Vaudy Starworld Buka PPL IKPI Surakarta, Apresiasi 187 Peserta dan Tegaskan Komitmen Edukasi Pajak

IKPI, Surakarta: Ketua Umum Ikatan Konsultan Pajak Indonesia (IKPI), Vaudy Starworld, secara resmi membuka pelaksanaan Pengembangan Profesional Berkelanjutan (PPL) seminar perpajakan IKPI Cabang Surakarta, Sabtu (14/2/2026). Dalam sambutannya, Vaudy menyampaikan apresiasi tinggi atas terselenggaranya kegiatan yang dinilai tidak hanya memperkuat kompetensi anggota, tetapi juga memperluas edukasi perpajakan kepada masyarakat umum.

Seperti biasa, Vaudy mengawali setiap sambutannya dengan pantun untuk membangun suasana hangat dan penuh semangat. “Pagi hari menepi sepi, senyum alami menambah asri. Selamat datang dalam seminar IKPI, belajar pajak lagi, lagi, dan lagi,” ucapnya yang disambut antusias peserta.

Dalam arahannya, Vaudy menyoroti perkembangan Peraturan Pemerintah Nomor 55 Tahun 2022, khususnya yang mengatur ketentuan bagi pelaku UMKM. Ia menyampaikan bahwa hingga saat ini Wajib Pajak masih menunggu terbitnya perubahan regulasi yang sebelumnya telah disampaikan oleh Menteri Koordinator Perekonomian sejak akhir 2024 dan kembali ditegaskan pada akhir 2025.

Menurutnya, ketidakpastian tersebut membuat pelaku UMKM dengan peredaran bruto tidak melebihi Rp4,8 miliar berada dalam posisi menunggu tanpa kepastian. IKPI bahkan telah menyurati Menteri Koordinator Perekonomian agar segera memberikan kejelasan atas rencana perubahan tersebut.

“Lebih baik tidak diumumkan jika memang belum siap diterbitkan. Jangan sampai Wajib Pajak, khususnya UMKM, terus berharap dan menunggu tanpa kepastian,” tegas Vaudy.

Ia juga menyampaikan apresiasi atas jumlah peserta yang mencapai 187 orang, terdiri dari 73 peserta umum dan 114 anggota IKPI yang berasal dari berbagai daerah seperti Tegal, Semarang, Banyumas, Daerah Istimewa Yogyakarta, Pekanbaru, Tangerang, hingga Sidoarjo. Menurutnya, angka tersebut menunjukkan tingginya komitmen anggota dan masyarakat terhadap peningkatan literasi perpajakan.

Apresiasi khusus juga disampaikan kepada Pengurus Cabang Surakarta dan panitia yang telah bekerja keras menyelenggarakan kegiatan ini. Vaudy menilai konsistensi cabang dalam menghadirkan PPL menjadi bukti nyata peran IKPI dalam menjaga standar kompetensi profesi.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa edukasi perpajakan untuk masyarakat umum, khususnya pengisian SPT Tahunan Orang Pribadi dan Badan, akan menjadi agenda rutin di tahun 2026. Pelaksanaannya dapat dilakukan secara penuh daring, luring, maupun hibrid, dengan diawali Training of Trainers (TOT) bekerja sama dengan Pusdiklat Pajak.

IKPI juga memperluas kegiatan pendampingan UMKM melalui webinar gratis setiap Kamis, membuka Gedung IKPI di Fatmawati sebagai pusat konsultasi dengan sistem piket dan perjanjian, serta mendorong anggota menjadikan kantor masing-masing sebagai tempat konsultasi UMKM dengan pengaturan durasi layanan. Program ini akan diperkuat melalui TOT dan pelaksanaan hibrid bekerja sama dengan Pusdiklat Pajak.

Vaudy juga mengingatkan kembali yel-yel organisasi: “IKPI untuk Nusa Bangsa”, sebagai penegasan bahwa IKPI hadir bukan untuk dirinya sendiri, tetapi untuk kemajuan perpajakan Indonesia. “IKPI Pasti Bisa” mencerminkan keyakinan bahwa organisasi mampu melewati berbagai tantangan, terbukti dengan usia IKPI yang telah mencapai 60 tahun pada 27 Agustus 2025 dan kini menuju 61 tahun. “IKPI Jaya Jaya Jaya” menjadi doa dan harapan agar organisasi terus berkembang.

