Dirjen Pajak Buka Kick Off Kampanye Simpatik Ngabuburit Spectaxcular 2026

IKPI, Jakarta: Direktur Jenderal Pajak Bimo Wijayanto secara resmi membuka Kick Off Kampanye Simpatik Ngabuburit Spectaxcular 2026 di Kantor Pusat Direktorat Jenderal Pajak (DJP), Jumat (13/2/2026). Kegiatan tersebut dihadiri lebih dari 500 Relawan Pajak Renjani dari berbagai perguruan tinggi yang didampingi para dosen, asosiasi seperti Perkumpulan Tax Center dan Akademisi Pajak Seluruh Indonesia (PERTAPSI), Ikatan Konsultan Pajak Indonesia (IKP), pengurus Tax Center, serta jajaran pejabat DJP.

Dalam sambutannya, Bimo menegaskan bahwa keberadaan relawan pajak merupakan bagian penting dari strategi edukasi perpajakan nasional. Ia menyebut para mahasiswa sebagai “duta kesadaran pajak bangsa” yang membantu menjembatani pemahaman masyarakat terhadap kewajiban perpajakan.

“Setiap aktivitas kita, sejak bangun pagi hingga beraktivitas, sesungguhnya tidak lepas dari manfaat pajak,” ujarnya di hadapan peserta. Ia mencontohkan subsidi BBM, pembangunan infrastruktur jalan, gaji aparatur negara, hingga alokasi 20 persen APBN untuk pendidikan sebagai bukti konkret kontribusi pajak bagi kehidupan sehari-hari.

Menurut Bimo, keputusan mahasiswa menjadi relawan pajak bukan hanya soal kegiatan tambahan di luar kampus, melainkan bagian dari pembentukan karakter. Dunia kerja saat ini, katanya, tidak hanya melihat kecerdasan akademik, tetapi juga kecerdasan sosial dan emosional.

Ia juga mengingatkan bahwa sekitar 85 persen penerimaan APBN bersumber dari pajak. Karena itu, peningkatan kepatuhan wajib pajak menjadi kunci menjaga kesinambungan pembangunan nasional.

Momentum Ramadan, lanjutnya, dipilih bukan tanpa alasan. Selain suasana religius yang menguatkan nilai integritas, bulan tersebut juga bertepatan dengan periode puncak pelaporan SPT Tahunan. Batas akhir pelaporan Orang Pribadi pada 31 Maret dan Badan pada 30 April diperkirakan akan memicu lonjakan signifikan.

Melalui program Ngabuburit Spectaxcular 2026, relawan pajak dilibatkan untuk memberikan asistensi dasar pelaporan SPT, sementara persoalan kompleks tetap ditangani petugas resmi DJP. Pendekatan ini diharapkan mampu memperluas jangkauan edukasi sekaligus menjaga kualitas layanan.

Bimo turut membuka peluang magang dan kolaborasi riset kebijakan perpajakan bagi mahasiswa. Ia mempersilakan peserta memanfaatkan skema Merdeka Belajar untuk mengonversi kegiatan magang menjadi bagian dari kredit akademik.

Menutup acara, ia mengajak seluruh relawan menyebarkan pesan positif di komunitas masing-masing. “Pajak Tumbuh, Indonesia Maju,” ujarnya. (bl)

en_US