DJP Catat Penerimaan Pajak Tumbuh 18% Hingga 29 April 2026

IKPI, Jakarta: Direktur Jenderal Pajak Bimo Wijayanto menegaskan bahwa kinerja penerimaan pajak nasional belum menunjukkan tanda-tanda perlambatan, meskipun sempat muncul anggapan sebaliknya di publik.

Bimo menyampaikan bahwa secara kumulatif hingga akhir April 2026, pertumbuhan penerimaan pajak masih berada dalam tren yang kuat, bahkan mendekati level dua digit tinggi.

Ia meminta agar penilaian terhadap kinerja pajak tidak dilakukan secara parsial, melainkan dengan melihat keseluruhan dinamika sepanjang tahun.

Menurutnya, lonjakan pertumbuhan pada awal tahun, khususnya Januari hingga Februari, menjadi faktor penting yang menopang capaian saat ini.

Pada periode tersebut, penerimaan pajak sempat tumbuh hingga kisaran 30%, sebelum melandai pada Maret menjadi sekitar 20,7%.

Meski terjadi penurunan laju pertumbuhan, Bimo menilai kondisi tersebut masih dalam batas wajar dan tidak mencerminkan tren pelemahan yang berkelanjutan.

Ia menjelaskan bahwa fluktuasi tersebut juga dipengaruhi faktor musiman, termasuk adanya rangkaian hari libur panjang dari beberapa perayaan keagamaan yang terjadi hampir bersamaan.

“Ada long holiday dari umat Islam, ada long holiday dari umat Nasrani, dan umat Hindu di bulan yang sama. Dan itu gak pernah terjadi. Ya pasti ada slowing down economic activity,” kata Bimo dalam keterangannya di Jakarta, dikutip Jumat (1/5).

Hingga 29 April 2026, Bimo menyebut pertumbuhan penerimaan pajak masih berada di atas 18%.

Sebelumnya,Bimo mengakui bahwa perlambatan penerimaan pajak yang terjadi menjadi sinyal kewaspadaan karena masih di bawah kebutuhan pertumbuhan minimal sekitar 23% untuk mencapai target penerimaan pajak tahun ini sebesar Rp 2.357,7 triliun.

Ia menegaskan, tantangan ke depan cukup besar karena Direktorat Jenderal Pajak harus mendorong pertumbuhan penerimaan jauh di atas laju pertumbuhan ekonomi dan inflasi.

Dengan asumsi pertumbuhan ekonomi sekitar 6% dan inflasi 2–3%, maka penerimaan pajak perlu tumbuh lebih dari dua kali lipat dari pertumbuhan alami.

Di sisi lain, Bimo menyebut sejumlah sektor utama seperti manufaktur, perdagangan, dan pertambangan masih menjadi penopang kinerja penerimaan pajak sejauh ini.

Meski dihadapkan pada berbagai tantangan, ia tetap optimistis target penerimaan pajak tahun 2026 dapat tercapai. (ds)

en_US