IKPI, Jakarta: Pemerintah memastikan operasional awal Pusat Finansial Internasional Indonesia (PFII) akan dimulai di Jakarta sebelum kawasan utama dikembangkan di Bali.
Skema ini dipilih sebagai masa transisi sembari menunggu pembangunan infrastruktur dan ekosistem pusat keuangan internasional di Pulau Dewata rampung.
Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM Rosan Roeslani mengatakan, pengembangan kawasan utama di Bali diperkirakan membutuhkan waktu sekitar dua hingga tiga tahun.
Oleh karena itu, pemerintah memutuskan untuk memulai operasional lebih dulu di Jakarta.
“Mungkin di masa transisi ini dalam dua hingga tiga tahun ke depan, mungkin akan dibuat dulu di Jakarta selama masa transisi ini sebelum nanti akan lebih dikembangkan di sana,” ujar Rosan di Istana Negara, dikutip Jumat (24/7).
Menurut Rosan, pemerintah ingin mempercepat implementasi konsep pusat keuangan internasional tanpa harus menunggu seluruh pembangunan di Bali selesai. Dengan demikian, aktivitas awal PFII dapat berjalan sembari proses pembangunan kawasan utama terus berlangsung.
“Tapi kan perlu ada persiapan mungkin selama 2 atau 3 tahun sampai itu menjadi suatu financial center yang bertaraf internasional,” katanya.
Ia menilai, kehadiran pusat keuangan internasional akan memperkuat daya saing Indonesia dalam menarik arus investasi global. Minat investor terhadap proyek tersebut, kata Rosan, sudah mulai terlihat dari sejumlah pertemuan yang dilakukan pemerintah.
Rosan mengungkapkan, saat melakukan kunjungan ke Bali beberapa hari lalu, dirinya bertemu dengan 11 investor yang terdiri atas family office dan investor internasional. Dalam pertemuan itu, mereka membahas rencana pembentukan PFII.
“Sebelumnya beberapa hari yang lalu saya juga ke Bali, bertemu dengan 11 para investor dari family office dan lainnya, dan responnya sudah sangat-sangat positif mengenai keberadaan financial center yang akan ada di Indonesia ini,” ungkapnya.
Selain menyiapkan operasional sementara di Jakarta, pemerintah juga mulai mematangkan aspek kelembagaan untuk mendukung berjalannya pusat keuangan internasional tersebut. Salah satu yang tengah dipersiapkan adalah penunjukan pimpinan kawasan yang akan memimpin IIFC.
“Mungkin itu persiapan-persiapan termasuk persiapan untuk penunjukan apa nanti oleh Bapak Presiden dari istilahnya gubernurnya, kemudian pemimpin kawasan, dan yang lain-lainnya,” tutup Rosan. (ds)
