Ketua Umum IKPI Desak Pemerintah Beri Gelar Resmi untuk Konsultan Pajak Lulusan USKP

IKPI, Jakarta: Ketua Umum Ikatan Konsultan Pajak Indonesia (IKPI), Vaudy Starworld, mendesak Pusat Pembinaan Profesi Keuangan (PPPK) Kementerian Keuangan agar segera memberikan gelar non-akademik kepada konsultan pajak yang telah lulus Ujian Sertifikasi Konsultan Pajak (USKP).

Vaudy menegaskan, gelar tersebut penting sebagai bentuk penghargaan negara atas proses panjang dan ketat yang telah dilalui para konsultan pajak dalam memperoleh sertifikasi USKP.

“Gelar atau sebutan apapun itu perlu diberikan sebagai tanda bahwa mereka telah melewati proses ujian yang diakui oleh negara,” kata Vaudy, Minggu (27/4/2025).

Selain sebagai bentuk penghormatan dan penghargaan kepada profesional sektor keuangan, pemberian gelar khusus Konsultan Pajak juga bertujuan memberikan kejelasan bagi masyarakat umum. Dengan adanya gelar resmi, wajib pajak dapat lebih mudah membedakan lulusan sertifikasi konsultan pajak, yakni mereka yang telah bersertifikasi dari yang belum.

“Selama ini lulusan USKP tidak memiliki gelar yang formal. Ada yang menggunakan inisiatif pribadi seperti Bersertifikat Konsultan Pajak (BKP) tapi itu tidak didukung dokumen atau dasar hukum yang jelas. Sehingga kami minta agar negara hadir untuk memberikan rekognisi pada profesi kami,” ujar Vaudy.

Ia menambahkan, saat ini penggunaan gelar tidak seragam. Ada konsultan yang mencantumkan gelar, ada pula yang tidak, sehingga berpotensi membingungkan masyarakat dan menimbulkan pertanyaan soal legalitas.

Karena itu, IKPI meminta agar pengaturan pemberian gelar ini secara resmi dimuat dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK). “Dengan masuk dalam PMK, ada kepastian hukum dan landasan resmi bagi pemberian gelar ini,” tegas Vaudy.

Permintaan ini, lanjut Vaudy, bukan baru kali ini disuarakan. Sejak Oktober 2024, IKPI secara konsisten mengajukan usulan tersebut, termasuk dalam pertemuan dengan Kepala PPPK, Erawati.

Ia berharap pemerintah segera mengambil langkah konkret untuk memperkuat pengakuan profesi konsultan pajak bersertifikat di Indonesia. “Konsultan pajak adalah mitra penting pemerintah dalam meningkatkan kepatuhan pajak. Sudah seharusnya ada penghargaan yang setara untuk mereka yang profesional dan kompeten,” kata Vaudy.

Selain itu, Vaudy menyatakan bahwa ujian sertifikasi konsultan pajak adalah ujian resmi yang diselenggarakan oleh pemerintah. Dengan demikian, sudah selayaknya pemerintah memberikan pengakuan khusus, yakni dengan pemberian gelar non akademik bagi lulusannya.

Vaudy juga menekankan, gelar non-akademik untuk konsultan pajak sebaiknya tidak diserahkan ke asosiasi konsultan pajak. Hal ini mengingat saat ini terdapat empat asosiasi konsultan pajak yang berbeda, sehingga berpotensi menimbulkan perbedaan dalam penggunaan gelar.

Ia menilai, asosiasi konsultan pajak juga agak sulit untuk menetapkan gelar sendiri karena hingga kini belum ada dasar hukum yang jelas yang mendukung pemberian gelar tersebut.

Sebagai perbandingan, beberapa profesi lain di Indonesia sudah diberikan gelar resmi, seperti MAPPI Cert. untuk profesi penilai, Akuntan (Ak.) untuk lulusan pendidikan profesi akuntansi, serta Certified Public Accountant (CPA) dan Certified Accountant (CA) untuk profesi akuntan bersertifikasi internasional.

