P3HPI dan PERKOPPI Kenang Hary Mulyanto sebagai Konsultan Pajak Senior Penuh Dedikasi

Perkumpulan Pengacara dan Praktisi Hukum Pajak Indonesia (P3HPI) bersama Perkumpulan Konsultan Praktisi Perpajakan Indonesia (PERKOPPI) mengenang Alm. Hary Mulyanto sebagai sosok konsultan pajak senior yang penuh dedikasi terhadap pengembangan profesi perpajakan di Indonesia. Kepergian almarhum meninggalkan duka mendalam sekaligus jejak pengabdian panjang bagi dunia perpajakan nasional.

Dalam pernyataan bersama, kedua asosiasi menyampaikan bahwa Hary Mulyanto bukan hanya dikenal sebagai praktisi berpengalaman, tetapi juga sebagai pendidik yang konsisten membagikan ilmu kepada generasi penerus. Selama puluhan tahun berkiprah, almarhum aktif terlibat dalam berbagai kegiatan pembinaan dan peningkatan kapasitas praktisi pajak melalui organisasi profesi maupun lembaga pelatihan.

P3HPI menilai dedikasi Hary Mulyanto tercermin dari komitmennya menjaga integritas dan kualitas profesi. Kontribusinya tidak berhenti pada praktik hukum dan perpajakan, tetapi juga menyentuh aspek pembentukan karakter profesional, sehingga membantu menciptakan ekosistem perpajakan yang lebih beretika dan bertanggung jawab.

Sementara itu, PERKOPPI menyoroti peran almarhum dalam mendorong penguatan kompetensi konsultan pajak melalui jalur pendidikan berkelanjutan. Menurut PERKOPPI, Hary Mulyanto merupakan figur yang selalu menempatkan kepentingan profesi di atas kepentingan pribadi, serta konsisten membangun budaya berbagi ilmu di kalangan praktisi.

Kedua asosiasi sepakat bahwa almarhum adalah pribadi yang sederhana dan rendah hati, namun memiliki komitmen kuat terhadap kemajuan profesi. Keteladanan tersebut menjadi warisan penting bagi para konsultan pajak, khususnya generasi muda yang kini melanjutkan estafet pengabdian.

“Atas nama keluarga besar P3HPI dan PERKOPPI, kami menyampaikan turut berduka cita atas berpulangnya Bapak Hary Mulyanto. Semoga almarhum mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT, dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan, kekuatan, kesabaran, serta keikhlasan,” demikian pernyataan kedua asosiasi.

Kepergian Hary Mulyanto menjadi pengingat akan pentingnya dedikasi, integritas, dan komitmen dalam menjalani profesi. Kontribusi almarhum dalam membangun kapasitas dan kualitas praktisi pajak akan terus dikenang sebagai bagian dari perjalanan dunia perpajakan Indonesia. (bl)

IKPI Ajak Wajib Pajak Manfaatkan Seminar Gratis SPT Coretax: Momentum Tingkatkan Kepatuhan Sejak Dini

IKPI, Jakarta: Ikatan Konsultan Pajak Indonesia (IKPI) kembali membuka ruang edukasi perpajakan bagi masyarakat melalui Seminar Edukasi Perpajakan SPT di Coretax untuk Wajib Pajak Orang Pribadi dan Badan. Kegiatan ini diselenggarakan secara gratis, terbuka untuk umum, dan akan berlangsung rutin setiap hari Kamis selama tiga pekan.

Ketua Departemen Humas IKPI, Jemmi Sutiono, mengajak seluruh Wajib Pajak, baik Orang Pribadi maupun Badan, untuk memanfaatkan kesempatan ini sebagai momentum meningkatkan pemahaman dan kepatuhan perpajakan sejak dini. Menurutnya, seminar ini dirancang untuk memberikan panduan teknis sekaligus praktis dalam pengisian SPT melalui sistem Coretax.

“Kami mengimbau Wajib Pajak agar memanfaatkan jadwal seminar yang sudah tersedia, khususnya kepada UMKM binaan Kementerian UMKM. Edukasi ini penting agar pelaku usaha memahami kewajiban perpajakan sejak awal, sehingga proses pelaporan ke depan bisa berjalan lebih tertib dan lancar,” ujar Jemmi.

