Belanja Online dan Perdagangan BBM Dongkrak Penerimaan Pajak di Kuartal I-2026

IKPI, Jakarta: Penerimaan pajak dari sektor perdagangan melonjak pada kuartal I-2026, didorong meningkatnya aktivitas perdagangan bahan bakar minyak (BBM) dan tren belanja online yang terus menguat.

Berdasarkan data APBN KITA, sektor perdagangan mencatat penerimaan neto sebesar Rp 103,6 triliun atau berkontribusi 26,2% terhadap total penerimaan pajak.

Secara tahunan alias year on year (yoy), penerimaan bruto sektor ini tumbuh 10,8%, sedangkan penerimaan netonya melonjak hingga 59,9%.

Pemerintah menyebut pertumbuhan tinggi tersebut dipengaruhi oleh subsektor perdagangan besar BBM dan perdagangan online yang mengalami peningkatan aktivitas sepanjang awal tahun.

“Tumbuh double digits dipengaruhi oleh subsektor perdagangan besar BBM dan perdagangan online sejalan dengan peningkatan tren belanja online,” tulis Kemenkeu, dikutip Sabtu (9/5).

Kinerja sektor perdagangan juga menjadi yang tertinggi dibandingkan sektor utama lainnya dari sisi kontribusi terhadap penerimaan pajak.

Selain perdagangan, sektor industri pengolahan turut mencatatkan pertumbuhan positif. Penerimaan neto sektor ini mencapai Rp 84,2 triliun dengan kontribusi 21,3%. Pada kuartal I-2026, penerimaan bruto tumbuh 12% yoy dan penerimaan neto meningkat 11,5% yoy.

Pertumbuhan industri pengolahan terutama ditopang subsektor industri tembakau dan industri barang kimia lainnya, antara lain karena adanya penjualan lini bisnis.

Sementara itu, sektor keuangan dan asuransi membukukan penerimaan neto Rp 50,7 triliun dengan kontribusi 12,8%. Penerimaan bruto tumbuh 3,5% yoy dan neto meningkat 7,6% yoy, didorong subsektor aktivitas penunjang jasa keuangan.

Di sisi lain, sektor pertambangan mencatat penerimaan neto Rp 32,9 triliun atau berkontribusi 8,3%. Meski penerimaan bruto terkontraksi 1,6% yoy, penerimaan neto masih mampu tumbuh 6,3% yoy berkat kinerja subsektor pertambangan migas.

Data tersebut menunjukkan mayoritas sektor utama penyumbang penerimaan pajak masih mencatatkan pertumbuhan pada awal 2026 di tengah dinamika ekonomi global. (ds)

en_US