IKPI Dorong Anggota Raih Gelar Doktor, Trisakti Tawarkan Program S3 Akuntansi Fleksibel

IKPI, Jakarta: Ikatan Konsultan Pajak Indonesia (IKPI) terus mendorong peningkatan kualitas sumber daya anggotanya melalui pendidikan lanjutan. Salah satunya diwujudkan dengan menggelar sosialisasi Program Doktor Ilmu Ekonomi Konsentrasi Akuntansi Universitas Trisakti secara daring, Sabtu (20/6/2026).

Kegiatan yang dipandu oleh Helmy, anggota IKPI Cabang Kota Tangerang sekaligus mahasiswa Program Doktor Universitas Trisakti, menghadirkan Ketua Program Doktor Ilmu Ekonomi Konsentrasi Akuntansi Universitas Trisakti Prof. Etty Murwaningsari, dan Sekretaris Program Prof. Titik Aryati.

Sosialisasi tersebut mendapat sambutan antusias dari anggota IKPI yang berasal dari berbagai daerah, seperti Jakarta, Tangerang Selatan, Balikpapan, Medan hingga Jawa Tengah. Mayoritas peserta merupakan praktisi dan konsultan pajak yang tengah mempertimbangkan untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang doktor.

Ketua Program Doktor Ilmu Ekonomi Konsentrasi Akuntansi Universitas Trisakti, Prof. Etty Murwaningsari, mengatakan program tersebut dirancang agar dapat diikuti para profesional yang tetap aktif bekerja. Menurutnya, mahasiswa dapat menyelesaikan studi dalam waktu tiga tahun dengan dukungan pembimbingan yang intensif.

“Pak Helmy adalah contoh nyata. Dari awal masuk hingga ujian hasil disertasi hanya sekitar dua setengah tahun. Insyaallah tiga tahun sudah bisa menyelesaikan seluruh tahapan,” ujarnya.

Sementara itu, Sekretaris Program Doktor Ilmu Ekonomi Konsentrasi Akuntansi Universitas Trisakti, Prof. Titik Aryati, menjelaskan sistem pembelajaran dirancang fleksibel melalui kombinasi perkuliahan daring dan luring. Jadwal utama perkuliahan dilaksanakan pada hari Sabtu sehingga memungkinkan para praktisi tetap menjalankan aktivitas profesionalnya.

“Kami memahami sebagian besar mahasiswa adalah praktisi dan akademisi yang sudah bekerja. Karena itu, perkuliahan kami dibuat fleksibel, dengan kombinasi online dan offline sehingga dapat berjalan beriringan dengan aktivitas pekerjaan,” kata Titik.

Ia menjelaskan, masa perkuliahan berlangsung selama tiga semester atau satu setengah tahun, dilanjutkan dengan tahapan penyusunan disertasi. Program tersebut memiliki total 54 SKS dan didukung para dosen serta profesor dari berbagai perguruan tinggi terkemuka.

Selain itu, mahasiswa memperoleh pendampingan dalam penyusunan disertasi hingga publikasi ilmiah. Menurut Titik, sejumlah mahasiswa dari kalangan praktisi berhasil menyelesaikan studi tepat waktu meski berasal dari luar Pulau Jawa.

Dalam pemaparannya, Titik juga menjelaskan bahwa biaya formulir pendaftaran Program Doktor Ilmu Ekonomi Konsentrasi Akuntansi sebesar Rp1 juta. Sementara biaya pengembangan yang hanya dikenakan pada semester pertama sebesar Rp15 juta.

Adapun biaya pendidikan ditetapkan sebesar Rp22,5 juta per semester dan berlaku hingga masa penyusunan disertasi. Selain itu, terdapat biaya daftar ulang sebesar Rp200 ribu setiap semester hingga mahasiswa dinyatakan lulus.

Calon mahasiswa juga harus melalui dua tahapan seleksi. Tahap pertama meliputi Tes Potensi Akademik (TPA), ujian Akuntansi Keuangan, Akuntansi Manajemen, dan Audit. Sedangkan tahap kedua mencakup tes TOEFL dan wawancara.

Untuk persyaratan administrasi, peserta diwajibkan melampirkan curriculum vitae (CV), fotokopi ijazah dan transkrip S1 serta S2 yang telah dilegalisasi, pas foto, fotokopi KTP, kartu keluarga, akta kelahiran, sertifikat TOEFL dengan skor minimal 500, surat keterangan sehat, serta surat bebas narkoba.

Antusiasme peserta terlihat dari banyaknya pertanyaan terkait sistem perkuliahan, biaya pendidikan hingga peluang penyelesaian studi bagi peserta yang berasal dari daerah. Sejumlah anggota IKPI dari Balikpapan, Medan hingga Jawa Tengah mengaku tertarik mengikuti program tersebut dan berencana mendaftar pada tahun depan.

Melalui kegiatan ini, IKPI berharap semakin banyak anggotanya yang menempuh pendidikan doktor guna memperkuat kompetensi profesi sekaligus memperluas kontribusi konsultan pajak dalam bidang pendidikan, penelitian, dan pengembangan ilmu akuntansi di Indonesia.

Titik menegaskan bahwa program doktor tersebut tidak hanya ditujukan bagi kalangan akademisi, tetapi juga terbuka bagi para praktisi yang ingin meningkatkan kapasitas keilmuan dan memperluas peluang karier.

“Kami berharap semakin banyak anggota IKPI yang bergabung. Program ini memang kami siapkan untuk para praktisi maupun akademisi yang ingin meningkatkan kompetensi dan menghasilkan penelitian yang memberikan kontribusi nyata,” ujarnya. (bl)

id_ID