Ia menambahkan, kegiatan ini juga merupakan bagian dari komitmen IKPI dalam membantu pemerintah, khususnya Direktorat Jenderal Pajak, untuk meningkatkan angka kepatuhan Wajib Pajak. Melalui pendekatan edukatif dan pendampingan teknis, IKPI berharap dapat menjadi mitra strategis otoritas pajak dalam membangun budaya patuh pajak di tengah masyarakat.

Jemmi menilai masih banyak Wajib Pajak yang merasa kesulitan saat menghadapi pelaporan SPT, terutama dengan penerapan sistem baru. Melalui seminar ini, IKPI ingin membantu masyarakat memahami alur pelaporan di Coretax secara lebih sederhana, mulai dari persiapan data hingga penyampaian SPT secara elektronik.

Seminar perdana dijadwalkan berlangsung pada Kamis, 29 Januari 2026, dengan pembagian dua sesi. Sesi pertama dilaksanakan pukul 09.00–12.00 WIB dengan materi SPT Wajib Pajak Orang Pribadi. Sementara sesi kedua digelar pukul 13.30–16.30 WIB yang secara khusus membahas SPT Wajib Pajak Badan.

Untuk sesi Wajib Pajak Orang Pribadi, IKPI menghadirkan Puji Rahayuningsih sebagai narasumber dengan Rochjati sebagai moderator. Adapun sesi Wajib Pajak Badan akan diisi oleh Wilsary, S.E., Ak., CA., M.Si., CGAA, dengan Insan Warsito sebagai moderator. Para pemateri akan membahas langkah-langkah teknis pengisian SPT sekaligus berbagi praktik terbaik dalam pemanfaatan Coretax.

Jemmi menjelaskan, pendekatan seminar tidak hanya bersifat teoritis, tetapi juga aplikatif. Peserta diharapkan memperoleh pemahaman langsung terkait proses pengisian SPT, sehingga dapat diterapkan pada kewajiban perpajakan masing-masing, baik untuk keperluan pribadi maupun badan usaha.

Perhatian khusus juga diberikan kepada sektor UMKM. Menurut Jemmi, UMKM memiliki peran strategis dalam perekonomian nasional, sehingga peningkatan literasi perpajakan di sektor ini menjadi kunci. Dengan pemahaman yang baik sejak tahap awal usaha, UMKM diharapkan mampu berkembang secara berkelanjutan sekaligus berkontribusi terhadap penerimaan negara.

“Kami ingin membangun kesadaran bahwa pajak bukan sekadar kewajiban administratif, tetapi bagian dari partisipasi dalam pembangunan. Ketika Wajib Pajak paham mekanismenya, kepatuhan sukarela akan tumbuh dengan sendirinya,” kata Jemmi.

IKPI membuka pendaftaran peserta melalui tautan https://bit.ly/Edukasi290126 dan mengajak masyarakat untuk mengikuti kanal resmi IKPI guna memperoleh informasi kegiatan edukasi berikutnya. Melalui rangkaian seminar ini, peserta diharapkan semakin siap menghadapi pelaporan SPT di Coretax dengan lebih percaya diri dan tertib administrasi. (bl)

IKPI Pengda Bali Nusra Tegaskan Konsultan Pajak Harus Naik Kelas Lewat Riset dan Kajian Ilmiah

IKPI, Bali: Ikatan Konsultan Pajak Indonesia (IKPI) Pengda Bali Nusra menegaskan pentingnya transformasi profesi konsultan pajak menuju level yang lebih tinggi dengan memperkuat basis riset dan kajian ilmiah. Penegasan ini disampaikan dalam Seminar Nasional Perpajakan bertajuk “Profesionalisme Konsultan Pajak Berbasis Riset dan Pengetahuan” yang digelar di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Udayana, Senin (26/1/2026).

Kegiatan tersebut merupakan hasil kolaborasi antara Program Studi Doktor Ilmu Akuntansi FEB Universitas Udayana dengan IKPI Bali Nusra, sekaligus implementasi perjanjian kerja sama yang telah terjalin sejak 2025. Seminar ini dirancang sebagai ruang strategis untuk mempertemukan akademisi dan praktisi dalam memperkuat sinergi riset serta praktik perpajakan.

(Foto: DOK. IKPI Pengda Bali Nusra)

Ketua IKPI Pengda Bali Nusra, I Kadek Agus Ardika, menilai bahwa selama ini konsultan pajak dikenal memiliki kekuatan utama pada aspek praktik lapangan. Namun, menurutnya, dinamika sistem perpajakan nasional yang semakin kompleks menuntut pendekatan baru yang lebih komprehensif.