Adapaun profesi Akuntan Publik memberikan gelar Certified Public Accountant (CPA), sedangkan Profesi Akuntan memberikan gelar Certified Accountant (CA). “Sudah seharusnya Konsultan Pajak yang lulus USKP juga mendapatkan pengakuan yang serupa,” tegas Vaudy. (bl)

In Memoriam Jetty Binti Sayuti Saman

Bunda Panutan Milenial IKPI

Rasanya masih sulit dipercaya, kepergian bunda begitu mendadak. Tadi pagi, di grup WhatsApp, kami saling bertanya, saling meyakini “Benarkah ini Bunda Waketum kita yang berpulang?” Sakit apa? Kok tiba-tiba?

Kami tahu, syarat meninggal memang tidak harus sakit. Tapi tetap saja, hati ini belum siap. Terlalu cepat, terlalu mengejutkan.

Mengenal bunda adalah kesempatan bagi kami , generasi “ Milenial IKPI”. Maaf bunda, Milenial itu adalah sebutan kami-kami, saat support bunda menuju Waketum periode 2024 – 2029. Bunda banyak memberi teladan kepada kami, tutur kata yang lembut, bunda yang selalu siap kami ajak jika ada acara dan sampai ada beberapa kali teman kita yang antar jemput bunda di rumah.

Kami semua iklas melakukannya tanpa beban, karena kami merasa bunsa adalah teladan kami. Bunda pasti kenal siapa saja yang menyapa dengan sebutan “Bunda”, atau “Bu Waketum” , kalau kami terkadang menyapa dengan sebutan “Mommy”.

Bunda yang yang taat beribadah, Senin-Kamis selalu puasa, Gak suka makan nasi , lebih hobby makan kue kue, gak suka manis-manis.

Ah, tidak akan pernah habis kami bicarakan.

Senyum bunda, semangat bunda, pelukan hangat, dan cara bunda menyemangati kami satu per satu masih terus hidup dalam ingatan kami.

Bunda bukan hanya pemimpin di organisasi yang memayungi kami, tetapi juga pelindung, sahabat, dan panutan sejati.

Selamat jalan menuju keabadian, Bunda Jetty.

Terima kasih atas cinta dan keteladanan yang telah bunda wariskan. Doa kami menyertai langkah bunda menuju rumah terbaik di sisi-Nya.

Al-Fatihah

Salam

Tintje Beby, Ratri Widiyanti dan Generasi Milenial IKPI

 

 

 

 

 

 

Ketua Umum IKPI Dorong Anak Muda Tampil dan Cabang Semakin Aktif

IKPI, Depok: Dalam suasana akrab Halalbihalal Ikatan Konsultan Pajak Indonesia (IKPI) Cabang Depok, Ketua Umum IKPI Vaudy Starworld di Telaga Seafood, Cibubur, Sabtu (26/4/2025), menyampaikan ajakan penting kepada seluruh anggota, khususnya generasi muda IKPI, untuk lebih aktif dan tampil di berbagai kegiatan organisasi.

Vaudy mendorong para anggota muda untuk mengambil peran sebagai pemateri dalam kegiatan Pengembangan Profesional Berkelanjutan (PPL), menjadi moderator, hingga terlibat dalam forum-forum strategis di tingkat pusat maupun daerah.

“Kita ingin anak-anak muda IKPI tampil ke depan. Bukan hanya jadi peserta, tapi jadi pembicara, moderator, panitia, bahkan inisiator kegiatan. Ini penting untuk regenerasi dan memperluas eksistensi organisasi,” ujar Vaudy dalam sambutannya.

Ia juga menekankan pentingnya inovasi di tingkat cabang. Menurutnya, cabang-cabang IKPI di seluruh Indonesia harus mulai menciptakan kegiatan-kegiatan positif yang bisa membangun solidaritas dan memperkuat citra organisasi di tengah masyarakat.

“Saya sangat mendorong munculnya kegiatan baru seperti komunitas olahraga golf, tenis, bulutangkis, atau apa pun yang sehat dan membangun kebersamaan. Semua anggota, terutama di cabang, harus tampil dan aktif,” tambahnya.

Pemilik sertifikasi ahli Kepabeanan dan Kuasa Hukum di Pengadilan Pajak ini juga meyakini bahwa semakin banyak anggota yang dikenal luas karena kontribusinya, maka dampak positifnya tak hanya dirasakan oleh individu, tetapi juga oleh IKPI sebagai organisasi profesi yang solid dan terpercaya.

