IKPI, Jakarta: Ketua Departemen Hubungan Internasional Ikatan Konsultan Pajak Indonesia (IKPI), David Tjhai (Thjai Fung Njit), mengajak anggota IKPI memanfaatkan AOTCA Conference 2026 di Hong Kong sebagai momentum memperluas jejaring profesional sekaligus meningkatkan kompetensi di tingkat internasional.
Ajakan tersebut disampaikan dalam podcast khusus anggota IKPI yang dipandu Suhardi Sumbadji, Ketua Bidang Hubungan Negara-Negara AOTCA. Podcast itu juga menghadirkan Jeklira Tampubolon, Anggota Bidang Hubungan Negara-Negara AOTCA, yang bersama David merupakan bagian dari Departemen Hubungan Internasional IKPI, Kamis (2/7/2026).
Dalam pemaparannya, David menjelaskan bahwa AOTCA Conference 2026 akan diselenggarakan di Hong Kong pada 9–12 November 2026. Meski demikian, peserta umum mulai mengikuti rangkaian utama pada 10 November siang melalui registrasi dan makan siang bersama, dilanjutkan konferensi pada 10–11 November, gala dinner pada malam 11 November, serta city tour pada 12 November.
David mengatakan, keikutsertaan dalam AOTCA bukan sekadar menghadiri seminar internasional, tetapi juga membuka peluang bagi anggota IKPI untuk menunjukkan kapasitasnya di tingkat global.
“Anggota IKPI yang memiliki kompetensi sesuai tema konferensi dapat mengajukan diri untuk diusulkan sebagai pembicara mewakili Indonesia,” ujarnya.
Menurut David, panitia AOTCA 2026 menyiapkan tiga tema besar, yakni perkembangan lanskap perpajakan global dan peran strategis praktisi pajak, isu perpajakan lintas yurisdiksi (cross-border tax issues), serta masa depan praktik konsultan pajak di tengah perkembangan teknologi dan tanggung jawab profesi.
Selain forum ilmiah, David menuturkan konferensi tersebut juga menjadi ajang mempererat hubungan antarasosiasi konsultan pajak melalui gala dinner yang diisi pertunjukan budaya dari masing-masing negara peserta.
Ia menilai partisipasi aktif delegasi Indonesia selama ini telah memberikan citra positif bagi IKPI di forum internasional. Karena itu, ia berharap anggota IKPI dari berbagai daerah dapat kembali berpartisipasi dalam jumlah besar pada penyelenggaraan di Hong Kong.
David juga mengingatkan bahwa jumlah peserta setiap negara mengikuti kuota yang ditetapkan penyelenggara sehingga pendaftaran akan dilakukan dengan mekanisme first come, first served.
“Semakin banyak anggota IKPI yang hadir, semakin kuat pula eksistensi organisasi kita di forum internasional,” katanya.
Selain memperoleh wawasan dari para pakar perpajakan internasional, peserta AOTCA Conference 2026 juga akan mendapatkan 12 Satuan Kredit Profesi (SKP) PPL kategori TS dan 8 SKP kategori NTS, sekaligus kesempatan memperluas jaringan dengan konsultan pajak dari berbagai negara anggota AOTCA. (bl)
