IKPI, Lampung: Mahasiswa dan dosen Politeknik Negeri Lampung (Polinela) berpeluang memperoleh akses lebih luas terhadap pendidikan perpajakan melalui Program Brevet Pajak. Peluang tersebut mengemuka dalam pertemuan antara Ikatan Konsultan Pajak Indonesia (IKPI) Cabang Lampung, Forum Akuntansi, Manajemen, dan Ekonomi (FAME) DPW Lampung, dan jajaran Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Polinela, Kamis (11/6/2026).
Pertemuan yang berlangsung di lingkungan kampus tersebut tidak hanya menjadi ajang silaturahmi antarlembaga, tetapi juga membuka pembahasan mengenai kemungkinan penyelenggaraan Program Brevet Pajak yang dapat diikuti mahasiswa maupun tenaga pendidik di Polinela.
Hadir dalam kegiatan tersebut Ketua Jurusan Ekonomi dan Bisnis Polinela Marlinda Apriyani, Ketua IKPI Cabang Lampung Teten Dharmawan, serta Sekretaris Umum Wilayah FAME DPW Lampung Damayanti, bersama jajaran pengurus dan civitas akademika Polinela.
Ketua IKPI Cabang Lampung Teten Dharmawan mengatakan kebutuhan akan sumber daya manusia yang memahami perpajakan semakin meningkat seiring berkembangnya dunia usaha dan perubahan regulasi. Karena itu, kolaborasi antara perguruan tinggi dan organisasi profesi dinilai penting untuk memperkuat kompetensi generasi muda.
“Kerja sama dengan perguruan tinggi menjadi salah satu cara untuk mendekatkan mahasiswa dengan praktik perpajakan yang berkembang di lapangan. Harapannya, mereka memiliki bekal yang lebih kuat ketika memasuki dunia kerja,” ujarnya.
Program Brevet Pajak selama ini dikenal sebagai salah satu sarana peningkatan kompetensi di bidang perpajakan karena memberikan pemahaman yang lebih mendalam mengenai ketentuan dan praktik perpajakan. Kehadiran program tersebut di lingkungan kampus dinilai dapat menjadi nilai tambah bagi mahasiswa maupun dosen.
Sekretaris Umum Wilayah FAME DPW Lampung Damayanti menyambut positif peluang kolaborasi tersebut. Menurutnya, penguatan kompetensi melalui pendidikan dan pelatihan perpajakan menjadi kebutuhan yang semakin penting di tengah perkembangan dunia profesi.
“FAME mendukung berbagai upaya yang dapat meningkatkan kapasitas mahasiswa dan tenaga pendidik, termasuk melalui program-program yang memperkuat pemahaman perpajakan secara praktis,” katanya.
Sementara itu, pihak Polinela menyatakan apresiasi atas inisiatif yang dibangun IKPI dan FAME. Kampus vokasi tersebut menilai kolaborasi dengan organisasi profesi dapat membantu memperkaya pengalaman belajar mahasiswa sekaligus memperkuat keterkaitan antara pendidikan dan kebutuhan dunia kerja.
Selain membahas peluang penyelenggaraan Program Brevet Pajak, para peserta juga bertukar pandangan mengenai pengembangan kompetensi di bidang akuntansi, manajemen, ekonomi, dan perpajakan. Diskusi berlangsung dalam suasana hangat dengan semangat membangun kerja sama yang saling menguntungkan.
Usai pertemuan, rombongan IKPI dan FAME melakukan peninjauan singkat sejumlah fasilitas pembelajaran dan kegiatan kemahasiswaan di Polinela. Kunjungan tersebut memberikan gambaran mengenai potensi kolaborasi yang dapat dikembangkan ke depan.
Melalui penjajakan awal ini, IKPI Cabang Lampung, FAME DPW Lampung, dan Polinela berharap dapat membuka ruang kerja sama yang lebih luas dalam pengembangan sumber daya manusia. Kehadiran Program Brevet Pajak di lingkungan kampus diharapkan menjadi salah satu langkah untuk mencetak lulusan yang memiliki kompetensi, integritas, dan kesiapan menghadapi tantangan di bidang perpajakan. (bl)
