IKPI, Jakarta: Kementerian Keuangan (Kemenkeu) memperkirakan penerimaan pajak pada 2026 hanya akan tumbuh sekitar 20,5% dibandingkan tahun sebelumnya.
Angka tersebut dinilai cukup baik mengingat kinerja penerimaan pajak pada 2025 masih mengalami kontraksi.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan kondisi penerimaan pajak saat ini menunjukkan perbaikan yang signifikan dibandingkan tahun lalu.
Menurutnya, setelah mencatat pertumbuhan negatif pada 2025, penerimaan pajak kini kembali berada di jalur positif.
“Ada perbaikan signifikan di pajak, utamanya dibandingkan dengan kondisi tahun lalu. Tahun lalu full year itu pertumbuhan pajak negatif. Sekarang positif, mungkin nanti akan 20% atau lebih,” ujar Purbaya dalam Konferensi Pers APBN Kita, dikutip Sabtu (6/6).
Meski demikian, pemerintah masih berupaya meningkatkan kinerja penerimaan agar melampaui proyeksi yang telah ditetapkan.
Purbaya menegaskan berbagai langkah akan terus dilakukan untuk mendorong penerimaan pajak tumbuh lebih tinggi.
“(Proyeksi) 20,5%, tapi kita coba dorong ke level yang lebih positif lagi,” katanya.
Namun, tantangan tetap membayangi. Berdasarkan perhitungan, untuk mencapai target penerimaan pajak dalam APBN 2026 sebesar Rp 2.357,7 triliun, pertumbuhan penerimaan seharusnya mencapai sekitar 22,95%.
Dengan asumsi pertumbuhan hanya 20,5%, realisasi penerimaan pajak diperkirakan berada di kisaran Rp 2.310,7 triliun atau masih di bawah target yang telah ditetapkan pemerintah.
Di sisi lain, kinerja penerimaan pajak hingga Mei 2026 menunjukkan tren yang cukup kuat. Pemerintah mencatat penerimaan pajak Januari-Mei 2026 mencapai Rp 834,4 triliun atau tumbuh 22,1% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Pertumbuhan tersebut ditopang oleh meningkatnya setoran Pajak Penghasilan (PPh) badan yang mencapai Rp 167,6 triliun atau naik 23,9% secara tahunan.
Selain itu, penerimaan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) dan Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM) melonjak 41,3% menjadi Rp 315,7 triliun.
Purbaya menilai capaian tersebut menjadi indikasi bahwa aktivitas ekonomi nasional masih bergerak positif. Menurutnya, data penerimaan pajak mencerminkan kondisi riil perekonomian yang terus membaik. (ds)
