In Memoriam: Tan Alim Kenang Drs Barry Kusuma Sebagai Salah Satu Sepuh yang Menjadi Role Model IKPI

Ketua IKPI Pengda Daerah Khusus Jakarta (DKJ), Tan Alim, menyampaikan duka mendalam atas berpulangnya Drs. Barry Kusuma. Bagi Tan Alim, sosok yang dikenalnya sebagai senior di organisasi merupakan salah satu sepuh IKPI yang memiliki pengaruh besar dalam perjalanan organisasi.

Sebagai junior, Tan Alim menilai Barry Kusuma adalah figur yang sukses dalam memimpin, baik saat menjabat sebagai Ketua IKPI Cabang Medan maupun ketika mengemban amanah sebagai Ketua IKPI Pengda Sumbagut. Kepemimpinannya dinilai membawa kemajuan dan penguatan organisasi di wilayah Sumatera Utara.

Menurutnya, perjalanan panjang dan kontribusi yang telah diberikan menjadikan beliau sebagai salah satu tokoh penting dalam sejarah perkembangan IKPI. Pengalaman, dedikasi, serta komitmennya terhadap organisasi menjadi teladan bagi generasi berikutnya.

Tan Alim juga menegaskan bahwa sosok tersebut bukan hanya senior secara usia dan pengalaman, tetapi juga menjadi role model bagi para junior di IKPI. Integritas, konsistensi, dan keteguhan dalam memimpin menjadi nilai yang patut diteladani.

Kepergian Drs. Barry Kusuma meninggalkan kehilangan yang mendalam, khususnya bagi para pengurus dan anggota yang pernah merasakan arahan serta keteladanannya.

Bagi Tan Alim, IKPI kehilangan salah satu sepuh yang telah memberi warna dan kontribusi nyata bagi organisasi, serta meninggalkan warisan kepemimpinan yang akan terus dikenang oleh generasi penerus. (bl)

In Memoriam: Zeti Arina Kenang Drs Barry Kusuma Sebagai Sosok Senior yang Hangat dan Royal

Ketua IKPI Pengda Jawa Timur, Zeti Arina, turut menyampaikan rasa kehilangan atas berpulangnya Drs. Barry Kusuma. Bagi Zeti, sosok yang dikenalnya bukan hanya sebagai senior dalam organisasi, tetapi juga panutan yang penuh kehangatan.

Ia mengenang momen ketika berkunjung ke Medan dan disambut dengan keramahan khas Barry Kusuma. Saat itu, ia diajak menikmati kopi pilihan yang menjadi kebanggaan daerah tersebut. Bagi Zeti, perhatian sederhana seperti itu mencerminkan karakter beliau yang tulus dan senang berbagi.

“Beliau itu senior dan panutan. Royal, tidak jaim, dan sangat perhatian,” kenang Zeti.

Menurutnya, Barry Kusuma adalah pribadi yang tidak pernah setengah-setengah dalam menunjukkan kepedulian. Bahkan dalam setiap acara IKPI di Jakarta, beliau rela membawa durian langsung dari Medan demi berbagi dengan rekan-rekan sesama pengurus dan anggota. Sikap itu menunjukkan betapa ia menikmati kebersamaan dan ingin menghadirkan suasana hangat di setiap pertemuan.

Di mata Zeti, kehadiran Barry Kusuma selalu membawa energi positif. Tidak ada jarak antara senior dan yunior. Sosoknya sederhana, apa adanya, namun tetap dihormati karena pengalaman dan kebijaksanaannya.

Kepergian beliau meninggalkan kesan mendalam, bukan hanya karena kontribusinya bagi organisasi, tetapi juga karena kenangan-kenangan kecil yang penuh makna. Dari secangkir kopi hingga durian yang dibawa dengan penuh semangat, semua menjadi simbol perhatian dan kebersamaan yang akan selalu dikenang.

Bagi Zeti Arina, dunia IKPI kehilangan seorang senior yang menjadi panutan dalam sikap, dedikasi, dan ketulusan. (bl)

Daniel Mulia Sebut Adaptasi Coretax Menantang, Menuju Sistem Lebih Transparan

IKPI, Jakarta: Dalam sesi materi hasil kolaborasi Ikatan Konsultan Pajak Indonesia (IKPI) Pengda DKJ dengan Komite Pengusaha Mikro Kecil Menengah Indonesia Bersatu (KOPITU) pada webinar, Selasa (10/2/2026), Daniel Mulia selaku pemateri pada webinar tersebut mengupas perubahan signifikan dalam mekanisme pelaporan SPT Tahunan Orang Pribadi melalui sistem Coretax.