Ia menekankan bahwa pengambilan keputusan profesional ke depan tidak cukup hanya bertumpu pada pengalaman, tetapi harus didukung oleh analisis berbasis data, riset ilmiah, dan kajian akademik yang kuat. Dengan fondasi tersebut, profesi konsultan pajak diyakini akan semakin berkualitas, berintegritas, serta mampu memberikan kontribusi yang lebih besar bagi wajib pajak maupun otoritas fiskal.

(Foto: DOK. IKPI Pengda Bali Nusra)

Menurutnya, profesionalisme konsultan pajak harus terus ditingkatkan. “Praktik yang baik perlu diperkuat dengan landasan ilmiah agar setiap rekomendasi yang diberikan benar-benar objektif, terukur, dan dapat dipertanggungjawabkan,” kata Agus Ardika, Rabu (28/1/2026).

Senada dengan itu, Ketua Program Studi Doktor Ilmu Akuntansi FEB Universitas Udayana, Prof. I Wayan Suartana, menilai seminar ini sangat strategis, terlebih mayoritas peserta merupakan konsultan pajak yang dalam waktu dekat akan menghadapi periode sibuk pelaporan Surat Pemberitahuan (SPT) Tahunan.

Ia berharap forum ini dapat menjadi fondasi penting agar konsultan pajak semakin terbiasa mendasarkan keputusan profesional pada riset, data, dan kajian ilmiah, bukan semata-mata pada kebiasaan praktik. Selain itu, mahasiswa program doktor juga didorong untuk menghasilkan riset yang relevan dengan kebutuhan industri perpajakan.

(Foto: DOK. IKPI Pengda Bali Nusra)

Seminar ini menghadirkan Prof. Theresia Woro Damayanti dari Universitas Kristen Satya Wacana sebagai narasumber utama, serta diikuti sekitar 60 peserta yang terdiri dari konsultan pajak, dosen, dan mahasiswa. Sekitar 80 persen peserta berasal dari kalangan praktisi, mencerminkan tingginya minat profesi terhadap penguatan kompetensi berbasis pengetahuan.

Diskusi berlangsung interaktif selama kurang lebih dua setengah jam. Para peserta aktif mengangkat isu-isu aktual perpajakan, tantangan praktik lapangan, hingga kebutuhan riset yang sejalan dengan perubahan regulasi. Dinamika diskusi dua arah ini menjadi indikator kuat bahwa kolaborasi akademisi dan praktisi semakin dibutuhkan.

Melalui kegiatan tersebut, IKPI Bali Nusra dan FEB Universitas Udayana berharap dapat terus mempererat kemitraan strategis dalam pengembangan riset perpajakan, sekaligus mendorong lahirnya konsultan pajak yang tidak hanya unggul secara teknis, tetapi juga kokoh secara keilmuan dalam menghadapi tantangan sistem perpajakan nasional. (bl)

IKPI Dukung Penguatan Pemeriksa Pajak, Tapi Harus Diimbangi Profesionalisme dan Pendekatan Berbasis Risiko

IKPI, Jakarta: Ikatan Konsultan Pajak Indonesia (IKPI) menilai rencana Direktorat Jenderal Pajak (DJP) mengonversi ribuan Account Representative (AR) menjadi pemeriksa pajak merupakan langkah strategis untuk mengejar target penerimaan 2026. Namun, kebijakan tersebut perlu diimbangi dengan penguatan profesionalisme serta penerapan pendekatan berbasis risiko agar pemeriksaan tetap berjalan objektif dan berkeadilan.

Ketua Umum IKPI Vaudy Starworld mengatakan, penambahan jumlah pemeriksa pajak harus disertai peningkatan kualitas sumber daya manusia, termasuk penguasaan teknis, integritas, dan pemahaman terhadap karakteristik berbagai sektor usaha.

“Penguatan pemeriksa pajak tentu kami apresiasi, tetapi yang lebih penting adalah memastikan setiap pemeriksa memiliki kompetensi yang memadai. Pemeriksaan pajak itu sangat teknis dan berdampak langsung pada dunia usaha, sehingga profesionalisme menjadi kunci,” ujar Vaudy, Selasa (27/1/2026).