“Sore hari duduk di tepi kali, diiringi semilir angin nan sunyi. Mari bapak ibu membangun negeri, pajak untuk anak negeri,” tutup Vaudy.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Ketua Umum IKPI Nuryadin Rahman; Anggota Departemen PPKF IKPI Edy Wahyudi; Ketua Pengda Jawa Tengah Slamet Umbaran; Pengurus Cabang Surakarta Suparman dan jajaran; Pengurus Cabang Purwokerto–Banyumas Edy Siswanto; Pengurus Cabang Yogyakarta Matheas Prihargo Wahyandono dan jajaran; Pengurus Cabang Surakarta Periode 2019–2024 Tjahjo Budi Santoso; Prof. Erief Eko Sudaryanto. (bl)

IKPI Kawal RUU Konsultan Pajak, PP Bentuk Tim Task Force Perjuangkan Aspirasi Profesi

IKPI, Surakarta: Ketua Umum Ikatan Konsultan Pajak Indonesia (IKPI), Vaudy Starworld jmemaparkan perkembangan terbaru terkait Rancangan Undang-Undang Konsultan Pajak (RUU KP), Jumat (13/2/2026). Pemaparan tersebut disampaikannya saat menghadiri jamuan makan malam oleh pengurus dan anggota IKPI Cabang Surakarta.

Kehadiran Vaudy yang didampingi Wakil Ketua Umum IKPI Nuyadin Rahman, menegaskan bahwa isu ini menjadi agenda prioritas Pengurus Pusat (PP) IKPI dalam memperjuangkan perlindungan wajib pajak dan konsultan pajak.

Vaudy mengungkapkan bahwa PP IKPI telah melakukan audiensi dengan DPR RI guna menyampaikan pandangan organisasi terhadap substansi RUU tersebut. Selain itu, IKPI juga telah berdialog dengan Kementerian Keuangan, khususnya Direktorat Pembinaan Profesi Keuangan (P2PK), untuk memastikan aspirasi profesi didengar secara langsung.

Menurutnya, RUU Konsultan Pajak harus mampu memberikan kepastian hukum yang kuat bagi profesi, sekaligus menjaga keseimbangan antara pengawasan dan independensi konsultan pajak sebagai mitra wajib pajak.

Ia menegaskan bahwa IKPI tidak ingin regulasi yang lahir justru menimbulkan ketidakpastian baru. Sebaliknya, RUU tersebut harus menjadi payung hukum yang memperjelas standar kompetensi, kode etik, serta perlindungan hukum bagi konsultan pajak.

Sebagai langkah konkret, PP IKPI segera membentuk tim task force khusus pada semester satu ini untuk mengawal proses pembahasan RUU KP. Tim ini bertugas menghimpun masukan dari pengurus daerah dan cabang, menyusun kajian akademik, serta merumuskan rekomendasi substansi yang komprehensif.

Pembentukan task force tersebut, lanjut Vaudy, merupakan bentuk keseriusan organisasi agar tidak hanya menjadi objek regulasi, tetapi juga subjek yang aktif memberikan kontribusi dalam proses legislasi.

Ia mengajak seluruh anggota IKPI, termasuk Cabang Surakarta, untuk terus mengikuti perkembangan pembahasan RUU KP secara konstruktif dan menjaga soliditas organisasi.

Melalui forum makan malam tersebut, IKPI menegaskan komitmennya untuk terus memperjuangkan kepentingan profesi secara terukur dan dialogis, demi terciptanya regulasi yang adil, profesional, dan mendukung penguatan sistem perpajakan nasional. (bl)

Vaudy Starworld Hadiri Jamuan Makan Malam IKPI Surakarta, Paparkan Usulan Strategis Pengurus Pusat

IKPI, Surakarta: Ketua Umum Ikatan Konsultan Pajak Indonesia (IKPI), Vaudy Starworld, menghadiri kegiatan makan malam bersama pengurus dan anggota IKPI Cabang Surakarta, Jumat (13/2/2026). Dalam kegiatan tersebut, Vaudy didampingi Wakil Ketua Umum IKPI, Nuryadin Rahman.

Pertemuan yang berlangsung dalam suasana hangat dan penuh keakraban itu tidak sekadar menjadi ajang silaturahmi, melainkan juga forum konsolidasi organisasi. Vaudy memanfaatkan momentum tersebut untuk memaparkan sejumlah isu strategis yang tengah menjadi perhatian IKPI di tingkat nasional.