Ia menjelaskan bahwa sejak Januari 2026 pemerintah telah mengimplementasikan sistem baru tersebut, yang membawa perubahan dalam tata kelola administrasi perpajakan.

Daniel mengakui bahwa masa transisi sistem baru kerap menimbulkan kebingungan. Pada tahun-tahun sebelumnya, kendala seperti lupa EFIN dan password selalu menjadi isu klasik menjelang Maret.

Namun, pada 2026 tantangannya bertambah karena wajib pajak harus beradaptasi dengan sistem digital yang lebih terintegrasi.

Menurutnya, kebingungan adalah hal yang wajar dalam fase adaptasi. Bahkan praktisi pajak pun terus mempelajari penyempurnaan sistem tersebut.

Ia menegaskan bahwa Coretax dirancang untuk meningkatkan integrasi data dan transparansi pelaporan.

Apabila sistem berjalan optimal, pelaporan akan lebih efisien dan meminimalisir kesalahan administrasi.

Sesi tanya jawab menunjukkan banyak peserta ingin memahami langkah-langkah teknis agar pelaporan dapat dilakukan tepat waktu sebelum 31 Maret 2026. 

Selain Daniel, webinar tersebut juga dipandu  Yenie Halim sebagai moderator. (bl)

IKPI Pengda DKJ Tegaskan Komitmen Edukasi Pajak Gratis untuk UMKM

IKPI, Jakarta: Ikatan Konsultan Pajak Indonesia (IKPI) Pengda DKJ kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan literasi perpajakan masyarakat melalui webinar “Pengisian SPT Tahunan Orang Pribadi melalui Sistem Coretax” yang digelar Selasa (10/2/2026) secara daring. Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi dengan Komite Pengusaha Mikro Kecil Menengah Indonesia Bersatu (KOPITU).

Ketua IKPI Pengda DKJ, Tan Alim, dalam sambutannya menegaskan bahwa edukasi perpajakan merupakan amanah organisasi yang diwujudkan melalui program “IKPI untuk Nusa dan Bangsa.” Ia menyampaikan bahwa kehadiran IKPI bukan hanya untuk anggota, tetapi juga untuk masyarakat luas, khususnya pelaku UMKM.

Menurutnya, momentum Februari menjadi krusial karena batas akhir pelaporan SPT Tahunan Orang Pribadi Tahun Pajak 2025 jatuh pada 31 Maret 2026. Banyak wajib pajak mulai bersiap melakukan pelaporan, terlebih dengan adanya sistem baru Coretax.

Tan Alim menilai pelaku UMKM perlu mendapatkan pemahaman yang benar sejak awal agar tidak mengalami kendala teknis maupun kesalahan administrasi.

Sebanyak 58 peserta mengikuti kegiatan ini dengan antusias. Diskusi berlangsung interaktif, menunjukkan bahwa isu pelaporan pajak masih menjadi perhatian utama pelaku usaha kecil dan menengah.

IKPI Pengda DKJ juga menekankan pentingnya kolaborasi lintas organisasi sebagai strategi memperluas literasi kepatuhan pajak.

Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian edukasi perpajakan yang akan terus digelar hingga mendekati batas waktu pelaporan. (bl)

IKPI Beri Edukasi Pengisian SPT Tahunan Coretax kepada Nasabah Prioritas Bank Mega

IKPI, Jakarta: Ikatan Konsultan Pajak Indonesia (IKPI) memberikan edukasi pengisian SPT Tahunan melalui sistem Coretax kepada nasabah prioritas Bank Mega dalam kegiatan yang digelar di Jakarta, Kamis (13/2/2026). Edukasi ini dipandu langsung oleh Ketua Departemen Humas IKPI, Jemmi Sutiono.

Kegiatan tersebut menyasar segmen nasabah prioritas yang umumnya memiliki portofolio investasi kompleks, baik di dalam maupun luar negeri. IKPI menilai kelompok ini memerlukan pemahaman yang lebih mendalam karena Coretax telah terintegrasi dengan berbagai sumber data keuangan.

Dalam paparannya, Jemmi menjelaskan bahwa Coretax membawa perubahan fundamental dalam administrasi perpajakan. Sistem ini menghadirkan data prepopulated, validasi dinamis, serta pencatatan jejak digital atas setiap aktivitas pelaporan.

