Ketum Vaudy Starworld Ajak Anggota IKPI Naik Kelas Akademik, Dorong Kuliah S2-S3 di FIA UI

Screenshot

IKPI, Jakarta: Ikatan Konsultan Pajak Indonesia terus mendorong peningkatan kapasitas akademik para anggotanya melalui kerja sama pendidikan dengan Universitas Indonesia. Ketua Umum IKPI, Vaudy Starworld, bahkan mengajak langsung para anggota untuk “naik kelas akademik” dengan melanjutkan pendidikan S2 atau S3 di Fakultas Ilmu Administrasi (FIA) UI.

Ajakan itu disampaikan Vaudy dalam kegiatan sosialisasi program Pascasarjana FIA UI yang digelar secara daring dan dihadiri puluhan anggota IKPI dari berbagai daerah, Selasa (12/5/2026). Kegiatan tersebut juga diikuti mahasiswa S2 angkatan pertama kerja sama IKPI–UI yang merupakan anggota IKPI, serta perwakilan FIA UI yang diwakili Kepala Program Studi, Eko Sakapurnama.

Vaudy menegaskan bahwa IKPI tidak ingin anggotanya hanya unggul dalam praktik perpajakan, tetapi juga memiliki pemahaman akademik dan filosofis terhadap kebijakan pajak.

“Ini upaya kami bagaimana IKPI berpikir untuk mengembangkan sumber daya anggota. Bukan hanya di teknis perpajakan, tetapi juga secara akademik,” ujar Vaudy.

Menurutnya, perubahan regulasi dan dinamika kebijakan perpajakan yang semakin kompleks menuntut konsultan pajak memiliki perspektif yang lebih luas, tidak sekadar memahami aspek teknis.

Karena itu, kerja sama dengan FIA UI dinilai menjadi peluang strategis bagi anggota IKPI untuk memperkuat kompetensi sekaligus memperluas jejaring profesional.

Vaudy mengungkapkan, pada angkatan pertama program kerja sama tersebut hampir 10 anggota IKPI telah bergabung sebagai mahasiswa UI. Bahkan, pada gelombang 1 saat ini sudah ada tambahan 3 peserta anggota IKPI yang diterima dan melakukan daftar ulang.

“Silakan bergabung di gelombang berikutnya supaya kuliahnya bareng. Ini kesempatan yang baik untuk mengambil S2 dan S3 di UI, khususnya Fakultas Ilmu Administrasi,” katanya.

Ia juga menekankan pentingnya regenerasi di lingkungan profesi konsultan pajak. Menurut Vaudy, pendidikan akademik menjadi salah satu cara memperkuat kualitas generasi penerus di kantor konsultan pajak maupun organisasi profesi.

“Jangan hanya praktik perpajakan mikro, tetapi juga memahami sisi makro, kebijakan, dan filosofinya,” ujarnya. (bl)

en_US