Salah satu pokok pembahasan utama adalah usulan IKPI terkait Peraturan Menteri Keuangan tentang Konsultan Pajak (PMK KP). Vaudy menyampaikan bahwa IKPI mendorong agar pemerintah memberikan kesempatan kembali kepada rekan-rekan konsultan pajak yang terdampak ketentuan PMK tanpa harus mengikuti ujian ulang.

Menurutnya, terdapat sejumlah anggota yang terdampak kebijakan tersebut bukan karena faktor kompetensi, melainkan akibat perubahan regulasi. Oleh karena itu, IKPI mengusulkan solusi transisional yang berkeadilan dan proporsional.

Selain itu, IKPI juga mengusulkan agar lulusan Ujian Sertifikasi Konsultan Pajak (USKP) memperoleh pengakuan gelar yang setara dengan sertifikasi Chartered Accountant (CA). Vaudy menilai pengakuan tersebut penting sebagai bentuk afirmasi terhadap standar kompetensi konsultan pajak yang telah melalui proses sertifikasi ketat.

Ia menegaskan bahwa penguatan status profesi bukan hanya menyangkut simbol atau gelar, tetapi juga menyangkut posisi tawar dan legitimasi profesi dalam ekosistem jasa keuangan dan perpajakan nasional.

Dalam kesempatan yang sama, Vaudy juga menyampaikan pentingnya pengaturan mekanisme cuti bagi konsultan pajak. Hal ini dinilai relevan karena tidak sedikit anggota IKPI yang dipercaya mengemban jabatan publik, baik sebagai pejabat negara maupun pejabat daerah.

“Kita ingin regulasi yang adaptif. Jika ada anggota yang mendapat amanah di sektor publik, harus ada mekanisme cuti yang jelas agar integritas profesi tetap terjaga,” ujarnya di hadapan para pengurus dan anggota.

Melalui dialog yang terbuka, makan malam tersebut menjadi ruang bagi pengurus pusat dan daerah untuk menyamakan persepsi serta memperkuat sikap organisasi dalam menyikapi dinamika kebijakan profesi ke depan. (bl)

Indah Citraningtyas Sebut Sentuhan Ibu Hadirkan Kehangatan dan Jiwa dalam Organisasi

IKPI, Jakarta: Peringatan Hari Ibu menjadi momentum refleksi tentang peran perempuan dalam organisasi profesi. Pengurus IKPI Cabang Sleman sekaligus moderator Talkshow Hari Ibu IKPI, Indah Citraningtyas, menyebut sentuhan para ibu menghadirkan kehangatan sekaligus “jiwa” dalam setiap kegiatan organisasi.

Hal tersebut disampaikan Indah dalam Talkshow Edisi Hari Ibu IKPI bertajuk “Perempuan IKPI: Berbagi Waktu antara Karier Profesi dan Keluarga” yang diselenggarakan oleh Ikatan Konsultan Pajak Indonesia (IKPI) Senin, (22/12/2025).

Menurut Indah, peran ibu di IKPI daerah kerap terlihat melalui hal-hal sederhana namun berkesan. Mulai dari menyambut peserta kegiatan dengan senyum tulus, menyiapkan konsumsi dengan penuh perhatian, hingga memastikan suasana acara terasa akrab dan nyaman bagi semua anggota.

“Hal-hal kecil itu mungkin terlihat sepele, tetapi justru membuat kegiatan IKPI terasa lebih hidup dan berjiwa keluarga,” ujar Indah. Ia menilai sentuhan empati dan ketulusan para ibu memberi warna tersendiri dalam setiap aktivitas organisasi.

Indah mengakui, tanpa keterlibatan para ibu, kegiatan IKPI di daerah mungkin tetap berjalan secara teknis. Namun, ia menegaskan bahwa nuansa kebersamaan dan kehangatan akan berkurang. “Tanpa ibu, kegiatan bisa berjalan, tapi akan kehilangan jiwa,” katanya.

Ia menambahkan, para ibu di IKPI bukan sekadar pelengkap, melainkan penggerak yang menghadirkan keseimbangan antara profesionalisme dan rasa kekeluargaan. Ketelatenan, empati, serta kemampuan merangkul membuat anggota, termasuk yang baru bergabung, merasa diterima dan nyaman.

Menurut Indah, energi positif yang dibawa para ibu menjadikan organisasi lebih inklusif dan solid. Kehadiran mereka menciptakan ruang diskusi yang hangat, saling mendukung, dan memperkuat ikatan antarsesama anggota IKPI di daerah.

