KPP Pratama Sleman Gandeng IKPI dan Pelaku Usaha Kejar Target Penerimaan Rp3,2 Triliun

IKPI, Sleman: Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Sleman membidik penerimaan pajak sekitar Rp3,2 triliun pada 2026 dengan mengedepankan peningkatan kepatuhan sukarela melalui penguatan edukasi dan kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan, termasuk Ikatan Konsultan Pajak Indonesia (IKPI), Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Sleman, serta Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Sleman.

Komitmen tersebut disampaikan Kepala KPP Pratama Sleman M. Andi Setijo Nugroho dalam kegiatan sinergi yang digelar IKPI Cabang Sleman di Grand Serela Yogyakarta, Rabu (17/6/2026).

(Foto: DOK. IKPI Cabang Sleman)

Menurut Andi, pencapaian target penerimaan negara tidak hanya bergantung pada pengawasan dan penegakan hukum, tetapi juga membutuhkan dukungan dari berbagai pihak untuk meningkatkan pemahaman dan kesadaran wajib pajak.

“Penguatan literasi perpajakan dan peningkatan kepatuhan sukarela menjadi strategi penting dalam mendukung pencapaian target penerimaan tahun 2026,” ujarnya.

Ia mengatakan, kolaborasi dengan IKPI sebagai organisasi profesi konsultan pajak memiliki peran strategis karena para konsultan menjadi mitra yang mendampingi wajib pajak dalam menjalankan hak dan kewajiban perpajakannya.

(Foto: DOK. IKPI Cabang Sleman)

Selain itu, keterlibatan KADIN dan HIPMI dinilai dapat memperluas jangkauan edukasi perpajakan kepada kalangan pelaku usaha, termasuk UMKM dan pengusaha muda.

Andi juga menyampaikan, pihaknya terus mengoptimalkan penyelesaian Surat Permintaan Penjelasan atas Data dan/atau Keterangan (SP2DK) di tingkat Account Representative (AR). Dengan pendekatan yang lebih komunikatif, permasalahan perpajakan diharapkan dapat diselesaikan lebih dini sehingga tidak perlu berlanjut ke tahap pemeriksaan apabila wajib pajak mampu memberikan penjelasan yang memadai.

Sementara itu, Ketua IKPI Cabang Sleman Hersona Bangun menyatakan pihaknya siap mendukung upaya peningkatan kepatuhan pajak melalui berbagai program edukasi dan pendampingan bagi wajib pajak maupun pelaku usaha.

Menurutnya, sinergi antara otoritas pajak, organisasi profesi, dan dunia usaha menjadi modal penting untuk membangun budaya sadar pajak yang lebih kuat dan berkelanjutan.

Dengan kolaborasi tersebut, KPP Pratama Sleman optimistis target penerimaan sekitar Rp3,2 triliun pada 2026 dapat dicapai seiring meningkatnya kepatuhan sukarela masyarakat. (bl)

id_ID