Empat Asosiasi Konsultan Pajak Kompak Bahas Revisi PMK dan Sistem Ujian Profesi

IKPI, Jakarta: Ketua Umum Ikatan Konsultan Pajak Indonesia (IKPI), Vaudy Starworld, mengungkapkan suasana penuh keakraban mewarnai pertemuan empat asosiasi konsultan pajak yang berlangsung di Jakarta, Senin (3/8/2026). Meski membahas agenda strategis yang akan memengaruhi masa depan profesi, diskusi berlangsung cair, hangat, dan diselingi canda tawa.

Pertemuan tersebut dihadiri oleh Ketua Umum IKPI Vaudy Starworld, Ketua Umum Asosiasi Konsultan Pajak Publik Indonesia (AKP2I) Dr. Suherman Saleh, Ketua Umum Perkumpulan Konsultan Pajak Indonesia (PERKOPPI) Dr. Gilbert Rely, serta perwakilan Perkumpulan Profesi Konsultan Pajak Indonesia (P3KPI), yakni Dedi Rudaedi dan Sutrisno Ali, yang mewakili Ketua Umum Susy Suryani Suyanto.

Vaudy mengatakan, salah satu agenda utama dalam pertemuan tersebut adalah mematangkan persiapan menghadapi perubahan Peraturan Menteri Keuangan (PMK) yang mengatur profesi konsultan pajak.

Menurutnya, seluruh asosiasi memiliki pandangan yang sama bahwa penyempurnaan regulasi perlu dikawal bersama demi mendukung profesionalisme konsultan pajak di Indonesia.

Selain itu, pembahasan juga difokuskan pada persiapan pelaksanaan Ujian Sertifikasi Konsultan Pajak (USKP), termasuk kesiapan menghadapi perubahan sistem ujian yang akan diterapkan dalam proses penerimaan konsultan pajak.

“Empat asosiasi memiliki komitmen yang sama untuk mendukung pelaksanaan sistem ujian yang lebih baik. Kami ingin memastikan prosesnya berjalan lancar sekaligus tetap menjaga kualitas dan kompetensi profesi konsultan pajak,” ujar Vaudy.

Ia menegaskan, kekompakan empat asosiasi menjadi modal penting dalam menyikapi setiap perubahan kebijakan yang berkaitan dengan profesi.

Menurut Vaudy, koordinasi yang solid akan memudahkan penyampaian masukan kepada pemerintah sekaligus memberikan kepastian bagi para calon maupun praktisi konsultan pajak.

Meski membahas isu-isu yang cukup serius, Vaudy menyebut suasana pertemuan berlangsung sangat akrab. Diskusi berjalan terbuka dengan semangat kebersamaan, bahkan sesekali diwarnai gelak tawa yang mencerminkan eratnya hubungan antarorganisasi profesi.

“Kami ingin menunjukkan bahwa empat asosiasi konsultan pajak tetap solid. Perbedaan organisasi tidak menghalangi kami untuk bersinergi menghadapi berbagai perubahan demi kemajuan profesi konsultan pajak di Indonesia,” kata Vaudy. (bl)

id_ID