PODCAST HARI KARTINI

Susanti: Kartini Masa Kini Berani Ambil Peran, Bukan Sekadar Menunggu Kesempatan

IKPI, Jakarta: Ketua Ikatan Konsultan Pajak Indonesia (IKPI) Cabang Palembang, Susanti, menegaskan bahwa perempuan masa kini harus berani mengambil peran dan menunjukkan kapasitasnya di ruang profesional. Hal itu disampaikannya saat menjadi narasumber dalam podcast Hari Kartini IKPI bertema “Jejak Kartini dalam Kepemimpinan dan Profesionalisme Perempuan” yang digelar secara daring, Selasa (21/4/2026).

Dalam forum tersebut, Susanti menekankan bahwa makna Kartini di era modern tidak lagi terbatas pada perjuangan simbolik, melainkan tercermin dari keberanian perempuan dalam mengambil ruang dan kesempatan. “Kartini masa kini adalah perempuan yang berani mengambil peran, bukan hanya menunggu kesempatan,” ujarnya.

Ia menilai, saat ini perempuan Indonesia telah mengalami kemajuan signifikan, khususnya dalam dunia profesional. Hal ini terlihat dari semakin banyaknya perempuan yang dipercaya menduduki posisi strategis, termasuk di lingkungan IKPI. Susanti sendiri mengaku bangga dapat dipercaya menjadi Ketua IKPI Cabang Palembang, yang menurutnya menjadi bukti meningkatnya kepercayaan terhadap kepemimpinan perempuan.

Lebih lanjut, Susanti menegaskan bahwa konsep kesetaraan gender tidak berarti menyamakan peran perempuan dan laki-laki secara identik. Menurutnya, esensi kesetaraan terletak pada akses dan kesempatan yang sama dalam pendidikan, karier, dan pengambilan keputusan. “Kesetaraan itu bukan harus sama persis, tetapi bagaimana perempuan dan laki-laki memiliki kesempatan yang sama untuk berkembang,” jelasnya.

Ia juga menyoroti bahwa perjuangan Kartini dalam membuka akses pendidikan bagi perempuan kini telah membuahkan hasil. Di era digital saat ini, perempuan memiliki peluang lebih luas untuk mengembangkan diri, baik melalui pendidikan formal maupun berbagai platform pembelajaran daring.

Namun demikian, Susanti mengingatkan bahwa peluang tersebut harus dimanfaatkan secara optimal. Ia mendorong perempuan untuk terus meningkatkan kompetensi, khususnya di bidang profesi masing-masing, termasuk di sektor perpajakan yang semakin dinamis. “Perempuan harus terus meng-upgrade diri, baik dari sisi pendidikan maupun keterampilan profesional,” katanya.

Selain itu, ia menekankan pentingnya keseimbangan antara karier dan peran dalam keluarga. Menurutnya, perempuan tetap dapat berkarya dan mandiri tanpa harus meninggalkan kodratnya sebagai ibu dan istri. “Perempuan bisa tetap berkarier, mandiri, dan berkontribusi, tanpa kehilangan perannya dalam keluarga,” tambahnya.

Dalam refleksinya, Susanti juga menyoroti bahwa perjalanan perempuan menuju posisi kepemimpinan bukanlah proses instan. Dibutuhkan keberanian untuk belajar, mencoba, dan mengambil tanggung jawab secara bertahap. “Kami semua yang ada di posisi ini juga melalui proses panjang. Tidak ada yang instan,” ujarnya.

Ia pun mengajak seluruh perempuan, khususnya anggota IKPI, untuk tidak membatasi diri dan terus bertumbuh. Menurutnya, menjadi Kartini masa kini bukan tentang kesempurnaan, melainkan tentang keberanian untuk berkembang dan berkontribusi.

Menutup pernyataannya, Susanti berharap momentum Hari Kartini dapat menjadi pengingat bahwa perempuan Indonesia memiliki potensi besar untuk menjadi pemimpin dan profesional yang berintegritas. “Kartini hari ini adalah perempuan yang terus belajar, berani mengambil peran, dan tidak takut untuk berkembang,” pungkasnya. (bl)

id_ID