Dengan semangat kebersamaan dan inovasi yang terus tumbuh, IKPI siap melangkah lebih dinamis dan adaptif menghadapi tantangan perpajakan ke depan. (bl)

 

Ketua Umum IKPI Pastikan Tak Ada Kewajiban Laporan Bulanan untuk Konsultan Pajak

IKPI, Jakarta: Ketua Umum Ikatan Konsultan Pajak Indonesia (IKPI), Vaudy Starworld, menegaskan bahwa tidak terdapat kewajiban bagi para konsultan pajak untuk menyampaikan laporan bulanan kepada pemerintah. Penegasan ini disampaikan langsung setelah IKPI bersama perwakilan dari tiga asosiasi konsultan pajak lainnya melakukan audiensi dengan Pusat Pembinaan dan Pengawasan Profesi Keuangan (PPPK) di bawah Kementerian Keuangan.

Audiensi tersebut berlangsung pada Jumat, 25 April 2025 secara daring dan dipimpin oleh Kepala PPPK, Erawati.

Dalam pertemuan tersebut, IKPI menyampaikan berbagai aspirasi dan permintaan klarifikasi terkait aturan pelaporan konsultan pajak, khususnya seputar isu yang belakangan ramai dibicarakan mengenai kemungkinan adanya kewajiban pelaporan bulanan konsultan pajak.

“Kami ingin mengonfirmasi langsung agar tidak terjadi kesimpangsiuran informasi. Hasilnya, kami dapat memastikan bahwa tidak ada ketentuan pelaporan bulanan yang bersifat wajib untuk konsultan pajak,” ujar Vaudy usai pertemuan tersebut.

Vaudy, yang juga diketahui sebagai pemegang sertifikasi ahli kepabeanan dan kuasa hukum di Pengadilan Pajak, menjelaskan bahwa pelaporan dari konsultan pajak tetap mengacu pada sistem tahunan seperti yang selama ini berlaku. Meski demikian, konsultan pajak diberikan fasilitas untuk dapat mencicil informasi nama klien yang ditanganinya setiap bulan oleh konsultan pajak dengan tujuan meringankan beban pelaporan tahunan mereka.

Namun hal tersebut sepenuhnya bersifat tidak mengikat dan tanpa sanksi. “Pencicilan bulanan bisa dilakukan sebagai bagian dari pengelolaan administratif internal masing-masing konsultan atau kantor jasa pajak. Tapi harus dipahami bahwa tidak ada sanksi jika penyampaian ini l tidak dicicil secara bulanan. Yang penting adalah pelaporan tahunan tetap dilaksanakan dengan benar dan tepat waktu,” kata Vaudy.

Sekadar informasi, audiensi ini dihadiri oleh sejumlah pengurus pusat IKPI, yakni Wakil Sekretaris Umum Nova Tobing, Ketua Departemen Keanggotaan dan Etika Robert Hutapea, Ketua Departemen Sistem Pendukung Pengembangan Bisnis Anggota Donny Rindorindo dan Direktur Eksekutif Asih Arianto.

Menurut Vaudy, pertemuan ini merupakan bentuk komunikasi aktif antara asosiasi profesi dan regulator untuk menjembatani setiap potensi ketidaksinkronan kebijakan. Ia menilai bahwa langkah proaktif seperti ini penting dalam menjaga integritas profesi dan memberikan kepastian hukum bagi ribuan konsultan pajak yang tersebar di seluruh Indonesia.

“Sebagai organisasi profesi, IKPI memiliki tanggung jawab untuk melindungi anggotanya, sekaligus memastikan bahwa praktik konsultan pajak di Indonesia berjalan sesuai koridor hukum yang berlaku. Maka dari itu, klarifikasi seperti ini menjadi sangat penting,” tuturnya.

Di sisi lain, PPPK melalui Kepala Erawati menyambut baik dialog terbuka tersebut dan menegaskan komitmennya untuk terus menjaga komunikasi yang baik dengan seluruh pemangku kepentingan di sektor keuangan dan perpajakan, termasuk asosiasi konsultan pajak.

