IKPI, Jakarta: Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) menyatakan berbagai fasilitas kepabeanan yang diberikan kepada pelaku usaha telah memberikan kontribusi signifikan terhadap perekonomian nasional. Pada 2025, fasilitas kawasan berikat dan Kemudahan Impor Tujuan Ekspor (KITE) tercatat menghasilkan nilai ekspor sebesar US$112,5 miliar serta menyerap tenaga kerja hingga 2,1 juta orang.
Direktur Jenderal Bea dan Cukai, Djaka Budhi Utama, mengatakan DJBC hadir sebagai mitra strategis dunia usaha agar mampu meningkatkan daya saing industri nasional di pasar global. Saat ini, sebanyak 2.333 perusahaan telah menerima berbagai fasilitas yang disediakan oleh Bea Cukai.
“Dari sisi dampak ekonomi, fasilitas kawasan berikat dan KITE memberikan kontribusi yang signifikan. Pada tahun 2025 nilai ekspor mencapai US$112,5 miliar, nilai investasi sebesar US$3,46 miliar, serta mampu menyerap tenaga kerja hingga 2,10 juta orang,” kata Djaka dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi XI DPR RI.
Menurutnya, keberadaan fasilitas tersebut tidak hanya ditujukan untuk mendukung industri skala besar, tetapi juga memperkuat iklim investasi dan meningkatkan kontribusi sektor manufaktur terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.
Selain mendukung perusahaan besar, DJBC juga terus mendorong peningkatan kapasitas ekspor pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Upaya tersebut dilakukan melalui program Klinik Ekspor yang memberikan pembinaan dan pendampingan kepada pelaku UMKM agar dapat menembus pasar internasional.
Djaka mengungkapkan jumlah UMKM binaan Bea Cukai pada 2026 meningkat menjadi 1.463 pelaku usaha. Dari jumlah tersebut, sebanyak 745 UMKM telah berhasil melakukan ekspor.
Rinciannya, sebanyak 181 UMKM berhasil melakukan ekspor secara mandiri, sedangkan 556 UMKM lainnya menembus pasar ekspor melalui pihak ketiga.
Menurut Djaka, peningkatan jumlah UMKM yang berhasil mengekspor produknya menunjukkan bahwa peran Bea Cukai tidak hanya sebagai pemungut penerimaan negara, tetapi juga sebagai fasilitator perdagangan dan pendukung pertumbuhan industri nasional.
Ia menegaskan DJBC akan terus memperkuat berbagai fasilitas kepabeanan guna meningkatkan investasi, mendorong ekspor, serta memperkuat daya saing produk Indonesia di pasar global. (bl)