Untuk menjaga agar para ibu tetap nyaman aktif berorganisasi, Indah menekankan pentingnya fleksibilitas. Penyesuaian jadwal kegiatan, pembagian peran yang proporsional, serta penghargaan terhadap waktu keluarga menjadi prinsip yang terus dijaga dalam kegiatan IKPI Cabang Sleman.

Ia juga mengenang pengalaman sederhana namun berkesan, ketika para ibu secara spontan membuat yel-yel saat kegiatan pelatihan IKPI. Momen tersebut, menurutnya, mampu membangkitkan semangat seluruh peserta dan menunjukkan bagaimana kreativitas ibu dapat langsung menghidupkan suasana.

Indah menyampaikan apresiasi dan rasa hormat kepada seluruh ibu di IKPI. Ia berharap semangat kebersamaan, ketulusan, dan kehangatan yang dibawa para ibu terus menjadi kekuatan organisasi, sejalan dengan makna Hari Ibu yang dirayakan bersama keluarga besar IKPI. (bl)

Anggota IKPI Surakarta Raih Anugerah Perempuan Inspirasi Indonesia 2025

IKPI, Surakarta: Umatun Markhumah, anggota Ikatan Konsultan Pajak Indonesia (IKPI) Cabang Surakarta, resmi menerima Anugerah Perempuan Inspirasi Indonesia 2025 dari Ikatan Pengusaha Muslimah Indonesia (IPEMI). Penghargaan ini diberikan kepada perempuan yang dinilai memiliki kontribusi besar dalam bidang profesional, pendidikan, sosial, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Dalam sambutannya, Umatun menyampaikan bahwa penghargaan ini menjadi pengingat bahwa perempuan dapat memainkan banyak peran sekaligus. “Perempuan harus tangguh, tapi tetap lembut di hati. Kita bisa berkarier tanpa melupakan keluarga. Keduanya bisa berjalan bersama,” ujarnya, Kamis (4/12/2025).

Perjalanan Panjang yang Menguatkan

Lahir di Palembang dan besar di Sragen serta Solo, Umatun tumbuh dalam keterbatasan. Uang saku lima ribu seminggu dan perjalanan pendidikan yang tidak mulus tidak membuatnya patah semangat. Meski gagal masuk perguruan tinggi negeri, ia melanjutkan Diploma 1 Komputer Akuntansi di PPTI UNS sambil bekerja penuh waktu.

“Saya terbiasa berjuang dari keterbatasan. Hidup sederhana itu bukan kelemahan, tapi pembentuk karakter,” kenangnya.

Di tengah kesibukan kuliah dan pekerjaan, ia menyelesaikan studi dalam kondisi hamil besar. “Sabtu saya wisuda, Kamis melahirkan. Bayarnya satu, tapi dapat dua yang diwisuda,” tuturnya.

Membangun Karier dari Nol

Setelah kembali bekerja usai mengurus anak pertama, Umatun mendirikan Umara Tax Consulting, yang kini berkembang sebagai kantor konsultan pajak profesional di Surakarta. Ia tercatat sebagai perempuan pertama dan termuda yang menjadi anggota IKPI Surakarta pada 2014.

Dedikasinya di bidang perpajakan berlanjut ketika ia dilantik sebagai advokat oleh IKADIN akhir Oktober 2025. “Ilmu yang diperjuangkan tidak boleh sia-sia. Saya ingin profesi ini memberi manfaat bagi negara dan masyarakat,” tegasnya.

Selain menjadi konsultan pajak dan advokat, Umatun aktif mengajar di Universitas Muhammadiyah Karanganyar (UMUKA) dan menjabat sebagai Ketua Tax Center UMUKA. Ia juga memegang berbagai posisi strategis di IPEMI, PPLIPI, PERTAPSI, KADIN Surakarta, APINDO, hingga HIPMI.

Di balik kesibukannya, Umatun adalah ibu dari empat penghafal Al-Qur’an. Ia menegaskan bahwa pendidikan karakter selalu menjadi prioritas.

“Anak-anak saya dididik untuk mandiri dan hormat pada orang tua. Yang paling penting adalah adab. Mereka meniru apa yang kita lakukan, bukan apa yang kita perintahkan,” ujarnya.

Adaptif di Era Digital dan AI

Saat ini Umatun tengah menempuh studi S3 Akuntansi di Universitas Sebelas Maret (UNS) dan memanfaatkan teknologi serta AI dalam riset dan pekerjaan akademik.