Dengan adanya kepastian bahwa tidak ada laporan bulanan yang diwajibkan, para konsultan pajak kini dapat lebih fokus menjalankan tugas profesionalnya tanpa dihantui kekhawatiran terhadap potensi beban administrasi tambahan.

Vaudy berharap, IKPI ke depan semakin bersinergi antara asosiasi dan pemerintah dapat terus diperkuat guna menciptakan iklim perpajakan yang sehat, adil, dan berkelanjutan. (bl)

In memoriam Ibu Jetty Binti Sayuti Saman

Jejak Kasih, Keteladanan, dan Kedisiplinan Bunda Jetty untuk IKPI

Kepergian Ibu Jetty binti Sayuti Saman menyisakan duka mendalam bagi kami di IKPI, terutama bagi saya secara pribadi dan sebagai Ketua Departemen Humas.

Beliau bukan hanya Wakil Ketua Umum IKPI Periode 2024–2029. Lebih dari itu, beliau adalah sosok bunda pengayom, pembimbing, sekaligus sahabat yang selalu hadir dengan ketulusan.

Sebagai Humas, yang paling membekas bukan hanya arahannya, tetapi cara beliau menyampaikan lembut, penuh empati, dan tidak pernah meninggikan suara, bahkan belum pernah emosional, senantiasa tersenyum.

Saya menyaksikan sendiri bagaimana beliau menjalankan peran organisasi dengan hati. Beliau tidak hanya memberikan masukan konstruktif untuk organisasi tapi benar-benar turun menyapa, mendengar, dan menyentuh hati serta berbincang dengan anggota tanpa jarak baik ditingkat pusat, daerah hingga cabang se-Indonesia.

Ibu Jetty tahu caranya membuat setiap orang merasa dihargai, sehingga kami di Humas merasa sangat kehilangan. Tidak akan mudah mencari sosok seperti beliau yang kuat tapi lembut, tegas namun penuh kasih.

Sosok yang membawa keteduhan, bahkan di tengah tekanan pekerjaan. Kami panjatkan doa terbaik untuk almarhumah. Semoga segala amal kebaikan beliau diterima oleh Tuhan Yang Maha Esa, dan keluarga yang ditinggalkan diberi kekuatan serta ketabahan.

Terima kasih, Bunda Jetty, untuk semua kasih, cinta, teladan, dan disiplin menjadi jejak yang Ibu tinggalkan dengan penuh makna.

Jejak itu akan terus hidup dalam setiap langkah kami di IKPI.

Salam,

Ketua Departemen Humas IKPI, Jemmi Sutiono

In Memoriam Jetty Binti Sayuti Saman

Sosok Sederhana yang Jadi Perekat Antar Generasi

Kabar duka datang tanpa disangka. Selamat jalan, Bunda Jetty binti Sayuti Saman.

Selasa pagi, suasana di grup WhatsApp Pengurus Pusat tiba-tiba berubah sendu. Getaran notifikasi datang silih berganti, namun bukan kabar biasa—melainkan kabar duka. Innalillahi wa inna ilaihi raji’un. Ibu Jetty binti Sayuti Saman, Wakil Ketua Umum IKPI Periode 2024–2029, telah berpulang ke pangkuan Ilahi. Rasa kehilangan mendalam langsung terasa, bahkan sulit dipercaya.

Saya masih teringat jelas, baru Senin pekan lalu, 14 April, saya sempat bertemu beliau. Kami bersenda gurau, berbincang ringan, dan bahkan berjanji beliau ingin membawakan pempek saat kembali ke Jakarta. Tidak ada yang menyangka itu akan menjadi pertemuan terakhir.

 

Secara pribadi, saya memang belum begitu lama mengenal beliau. Namun dalam waktu yang relatif singkat, begitu banyak hal positif yang saya dapatkan dari sosok beliau. Bunda Jetty adalah pribadi sederhana, tidak neko-neko, dan menjadi jembatan penting antara IKPI dan Direktorat Jenderal Pajak. Beliau tidak hanya cerdas dan berpengaruh, tapi juga membawa ketulusan yang terasa dalam setiap tindakannya.