Ia menekankan, DJP perlu tetap mengedepankan pendekatan berbasis risiko dalam menjalankan fungsi pemeriksaan. Dengan cara ini, pengawasan dapat difokuskan pada wajib pajak berisiko tinggi tanpa membebani wajib pajak yang selama ini telah patuh.

“Pendekatan berbasis risiko penting agar pemeriksaan lebih tepat sasaran. Jangan sampai kebijakan ini justru membuat wajib pajak patuh merasa terbebani,” katanya.

Menurut Vaudy, transformasi AR menjadi pemeriksa juga seharusnya tidak menghilangkan fungsi edukatif yang selama ini melekat pada peran AR. Ia berharap pemeriksaan tetap menjadi bagian dari pembinaan kepatuhan, bukan semata-mata instrumen penetapan pajak.

“AR selama ini punya peran pendampingan. Ketika mereka naik menjadi pemeriksa, semangat edukasinya tetap harus dijaga,” ujarnya.

Vaudy juga mengingatkan potensi meningkatnya sengketa pajak seiring bertambahnya aktivitas pemeriksaan. Karena itu, ia menilai kualitas koreksi dan kehati-hatian dalam menerbitkan ketetapan pajak menjadi sangat penting untuk menjaga kepercayaan wajib pajak.

Dalam situasi tersebut, peran konsultan pajak diperkirakan semakin strategis sebagai mitra wajib pajak dalam memastikan kepatuhan sejak awal. Pendampingan profesional dinilai dapat membantu meminimalkan kesalahan administrasi sekaligus mengurangi risiko koreksi di kemudian hari.

IKPI, lanjut Vaudy, siap mendukung agenda reformasi perpajakan melalui peningkatan kompetensi konsultan pajak serta kolaborasi konstruktif dengan DJP.

“Kami berharap penguatan pemeriksa pajak ini tidak hanya mengejar target jangka pendek, tetapi juga membangun fondasi kepatuhan yang berkelanjutan,” kata Vaudy. (bl)

Akselerasi Program Kerja 2026, IKPI Fokus Edukasi Pajak dan Penguatan Peran Cabang

IKPI, Jakarta: Ikatan Konsultan Pajak Indonesia (IKPI) menegaskan komitmennya untuk mengakselerasi implementasi program kerja Tahun 2026 secara terarah, terukur, dan berkelanjutan.

Ketua Umum IKPI Vaudy Starworld mengatakan bahwa seluruh jajaran pengurus pusat hingga cabang diminta bergerak serempak agar program organisasi benar-benar memberikan dampak nyata.

“Akselerasi program kerja menjadi kunci. Kami ingin semua rencana berjalan efektif dan dirasakan manfaatnya oleh anggota maupun masyarakat,” ujar Vaudy di sela Rakor IKPI 24-25 Januari 2026 di Jakarta.

Salah satu fokus utama IKPI adalah penguatan edukasi perpajakan, baik melalui pendekatan konvensional maupun digital, seiring dengan transformasi sistem perpajakan nasional.

IKPI juga memperluas sosialisasi pemahaman regulasi perpajakan, guna membantu wajib pajak beradaptasi dengan perubahan kebijakan serta sistem administrasi berbasis teknologi.

Di sisi lain, 46 cabang IKPI di seluruh Indonesia akan menjadi ujung tombak pelaksanaan program edukasi UMKM secara probono, dengan pendekatan berbasis wilayah.

Vaudy menekankan pentingnya koordinasi antara Pengurus Pusat, Pengurus Daerah, dan Pengurus Cabang agar standar layanan dan kegiatan organisasi berjalan seragam.

Menurutnya, penguatan peran cabang menjadi strategi penting untuk memastikan kehadiran IKPI semakin dekat dengan masyarakat dan pelaku usaha.

“Kami ingin IKPI lebih solid secara internal dan lebih berdampak bagi sistem perpajakan nasional,” katanya, seraya menegaskan Tahun 2026 sebagai momentum konsolidasi dan penguatan kontribusi profesi konsultan pajak. (bl)

IKPI Percepat Transformasi Organisasi, Perluas Kolaborasi Pemerintah hingga Asosiasi Pengusaha

IKPI, Jakarta: Ikatan Konsultan Pajak Indonesia (IKPI) menegaskan komitmennya mempercepat transformasi organisasi sebagai bagian dari upaya memperkuat peran profesi konsultan pajak dalam sistem perpajakan nasional.

