Ramai Peminat, Purbaya Undur Jadwal Penerbitan Panda Bond

IKPI, Jakarta: Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memutuskan menunda penerbitan perdana Panda Bond Indonesia hingga akhir Juli 2026.

Semula, obligasi berdenominasi yuan yang akan diterbitkan di pasar keuangan China itu dijadwalkan meluncur pada awal Juli.

Purbaya menjelaskan, perubahan jadwal dilakukan setelah pemerintah menyelesaikan rangkaian pertemuan dengan investor di China.

Dalam kegiatan tersebut, respons investor terhadap Panda Bond dinilai jauh lebih tinggi dari perkiraan.
Menurutnya, sejumlah lembaga keuangan besar di China baru mengetahui rencana penerbitan tersebut sehingga meminta tambahan waktu untuk menyelesaikan proses persetujuan investasi di internal masing-masing.

“Ada beberapa fund manager besar atau bank-bank besar di sana yang terlambat tahu. Jadi mereka minta kita undur sedikit supaya mereka punya waktu mengajukan proposal ke investment committee mereka,” ujar Purbaya dalam Media Briefing, dikutip Sabtu (27/6).

Ia mengatakan, pemerintah memilih mengakomodasi permintaan tersebut agar cakupan investor yang berpartisipasi semakin luas.

Dengan demikian, nilai penyerapan obligasi diharapkan dapat mencapai target, bahkan berpotensi melampauinya.

Purbaya menyebut, hingga kini sudah terdapat sekitar 21 investor institusi besar yang menyatakan ketertarikan membeli Panda Bond Indonesia.

Beberapa di antaranya berasal dari China Investment Corporation (CIC), Agricultural Bank of China (ABC), dan Export-Import Bank of China (China Exim Bank/CEXIM).

Bahkan, kata dia, China Exim Bank menyampaikan komitmen untuk ikut menjadi investor dalam penerbitan perdana tersebut.

Sejumlah institusi keuangan China juga menyatakan minat menjadi penjamin emisi (underwriter) guna memperluas distribusi obligasi Indonesia di pasar setempat.

Meski begitu, pemerintah belum akan menambah underwriter pada penerbitan perdana Panda Bond. Peluang tersebut baru akan dipertimbangkan pada penerbitan selanjutnya apabila kebutuhan pendanaan melalui instrumen tersebut semakin besar.

“Saya bilang, next time saya izinkan mereka jadi underwriter sehingga jualan bond kita semakin banyak di sana,” katanya.

Purbaya menegaskan, penerbitan Panda Bond tidak semata-mata bertujuan memperoleh sumber pembiayaan baru.

Instrumen ini juga menjadi bagian dari strategi pemerintah memperluas basis investor sekaligus melakukan diversifikasi pendanaan negara agar tidak bergantung pada penerbitan surat utang berdenominasi dolar Amerika Serikat. (ds)

en_US