Salah satu kenangan yang sangat berkesan bagi saya adalah saat beliau bersama rekan-rekan Pengurus Pusat berkunjung ke rumah saya. Kami menjamu mereka dengan hidangan khas Palembang, pempek dan tekwan buatan istri saya.

Bunda Jetty tampak sangat menikmati beliau bahkan sempat bertanya tentang resep dan cara membuatnya, sambil tersenyum hangat. Kenangan sederhana itu, kini terasa begitu berarti.

Sebagai Ketua Departemen Advokasi dan Bantuan Hukum IKPI, saya merasa sangat kehilangan sosok beliau. Alm. Bunda Jetty adalah perekat antar generasi, layaknya seorang ibu yang mampu merangkul semua kalangan. Beliau membuat kami merasa seperti satu keluarga besar yang saling menguatkan.

Selamat jalan, Bunda Jetty. Terima kasih

(Foto: Istimewa)

atas keteladanan, kesederhanaan, dan kasih sayang yang telah engkau bagikan. Kenangan baik bersamamu akan selalu kami jaga dan kenang.

Salam

Ketua Departemen Advokasi dan Bantuan Hukum IKPI, Andreas Budiman

In Memoriam Ibu Jetty Binti Sayuti Saman

Sosok Yang Dikenal Aktif dan Dihormati di Kalangan Internal Maupun Eksternal IKPI

Selamat Jalan, Bunda Jetty binti Sayuti Saman. Berpulangnya Bunda Jetty binti Sayuti Saman, Wakil Ketua Umum IKPI Periode 2024–2029, meninggalkan duka yang mendalam di hati seluruh insan IKPI baik pusat maupun cabang.

Tidak hanya sebagai pemimpin, Bunda Jetty, sebagai Wakil Ketua Umum IKPI, dikenang sebagai sosok yang ramah, baik hati, energik, dan mampu membaur dengan siapa pun baik di lingkungan internal organisasi IKPI maupun di luar IKPI (khususnya di kalangan Direktorat Jenderal Pajak sebagai institusi tempat beliau bekerja sebelum pensiun).

Sebagai Ketua Departemen Sistem Pendukung Pengembangan Bisnis Anggota, saya, Donny Rindorindo, merasakan langsung keramah-tamahan dan kebaikan beliau. Dalam setiap kesempatan, baik formal maupun santai. Bunda Jetty selalu hadir dengan senyuman hangat dan sapaan yang ramah, penuh semangat, dan perhatian yang tulus kepada semua orang tanpa memandang jabatan atau usia.

(Foto: Istimewa)

Beliau mampu menjalin kedekatan dengan anggota muda, menghormati para senior, dan menjembatani hubungan yang harmonis di antara berbagai pihak, termasuk hubungan IKPI dan DJP.

Bunda Jetty juga dikenal sangat aktif dalam berbagai kegiatan, selalu tampil energik dalam setiap rapat organisasi dan bersedia melakukan kunjungan kerja keluar kota dengan penuh semangat.

Dalam rapat kerja, kegiatan sosial, maupun acara eksternal bersama mitra dan pemangku kepentingan, beliau membawa citra IKPI yang profesional namun tetap hangat dan membumi sebagai pribadi.

Tidak mudah menemukan sosok pemimpin yang tidak hanya dihormati, tetapi juga dicintai oleh semua kalangan baik internal maupun eksternal. Dan karakteristik tersebut ada pada sosok Bunda Jetty.

Kehadirannya memberi warna, semangat, dan rasa kekeluargaan yang luar biasa dalam tubuh organisasi IKPI ini.

Kepergian beliau kepada Sang Pencipta tentu merupakan kehilangan yang sangat dalam bagi organisasi, namun warisan nilai-nilai semangat yang tinggi dan keramahan yang beliau tanamkan akan terus hidup dan menjadi inspirasi serta panutan bagi kita semua.

Selamat jalan Bunda Jetty. Terima kasih atas teladan, dedikasi, dan kasih serta kehangatan yang telah engkau bagikan. Semoga Tuhan Yang Maha Esa menerima seluruh amal ibadahmu dan Bunda Jetty diberikan tempat terbaik disisiNya. Untuk keluarga yang ditinggalkan semoga diberikan ketabahan dan keikhlasan. Amin.

Salam hormat kepada Bunda Jetty.

