IKPI, Sleman: Ikatan Konsultan Pajak Indonesia (IKPI) memperkuat sinergi dengan Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Sleman melalui penandatanganan nota kesepahaman (MoU) yang diharapkan dapat meningkatkan kesadaran dan kepatuhan pajak di kalangan pelaku usaha. Penandatanganan kerja sama tersebut dilakukan langsung oleh Ketua Umum IKPI Vaudy Starworld dan Ketua HIPMI Sleman Haryo Arief Priyanto dalam rangkaian Seminar Perpajakan yang diselenggarakan Pengurus Cabang IKPI Sleman, Selasa (17/6/2026).
Vaudy menegaskan bahwa nota kesepahaman tersebut bukan sekadar seremoni di atas kertas, melainkan menjadi “jembatan emas” untuk memperkuat kolaborasi antara profesi konsultan pajak dengan kalangan pengusaha muda.

Menurut dia, HIPMI sebagai organisasi pengusaha memiliki peran strategis sebagai motor penggerak ekonomi, sementara IKPI siap menjadi mitra profesional yang mengedukasi, mendampingi, dan memastikan kepatuhan pajak dapat dijalankan secara tepat tanpa mengabaikan efisiensi usaha.
Vaudy juga mengapresiasi inisiatif Pengurus Cabang IKPI Sleman yang dipimpin Hersona Bangun dalam membangun kolaborasi dengan organisasi pengusaha di daerah.
“MoU ini merupakan inisiasi yang sangat baik dari IKPI Cabang Sleman di bawah kepemimpinan Bapak Hersona Bangun. Saya mengapresiasi langkah cabang yang aktif membangun sinergi dengan berbagai pemangku kepentingan, termasuk HIPMI Sleman, demi memperluas peran IKPI dalam meningkatkan kesadaran dan kepatuhan pajak di kalangan dunia usaha,” ujar Vaudy.
Vaudy mengatakan sinergi antara IKPI, pelaku usaha, dan Direktorat Jenderal Pajak akan membantu meningkatkan voluntary compliance atau kepatuhan sukarela wajib pajak yang pada akhirnya berkontribusi terhadap optimalisasi penerimaan negara secara harmonis.
Ia juga menyoroti pentingnya peningkatan pemahaman perpajakan di tengah transformasi sistem administrasi perpajakan nasional, termasuk implementasi penuh Core Tax Administration System (CTAS) dan berbagai ketentuan turunan Undang-Undang Harmonisasi Peraturan Perpajakan (HPP).
Karena itu, IKPI berkomitmen mengawal implementasi kerja sama tersebut melalui berbagai program nyata, seperti sosialisasi perpajakan bersama, edukasi bagi anggota HIPMI, hingga konsultasi gratis secara berkala bagi UMKM binaan.
Vaudy juga mengajak para pengusaha muda untuk menjadikan kesadaran pajak sebagai bagian dari penerapan good corporate governance (GCG) sejak dini. Menurutnya, kepatuhan pajak tidak semestinya dipandang sebagai beban, melainkan sebagai investasi yang mendukung pertumbuhan usaha yang sehat dan berkelanjutan.
Sementara itu, Haryo Arief Primanto mengatakan pihaknya membutuhkan peran IKPI dalam meningkatkan literasi perpajakan di kalangan pengusaha muda Indonesia. Menurutnya, pemahaman yang baik mengenai perpajakan menjadi salah satu faktor penting bagi keberlanjutan usaha.
“Melalui edukasi, pelatihan, dan pendampingan yang tepat, kami berharap para pengusaha muda tidak hanya mampu mengembangkan bisnisnya, tetapi juga memahami hak dan kewajiban perpajakannya secara baik dan benar,” kata Haryo. (bl)
