IKPI, Palembang: Ikatan Konsultan Pajak Indonesia (IKPI) Cabang Palembang menggelar Sharing Session dan Buka Puasa Bersama di Hotel 1O1 Palembang, Selasa, (10/3/2026). Kegiatan bertema “Buka Bersama, Sukses Bersama, dan Berkah Melimpah” ini menjadi momentum mempererat silaturahmi sekaligus memperkuat profesionalisme di kalangan konsultan pajak.
Acara yang dihadiri 46 peserta tersebut diikuti oleh anggota IKPI Cabang Palembang serta tamu undangan. Turut hadir pula perwakilan dari Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Palembang Ilir Timur, Ika, yang menunjukkan adanya sinergi antara organisasi profesi konsultan pajak dengan Direktorat Jenderal Pajak (DJP).

Ketua IKPI Cabang Palembang Susanti mengatakan bahwa kegiatan ini tidak hanya menjadi agenda silaturahmi dalam suasana Ramadan, tetapi juga wadah berbagi pengetahuan serta memperkuat kebersamaan antar anggota.
“Melalui kegiatan ini kami ingin mempererat hubungan antar anggota sekaligus memperkuat profesionalisme konsultan pajak. Kebersamaan seperti ini penting agar anggota dapat saling berbagi pengalaman dan memperkuat peran profesi dalam mendukung sistem perpajakan di Indonesia,” ujar Susanti, Jumat (13/3/2026).

Ia menambahkan, kegiatan yang dilaksanakan secara santai namun bermakna tersebut juga menjadi ruang dialog antara anggota IKPI dengan pihak otoritas pajak. Menurutnya, komunikasi yang baik antara konsultan pajak dan otoritas akan membantu meningkatkan pemahaman terhadap kebijakan perpajakan.
Rangkaian acara dimulai dengan sharing session yang berlangsung interaktif. Para peserta memanfaatkan sesi tersebut untuk berdiskusi dan bertukar pandangan mengenai berbagai isu perpajakan yang dihadapi dalam praktik sehari-hari.

Suasana Ramadan semakin terasa ketika kegiatan dilanjutkan dengan Tausiah Ramadhan yang disampaikan oleh Ustad Jazuli Al Jaza. Dalam tausiah tersebut, peserta juga mengikuti sesi tanya jawab yang membahas berbagai persoalan terkait perhitungan zakat penghasilan dan zakat harta, yang menjadi topik menarik bagi para peserta.
Menurut Susanti, pembahasan mengenai zakat penghasilan dan harta menjadi salah satu bagian penting karena banyak anggota yang ingin memperdalam pemahaman mengenai aspek keagamaan yang juga berkaitan dengan pengelolaan keuangan pribadi.
“Kami melihat antusiasme peserta sangat baik, terutama ketika membahas zakat penghasilan dan harta. Diskusi tersebut menunjukkan bahwa anggota tidak hanya fokus pada aspek profesional, tetapi juga ingin memahami kewajiban sosial dan keagamaan dengan lebih baik,” katanya.
Acara kemudian dilanjutkan dengan buka puasa bersama yang berlangsung penuh kehangatan, diikuti dengan ramah tamah antar anggota. Momentum ini dimanfaatkan peserta untuk saling mengenal lebih dekat dan memperkuat jaringan profesional di antara sesama konsultan pajak.
Susanti berharap kegiatan seperti ini dapat terus dilakukan secara berkala agar solidaritas anggota IKPI semakin kuat serta mampu meningkatkan kontribusi konsultan pajak dalam mendukung kepatuhan perpajakan di Indonesia. (bl)
