IKPI, Jakarta: Rencana pembentukan dan pemekalan cabang baru yang mengemuka dalam Rapat Koordinasi IKPI 2026 di Hotel Mercure, Ancol, Jakarta, Sabtu (24/1/2026) mendapat dukungan penuh dari IKPI Cabang Medan. Ketua IKPI Cabang Medan, Ebenezer Simamora, menilai penguatan struktur organisasi di daerah merupakan kebutuhan nyata.
Ebenezer menjelaskan, Cabang Medan berada di bawah Pengurus Daerah Sumatera Bagian Utara (Sumbagut) yang membawahi dua provinsi, yakni Sumatera Utara dan Aceh. Namun hingga saat ini, cabang IKPI baru terbentuk di Sumatera Utara.
“Di bawah Pengda Sumbagut itu ada dua provinsi, Sumatera Utara dan Aceh. Saat ini baru ada dua cabang, dan kami sangat mendukung dibentuknya cabang baru, khususnya di Aceh,” ujarnya.
Ia menilai, keberadaan cabang IKPI di Aceh sudah menjadi kebutuhan mendesak. Secara geografis, Aceh memiliki wilayah yang luas dan kantor wilayah sendiri, sehingga idealnya memiliki cabang IKPI yang mandiri.
“Sejak IKPI berdiri sampai sekarang, kita belum mendengar ada cabang di Aceh. Padahal secara wilayah dan kebutuhan, Aceh sangat layak,” kata Ebenezer.
Menurutnya, jarak menjadi kendala utama apabila anggota Aceh masih harus bergabung dengan Cabang Medan. Hal ini berdampak pada efektivitas kegiatan organisasi, baik rapat anggota, PPL, maupun seminar.
“Kalau kegiatan dilaksanakan di Medan, tentu bagi anggota Aceh jaraknya sangat jauh. Dengan cabang di Aceh, kegiatan bisa lebih dekat, lebih efektif, baik secara administrasi maupun aktivitas,” jelasnya.
Ia juga mengaitkan pembentukan cabang dengan pemetaan kantor wilayah. Setiap kanwil, menurutnya, idealnya memiliki cabang IKPI agar peran organisasi lebih merata dan mudah diakses oleh anggota.
Meski mendukung pembentukan cabang baru, Ebenezer menekankan pentingnya kesiapan organisasi. Ia mengingatkan agar pengurus pusat mempertimbangkan aspek jumlah anggota, wilayah kerja, serta kesiapan pendanaan cabang.
“Kami ingin cabang yang dibentuk itu berkualitas. Dari sisi wilayah, iya. Dari sisi keanggotaan, siap. Dan dari sisi pendanaan juga harus diperhitungkan,” ujarnya.
Selain itu, ia menyampaikan masukan agar identitas dan kekuatan organisasi lebih ditampilkan dalam kegiatan nasional. Menurutnya, penayangan data pengda dan cabang beserta jumlah anggota di video mars dan hymne IKPI akan memperkuat citra IKPI sebagai organisasi nasional.
“Kalau ditampilkan bahwa IKPI punya puluhan cabang dan ribuan anggota dari Aceh sampai Papua, itu akan memperkuat posisi organisasi, termasuk dalam mendorong lahirnya Undang-Undang Konsultan Pajak,” katanya.
Ebenezer menilai, penguatan struktur daerah melalui pembentukan cabang baru dan penegasan identitas organisasi merupakan langkah strategis agar IKPI semakin dikenal luas dan diperhitungkan oleh para pemangku kepentingan. (bl)
