IKPI, Jakarta: Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memastikan pemerintah tetap mempertahankan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai setelah melihat hasil reformasi yang dinilai menunjukkan perkembangan positif.
Penilaian tersebut sekaligus meredam wacana pembubaran institusi yang sebelumnya sempat mengemuka.
Purbaya mengatakan pembenahan di tubuh Bea Cukai dilakukan secara menyeluruh, mulai dari perombakan sumber daya manusia hingga pergantian pejabat di level pimpinan. Menurutnya, perubahan tersebut mulai berdampak pada peningkatan kinerja lembaga.
“Bea Cukai progressnya sudah amat baik, kita sudah kocok ulang pegawai-pegawai di sana dan sekarang yang di pucuk-pucuk puncak pimpinan sudah orang-orang yang relatif lebih baik dan mereka tahu kalau mereka nggak baik mereka akan dibubarkan,” ujar Purbaya dalam Konferensi Pers APBN Kita, dikutip Rabu (22/7).
Ia menjelaskan, hasil reformasi tercermin dari meningkatnya penerimaan kepabeanan dan cukai yang kini tumbuh lebih dari 6% atau mendekati 7%.
Selain itu, peredaran barang selundupan di pasar mulai berkurang, sementara penindakan terhadap rokok ilegal semakin gencar dilakukan.
Pemerintah juga mengubah strategi penegakan hukum terhadap pelaku penyelundupan. Tidak hanya barang ilegal yang disita, kendaraan yang digunakan untuk mengangkut barang selundupan kini turut diamankan hingga seluruh proses pemeriksaan selesai.
Menurut Purbaya, langkah tersebut dirancang untuk meningkatkan risiko dan biaya bagi pelaku penyelundupan sehingga dapat memberikan efek jera dan menekan praktik ilegal.
Perbaikan yang terjadi di Bea Cukai, lanjutnya, juga telah mendapat perhatian Presiden Prabowo Subianto. Ia mengatakan pandangan Presiden terhadap institusi tersebut berubah setelah melihat hasil pembenahan yang telah dilakukan.
“Pak Prabowo sudah melihat ada perbaikan yang signifikan di Bea Cukai. Kalau dulu dia bilang bubarkan, sekarang dia pernah bilang di salah satu rapat dengan kabinet, Bea Cukai bisa diperbaiki dan harus bisa diperbaiki. Itu adalah signal yang clear bahwa ada perkembangan positif di Bea Cukai yang diakui oleh pimpinan kita,” katanya.
Untuk menjaga tren perbaikan tersebut, Kementerian Keuangan akan memperkuat sistem pengawasan dengan memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI).
Teknologi itu akan diterapkan dalam pengawasan di pelabuhan dan bandara serta diintegrasikan dengan kantor-kantor Bea Cukai di berbagai daerah guna meningkatkan efektivitas pengawasan dan penindakan. (ds)