Ketua Umum IKPI Vaudy Starworld mengatakan, transformasi tersebut tidak hanya menyasar penguatan internal organisasi, tetapi juga diarahkan pada perluasan kolaborasi strategis dengan berbagai pemangku kepentingan.

“IKPI mengintensifkan kerja sama dengan pemerintah serta stakeholder, termasuk asosiasi pengusaha seperti Kadin dan Apindo, serta Kementerian UMKM,” ujar Vaudy dalam Rapat Koordinasi IKPI Tahun 2026 di Jakarta, 24-25 Januari 2026

Menurutnya, kolaborasi lintas sektor menjadi fondasi penting untuk mendorong peningkatan literasi pajak di kalangan pelaku usaha sekaligus memperkuat kontribusi konsultan pajak terhadap pembangunan ekonomi nasional.

Selain kemitraan kelembagaan, IKPI juga memperluas program sosialisasi edukasi perpajakan, mencakup pemahaman peraturan perpajakan, edukasi perpajakan digital, serta pendampingan kepatuhan pajak berbasis kebutuhan masyarakat.

Vaudy menambahkan, IKPI telah menandatangani kerja sama edukasi UMKM secara probono di seluruh Indonesia. Program ini akan dilaksanakan oleh anggota IKPI di 46 cabang, sehingga menjangkau pelaku usaha dari berbagai daerah.

“Anggota IKPI akan turun langsung memberikan edukasi dan pendampingan. Ini merupakan bentuk tanggung jawab sosial profesi, sekaligus kontribusi nyata bagi penguatan UMKM,” katanya.

Ia menegaskan, transformasi organisasi juga diarahkan untuk memperkuat posisi IKPI sebagai asosiasi profesi yang kredibel, adaptif, dan relevan dengan dinamika perpajakan nasional, termasuk menghadapi percepatan digitalisasi sistem pajak.

Langkah transformasi tersebut sejalan dengan agenda strategis IKPI Tahun 2026 yang menekankan sinergi pusat dan daerah, peningkatan kualitas anggota, serta penguatan kehadiran organisasi di seluruh wilayah Indonesia. (bl)

IKPI dan DJP Jaksel II Gelar Mini Soccer, Bangun Keakraban Lewat Olahraga

IKPI, Jakarta: Ikatan Konsultan Pajak Indonesia (IKPI) bersama Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kantor Wilayah Jakarta Selatan II menggelar pertandingan persahabatan mini soccer sebagai ajang silaturahmi sekaligus penguatan sinergi antarinstitusi. Kegiatan ini berlangsung di di STR Mini Soccer, Jakarta, Rabu, (22/1/2026) sore.

Pertandingan tersebut diikuti oleh anggota IKPI serta pegawai DJP Kanwil Jakarta Selatan II. Sejak awal laga, suasana hangat dan penuh kebersamaan terasa di lapangan, dengan para peserta saling menyapa dan bercengkerama, mencerminkan hubungan yang cair di luar rutinitas pekerjaan formal.

(Foto: Istimewa)

Ketua Komunitas Soccer IKPI, Wibowo Agus Sentiko, menyampaikan bahwa kegiatan ini sengaja digagas sebagai ruang pertemuan nonformal antara konsultan pajak dan otoritas pajak. Menurutnya, olahraga menjadi media yang efektif untuk membangun komunikasi yang lebih terbuka dan relasi yang lebih personal.

“Kami ingin menghadirkan suasana yang berbeda. Lewat mini soccer, kita bisa saling mengenal lebih dekat, bukan hanya sebagai mitra kerja, tetapi juga sebagai sesama insan yang sama-sama berkontribusi untuk negeri,” ujar Wibowo, Selasa (27/1/2025)

Ia menjelaskan, silaturahmi melalui kegiatan olahraga diyakini mampu memperkuat fondasi kerja sama yang selama ini telah terjalin. Dengan hubungan yang semakin akrab, komunikasi profesional diharapkan juga menjadi lebih lancar dan produktif.

(Foto: Istimewa)

Wibowo menambahkan bahwa kegiatan ini tidak hanya bertujuan mempererat hubungan kelembagaan, tetapi juga mengajak seluruh peserta untuk lebih peduli terhadap kesehatan jasmani. Di tengah kesibukan pekerjaan yang padat, olahraga bersama menjadi momen penting untuk menjaga kebugaran sekaligus menyegarkan pikiran.