“AI itu bukan ancaman. Kalau kita jadikan alat bantu, kita bisa maju lebih cepat. Yang tertinggal bukan karena tidak mampu, tapi karena tidak mau belajar,” katanya.

Penghargaan dari IPEMI ini menjadi bukti bahwa kerja keras Umatun Markhumah mendapat pengakuan luas. Dengan perannya sebagai profesional, akademisi, pemimpin organisasi, advokat, dan ibu, ia menjadi panutan perempuan Indonesia yang ingin berkembang tanpa meninggalkan nilai keluarga.

“Kalau bisa menebar kebaikan, kenapa tidak?” tutupnya.

Penghargaan ini sekaligus memperkuat posisinya sebagai salah satu tokoh perempuan berpengaruh di Surakarta yang mampu menerjemahkan keteguhan, kelembutan, dan pengabdian dalam satu langkah yang selaras. (bl)

BCA KCU Solo Gandeng IKPI Surakarta Gelar Biz Talk 2025: Tekankan “Pajak Aman, Bisnis Nyaman” Hadapi Coretax

IKPI, Surakarta: BCA KCU Solo menggandeng Ikatan Konsultan Pajak Indonesia (IKPI) Cabang Surakarta dalam penyelenggaraan Mini Gathering 2025 – Biz Talk bertema “Pajak Aman, Bisnis Nyaman” pada Senin (17/11/2025) di Nawa Bistro, Solo. Kegiatan ini digelar untuk memperkuat kolaborasi BCA–IKPI sekaligus memberikan pembekalan kepada para nasabah mengenai implementasi Coretax dan persiapan pelaporan SPT Tahunan berbasis sistem baru sebelum tahun 2025 berakhir.

Acara berlangsung pukul 10.30–13.00 WIB dan dihadiri 42 nasabah, baik perorangan maupun perusahaan. Dari IKPI Cabang Surakarta hadir empat Srikandi IKPI: Antin Okfitasari (bendahara), Aulia Kurniawan (Sie Litbang), Natalia Ratih (sekretaris), dan Janny Prabowo (humas). Pada kesempatan tersebut, Antin Okfitasari sekaligus tampil sebagai narasumber dengan materi “Prepare SPT Tahunan Berbasis Coretax”.

Kepala Pengembangan Bisnis BCA KCU Solo, Wahyu Hariatmanto, membuka acara dengan menyampaikan apresiasi kepada para peserta yang hadir. Ia menyebutkan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk komitmen BCA dalam memberikan pendampingan kepada nasabah terkait perubahan besar sistem perpajakan yang mulai berlaku pada 1 Januari 2025.

Wahyu juga menyampaikan rasa terima kasih kepada IKPI Surakarta yang bersedia menjadi narasumber dan berharap kerja sama ini terus berlanjut, terutama dalam bidang edukasi perpajakan. “Semoga kegiatan ini memberikan pencerahan terkait pelaporan SPT Tahunan melalui aplikasi Coretax yang menggantikan DJP Online,” ujarnya.

Dalam sesi materi, IKPI memaparkan secara detail mengenai apa itu Coretax, fitur-fitur barunya, perbedaan dengan sistem sebelumnya, serta simulasi pelaporan SPT Tahunan Orang Pribadi dan Badan. Penjelasan ini menjadi penting karena Coretax kini menyatukan beberapa modul perpajakan dalam satu sistem terpadu.

Para peserta, yang didominasi pengusaha, menunjukkan antusiasme tinggi. Banyak pertanyaan yang muncul, mulai dari penggabungan NPWP istri dengan suami, cara menonaktifkan NPWP yang tidak digunakan, hingga langkah mengecek apakah seseorang memiliki NPWP aktif atau tidak.

Pada kesempatan itu, BCA menyerahkan vandel kepada IKPI Cabang Surakarta sebagai simbol apresiasi dan kerja sama berkelanjutan. Acara kemudian ditutup dengan makan siang bersama yang menjadi ajang diskusi santai antara peserta dan konsultan pajak.

Kolaborasi ini mempertegas komitmen BCA dan IKPI Surakarta untuk membantu wajib pajak menghadapi era baru perpajakan berbasis Coretax mewujudkan pajak yang aman dan bisnis yang semakin nyaman. (bl)

Gathering IKPI Surakarta 2025: Suparman Serukan Kekompakan dan Siapkan Deretan Program Organisasi

IKPI, Surakarta: Kebersamaan menjadi energi utama dalam gelaran Gathering 2025 IKPI Cabang Surakarta di Vaviva Dewatu, Kemuning, Karanganyar, Sabtu (15/11/2025). Sejak pagi, sebanyak 58 anggota dan 15 anggota keluarga berkumpul untuk menikmati udara pegunungan sekaligus memperkuat solidaritas organisasi.

