IKPI, Bogor: Suasana keakraban yang bernuansa intelektual mewarnai kegiatan Golf Bareng (GoBar) Komunitas Golfer IKPI (KGI) dalam rangka Halal Bihalal 2026 di Sentul Highland Golf Club, Bogor, Jumat (10/4/2026). Melampaui sekadar ajang olahraga, kegiatan ini menjadi ruang refleksi bagi para profesional perpajakan untuk mempererat jejaring dan visi organisasi.
Sekretaris Umum IKPI, Assc. Prof. Edy Gunawan, memandang kehadiran Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dalam agenda kali ini memberikan nilai tambah yang signifikan. Menurut Edy, perspektif Ahok memberikan cermin bagi konsultan pajak untuk melihat posisi mereka dalam skala ekonomi yang lebih luas.
“Kehadiran Pak Ahok mengingatkan kita semua bahwa konsultan pajak adalah penjaga gawang kepatuhan yang berdiri di garda terdepan pembangunan. Beliau menegaskan bahwa profesi kita bukan sekadar urusan administratif, melainkan pilar strategis yang membantu pelaku usaha tetap tangguh dan berintegritas di tengah dinamika ekonomi,” ungkap Edy dengan nada tenang namun lugas.
Bagi Edy, lapangan golf adalah metafora dari manajemen strategi dan kesabaran. Ia menilai forum informal seperti GoBar mampu mencairkan sekat-sekat kaku birokrasi, sehingga diskusi yang lahir menjadi lebih jernih dan berorientasi pada solusi.
“Di lapangan, kita tidak hanya mengasah ketangkasan fisik, tapi juga kejernihan berpikir. Diskusi yang mengalir dalam suasana santai seringkali justru menghasilkan gagasan yang lebih tajam dan substansial bagi kemajuan profesi,” tambahnya.
Mengapresiasi konsistensi KGI yang rutin menggelar agenda bulanan sejak Agustus 2025, Edy melihat antusiasme 48 peserta (11 flight) sebagai bukti soliditas organisasi. Ia menekankan bahwa kekuatan sebuah organisasi profesi terletak pada harmoni dan rasa memiliki di antara para anggotanya.
Menyentuh isu literasi pajak di sektor UMKM, Edy memberikan pandangan yang bijak mengenai edukasi publik. Ia menekankan bahwa peran konsultan pajak adalah sebagai navigator, bukan sekadar kalkulator.
“Sesuai diskusi dengan Pak Ahok, tantangan terbesar kita adalah literasi. Konsultan pajak hadir untuk memberikan kepastian hukum dan ketenangan batin bagi pelaku usaha. Kita ingin mengubah paradigma; jasa konsultan bukanlah biaya (cost), melainkan investasi strategis untuk mencegah risiko finansial dan hukum di masa depan,” jelas Edy.
Terkait isu krusial seperti Rancangan Undang-Undang Konsultan Pajak (RUU KP), Edy tetap optimis. Ia meyakini bahwa gagasan-gagasan konstruktif yang lahir dari dialog informal seperti ini akan menjadi masukan berharga bagi penguatan regulasi profesi ke depan.
Menutup pernyataannya, Edy mengajak seluruh anggota IKPI untuk terus mengedepankan sinergi dan profesionalisme. “Kolaborasi yang dibangun di atas landasan kepercayaan dan semangat kekeluargaan akan jauh lebih kokoh. Kami optimis, kontribusi kecil yang kita rajut dalam ruang-ruang seperti ini akan berdampak besar pada ekosistem perpajakan nasional yang lebih sehat dan berkeadilan,” pungkasnya. (bi)
