penggerak yang memastikan organisasi berjalan tertib, terarah, dan berkelanjutan,” ujarnya.

Rusmadi menilai, almarhum memiliki komitmen yang kuat terhadap tugas organisasi. Setiap amanah dijalankan dengan disiplin dan tanggung jawab tinggi, tanpa bergantung pada sorotan publik atau pengakuan personal. Pola kerja tersebut membentuk kultur kerja yang sehat di lingkungan IKPI, khususnya dalam bidang pembinaan dan pengembangan profesionalisme anggota.

Dalam perspektif sosial-organisasi, Rusmadi melihat Hary Mulyanto sebagai figur pemersatu. Almarhum dikenal mampu menjaga keseimbangan antara kepentingan organisasi, kebutuhan anggota, dan nilai-nilai kebersamaan. Sikap tersebut membuatnya dihormati lintas generasi pengurus dan anggota.

Ia juga menegaskan bahwa jasa almarhum bagi IKPI tidak hanya bersifat struktural, tetapi juga kultural. Nilai kerja, etika pengabdian, dan loyalitas terhadap organisasi yang ditanamkan Hary Mulyanto menjadi bagian dari identitas IKPI hingga hari ini.

“Bagi kami, almarhum bukan sekadar bagian dari sejarah organisasi, tetapi bagian dari pondasi yang membentuk karakter IKPI. Jasa beliau akan selalu tercatat dalam perjalanan organisasi,” kata Rusmadi.

Kepergian Hary Mulyanto, menurut Rusmadi, adalah kehilangan besar bagi IKPI dan dunia profesi konsultan pajak. Namun, warisan pengabdian dan kontribusinya akan terus hidup melalui sistem, nilai, dan semangat organisasi yang telah ia ikut bangun dan rawat selama bertahun-tahun. (bl)

Ketua IKPI Cabang Medan Apresiasi Rakor 2026: Respons Cepat Evaluasi dan Program Kerja Dinilai Tepat

IKPI, Jakarta: Pelaksanaan Rapat Koordinasi Ikatan Konsultan Pajak Indonesia (IKPI) Tahun 2026 di Hotel Mercure, Ancol, Jakarta, Sabtu (24/1/2026) mendapat apresiasi dari berbagai pengurus daerah dan pengurus cabang IKPI. Ketua IKPI Cabang Medan, Ebenezer Simamora, menilai Rakor yang digelar pada awal tahun ini sebagai bentuk respons cepat Pengurus Pusat dalam mengelola organisasi secara terencana.

Menurut Ebenezer, pemilihan waktu Rakor di awal tahun menunjukkan keseriusan organisasi dalam mengevaluasi kinerja tahun sebelumnya dan menetapkan arah kerja tahun berjalan. Langkah ini dinilai penting agar seluruh jajaran, baik pusat maupun daerah, memiliki pijakan yang jelas sejak awal.

“Pelaksanaan Rakor di Januari 2026 ini sangat positif. Artinya, pengurus pusat bergerak cepat mengevaluasi kinerja 2025 dan langsung memaparkan program kerja 2026,” ujarnya.

Ia mengapresiasi banyaknya kegiatan yang telah dilaksanakan IKPI sepanjang 2025. Dari perspektif daerah, hal tersebut mencerminkan organisasi yang aktif dan tidak stagnan, meskipun menghadapi berbagai tantangan profesi di lapangan.

“Kami melihat begitu banyak kegiatan yang dilaksanakan dalam satu tahun. Itu menunjukkan bahwa organisasi berjalan dan hidup,” kata Ebenezer.

Selain evaluasi, pemaparan program kerja 2026 juga dinilai memberi kejelasan arah bagi pengurus daerah dan cabang. Dengan gambaran program yang sudah disampaikan sejak awal tahun, daerah dapat menyesuaikan agenda kerja agar sejalan dengan kebijakan nasional organisasi.

“Program kerja 2026 sudah dipaparkan dengan cukup jelas. Kami berharap program-program tersebut benar-benar bisa tercapai,” ujarnya.

Ebenezer menilai Rakor bukan hanya forum formal, tetapi juga ruang sinkronisasi antarlevel kepengurusan. Melalui Rakor, daerah dapat memahami prioritas pusat sekaligus menyiapkan dukungan yang dibutuhkan agar program berjalan efektif.

Dari sisi cabang, kejelasan agenda tahunan memudahkan penyusunan kegiatan, termasuk PPL, rapat anggota, dan aktivitas pembinaan profesi lainnya. Hal ini dinilai berdampak langsung pada kualitas layanan organisasi kepada anggota.

Ia menegaskan, IKPI Cabang Medan siap mendukung dan mengawal pelaksanaan program kerja 2026 sesuai kapasitas dan peran cabang, dengan tetap mengedepankan sinergi bersama pengurus daerah dan pusat.

Dengan pelaksanaan Rakor yang dinilai tepat waktu dan substansial, Ebenezer berharap pola perencanaan seperti ini dapat terus dipertahankan agar IKPI semakin solid dan adaptif menghadapi dinamika profesi konsultan pajak. (bl)

en_US