Acara dibuka pukul 07.30 WIB dengan foto bersama di halaman Vaviva Dewatu. Dari sana, peserta bergerak melakukan jalan santai menuju kebun teh. Meski hujan turun di tengah perjalanan, semangat para anggota tak luntur, gelak tawa dan saling menyapa di antara hijaunya kebun teh justru mempertegas suasana kekeluargaan yang menjadi ciri khas IKPI Surakarta.

(Foto: DOK. IKPI Cabang Surakarta)

Setelah kembali ke lokasi kegiatan dan menikmati coffee break, para peserta disuguhi permainan-permainan interaktif dan pembagian doorprize. Dukungan sponsor membuat seluruh peserta tanpa terkecuali mendapatkan hadiah, menambah kegembiraan dalam gathering perdana ini.

Memasuki sesi Rapat Anggota, Ketua IKPI Cabang Surakarta Suparman menegaskan bahwa kekompakan adalah modal penting bagi organisasi dalam menghadapi dinamika profesi konsultan pajak. Ia menyampaikan apresiasi besar kepada seluruh anggota dan keluarganya karena Gathering 2025 berlangsung jauh lebih sukses dari perkiraan awal.

(Foto: DOK. IKPI Cabang Surakarta)

Berangkat dari keberhasilan ini, Suparman menyerukan agar gathering ditetapkan sebagai agenda tahunan. Ia juga memaparkan berbagai rencana kegiatan tahun 2026, di antaranya:

– Dua seminar tematik perpajakan,

– Pembentukan club jalan sehat untuk membangun kebugaran sekaligus menambah ruang interaksi informal,

– Penguatan Komunitas Golfer IKPI Ceria yang terbentuk Oktober 2025 sebagai kolaborasi Surakarta–Yogyakarta,

– Serta perkenalan 12 anggota baru yang resmi bergabung dengan IKPI Surakarta.

Suparman menekankan bahwa bertambahnya jumlah anggota harus diimbangi dengan aktivitas yang mendorong kedekatan, kolaborasi, dan profesionalitas. “IKPI Surakarta bukan hanya tempat berkumpulnya para konsultan pajak, tetapi wadah untuk tumbuh bersama,” ujarnya.

(Foto: DOK. IKPI Cabang Surakarta)

Kegiatan Perdana 

Ketua Panitia Gathering 2025, Agung Nugroho PY, menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh peserta. Ia mengakui bahwa pelaksanaan gathering ini adalah pengalaman pertama bagi IKPI Surakarta, sehingga masih ada kekurangan yang perlu dievaluasi. Namun, antusiasme tinggi dari anggota menjadi bukti bahwa kegiatan seperti ini sangat diperlukan.

Agung berharap kegiatan serupa dapat diselenggarakan secara lebih matang pada tahun-tahun mendatang, sekaligus menjadi ajang memperkuat hubungan personal maupun profesional.

Rapat Anggota diteruskan dengan pemaparan Laporan Keuangan oleh Sie Bendahara, Antin Oktaviani, sebelum seluruh rangkaian gathering ditutup dengan makan siang bersama. Suasana santai saat makan siang menjadi penanda bahwa ikatan kekeluargaan dalam IKPI Surakarta semakin kuat.

Gathering 2025 meninggalkan pesan penting: IKPI Surakarta sedang bergerak menuju organisasi yang lebih solid, modern, dan penuh energi kebersamaan, dengan berbagai program yang siap dijalankan pada 2026. Dengan bekal kekompakan yang digelorakan Suparman, para anggota optimistis melangkah menghadapi tantangan profesi ke depan. (bl)

Era Coretax Dimulai, IKPI Surakarta Bekali Wajib Pajak Hadapi SPT 2025

IKPI, Surakarta: Ikatan Konsultan Pajak Indonesia (IKPI) Cabang Surakarta kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung peningkatan kepatuhan perpajakan. Pada Sabtu (20/9/2025), organisasi konsultan pajak terbesar dan tertua di Indonesia ini sukses menyelenggarakan seminar perpajakan dengan tema “Manajemen dan Persiapan Penyusunan SPT Tahunan PPh Badan dan Orang Pribadi Era Coretax serta Update Ketentuan Perpajakan Terkini (PMK No. 37, 50, 54 Tahun 2025)”.

