IKPI, Sleman: Ketua Ikatan Konsultan Pajak Indonesia (IKPI) Cabang Sleman Hersona Bangun menegaskan kolaborasi antara perguruan tinggi dan organisasi profesi menjadi langkah penting untuk menyiapkan lulusan yang siap menghadapi perubahan dunia perpajakan.
Hal itu diwujudkan melalui kolaborasi antara dunia kampus dan praktisi. Keseriusan ini juga ditunjukan dengan menghadirkan Ketua Umum IKPI Vaudy Starworld sebagai narasumber Kuliah Pakar sekaligus menggelar penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara IKPI dan Program Studi Sarjana Terapan Akuntansi Perpajakan Fakultas Bisnis dan Ekonomika Universitas Islam Indonesia (UII), Senin (13/7/2026).
Menurut Hersona, kegiatan tersebut tidak sekadar menjadi forum akademik, tetapi juga membuka akses mahasiswa terhadap dunia profesi yang sesungguhnya.
“Kami ingin mahasiswa memperoleh gambaran langsung mengenai tantangan dan kebutuhan profesi konsultan pajak saat ini. Dunia perpajakan berubah sangat cepat dengan hadirnya AI, Coretax, dan digitalisasi administrasi pajak. Karena itu, sejak di bangku kuliah mereka harus memahami kompetensi apa yang dibutuhkan dunia kerja,” kata Hersona.
Ia menjelaskan, IKPI Cabang Sleman sengaja mempertemukan mahasiswa dengan praktisi dan pimpinan organisasi profesi agar proses pembelajaran tidak berhenti pada teori di ruang kelas. Mahasiswa juga perlu memahami perkembangan regulasi, teknologi, hingga peluang karier yang tersedia di bidang perpajakan.
Hersona menilai kerja sama dengan UII merupakan langkah strategis untuk memperkuat sinergi antara kampus dan organisasi profesi. Melalui MoU tersebut, kedua pihak memiliki ruang kolaborasi yang lebih luas, mulai dari kuliah pakar, pengembangan kompetensi, hingga berbagai kegiatan yang mendukung peningkatan kualitas lulusan.
“Kami berharap kerja sama ini menjadi awal kolaborasi yang berkelanjutan. IKPI siap mendukung kampus dalam menghadirkan praktisi, berbagi pengalaman, dan memberikan wawasan mengenai profesi konsultan pajak agar lulusan memiliki kesiapan memasuki dunia kerja,” ujarnya.
Hersona juga mengapresiasi antusiasme sivitas akademika UII yang dinilai memiliki komitmen kuat dalam menyiapkan lulusan yang relevan dengan kebutuhan industri. Menurutnya, sinergi dunia akademik dan organisasi profesi menjadi kunci mencetak sumber daya manusia perpajakan yang adaptif, profesional, dan mampu menjawab tantangan transformasi digital.
Ia berharap kolaborasi serupa dapat terus diperluas dengan perguruan tinggi lainnya di Daerah Istimewa Yogyakarta sehingga semakin banyak mahasiswa memperoleh pemahaman langsung mengenai profesi konsultan pajak dan berkontribusi dalam meningkatkan kepatuhan perpajakan di Indonesia. (bl)
