IKPI, Jakarta: Pemerintah Indonesia dan Belarus memperkuat kerja sama ekonomi bilateral melalui penandatanganan Agreed Minutes Sidang Komisi Bersama (SKB) ke-8 Indonesia–Belarus Bidang Kerja Sama Ekonomi serta sejumlah nota kesepahaman (MoU) antarpelaku usaha senilai total Rp 7 triliun di Minsk, Belarus, Jumat (15/5).
Agreed Minutes SKB ke-8 Indonesia–Belarus ditandatangani Menteri Koordinator Bidang Perekonomian RI Airlangga Hartarto dan Deputi Perdana Menteri Belarus Viktor Karankevich. Kesepakatan tersebut menjadi landasan kedua negara untuk memperkuat implementasi kerja sama ekonomi yang telah dibahas dalam rangkaian sidang komisi bersama.
Dalam pertemuan tersebut, kedua negara membahas berbagai sektor strategis mulai dari perdagangan, investasi, industri, pertanian dan ketahanan pangan, kehutanan, perbankan, kesehatan, pendidikan, ilmu pengetahuan dan teknologi, budaya, olahraga, hingga pariwisata.
Airlangga mengatakan Agreed Minutes tersebut diharapkan menjadi instrumen penting untuk mempercepat implementasi berbagai kesepahaman menjadi proyek nyata yang dapat memberikan dampak langsung terhadap hubungan ekonomi kedua negara.
“Kesepahaman yang telah dicapai dalam SKB ini harus dapat diterjemahkan menjadi langkah konkret yang memberikan dampak langsung bagi peningkatan hubungan ekonomi Indonesia dan Belarus,” ujar Airlangga dalam keterangannya, Sabtu (16/5).
Sementara itu, Viktor Karankevich menegaskan komitmen Belarus untuk memperdalam kerja sama dengan Indonesia, terutama pada sektor industri, pertanian, dan teknologi. Belarus juga membuka peluang kolaborasi yang lebih luas bagi dunia usaha kedua negara.
Pada kesempatan yang sama, turut ditandatangani lima MoU antarpelaku usaha Indonesia dan Belarus dengan total nilai mencapai Rp 7 triliun.
Kesepakatan tersebut meliputi MoU antara PT Pupuk Indonesia (Persero) dengan Nedra Nezhin, kemudian MoU antara PT Indonesia Belarus Jaya dengan OJSC Minsk Dairy Plant No. 1, Energi Complekt, OJSC Dolomite, dan Belindo Trade.
Penandatanganan sejumlah kerja sama bisnis tersebut diharapkan dapat memperluas hubungan perdagangan dan investasi kedua negara sekaligus memperkuat keterlibatan sektor swasta dalam mendukung hubungan ekonomi Indonesia dan Belarus. (ds)
