IKPI Sambut Rencana Pembentukan Badan Penerimaan Negara 

IKPI, Jakarta: Presiden terpilih Prabowo Subianto berencana membentuk Badan Penerimaan Negara (BPN) sebagai upaya optimalisasi penerimaan negara, khususnya di sektor perpajakan. Badan ini nantinya akan menggabungkan Direktorat Jenderal Pajak dan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, yang dipisahkan dari Kementerian Keuangan. Rencana ini sudah menjadi salah satu program kampanye Prabowo dan diperkirakan akan segera dieksekusi dalam waktu dekat.

Ketua Umum Ikatan Konsultan Pajak Indonesia (IKPI) Vaudy Starworld, dalam wawancara eksklusif dengan Radio Sonora FM pada Jumat (11/10/2024), menyampaikan bahwa penggabungan ini sejalan dengan tren global dalam reformasi perpajakan, yang dikenal dengan model “Semi-Autonomous Revenue Authority”.

Menurut Vaudy, negara-negara seperti Afrika Selatan dan Meksiko telah menerapkan model serupa dan terbukti meningkatkan efektivitas penerimaan pajak.

Ia menambahkan, bahwa reformasi perpajakan di Indonesia ini berpotensi memperkuat kelembagaan serta meningkatkan pengawasan dan efisiensi administrasi pajak di Indonesia.

Sebagai Ketua Umum IKPI, Ia melihat peluang besar dalam reformasi ini, terutama dalam meningkatkan rasio pajak serta mempermudah pengawasan yang lebih terintegrasi.

Namun, Vaudy juga mengingatkan bahwa perubahan besar seperti ini akan diiringi dengan tantangan, termasuk dari sisi politik dan pelaksanaannya.

Lebih lanjut Ia mengatakan, dampak pembentukan BPN terhadap konsultan pajak dan pelaku usaha juga menjadi perhatian. Menurutnya, konsultan pajak akan menghadapi perubahan regulasi serta peningkatan permintaan jasa yang lebih kompleks.

https://www.instagram.com/p/DA-swCrTXx2/?igsh=MWYwM3N2b2J4OGRzMg==

“Bagi pelaku usaha, perubahan ini diharapkan dapat meningkatkan kepatuhan sukarela dan efisiensi administrasi, sehingga mengurangi beban biaya operasional,” ujarnya.

Vaudy berharap bahwa IKPI bisa bersinergi dengan pemerintah lebih baik lagi. Selain itu, dengan perubahan kelembagaan nanti Ia juga mengharapkan konsultan pajak bisa mengikuti perubahan besar ini, serta mendukung penuh upaya meningkatkan efektivitas dan transparansi dalam sistem perpajakan Indonesia.

Pada kesempatan terpisah, Ketua Departemen Humas PP-IKPI Jemmi Sutiono berharap bahwa target penerimaan negara pada 2025 yang sangat besar tidak terhambat dengan adanya pengalihan tugas pembentukan badan baru tersebut.

“Tentunya kebijakan ini akan memiliki konsekuensi tersendiri. Artinya bisa saja nanti terganggu dalam kolektivitas pajaknya. Kami, para konsultan pajak yang berada dalam naungan IKPI berharap agar pemerintah mampu memutuskan pengalihan tugas otoritas perpajakan ini dengan sukses,” kata Jemmi.

Sebab lanjut Jemmi, sebagai mitra strategis dari Direktorat Jenderal Pajak, tentu IKPI sangat memahami bahwa tugas kenegaraan yang diemban oleh profesi keuangan, yakni konsultan pajak juga cukup strategis yakni tetap membantu pemerintah dalam melakukan sosialisasi peraturan perpajakan, meningkatkan kepatuhan Wajib Pajak, dan berujung pada tercapainya target penerimaan pajak negara.

“Semoga dengan pemisahan otoritas perpajakan dari Kementerian Keuangan, mampu mengangkat tax ratio dan kepatuhan perpajakan sukarela Wajib Pajak,” ujarnya. (bl)

https://www.facebook.com/share/p/5SdJq555FAtneenm/?mibextid=WC7FNe

Ketua IKPI Palembang 2024-2029 Prioritaskan Peningkatan Kompetensi dan Kolaborasi Anggota

IKPI, Jakarta: Ketua Ikatan Konsultan Pajak Indonesia (IKPI) Cabang Palembang terpilih Susanti, mengungkapkan rencana program kerja pada lima tahun periode kepemimpinannya (2024-2029) yang bertujuan membawa organisasi tersebut ke arah yang lebih baik. Dalam program yang telah disusunnya, terdapat berbagai inisiatif yang mencakup jangka pendek dan jangka panjang.

Susanti optimis bahwa dengan kolaborasi dan dukungan anggota, dirinya bisa mencapai target dari program kerja yang telah disusun.

Salah satu program kerja yang akan diimplentasikan adalah meningkatkan kompetensi anggota, seperti mengadakan PPL dengan materi berkualitas serta diskusi rutin terkait aturan perpajakan terbaru. Diskusi ini juga akan mencakup permasalahan yang dihadapi dalam praktik sehari-hari sebagai konsultan pajak.

Lebih dari itu, Susanti akan melakukan kerja sama dengan organisasi lain seperti Ikatan Manajer Akuntansi (IMA) untuk saling berbagi pengetahuan. Melalui kerja sama ini, diharapkan IMA akan memberikan pelatihan strategi pemasaran, sementara IKPI akan berbagi ilmu perpajakan.

Ia menyatakan, bahwa pentingnya menjalin hubungan yang erat dengan Direktorat Jenderal Pajak (DJP) di era digitalisasi. Oleh karena itu, pihaknya akan melakukan audiensi dengan DJP, guna mendapatkan wawasan serta mempererat silaturahmi.