“Tubuh yang sehat akan menunjang semangat kerja. Kami berharap kegiatan seperti ini bisa menjadi agenda rutin, karena manfaatnya terasa langsung, baik secara fisik maupun secara hubungan antarlembaga,” katanya.

Selama pertandingan berlangsung, para peserta menunjukkan sportivitas tinggi. Tidak ada sekat jabatan di lapangan, semua larut dalam permainan dan canda, menciptakan atmosfer kekeluargaan yang kental hingga akhir laga.

Melalui kegiatan ini, IKPI dan DJP Kanwil Jakarta Selatan II berharap sinergi yang telah terbangun dapat terus diperkuat. Interaksi positif di luar ruang kerja dinilai menjadi modal penting dalam mendukung upaya peningkatan kepatuhan pajak dan penguatan ekosistem perpajakan.

Ke depan, Komunitas Soccer IKPI berencana memperluas kolaborasi serupa dengan berbagai pemangku kepentingan lainnya, sebagai bagian dari upaya membangun hubungan yang sehat, harmonis, dan berkelanjutan antara profesi konsultan pajak dan otoritas perpajakan. (bl)

IKPI Beri Penghargaan Pengda–Pengcab Berprestasi, Perkuat Komitmen Edukasi Pajak UMKM Probono

IKPI, Jakarta: Ikatan Konsultan Pajak Indonesia (IKPI) menegaskan komitmennya membantu pemerintah dalam memberikan layanan edukasi kepada wajib pajak, khususnya pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), melalui program pendampingan perpajakan secara probono, sekaligus memberikan penghargaan kepada Pengurus Daerah (Pengda) dan Pengurus Cabang (Pengcab) berprestasi se-Indonesia.

Ketua Umum IKPI Vaudy Starworld mengatakan, pemberian penghargaan tersebut merupakan bentuk apresiasi Pengurus Pusat kepada Pengda dan Pengcab yang aktif menggelar kegiatan edukasi perpajakan, pendidikan profesional, serta aktivitas sosial yang berdampak langsung kepada masyarakat.

(Foto: Departemen Humas PP-IKPI/Bayu Legianto)

“IKPI ingin memastikan bahwa komitmen edukasi pajak tidak berhenti di pusat. Pengda dan Pengcab adalah ujung tombak kami dalam mendampingi wajib pajak, terutama UMKM,” ujar Vaudy dalam Rapat Koordinasi IKPI Tahun 2026 di Jakarta, Minggu (25/1/2026).

Menurutnya, IKPI telah menandatangani kerja sama edukasi UMKM secara probono yang akan dijalankan oleh anggota di 46 cabang di seluruh Indonesia. Program ini mencakup pemahaman kewajiban perpajakan, sosialisasi regulasi terbaru, hingga edukasi perpajakan digital seiring modernisasi sistem administrasi pajak.

(Foto: Departemen Humas PP-IKPI/Bayu Legianto)

Vaudy menambahkan, selain pendampingan langsung kepada pelaku usaha, IKPI juga mengintensifkan kolaborasi dengan pemerintah serta asosiasi pengusaha seperti Kadin dan Apindo untuk memperluas jangkauan literasi pajak dan memperkuat ekosistem kepatuhan nasional.

Penghargaan kepada Pengda dan Pengcab ini untuk pertama kalinya diselenggarakan oleh IKPI dan ke depan akan menjadi agenda rutin tahunan organisasi. Sebagai simbol kompetisi sehat dan kesinambungan prestasi, Pengurus Pusat juga menyerahkan trofi bergilir kepada para juara.

Dalam ajang perdana tersebut, IKPI Cabang Sleman meraih penghargaan sebagai Pengcab penghasil MoU terbanyak, sementara IKPI Cabang Depok menjadi penyelenggara Pendidikan Profesional Berkelanjutan (PPL) terbanyak sekaligus penyelenggara kegiatan non-PPL dengan peserta umum terbanyak dalam satu kegiatan. IKPI Cabang Jambi tercatat sebagai Pengcab penyelenggara PPL dengan peserta umum terbanyak dalam satu kegiatan, sedangkan kategori serupa tingkat Pengda diraih IKPI Pengda Kalimantan.

