IKPI Apresiasi 109 Umat Buddha Karo yang Rela Tinggalkan Ladang Demi Hadiri Waisak Nasional

IKPI, Medan: Semangat kebersamaan dalam Perayaan Waisak Nasional IKPI 2026 di Medan, Jumat (5/6/2026) terlihat dari antusiasme peserta yang datang dari berbagai daerah untuk mengikuti rangkaian acara. Salah satu yang mendapat perhatian khusus adalah kehadiran 109 umat Buddha Karo yang rela meninggalkan aktivitas bertani demi menghadiri perayaan tersebut.

Pelaksana Tugas Ketua IKPI Pengurus Daerah Sumatera Bagian Utara (Pengda Sumbagut), Hery, mengatakan Perayaan Waisak Nasional IKPI diselenggarakan sebagai kegiatan yang terbuka bagi seluruh anggota IKPI maupun masyarakat umum. Karena itu, peserta yang hadir tidak hanya berasal dari kalangan konsultan pajak, tetapi juga umat Buddha dari berbagai komunitas dan daerah.

Menurut Hery, rombongan umat Buddha Karo menjadi salah satu peserta dengan tingkat partisipasi yang tinggi. Mereka datang secara berkelompok dari kampung dan desa asal di wilayah Karo untuk merayakan Hari Raya Waisak bersama keluarga besar IKPI dan masyarakat.

“Perayaan Waisak Nasional IKPI terbuka untuk umum. Ada berbagai umat Buddha yang hadir, baik dari Medan maupun luar kota. Salah satunya kelompok umat Buddha Karo yang berjumlah 109 orang,” kata Hery.

Ia menjelaskan, sebagian besar peserta dari komunitas tersebut berprofesi sebagai petani. Meski kegiatan berlangsung pada hari Jumat, yang biasanya digunakan untuk bekerja di ladang, mereka tetap memilih hadir karena ingin mengikuti perayaan Waisak Nasional IKPI.

“Biasanya mereka memiliki waktu senggang pada hari Minggu. Namun karena antusias mengikuti Perayaan Waisak Nasional IKPI, mereka tetap datang meskipun harus meninggalkan aktivitas bertani,” ujarnya.

Sebagai bentuk apresiasi atas semangat dan pengorbanan tersebut, IKPI memberikan santunan berupa beras seberat 5 kilogram kepada masing-masing peserta dari komunitas Buddha Karo yang hadir.

Tidak hanya kepada peserta, IKPI juga memberikan santunan kepada para pengemudi dan helper bus yang mengantarkan rombongan menuju lokasi acara. Seluruh peserta diketahui menggunakan bus sewaan untuk dapat menghadiri kegiatan tersebut.

Hery menuturkan perjalanan yang ditempuh rombongan tidaklah singkat. Dari daerah asal menuju lokasi acara membutuhkan waktu sekitar empat jam, sehingga total perjalanan pergi dan pulang mencapai delapan jam.

Menurutnya, pemberian santunan kepada peserta maupun kru transportasi merupakan wujud penghargaan atas semangat kebersamaan yang ditunjukkan dalam perayaan Waisak tahun ini. Kehadiran mereka menjadi bukti bahwa nilai-nilai persaudaraan dan kebersamaan mampu menjangkau berbagai lapisan masyarakat.

“Ini adalah bentuk apresiasi dari IKPI kepada mereka yang telah meluangkan waktu, tenaga, dan kesempatan untuk hadir bersama merayakan Waisak. Kami berharap semangat kebersamaan dan kepedulian yang menjadi nilai utama Waisak dapat terus terjaga,” kata Hery.

Perayaan Waisak Nasional IKPI 2026 sendiri dihadiri lebih dari 500 peserta yang datang langsung ke lokasi acara dan ratusan lainnya berpartisipasi melalui Zoom meeting, dari berbagai daerah dan latar belakang. Selain menjadi momentum spiritual, kegiatan tersebut juga menjadi sarana mempererat hubungan antarsesama serta menumbuhkan semangat berbagi kepada masyarakat. (bl)

id_ID