Pembimas Buddha Sumut Apresiasi IKPI, Nilai Waisak Dinilai Perkuat Integritas dan Toleransi Anggota

Screenshot

IKPI, Medan: Pembimbing Masyarakat (Pembimas) Buddha Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sumatera Utara, Sukasdi, mengapresiasi komitmen Ikatan Konsultan Pajak Indonesia (IKPI) dalam merawat keberagaman dan toleransi melalui penyelenggaraan berbagai perayaan keagamaan bagi anggotanya. Menurutnya, langkah tersebut menunjukkan bahwa organisasi profesi tidak hanya berfokus pada peningkatan kompetensi, tetapi juga pembinaan karakter dan nilai-nilai kebangsaan.

Hal itu disampaikan Sukasdi saat menghadiri Perayaan Waisak Nasional IKPI 2026 yang digelar di Prasadha Jinadhammo Mahathera, Medan, Sumatera Utara, Jumat (5/6/2026). Perayaan yang mengusung tema “Menebar Cinta, Menumbuhkan Perdamaian Dunia” itu diikuti ratusan anggota IKPI secara langsung maupun daring dari berbagai daerah di Indonesia.

Sukasdi mengatakan, penyelenggaraan Waisak Nasional oleh IKPI memiliki makna lebih luas daripada sekadar kegiatan keagamaan. Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi bukti bahwa organisasi profesi juga dapat mengambil peran dalam memperkuat persaudaraan, toleransi, dan kebinekaan di tengah masyarakat.

“Di tengah keberagaman suku, agama, dan budaya yang dimiliki Indonesia, kegiatan seperti ini menjadi ruang perjumpaan yang mempererat persaudaraan serta memperkuat integrasi sosial. Ini adalah bentuk nyata moderasi beragama yang patut diapresiasi,” ujarnya.

Ia juga menyampaikan penghargaan kepada Pengurus Pusat IKPI yang mempercayakan Sumatera Utara sebagai tuan rumah Waisak Nasional 2026. Menurutnya, Sumatera Utara merupakan salah satu daerah yang dikenal memiliki kehidupan masyarakat yang harmonis di tengah keberagaman.

“Kami berterima kasih karena Sumatera Utara dipercaya menjadi tuan rumah Waisak Nasional IKPI tahun ini. Ini menjadi kebanggaan bagi kami, sekaligus menunjukkan bahwa nilai-nilai kebersamaan dapat tumbuh dan berkembang di mana saja,” katanya.

Dalam sambutannya, Sukasdi menjelaskan bahwa Hari Tri Suci Waisak memperingati tiga peristiwa penting dalam kehidupan Buddha Gautama, yakni kelahiran Siddhartha Gautama, pencapaian pencerahan sempurna, dan parinibbana. Ketiga peristiwa tersebut mengandung pesan moral yang relevan bagi kehidupan modern, termasuk dalam menjalankan profesi.

Menurutnya, ajaran Buddha tentang metta atau cinta kasih, karuna atau belas kasih, serta kebijaksanaan merupakan nilai universal yang dapat menjadi pedoman dalam membangun etika dan integritas. Nilai-nilai tersebut dinilai sejalan dengan prinsip yang harus dijunjung tinggi oleh para konsultan pajak dalam menjalankan tugas profesionalnya.

“Profesi apa pun, termasuk konsultan pajak, membutuhkan integritas, pengendalian diri, kejujuran, dan kebijaksanaan dalam mengambil keputusan. Nilai-nilai itu sesungguhnya juga diajarkan dalam Waisak,” tutur Sukasdi.

Ia menilai IKPI telah menunjukkan komitmen yang baik dalam membangun organisasi yang inklusif. Hal itu terlihat dari konsistensi organisasi dalam menyelenggarakan berbagai kegiatan keagamaan yang melibatkan anggota dari latar belakang yang beragam.

Sukasdi mengungkapkan bahwa Waisak Nasional 2026 juga memiliki arti khusus karena menjadi penutup rangkaian kegiatan keagamaan yang diselenggarakan IKPI. Sebelumnya, organisasi tersebut telah menggelar kegiatan serupa untuk agama-agama lain, termasuk perayaan Imlek yang untuk pertama kalinya diselenggarakan di lingkungan IKPI.

“Langkah seperti ini penting untuk terus dipelihara karena dapat memperkuat rasa saling menghormati dan memperkokoh persatuan di dalam organisasi. Saya melihat IKPI telah memberikan contoh bahwa keberagaman bukan penghalang, melainkan kekuatan,” ujarnya.

Lebih lanjut, Sukasdi menilai tema Waisak tahun 2026 yang diusung Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Buddha Kementerian Agama, yakni ‘Dharma Menjaga Perdamaian Dunia’, sangat relevan dengan kondisi saat ini. Di tengah berbagai tantangan global, masyarakat membutuhkan lebih banyak ruang untuk menumbuhkan toleransi, cinta kasih, dan semangat hidup berdampingan secara damai.

Sukasdi menyampaikan apresiasi kepada seluruh panitia, donatur, Pengda Sumatera Bagian Utara, Pengcab Medan, serta keluarga besar IKPI yang telah menyukseskan perayaan tersebut. Ia berharap semangat Waisak dapat membawa kedamaian, kebahagiaan, kesehatan, dan kesuksesan bagi seluruh anggota IKPI serta masyarakat Indonesia.

“Semoga nilai-nilai cinta kasih, kebijaksanaan, dan toleransi yang diwariskan Buddha dapat terus hidup dalam kehidupan kita sehari-hari, termasuk dalam menjalankan profesi dan pengabdian kepada bangsa,” pungkasnya. (bl)

id_ID