(Foto: Departemen Humas PP-IKPI/Bayu Legianto)

Adapun Pengda Sumatera Bagian Tengah memperoleh penghargaan sebagai penyelenggara PPL dengan total peserta umum terbanyak selama setahun. Untuk kategori pendukung peserta donor darah terbanyak diraih IKPI Cabang Padang, sementara predikat Pengcab baru teraktif diberikan kepada IKPI Cabang Buleleng.

Pada kategori penghargaan keseluruhan, Pengcab Harapan 3 diraih IKPI Cabang Sleman, Harapan 2 IKPI Cabang Malang, dan Harapan 1 IKPI Cabang Jakarta Selatan. Predikat Juara 3 Pengcab diraih IKPI Cabang Surabaya, Juara 2 IKPI Cabang Makassar, dan Juara 1 Pengcab IKPI Cabang Medan. Sementara itu, untuk tingkat Pengda, predikat Juara 3 diraih IKPI Pengda DKI Jakarta, Juara 2 IKPI Pengda Sumatera Bagian Tengah, dan Juara 1 IKPI Pengda Jawa Timur.

Menurut Vaudy, penilaian tidak hanya didasarkan pada jumlah kegiatan, tetapi juga kualitas pelaksanaan serta kontribusi nyata terhadap edukasi wajib pajak dan penguatan kapasitas anggota di daerah.

“Prestasi ini kami harapkan menjadi pemantik semangat bagi seluruh Pengda dan Pengcab untuk terus bergerak, memperluas edukasi pajak, serta mendampingi UMKM agar semakin patuh dan berdaya saing,” katanya.

Ia juga menekankan pentingnya kesinambungan program antara Pengurus Pusat, Pengda, dan Pengcab, agar standar layanan organisasi semakin merata di seluruh Indonesia.

Melalui penghargaan ini, IKPI menegaskan bahwa akselerasi program kerja 2026 akan bertumpu pada peran aktif daerah dan cabang, sehingga edukasi perpajakan probono dapat berjalan berkelanjutan dan menjadi bagian dari upaya bersama memperkuat penerimaan negara. (bl)

Rider IKPI Bali Touring ke Pantai Selabih, Rajut Kebersamaan Lewat Alam dan Silaturahmi

IKPI, Bali: Rider IKPI Bali kembali menggelar kegiatan touring sebagai sarana mempererat persaudaraan sekaligus melepas penat dari rutinitas pekerjaan. Sebanyak 12 rider memulai perjalanan dari Lapangan Lumintang, Denpasar, Minggu pagi, 25 Desember 2025 pukul 07.45 WITA, dengan tujuan Desa Selabih, Tabanan, kawasan pesisir yang berada di jalur selatan Pulau Bali.

Touring kali ini dipimpin Made Suadnyana sebagai kapten perjalanan, didampingi Ketua Rider IKPI Bali Agus Dedi. Sejumlah anggota yang turut ambil bagian antara lain Dedi, Suastika, Wiraputra Darmaputra, Komang Gde Sukertya, Widiarsana, Turah Setiawan, Kayun, Bimawan, Ngurah Indra, Tommy, dan Nyoman Artha.

(Foto: DOK. Rider IKPI Bali)

Rombongan melintasi Puspem Badung, Desa Munggu, Beraban, lalu menyusuri jalur persawahan Belalang hingga Bengkel, Sudimara, Penarukan, Klating, Klecung, dan Soka. Jalur selatan Tabanan yang membentang dari kawasan Tanah Lot hingga Soka menyuguhkan panorama alam khas Bali, mulai dari hamparan sawah hijau, aktivitas petani yang membajak dan menanam padi secara gotong royong, hingga pantai yang memanjakan mata.

Di tengah perjalanan, rombongan juga sempat melewati lokasi melukat di pinggir sungai serta berhenti sejenak di area persawahan yang kini berdiri sejumlah vila, berpadu dengan pemandangan pantai Klecung.

Sekitar pukul 10.30 WITA, Rider IKPI Bali tiba di Desa Selabih dan beristirahat di Warung Selabih. Momen kebersamaan semakin terasa saat para rider menikmati kelapa muda yang dipetik langsung oleh anggota, dilanjutkan makan siang bersama di tepi pantai sambil menyaksikan deburan ombak.

(Foto: DOK. Rider IKPI Bali)

Usai berfoto bersama, perjalanan dilanjutkan ke perbatasan Tabanan–Jembrana. Di lokasi tersebut, rombongan kembali mengabadikan momen di bawah patung sapi dengan latar persawahan, sebelum menutup kegiatan dengan menikmati durian bersama.