Kegiatan yang digelar di Hotel Alana Solo, dan diikuti 165 peserta berlangsung menarik dan interaktif. Mereka terdiri dari anggota IKPI serta kalangan umum, mulai dari praktisi pajak, pengusaha, hingga akademisi. Antusiasme tinggi terlihat sejak pendaftaran, menandakan bahwa isu perpajakan, terutama penerapan Coretax, benar-benar menjadi perhatian utama wajib pajak.

Dalam sambutannya, Ketua IKPI Cabang Surakarta Suparman menekankan bahwa tahun pajak 2025 akan menjadi tonggak baru sekaligus ujian bagi kepatuhan wajib pajak. Pasalnya, mulai tahun depan seluruh SPT Tahunan baik badan maupun orang pribadi wajib dilaporkan menggunakan sistem Coretax yang dikembangkan Direktorat Jenderal Pajak (DJP).

“Ini adalah kali pertama wajib pajak harus melaporkan SPT melalui Coretax. Jangan anggap enteng. Kalau tidak dipahami dengan cermat, kesalahan sekecil apa pun bisa berujung pemeriksaan pajak. Karena itu, sejak sekarang para anggota IKPI dan peserta seminar harus mulai mempersiapkan data klien secara detail. Jangan sampai di awal 2026, ketika SPT Tahunan 2025 dilaporkan, kita masih gagap menghadapi aturan baru,” kata Suparman.

Ia menambahkan, pemilihan tema seminar bukan tanpa alasan. IKPI Surakarta ingin agar para konsultan pajak anggotanya selalu selangkah lebih maju dalam memahami regulasi baru, sehingga dapat mendampingi wajib pajak dengan benar sekaligus mengurangi risiko kesalahan pelaporan.

Seminar ini dibuka oleh Ketua Pengurus Daerah IKPI Jawa Tengah, M. Slamet Umbaran. Dalam sambutannya, ia menekankan bahwa era Coretax tidak hanya menuntut kepatuhan administratif, tetapi juga kesiapan teknis dan akurasi data.

“Seminar ini diharapkan menjadi bekal nyata bagi peserta. Walaupun pelaksanaannya bertepatan dengan downtime sistem DJP pada akhir pekan ini, semangat peserta untuk hadir menunjukkan betapa pentingnya kesiapan menghadapi perubahan besar di sistem perpajakan kita,” ujarnya.

Selain soal teknis penyusunan SPT di Coretax, seminar juga membedah tiga regulasi terbaru yakni PMK No. 37, 50, dan 54 Tahun 2025. Narasumber utama, Lukman Nul Hakim, memaparkan bagaimana aturan-aturan tersebut akan berpengaruh pada wajib pajak, termasuk kewajiban pencatatan, rekonsiliasi, dan pelaporan.

Ia mengingatkan bahwa integrasi regulasi baru dengan Coretax bukan sekadar perubahan sistem, melainkan juga perubahan pola pikir dalam menyusun laporan pajak. Dengan Coretax, setiap data bisa dilacak secara otomatis sehingga ruang untuk manipulasi semakin sempit.

Antusiasme Tinggi

Acara berlangsung interaktif dengan banyak pertanyaan dari peserta, mulai dari masalah teknis pengisian hingga dampak regulasi terbaru pada sektor usaha tertentu. Para peserta mengakui bahwa seminar ini sangat membantu mereka menyiapkan strategi menghadapi pelaporan SPT 2025 yang pertama kali menggunakan Coretax.

Di penghujung acara, panitia menyerahkan vandel penghargaan kepada narasumber, disusul dengan sesi foto bersama. Momen ini menutup seminar dengan suasana hangat dan penuh optimisme.

Dengan keberhasilan penyelenggaraan ini, IKPI Surakarta sekali lagi membuktikan posisinya sebagai garda depan edukasi perpajakan. Seminar ini bukan hanya ajang transfer ilmu, tetapi juga wujud nyata peran konsultan pajak sebagai mitra strategis wajib pajak dan pemerintah dalam menjaga kepatuhan serta mendorong penerimaan negara.