“Di era Coretax, sistem sudah membaca data sebelum wajib pajak mengisi SPT. Karena itu, yang paling penting adalah memastikan konsistensi antara laporan dan data yang sudah terekam,” ujar Jemmi.

Ia menegaskan bahwa edukasi ini bukan hanya soal teknis pengisian, tetapi juga tentang membangun kesadaran risiko. Selisih kecil dalam pelaporan investasi, deposito, atau dividen dapat terdeteksi oleh sistem berbasis analitik data.

Nasabah prioritas yang memiliki multi sumber penghasilan, termasuk capital gain, bunga obligasi, hingga reksa dana, diminta untuk melakukan rekonsiliasi menyeluruh sebelum menyampaikan SPT. Langkah ini penting untuk mencegah mismatch yang berpotensi memicu klarifikasi.

Selain itu, Jemmi juga mengingatkan pentingnya dokumentasi yang lengkap. Bukti potong, rekap investasi, dan laporan posisi akhir tahun harus disimpan dan diverifikasi agar tidak terjadi kesalahan dalam pelaporan.

Melalui kegiatan ini, IKPI menegaskan komitmennya mendukung transformasi perpajakan nasional dengan memberikan pendampingan profesional kepada wajib pajak, khususnya pada segmen perbankan prioritas yang memiliki eksposur risiko lebih tinggi. (bl)

Ketum dan Waketum IKPI Perkuat Konsolidasi Internal dalam Dialog Terbuka Bersama IKPI Surakarta 

IKPI, Surakarta: Wakil Ketua Umum Ikatan Konsultan Pajak Indonesia (IKPI), Nuryadin Rahman, menegaskan pentingnya penguatan konsolidasi organisasi dalam Dialog Terbuka Cabang Surakarta yang digelar Jumat (13/2/2026) malam. Kegiatan tersebut turut dihadiri Ketua Umum IKPI, Vaudy Starworld.

Dalam Dialog Terbuka Cabang Surakarta, Nuryadin menyoroti peran strategis pengurus cabang sebagai garda terdepan organisasi. Ia menekankan bahwa soliditas IKPI secara nasional sangat ditentukan oleh kekuatan struktur di tingkat cabang.

“Dialog Terbuka Cabang Surakarta ini menunjukkan bahwa komunikasi langsung antara pimpinan pusat dan anggota menjadi fondasi penting bagi tata kelola organisasi,” ujarnya.

Ia menjelaskan, pengurus cabang memiliki tanggung jawab besar dalam pembinaan anggota, peningkatan kompetensi, serta menjaga standar etik profesi konsultan pajak.

Menurut Nuryadin, tantangan profesi yang semakin kompleks menuntut respons cepat dan koordinasi yang tertata antara pusat, pengda, dan pengcab.

Kehadiran Vaudy dalam Dialog Terbuka Cabang Surakarta, lanjutnya, menjadi simbol keseriusan kepemimpinan IKPI dalam membangun pola komunikasi yang terbuka dan partisipatif.

Ia mengajak seluruh pengurus cabang untuk aktif menyampaikan masukan serta menjaga kesinambungan koordinasi dengan pengurus pusat.

Dialog tersebut memperlihatkan sinergi kepemimpinan IKPI dalam memperkuat organisasi dari level cabang hingga nasional. (bl)

In Memoriam: Dunia Profesi Konsultan Pajak Berduka, P3HPI dan PERKOPPI Kenang Drs. Barry Kusuma

Keluarga besar Pengurus Perkumpulan Pengacara & Praktisi Hukum Pajak Indonesia (P3HPI) dan Perkumpulan Konsultan Praktisi Perpajakan Indonesia (PERKOPPI) menyampaikan duka cita mendalam atas berpulangnya Drs. Barry Kusuma, Ketua IKPI Pengda Sumbagut, pada Senin, 16 Februari 2026.

Kepergian beliau menjadi kehilangan besar bagi komunitas profesi perpajakan, khususnya di wilayah Sumatera Utara. Sosok yang dikenal luas di kalangan praktisi hukum dan konsultan pajak tersebut memiliki peran penting dalam memperkuat profesionalisme dan membangun jejaring kolaborasi antarorganisasi profesi.

Sepanjang kiprahnya, Drs. Barry Kusuma dikenal aktif menjalin komunikasi lintas organisasi, membangun hubungan yang harmonis, serta mendorong peningkatan kapasitas para praktisi. Dedikasinya dalam mengembangkan kualitas sumber daya manusia di bidang perpajakan menjadi bagian penting dalam dinamika organisasi yang terus berkembang.

