Prabowo Targetkan Dividen BUMN Rp 200 Triliun pada 2026 Tanpa PMN

IKPI, Jakarta: Presiden Prabowo Subianto menargetkan setoran dividen badan usaha milik negara (BUMN) mencapai Rp200 triliun pada 2026.

Target tersebut diproyeksikan dapat dicapai tanpa adanya Penanaman Modal Negara (PMN) dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Prabowo mengatakan proyeksi tersebut menunjukkan adanya peningkatan kinerja BUMN setelah pemerintah melakukan berbagai perbaikan dalam pengelolaan perusahaan negara.

“Dividen BUMN di tahun 2026 ini diproyeksikan kembali naik sampai dengan 200 triliun tanpa ada PMN,” kata Prabowo dalam Sidang Tahunan MPR dan Sidang Bersama DPR-DPD di Kompleks Parlemen, dikutip Minggu (16/8).

Menurutnya, kinerja dividen BUMN perlu dilihat secara neto dengan memperhitungkan PMN yang diberikan pemerintah melalui APBN kepada perusahaan negara.

Pada 2024, dividen BUMN setelah dikurangi PMN tercatat sebesar Rp 53 triliun. Angka tersebut kemudian meningkat menjadi Rp 138 triliun pada 2025.

Dengan target Rp 200 triliun pada 2026 tanpa PMN, Prabowo menyebut kontribusi bersih BUMN kepada negara akan meningkat hampir empat kali lipat dibandingkan 2024.

“Artinya dari 2024 ke 2026 naik dari 53 triliun rupiah ke 200 triliun rupiah atau bisa dikatakan empat kali lebih besar, 400% meningkatnya tanpa PMN,” katanya.

Prabowo menilai peningkatan tersebut menjadi bukti bahwa perbaikan manajemen BUMN dapat menghasilkan kinerja yang lebih baik dalam waktu relatif cepat.

Ia juga menegaskan pemerintah tidak memberikan toleransi terhadap praktik permainan angka atau laporan keuangan yang tidak sesuai kondisi sebenarnya.

Pemerintah, kata dia, telah melakukan koreksi terhadap laporan keuntungan sejumlah BUMN.

Setelah koreksi tersebut, laba BUMN pada 2024 tercatat Rp 186 triliun. Sementara pada 2025, laba BUMN meningkat menjadi Rp326 triliun atau tumbuh 75,3%.

Adapun dividen BUMN yang disetorkan pada 2025 mencapai Rp 142,3 triliun, meningkat 67% dibandingkan 2024 yang sebesar Rp 85,5 triliun.

Prabowo menilai peningkatan laba dan dividen tersebut menunjukkan keberhasilan pembenahan tata kelola BUMN.

“Ini membuktikan dengan manajemen yang akal sehat, dengan niat tidak menipu, keberhasilan kita bisa datang dengan sangat cepat,” kata Prabowo. (sw)

en_US