(Foto: IKPI Cabang Palembang)

Selain itu, Ia akan membentuk forum diskusi internal anggota sebagai wadah untuk saling bertukar ilmu dan pengalaman. “Kata orang, besi menajamkan besi. Forum diskusi ini akan menjadi ajang untuk saling memperkuat pengetahuan antar anggota,” ujarnya, Jumat (11/10/2024)..

Menurut Susanti, kolaborasi menjadi fokus utama dalam program kerja ini. Ketua IKPI menyatakan bahwa kunci dari kolaborasi yang sukses adalah komunikasi yang baik dan rasa saling peduli. “Kami peduli terhadap kebutuhan DJP dalam mengedukasi masyarakat serta penerimaan negara, dan peduli pada instansi lain terkait edukasi perpajakan. Dengan komunikasi dan kepedulian, kita bisa saling melengkapi,” ujarnya.

(Foto: IKPI Cabang Palembang)

Dalam upaya meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pajak, IKPI Cabang Palembang juga akan mengadakan banyak sosialisasi, terutama dengan bersinergi bersama otoritas pajak dan organisasi pendidikan seperti tax centre. “Dengan membangun pajak, artinya kita turut membangun negeri,” jelasnya.

Program kerja lainnya yang akan mereka jalankan yakni mencakup pelaksanaan PPL terjadwal, pembukaan ruang diskusi terjadwal mengenai aturan pajak terbaru, serta kerja sama dengan pihak ketiga untuk mengembangkan kompetensi lain, seperti pelatihan public speaking.

Ia berkomitmen untuk mendukung anggotanya dalam berbagai program pengajaran untuk meningkatkan kualitas profesional.

(Foto: IKPI Cabang Palembang)

Selain itu, IKPI Palembang berencana mengadakan sosialisasi dan pelatihan di universitas-universitas. Program ini tidak hanya akan mencakup aturan perpajakan dan pengisian SPT, tetapi juga akan memberikan informasi terkait peluang karir sebagai konsultan pajak. “Peluang untuk konsultan pajak masih sangat luas, dan kami ingin memberi pemahaman ini kepada mahasiswa,” ungkapnya.

Dengan berbagai program kerja inovatif ini, Susanti optimis dapat memperkuat kualitas anggotanya dan meningkatkan kontribusi mereka terhadap pengembangan sistem perpajakan di Indonesia.

Sementara itu, Ketua Panitia Pemilihan Ketua IKPI Cabang Palembang Rahmad Basuki mengatakan, Susanti terpilih sebagai Ketua IKPI Cabang Palembang Periode 2024-2029 melalui pemilihan langsung yang demokratis.

Diceritakan Rahmad, pemilihan telah berhasil dilaksanakan dengan suasana aman dan damai. Pemilihan yang berlangsung di Ruang Mahameru, Lantai 2, Gedung Hotel Swarna Dwipa, pada pukul 14.30 WIB tersebut, menarik antusiasme besar dari para anggota.

Dari total 96 anggota IKPI Palembang, sebanyak 55 orang hadir sebagai pemilih untuk menentukan pemimpin mereka selama lima tahun ke depan. Pemilihan ini menggunakan sistem “Luber” (Langsung, Umum, Bebas, dan Rahasia), yang menjadi bagian penting dalam memastikan pemilihan berlangsung demokratis.

(Foto: IKPI Cabang Palembang)

Tiga calon ketua bersaing dalam pemilihan ini. Mickie Octatianus Gujana (No. Urut 1) memperoleh 10 suara, Isnaini (No. Urut 2) memperoleh 7 suara, sementara Susanti (No. Urut 3) keluar sebagai pemenang dengan perolehan suara terbesar yaitu 37 suara. Satu suara abstain juga tercatat dalam proses pemilihan ini.

Lebih lanjut Ia mengatakan, tahapan pemilihan ini dimulai dari pengambilan dan pengembalian blanko pendaftaran calon ketua, verifikasi oleh panitia pemilihan, kampanye visi dan misi, masa tenang, hingga hari pemilihan yang diikuti oleh para pemilik hak suara. Proses penghitungan suara dilakukan secara terbuka, disaksikan oleh saksi dari masing-masing calon, dan disiarkan secara live untuk anggota yang tidak dapat hadir langsung.

Menurutnya, hal menarik dari pemilihan ini adalah suasana yang penuh semangat dan kebersamaan. Seluruh anggota panitia bekerja secara netral dan bahu-membahu untuk memastikan proses pemilihan berjalan lancar. Pemilihan ini dianggap sebagai miniatur kecil dari pemilihan Ketua Umum IKPI dan Ketua Pengawas di tingkat nasional, yang mencerminkan semangat demokrasi dalam organisasi ini.

Dengan hasil ini, Susanti diharapkan membawa semangat baru dalam memimpin IKPI Cabang Palembang, membangun program-program yang inovatif untuk memajukan organisasi di masa mendatang.

(Foto: IKPI Cabang Palembang)

“Proses pemilihan yang sukses ini menjadi bukti komitmen IKPI Cabang Palembang dalam menjaga transparansi dan integritas dalam setiap tahap pemilihan,” kata Rahmad.

Sekadar informasi, bertugas sebagai Panitia Pemilihan Ketua IKPI Cabang Palembang periode 2024-2029 yakni:

1.Rahmad Basuki (Ketua)
2.Wandestarido (Sekretaris)
3.Andra (Anggota)
4.Hokidi (Anggota)
5.Farida Yanuarita (Anggota)

(bl)

id_ID