Ketum Vaudy Starworld Tegaskan IKPI Harus Punya Peran Lebih Besar di Masyarakat

Pengalungan medali kepada para peserta menjadi bentuk apresiasi setelah menuntaskan Gowes IKPI 2026 dalam semangat kebersamaan dan sportivitas.

IKPI, Jakarta: Ketua Umum Ikatan Konsultan Pajak Indonesia (IKPI) Vaudy Starworld menegaskan organisasi profesi konsultan pajak harus memiliki peran yang lebih besar di tengah masyarakat. Menurutnya, keberadaan IKPI tidak cukup hanya terlihat dalam aktivitas yang berkaitan dengan profesi, tetapi juga perlu diwujudkan melalui berbagai kegiatan yang memberikan manfaat lebih luas.

Pesan tersebut disampaikan Vaudy saat membuka Gowes IKPI 2026 dalam rangkaian HUT ke-61 IKPI, Minggu (9/8/2026).

Menurut Vaudy, kegiatan olahraga seperti Gowes IKPI menjadi salah satu cara organisasi membangun interaksi yang lebih luas dengan masyarakat. Terlebih, kegiatan tersebut diikuti lebih dari 100 peserta dan mayoritas berasal dari masyarakat umum.

“IKPI tidak boleh hanya hadir ketika berbicara tentang profesi konsultan pajak. Kita juga harus hadir di tengah masyarakat. Karena itu, kegiatan seperti ini penting untuk membangun kedekatan dan menunjukkan bahwa organisasi profesi juga memiliki kepedulian terhadap lingkungan sosialnya,” ujar Vaudy.

Ia mengatakan, profesi konsultan pajak memiliki posisi yang dekat dengan aktivitas ekonomi masyarakat. Karena itu, keberadaan organisasi profesi juga perlu memberikan nilai tambah di luar ruang kerja profesional.

Vaudy menilai kegiatan organisasi dapat menjadi sarana untuk memperluas kontribusi tersebut. Bentuknya tidak harus selalu berupa kegiatan yang berkaitan langsung dengan perpajakan, tetapi dapat diwujudkan melalui kegiatan sosial, olahraga, pendidikan maupun aktivitas lain yang melibatkan masyarakat.

“Kita ingin keberadaan IKPI dirasakan. Bukan hanya oleh anggota, tetapi juga oleh masyarakat. Ketika masyarakat mengenal IKPI bukan hanya sebagai organisasi profesi, tetapi juga sebagai bagian dari masyarakat yang ikut berkontribusi, di situlah keberadaan organisasi menjadi lebih bermakna,” katanya.

Dari Profesi ke Kontribusi Sosial

Gowes IKPI 2026 menjadi salah satu contoh keterlibatan publik dalam rangkaian HUT ke-61 IKPI. Kegiatan tersebut menempuh rute sekitar 25 kilometer, dengan start dari Kantor Pusat IKPI di Pejaten, transit di Gedung Pendidikan IKPI Fatmawati, dan kembali finis di Kantor Pusat IKPI.

Dari lebih dari 100 peserta, sekitar 40 persen peserta merupakan anggota IKPI, sedangkan 60 persen lainnya berasal dari masyarakat umum.

Bagi Vaudy, komposisi peserta tersebut menunjukkan adanya ruang interaksi yang dapat terus dikembangkan antara organisasi profesi dengan masyarakat.

“Kita ingin membuka ruang yang lebih luas. Masyarakat bisa mengenal IKPI, sementara anggota juga bisa berinteraksi dengan masyarakat dalam suasana yang berbeda. Ini bagian dari bagaimana kita membangun organisasi yang lebih terbuka dan dekat dengan lingkungan sosialnya,” ujarnya.

Vaudy menambahkan, keterlibatan masyarakat juga sejalan dengan semangat peringatan HUT ke-61 IKPI yang tidak hanya diisi dengan satu kegiatan.

Sepanjang rangkaian HUT, IKPI menggelar berbagai kegiatan, antara lain Jalan Sehat Serentak IKPI 2026 yang diselenggarakan oleh 47 Cabang IKPI di 32 kota dan diikuti sekitar lebih dari 9.000 peserta. Namun demikian, dari jumlah tersebut sekitar lima cabang belum melaksanakan kegiatan Jalan Sehat Serentak.

Selain itu, terdapat kegiatan donor darah, golf, serta Lomba Cerdas Cermat (LCC) yang melibatkan pelajar dan mahasiswa. LCC HUT ke-61 IKPI mencatat 693 peserta, terdiri atas 503 peserta perguruan tinggi dan 190 peserta SMA/SMK.

Menurut Vaudy, keberagaman kegiatan tersebut memperlihatkan bahwa organisasi profesi memiliki banyak ruang untuk memberikan kontribusi.

“Ada olahraga, ada kegiatan sosial, ada pendidikan. Semua itu merupakan bagian dari upaya kita untuk membangun hubungan yang lebih luas dengan masyarakat. IKPI harus terus bergerak dan melihat kebutuhan di sekitarnya,” katanya.

61 Tahun IKPI dan Tantangan ke Depan

Memasuki usia 61 tahun, Vaudy mengatakan IKPI memiliki tanggung jawab untuk terus menjaga profesionalisme anggotanya sekaligus memperluas kontribusi organisasi.

Ia menilai perjalanan panjang organisasi harus diikuti dengan kemampuan untuk membaca perubahan dan kebutuhan masyarakat.

“61 tahun adalah perjalanan yang panjang. Tetapi usia organisasi bukan hanya soal berapa lama kita berdiri. Yang lebih penting adalah apa yang bisa kita berikan dan bagaimana kita tetap relevan bagi masyarakat dan profesi yang kita naungi,” ujar Vaudy.

Rangkaian HUT ke-61 IKPI selanjutnya akan berlanjut menuju perayaan puncak pada 26–27 Agustus 2026 di Pullman Central Park, Jakarta.

Vaudy menegaskan, momentum ulang tahun organisasi harus menjadi kesempatan untuk memperkuat kontribusi IKPI, baik dalam pengembangan profesi maupun dalam kehidupan masyarakat secara lebih luas.

“Kami ingin IKPI terus tumbuh bukan hanya secara organisasi, tetapi juga dalam manfaatnya. Semakin besar organisasi, semakin besar pula tanggung jawabnya untuk memberikan kontribusi kepada masyarakat,” kata Vaudy. (bl)

en_US