Ketua Departemen Sistem Pendukung Pengembangan Bisnis Anggota
Ikatan Konsultan Pajak Indonesia (IKPI), Donny Rindorindo

Ketua Umum IKPI Ucapkan Selamat atas Sidang Terbuka Promosi Doktor Dhaniel Hutagalung

IKPI, Jakarta: Ketua Umum Ikatan Konsultan Pajak Indonesia (IKPI), Vaudy Starworld, menyampaikan ucapan selamat dan apresiasi yang tinggi kepada Dhaniel Hutagalung atas keberhasilannya menjalani Sidang Terbuka Promosi Doktor di Universitas Trisakti.

Dhaniel Hutagalung, yang juga menjabat sebagai Ketua IKPI Cabang Kabupaten Tangerang, mempresentasikan disertasi berjudul “Pengaruh Akuntansi Manajemen Strategik dan Kesadaran Pajak terhadap Kepatuhan Pajak dengan Variabel Moderasi Kinerja Organisasi” dalam rangka menyelesaikan Program Doktor Ilmu Ekonomi Konsentrasi Akuntansi.

(Foto: Istimewa)

Dalam pernyataannya, Vaudy Starworld mengatakan, “Saya dan seluruh keluarga besar IKPI merasa bangga atas pencapaian luar biasa Bapak Dhaniel Hutagalung. Keberhasilan beliau dalam meraih gelar doktor tidak hanya menjadi prestasi pribadi, tetapi juga membawa harum nama organisasi. Semoga ilmu yang diperoleh semakin memperkuat kontribusi beliau dalam pengembangan profesi konsultan pajak di Indonesia,” kata Vaudy di lokasi acara.

Sidang promosi terbuka ini dilaksanakan pada Rabu, 23 April 2025 pukul 13.00 WIB bertempat di Ruang Auditorium FEB, Universitas Trisakti, Jakarta.

Usai sidang, Dhaniel menyampaikan rasa syukurnya atas pencapaian ini.

“Perjalanan ini penuh tantangan, tapi saya bersyukur bisa menyelesaikannya dengan dukungan dari keluarga, kolega, dan rekan-rekan di IKPI. Semoga hasil penelitian saya bisa memberi manfaat nyata, khususnya dalam meningkatkan kepatuhan pajak di Indonesia,” ujarnya.

Dengan pencapaian ini, Dhaniel Hutagalung diharapkan dapat terus menjadi inspirasi bagi seluruh anggota IKPI, khususnya dalam menjunjung tinggi profesionalisme dan integritas di bidang perpajakan. (bl)

In Memoriam Jetty Binti Sayuti Saman

Sosok Pendengar Setia dan Rendah Hati

Dengan penuh rasa duka yang mendalam, saya atas nama pribadi dan seluruh keluarga besar IKPI Pengurus Daerah – Daerah Khusus Jakarta menyampaikan belasungkawa atas berpulangnya Ibu Jetty binti Sayuti Saman (Wakil Ketua Umum IKPI Periode 2024-2029).

Saya mengenal Ibu Jetty sejak tahun 2016 ketika beliau menjabat sebagai Sekretaris Umum IKPI. Dari pertama kali bertemu, beliau sudah menunjukkan sifatnya yang sangat rendah hati dan mudah bergaul. Semua anggota, baik junior maupun senior, merasa nyaman di dekat beliau.

Menurut saya, beliau adalah “Ibu Organisasi” di mana setiap sapaannya selalu memanggil teman-teman di IKPI dengan penuh kasih. Beliau juga merupakan pendengar yang baik, serta tidak pernah lelah memberikan perhatian.

Bu Jetty menurut saya adalah pemersatu anggota, ia mampu menjembatani berbagai generasi dalam IKPI. Tentu kebaradaannya bisa dijadikan teladan serta komitmennya pada organisasi patut dicontoh.

Kami sama sekali tidak menyangka. Dua minggu lalu saat halal bihalal, beliau masih terlihat sehat dan bersemangat seperti biasa. Masih sempat bercanda dan berbincang akrab dengan anggota lainya.

Atas nama keluarga besar IKPI Pengda DKJ, kami mengucapkan terima kasih atas segala dedikasi Ibu Jetty. Semoga amal ibadahnya diterima di sisi Tuhan Yang Maha Esa, dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan.”