P3HPI menilai kontribusi yang diberikan selama ini tidak hanya berdampak pada lingkungan internal organisasi, tetapi juga pada penguatan ekosistem hukum pajak secara lebih luas. Perhatian terhadap integritas profesi serta komitmen terhadap standar etika menjadi nilai yang selalu dijunjung tinggi.

Sementara itu, PERKOPPI juga menyampaikan penghormatan atas kepemimpinan yang dijalankan selama menjabat sebagai Ketua IKPI Pengda Sumbagut. Kepemimpinan tersebut dinilai turut mendorong terciptanya komunikasi yang konstruktif antarorganisasi profesi, sehingga sinergi dalam pengembangan profesi perpajakan dapat terjalin dengan baik.

Dalam perjalanan organisasi, sosok ini dikenal konsisten mendukung berbagai kegiatan edukasi, peningkatan kompetensi, serta forum-forum diskusi yang bertujuan memperkuat pemahaman dan integritas praktisi pajak. Kontribusinya meninggalkan jejak positif yang dirasakan oleh banyak anggota dan rekan seprofesi.

Kedua asosiasi sepakat bahwa dedikasi dan pengabdian yang telah diberikan merupakan warisan berharga dalam perjalanan profesi perpajakan di Indonesia. Nilai kebersamaan, kolaborasi, dan profesionalisme yang selama ini dibangun akan terus menjadi bagian dari langkah organisasi ke depan.

Atas nama seluruh pengurus dan anggota, P3HPI dan PERKOPPI menyampaikan doa dan penghormatan setinggi-tingginya, seraya berharap keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan dan ketabahan dalam menghadapi masa duka.

Kepergian Drs. Barry Kusuma tidak hanya meninggalkan rasa kehilangan, tetapi juga kenangan atas kontribusi dan komitmen yang telah diberikan bagi kemajuan profesi perpajakan. Jejak pengabdian tersebut akan terus dikenang sebagai bagian dari perjalanan kolaborasi dan profesionalisme dunia perpajakan nasional. (bl)

In Memoriam: Rosmina Kenang Sosok Periang dan Penuh Kepedulian Drs. Barry Kusuma

Koordinator Bidang Sekretariat IKPI Cabang Medan, Rosmina, menyampaikan kesan mendalam atas berpulangnya Drs. Barry Kusuma. Bagi Rosmina, sosok yang dikenalnya selama berorganisasi bukan hanya seorang pemimpin, tetapi pribadi yang penuh keceriaan dan perhatian.

“Beliau adalah pribadi yang periang, suka bercanda dan melawak. Setiap kali bertemu, suasana selalu terasa ringan dan penuh tawa,” ujar Rosmina.

Di balik pembawaannya yang humoris, Barry Kusuma dikenal sangat peduli terhadap setiap anggota organisasi yang dipimpinnya, bahkan hingga pada hal-hal kecil. Perhatian itu tidak dibuat-buat, melainkan lahir dari ketulusan dan rasa tanggung jawab sebagai pemimpin.

Rosmina pun membagikan satu kenangan pribadi yang tak pernah ia lupakan. Suatu ketika, ia bersama Ibu Lidya membeli beberapa unit rumah dari seseorang. Namun hingga waktu yang cukup lama, pihak penjual tidak bersedia menyerahkan sertifikat rumah tersebut, bahkan tidak mengembalikan uang yang telah dibayarkan.

Dalam kebingungan, mereka menemui Barry Kusuma untuk menceritakan permasalahan tersebut dan memohon petunjuk. Tidak lama berselang, masalah itu akhirnya terselesaikan. Pihak yang bersangkutan bersedia menyelesaikan kewajibannya dan mengembalikan uang mereka.

Belakangan, Rosmina mengetahui bahwa Barry Kusuma secara diam-diam telah menemui orang tersebut. Ternyata, orang itu merupakan satu vihara dengan beliau—sesuatu yang sebelumnya tidak mereka ketahui.

Setelah persoalan selesai cukup lama, barulah Barry Kusuma menceritakan apa yang sebenarnya ia sampaikan. Ia hanya berkata kepada orang tersebut, “Budi (nama samaran), kalau kamu beli rumah dari seseorang dan sudah lunas, tetapi sertifikat belum kamu terima dan uang pun tidak dikembalikan, bagaimana perasaan kamu?”