“Kami di IKPI Surakarta akan terus menghadirkan kegiatan edukasi yang relevan dan bermanfaat. Semoga apa yang kita lakukan hari ini menjadi bekal penting menghadapi era baru perpajakan di Indonesia,” kata Suparman. (bl)

IKPI Surakarta, PMI dan BCA Kolaborasi Rayakan HUT ke-60 dengan Donor Darah 

IKPI, Surakarta: Ikatan Konsultan Pajak Indonesia (IKPI) Cabang Surakarta menggelar kegiatan donor darah di Gedung BCA Jalan Slamet Riyadi lantai 2, Jumat (22/8/2025). Acara ini berlangsung mulai pukul 08.00 hingga 13.00 WIB dan merupakan bagian dari rangkaian perayaan HUT IKPI ke-60.

Pada kesempatan tersebut, Ketua IKPI Cabang Surakarta, Suparman, menyampaikan terima kasih kepada BCA KCU Solo dan PMI atas kolaborasi yang terjalin dalam kegiatan sosial jni. Ia menegaskan bahwa donor darah tidak hanya bertujuan memperingati ulang tahun organisasi, tetapi juga menjadi bagian dari upaya memecahkan rekor MURI dengan target 5.000 peserta donor darah serentak secara nasional.

(Foto: DOK. IKPI Cabang Surakarta)

“Kami berharap kolaborasi dengan BCA tidak berhenti di sini, namun bisa berlanjut untuk kegiatan sosial dan kemasyarakatan lainnya. Kehadiran anggota IKPI, karyawan BCA, dan masyarakat umum hari ini menunjukkan semangat kebersamaan yang luar biasa,” ujar Suparman.

Sementara itu, Pimpinan KCU BCA Solo, Anggolo Pryadiy, turut memberikan apresiasi atas sinergi dengan IKPI Surakarta. Ia mengucapkan selamat ulang tahun ke-60 kepada IKPI dan menyatakan harapannya agar kerja sama dapat diperluas pada berbagai kegiatan di masa mendatang.

Diungkapkan Suparman, dari 97 pendaftar, tercatat 58 kantong darah berhasil terkumpul setelah sebagian peserta tidak hadir dan beberapa tidak lolos pemeriksaan kesehatan awal.

Meski demikian, antusiasme peserta yang berasal dari anggota IKPI, karyawan BCA, maupun masyarakat umum, menambah semarak perayaan HUT IKPI tahun ini.

Melalui kegiatan tersebut, IKPI Surakarta ingin menegaskan komitmennya untuk tidak hanya hadir sebagai organisasi profesi, tetapi juga berkontribusi nyata dalam kegiatan sosial yang bermanfaat bagi masyarakat luas. (bl)

Layanan Pajak Gratis Diserbu UMKM, IKPI Surakarta Tuai Apresiasi

IKPI, Surakarta: Ikatan Konsultan Pajak Indonesia (IKPI) Cabang Surakarta menggelar kegiatan konsultasi gratis pengisian SPT Tahunan PPh Badan pada Kamis, 17 April 2025. Kegiatan ini terlaksana atas kerja sama dengan PT BPR Binsani dan bertempat di lantai 4 Gedung BPR Binsani, Jl. Raya Palur Km. 5 No. 49, Ngringo, Jaten, Karanganyar.

Acara yang dimulai pukul 08.00 hingga 13.00 WIB ini dirancang untuk membantu badan usaha, khususnya pelaku UMKM, dalam memahami dan menyusun laporan SPT Tahunan mereka secara tepat dan sesuai ketentuan perpajakan yang berlaku.

(Foto: DOK. IKPI Cabang Surakarta)

Ketua IKPI Cabang Surakarta, Suparman, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian dan komitmen IKPI dalam meningkatkan literasi pajak di kalangan pelaku usaha kecil dan menengah.

“Kami melihat masih banyak pelaku usaha yang membutuhkan pendampingan dalam pengisian SPT Badan. Kegiatan ini kami buka secara gratis agar lebih banyak badan usaha yang bisa terbantu,” ujar Suparman, Kamis (24/4/2025).

Dengan sistem datang dan pergi (walk-in), sekitar 30 badan usaha memanfaatkan layanan konsultasi ini sepanjang acara berlangsung. Tim konsultan dari IKPI membuka meja layanan langsung di lokasi acara, memastikan setiap peserta mendapatkan bimbingan secara langsung dan personal.

(Foto: DOK. IKPI Cabang Surakarta)

Melalui kegiatan ini, IKPI berharap dapat mendorong kepatuhan pajak yang lebih baik dan menciptakan iklim usaha yang lebih sehat, transparan, dan tertib administrasi perpajakan di wilayah Surakarta dan sekitarnya. (bl)

en_US