Ketua IKPI Sumbagsel Bagikan Kunci Membangun Karier Konsultan Pajak Profesional

IKPI, Jakarta: Ketua Ikatan Konsultan Pajak Indonesia (IKPI) Pengurus Daerah Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel), Nurlena, membagikan pengalaman sekaligus kiat membangun karier sebagai konsultan pajak profesional. Menurutnya, keberhasilan dalam profesi tersebut tidak diraih secara instan, melainkan melalui proses panjang yang ditopang oleh pembelajaran berkelanjutan, integritas, kolaborasi, dan kemampuan beradaptasi terhadap perubahan.

Hal itu disampaikan Nurlena saat menjadi narasumber dalam webinar Consult & Connect: Building Better Tax Advisors yang diselenggarakan Departemen Sistem Pendukung Pengembangan Bisnis Anggota (SPPBA) Pengurus Pusat IKPI secara daring, Sabtu (18/7/2026). Webinar dipandu oleh moderator Ratri Widiyanti dan Rizky Darma, yang merupakan pengurus Departemen SPPBA, IKPI.

“Menjadi konsultan pajak yang profesional tidak bisa dilakukan dengan lompatan besar sekaligus. Kompetensi, kemampuan, dan integritas harus diasah sejak awal kita membangun kantor konsultan pajak,” ujar Nurlena.

Ia menjelaskan, perjalanan karier konsultan pajak idealnya dimulai dari menangani pekerjaan dasar, seperti memberikan layanan kepada wajib pajak orang pribadi maupun pelaku UMKM. Seiring bertambahnya pengalaman dan kompetensi, konsultan dapat meningkatkan sertifikasi serta memperluas layanan kepada wajib pajak badan hingga menangani persoalan perpajakan yang lebih kompleks.

Menurut Nurlena, proses tersebut harus diiringi dengan kebiasaan belajar secara konsisten karena regulasi perpajakan terus berkembang.

“Selalu ada hal-hal baru yang perlu dipelajari. Jangan pernah merasa pengetahuan kita sudah cukup karena dunia perpajakan terus berubah,” katanya.

Selain kompetensi teknis, ia menekankan pentingnya membangun jejaring profesional yang berkualitas melalui organisasi profesi. Baginya, koneksi bukan sekadar mengenal banyak orang, melainkan memiliki rekan yang dapat menjadi tempat berdiskusi, bertukar pengalaman, dan saling melengkapi dalam menghadapi berbagai persoalan perpajakan.

“Koneksi yang baik adalah koneksi yang memberi nilai. Tempat kita bertanya, berbagi pengalaman, mendapatkan perspektif baru, kemudian saling mendukung dan bertumbuh bersama,” ujarnya.

Nurlena juga mengajak konsultan pajak untuk tidak ragu berbagi pengetahuan. Menurutnya, berbagi justru memperkuat pemahaman karena setiap diskusi menjadi kesempatan untuk mengulas kembali aturan perpajakan sekaligus memperoleh sudut pandang baru dari pengalaman rekan sejawat.

Dalam membangun karier profesional, ia menyoroti pentingnya menjaga integritas. Menurutnya, konsultan pajak harus berani mengakui apabila belum mengetahui jawaban atas suatu persoalan, kemudian mencari referensi yang tepat sebelum memberikan rekomendasi kepada klien.

“Kalau memang belum tahu, jangan pura-pura tahu. Cari informasi yang benar, verifikasi, baru berikan solusi yang tepat kepada klien,” tegasnya.

Ia menambahkan, kepercayaan klien merupakan aset terpenting bagi seorang konsultan pajak. Kepercayaan tersebut dibangun melalui kompetensi, integritas, dan konsistensi dalam menjalankan setiap penugasan sesuai ketentuan dan komitmen profesional.

“Kepercayaan memang membutuhkan waktu untuk dibangun, tetapi bisa hilang dengan sangat cepat apabila kita bekerja asal-asalan. Karena itu, teruslah belajar, berkolaborasi, dan menjaga integritas agar dapat menjadi konsultan pajak yang profesional dan dipercaya,” pungkasnya. (bl)

id_ID