Salam

Ketua IKPI Pengurus Daerah – Daerah Khusus Jakarta , Tan Alim

IKPI Sampaikan Enam Catatan Penting kepada Pemerintah, Dorong Peningkatan Profesionalisme Konsultan Pajak

IKPI, Tangerang Selatan: Ketua Umum Ikatan Konsultan Pajak Indonesia (IKPI), Vaudy Starworld, menyampaikan enam catatan penting kepada pemerintah dalam upaya mendukung reformasi sistem perpajakan nasional serta peningkatan profesionalisme konsultan pajak di Indonesia. Pernyataan ini disampaikan dalam kegiatan Pengembangan Profesional Berkelanjutan (PPL) yang diselenggarakan oleh IKPI Cabang Tangerang Selatan, bertempat di Hotel Swiss Belcourt Serpong, Rabu (23/4/2025).

Enam poin tersebut mencerminkan aspirasi dan perhatian IKPI terhadap berbagai tantangan struktural dan teknis di bidang perpajakan. Dalam pemaparannya, Vaudy mengatakan bahwa IKPI senantiasa berkomitmen untuk menjadi mitra konstruktif bagi pemerintah.

“Kami tidak hanya hadir sebagai organisasi profesi, tetapi juga sebagai mitra strategis dalam mendorong reformasi perpajakan yang profesional, adil, dan berpihak pada kepentingan bangsa,” ujar Vaudy di hadapan peserta.

Berikut enam catatan resmi IKPI yang telah disampaikan kepada pemerintah:

• Perpanjangan PPh Final 0,5%
IKPI mengusulkan agar pemerintah segera menerbitkan Peraturan Pemerintah terkait perpanjangan penggunaan tarif PPh Final 0,5%. Usulan ini telah disampaikan kepada Menko Perekonomian dengan tembusan kepada Menteri Keuangan.

“Kebijakan PPh Final 0,5% terbukti mendorong kepatuhan UMKM. Kepastian perpanjangannya menjadi hal mendesak yang perlu segera ditindaklanjuti,” kata Vaudy.

• Penambahan Kuota USKP di Jabodetabek
IKPI meminta agar kuota peserta Ujian Sertifikasi Konsultan Pajak (USKP) di Jabodetabek ditambah agar tidak mengurangi kuota daerah lain.

• USKP Ulang untuk Peserta yang Gagal
IKPI mendorong pelaksanaan USKP khusus bagi peserta yang ingin mengulang ujian, guna mempercepat proses sertifikasi ulang.

• Pembedaan Lulusan USKP dan Non-USKP
IKPI mengusulkan diberlakukannya pembeda yang jelas—seperti gelar atau penanda profesional—antara lulusan USKP dan non-USKP.

“Wajib Pajak perlu tahu siapa yang memiliki kompetensi formal melalui USKP. Ini penting demi transparansi dan perlindungan konsumen,” ungkapnya.

• Pengaturan Kuasa Wajib Pajak dalam UU HPP
IKPI menilai perlu ada regulasi lebih lanjut tentang Kuasa Wajib Pajak dalam UU HPP, agar konsultan pajak dan non-konsultan pajak mendapat perlakuan yang setara.

• Pertemuan dengan Kepala P2PK
Vaudy juga menginformasikan bahwa IKPI akan menghadiri pertemuan dengan Kepala Pusat Pembinaan Profesi Keuangan (P2PK) pada Jumat 25 April 2025 mendatang untuk menindaklanjuti surat bersama yang dikirim oleh IKPI dan tiga asosiasi konsultan pajak lainnya, guna meminta penjelasan atas Rancangan Peraturan Menteri Keuangan (RPMK).

“Kami berharap pertemuan nanti bisa menjawab sejumlah pertanyaan teknis yang selama ini menjadi kegelisahan banyak anggota kami,” kata Vaudy.

Melalui catatan tersebut, Vaudy menegaskan komitmen IKPI dalam membangun profesi konsultan pajak yang terpercaya dan berintegritas, serta memperkuat peran konsultan pajak dalam sistem perpajakan nasional. (bl)

en_US