Kalimat sederhana itu ternyata sangat jitu. Orang tersebut berpikir keras, merenungkan pertanyaannya, hingga akhirnya memilih menyelesaikan persoalan secara damai.

Bagi Rosmina, peristiwa itu menjadi bukti nyata kebijaksanaan dan cara beliau menyelesaikan masalah tanpa tekanan, tanpa mempermalukan, hanya dengan pendekatan hati dan nurani.

“Terima kasih banyak, jasa-jasamu tidak akan pernah saya lupakan seumur hidup,” ungkap Rosmina dengan haru. “Selamat jalan… I love you so much.”

Kepergian Drs. Barry Kusuma meninggalkan kenangan yang tidak hanya tercatat dalam perjalanan organisasi, tetapi juga dalam kehidupan pribadi banyak orang yang pernah merasakan kepedulian dan kebijaksanaannya. (bl)

In Memoriam: Wakil Ketua IKPI Cabang Medan Kenang Dedikasi dan Keteladanan Drs. Barry Kusuma

Wakil Ketua IKPI Cabang Medan, Pony, menyampaikan kesan mendalam atas wafatnya Drs. Barry Kusuma, sosok yang dinilai memiliki peran besar dalam perjalanan dan perkembangan IKPI di Sumatera Utara.

Pony mengaku telah mengenal Barry Kusuma sejak awal menjadi anggota dan pengurus IKPI, hampir selama empat periode kepengurusan. Dalam perjalanannya bersama organisasi, ia melihat langsung bagaimana Barry Kusuma membangun hubungan yang hangat dengan seluruh anggota.

“Kesan pertama saya, beliau orangnya sangat luwes, low profile, dan tidak pernah membeda-bedakan status. Semua anggota diperlakukan sama,” ujar Pony.

Menurutnya, Barry Kusuma selalu melayani setiap pertanyaan dari anggota dengan sabar dan terbuka. Sikapnya yang komunikatif dan mudah didekati membuat banyak anggota merasa nyaman untuk berdiskusi, baik terkait organisasi maupun persoalan profesi.

“Sikap beliau sangat terbuka kepada siapa pun. Penuh dedikasi dan memberikan kontribusi yang sangat besar untuk IKPI, baik secara materi, dukungan moral, maupun pengarahan kepada seluruh anggota,” lanjutnya.

Bagi Pony, kebersamaan dengan Barry Kusuma bukan hanya dalam forum formal organisasi. Ia pernah mengikuti tour rohani agama Buddha bersama Barry Kusuma dan keluarga. Pengalaman tersebut menjadi kenangan yang sangat berkesan.

“Ada beliau, suasana selalu menyenangkan. Selalu ada lelucon yang membuat perjalanan semakin asyik. Bahkan di tengah suasana santai pun kami tetap bisa berdiskusi soal pajak,” kenangnya dengan senyum haru.

Pony menilai bahwa Barry Kusuma adalah sosok yang sangat berarti bagi IKPI. Ia bahkan menyebutnya sebagai salah satu pelopor berkembangnya IKPI di Sumatera Utara.

“Beliau bukan hanya pemimpin, tetapi figur yang membesarkan organisasi ini dengan hati. Kontribusinya akan selalu dikenang,” tutup Pony.

Kepergian Drs. Barry Kusuma meninggalkan duka mendalam bagi keluarga besar IKPI Cabang Medan, namun semangat, dedikasi, dan keteladanan yang telah ditanamkan akan terus menjadi bagian dari perjalanan organisasi ke depan. (bl)

In Memoriam: Assoc Prof. Edy Gunawan Kenang Drs. Barry Kusuma Sebagai Teladan yang Akan Terus Menuntun Langkah IKPI

Dalam perjalanan organisasi, ada saat ketika yang hilang bukan sekadar seorang rekan, melainkan juga seorang panutan yang nilai dan keteladanannya begitu membekas. Dengan duka mendalam, keluarga besar Ikatan Konsultan Pajak Indonesia menerima kabar berpulangnya Drs. Barry Kusuma pada Senin, 16 Februari 2026 pukul 00.42 WIB di RS Siloam Medan.