Ketua Rider IKPI Bali Agus Dedi mengatakan, touring ini bukan sekadar perjalanan motor, melainkan ruang untuk membangun kedekatan emosional antar anggota.

“Kegiatan ini memberi ruang bagi kami untuk saling menguatkan. Menikmati alam, makan bersama, tertawa bersama—hal-hal sederhana seperti ini justru membuat rasa persaudaraan semakin terasa. Banyak rider bilang, touring hari ini membantu meringankan beban pikiran dan jadi bekal semangat menghadapi hari kerja,” ujar Agus Dedi.

(Foto; DOK. Rider IKPI Bali)

Ia menambahkan, kebersamaan tanpa sekat menjadi ciri khas Rider IKPI Bali. Dalam touring kali ini, selain 12 rider, turut hadir tiga anggota perempuan yang ikut meramaikan suasana.

Rombongan kembali tiba di Denpasar sekitar pukul 13.00 WITA. Agus Dedi berharap ke depan jumlah peserta terus bertambah dan kegiatan serupa dapat berlangsung rutin sebagai wadah silaturahmi sekaligus menjaga kesehatan fisik dan mental anggota.

“Semoga bulan depan pesertanya makin banyak. Sehat rahayu selalu untuk Rider IKPI Bali,” tutupnya. (bl)

Jemmi Sutiono: Hary Mulyanto Tinggalkan Warisan Nilai bagi IKPI dan Profesi Konsultan Pajak

Ketua Departemen Hubungan Masyarakat Ikatan Konsultan Pajak Indonesia (IKPI), Jemmi Sutiono, menyampaikan duka cita mendalam atas wafatnya Alm. Hary Mulyanto. Menurut Jemmi, kepergian almarhum merupakan kehilangan besar bagi IKPI, karena sosok Hary Mulyanto telah memberi kontribusi nyata dalam membangun reputasi organisasi dan menjaga marwah profesi konsultan pajak.

Jemmi menilai, Hary Mulyanto adalah figur yang memahami betul pentingnya konsistensi antara nilai, tindakan, dan tanggung jawab organisasi. Meski tidak selalu tampil di ruang publik, almarhum berperan penting dalam memastikan berbagai program pembinaan dan pendidikan berjalan dengan baik, sehingga citra IKPI sebagai organisasi profesi tetap terjaga.

“Pak Hary itu bukan tipe yang banyak bicara, tapi apa yang beliau kerjakan selalu berbobot. Dari situ kita belajar bahwa membangun organisasi tidak selalu lewat panggung, tapi lewat kerja nyata yang berkesinambungan,” ujar Jemmi.

Sebagai Ketua Departemen Humas, Jemmi melihat kontribusi almarhum tidak hanya berdampak ke internal IKPI, tetapi juga ke persepsi eksternal terhadap profesi konsultan pajak. Fondasi pendidikan dan pembinaan yang ikut dirintis Hary Mulyanto telah membantu memperkuat kepercayaan publik terhadap kompetensi anggota IKPI.

Jemmi juga menyoroti integritas pribadi almarhum yang menjadi teladan bagi banyak pengurus dan anggota. Dalam setiap amanah, Hary Mulyanto selalu menempatkan kepentingan organisasi di atas kepentingan pribadi. Sikap tersebut, menurut Jemmi, merupakan bentuk komunikasi nilai yang paling kuat—tanpa perlu narasi panjang.

“Beliau mengajarkan bahwa profesionalisme itu dimulai dari sikap. Itu yang membuat jasa beliau terasa sampai hari ini,” katanya.

Lebih lanjut, Jemmi menyampaikan bahwa jejak pengabdian almarhum akan terus menjadi bagian dari cerita besar IKPI. Sistem, semangat kebersamaan, dan etos kerja yang pernah dibangun Hary Mulyanto menjadi modal penting bagi organisasi dalam menghadapi tantangan profesi ke depan.

“Atas nama Departemen Humas dan keluarga besar IKPI, kami menyampaikan belasungkawa sedalam-dalamnya. Semoga Allah SWT menerima seluruh amal ibadah almarhum dan menempatkannya di tempat terbaik di sisi-Nya,” tutup Jemmi Sutiono. (bl)

en_US