Pemerintah Targetkan Ekonomi Tumbuh 6% pada 2027

IKPI, Jakarta: Pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi Indonesia mencapai 6% pada 2027. Target tersebut lebih tinggi dibandingkan sasaran pertumbuhan dalam APBN 2026 yang sebesar 5,4%.

Target pertumbuhan tersebut menjadi bagian dari asumsi dasar ekonomi makro dalam RAPBN 2027 yang telah disepakati pemerintah bersama DPR.

Selain pertumbuhan ekonomi 6%, pemerintah menargetkan inflasi berada di level 2,5% pada tahun depan.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan optimisme terhadap pertumbuhan ekonomi 2027 ditopang oleh sejumlah indikator ekonomi yang masih menunjukkan kinerja positif.

Pada Semester I-2026, ekonomi Indonesia tumbuh 5,45% secara kumulatif, yang disebut menjadi pertumbuhan tertinggi untuk periode yang sama dalam 13 tahun terakhir.

Meski demikian, pemerintah tetap mewaspadai berbagai risiko dari perekonomian global, termasuk konflik geopolitik, gejolak harga energi dan pangan, serta tingginya suku bunga.

“Ada prospek positif untuk pertumbuhan perekonomian di dalam negeri, di tengah gejolak utama seperti geopolitik, harga energi, harga oangan, serta suku bunga tinggi yang masih terus berlanjut,” ujar Airlangga dalam Konferensi Pers di Jakarta, dikutip Sabtu (15/8).

Untuk mengejar target pertumbuhan 6%, pemerintah akan memperkuat mesin pertumbuhan sektoral berbasis transformasi. Strategi tersebut diarahkan untuk mendorong pertumbuhan yang lebih inklusif dan berkelanjutan.

Sejumlah sektor bernilai tambah tinggi akan menjadi perhatian, antara lain digitalisasi, semikonduktor, dan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).

Pemerintah juga akan melakukan revitalisasi sektor yang dinilai resilien, seperti pertanian dan energi.

Selain itu, pemerintah akan mendorong pembentukan bursa komoditas mineral sebagai acuan Indonesia Reference Price. Daya saing investasi dan ekspor juga akan diperkuat melalui deregulasi, optimalisasi perjanjian perdagangan internasional, serta rencana pembentukan Pusat Finansial Internasional Indonesia (PFII).

Dari sisi pembiayaan investasi, pemerintah akan melibatkan Danantara dan sektor swasta untuk mempercepat investasi sebagai salah satu motor pertumbuhan ekonomi.

Target pertumbuhan tersebut juga dibarengi sasaran pembangunan lainnya. Pemerintah menargetkan tingkat kemiskinan berada di kisaran 6%-6,5%, sedangkan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) ditargetkan sebesar 4,3%-4,87% pada 2027.

Dalam RAPBN 2027, belanja negara direncanakan mencapai Rp 4.097,2 triliun, sementara pendapatan negara diproyeksikan Rp 3.426 triliun.

Defisit anggaran ditargetkan sebesar 2,40% terhadap PDB, lebih rendah dibandingkan target defisit APBN 2026 sebesar 2,68%.

Pemerintah juga menyiapkan anggaran perlindungan sosial sebesar Rp 549,9 triliun pada 2027 untuk menjaga daya beli masyarakat sekaligus memastikan kelompok rentan tetap terlindungi di tengah upaya mendorong pertumbuhan ekonomi. (sw)

en_US