Kepergian ini menghadirkan kesedihan yang nyata, namun juga rasa syukur karena pernah mengenal sosok yang hidupnya dipenuhi dedikasi bagi profesi, organisasi, dan sesama. Di lingkungan Pengurus Pusat, beliau dikenal bukan hanya sebagai senior dalam dunia konsultan pajak, tetapi juga figur yang menghadirkan ketenangan dan kebijaksanaan. Sikap rendah hati serta komitmen yang tidak pernah surut terhadap integritas menjadi teladan yang terus dikenang.

Sejak menapaki dunia perpajakan, akuntansi, dan keuangan pada tahun 1990, perjalanan profesionalnya menunjukkan bahwa profesionalisme sejati dibangun melalui kerja keras, ketekunan, dan kemauan untuk terus berkembang. Dengan izin praktik Brevet C sejak 2004 serta kiprah sebagai Kuasa Hukum pada Pengadilan Pajak, ia membuktikan bahwa kompetensi harus selalu berjalan seiring dengan etika dan tanggung jawab moral.

Dalam perannya sebagai Ketua IKPI Pengda Sumbagut, kepemimpinan dijalankan bukan sekadar sebagai amanah struktural, melainkan sebagai ruang membangun kebersamaan yang hangat dan penuh semangat belajar. Bahkan hingga akhir perjalanan hidup, semangat menuntut ilmu tetap menyala melalui studi di bidang hukum. Keteladanan tersebut mengajarkan bahwa proses belajar tidak pernah mengenal usia maupun capaian.

Sebagai Sekretaris Umum IKPI periode 2024–2029, saya merasakan bahwa perkenalan dengannya bukan sekadar relasi profesional, melainkan perjalanan pembelajaran yang membentuk cara pandang dalam memaknai profesi. Dari pertemuan pertama hingga berbagai interaksi organisasi, selalu terlihat bahwa kebesaran seseorang tidak lahir dari jabatan, melainkan dari kerendahan hati untuk berbagi serta keikhlasan untuk membimbing.

Sebagai bentuk penghormatan atas keyakinan beliau sebagai umat Buddha, kita diingatkan pada ajaran Dhammapada: “Semua yang terbentuk akan berlalu; berjuanglah dengan sungguh-sungguh.” Ungkapan ini terasa menggambarkan perjalanan hidup yang penuh kesungguhan, kebajikan, dan pengabdian yang memberi makna bagi banyak orang.

Sebagai seorang Katolik, saya juga memaknai perjalanan tersebut melalui terang iman sebagaimana tertulis dalam Injil: “Akulah kebangkitan dan hidup; barangsiapa percaya kepada-Ku, ia akan hidup walaupun ia sudah mati.” (Yohanes 11:25) dan “Berbahagialah orang yang murah hatinya, karena mereka akan beroleh kemurahan.” (Matius 5:7). Ayat-ayat ini mengingatkan bahwa kasih, pelayanan, dan kebaikan yang ditaburkan sepanjang hidup akan tetap hidup dalam hati banyak orang. Nilai-nilai itulah yang terlihat nyata dalam pribadi yang kini kita kenang.

Atas nama Pengurus Pusat dan seluruh anggota IKPI, kami menyampaikan doa dan penghormatan setinggi-tingginya, seraya memohon agar keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan, ketabahan, dan penghiburan dalam masa dukacita ini.

Pada akhirnya, setiap perjumpaan pasti memiliki perpisahan, namun tidak semua perpisahan meninggalkan jejak yang begitu dalam. Kepergian ini menjadi kehilangan besar karena yang pergi bukan hanya seorang senior, melainkan pembimbing, sahabat, dan teladan dalam perjalanan profesi.

Dalam keheningan duka, disadari bahwa ruang yang ditinggalkan tidak akan mudah terisi. Namun nilai-nilai yang diwariskan akan terus hidup dan menjadi bagian dari langkah organisasi ke depan.

Selamat jalan. Terima kasih atas setiap nasihat, keteladanan, dan dedikasi yang telah diberikan. Semoga perjalanan menuju keabadian dipenuhi kedamaian, dan keluarga yang ditinggalkan memperoleh kekuatan serta penghiburan. Kenangan ini tidak berhenti pada kata-kata, melainkan diteruskan melalui semangat untuk menjaga integritas dan membawa Ikatan Konsultan Pajak Indonesia terus maju, semakin kuat, dan semakin jaya.

Dan saat waktu berjalan nanti, mungkin duka ini akan perlahan mereda, tetapi rasa hormat dan kehilangan ini akan tetap tinggal sebagai pengingat bahwa kami pernah berjalan bersama seorang pribadi besar yang kini telah mendahului kami. (bl)

en_US