Pajak Tumbuh 30,4%, Pemerintah Klaim Ketahanan Fiskal Terjaga

IKPI, Jakarta: Pemerintah menegaskan bahwa kondisi ekonomi Indonesia tetap kuat dan tangguh meskipun dunia tengah menghadapi ketidakpastian akibat meningkatnya ketegangan geopolitik dan volatilitas pasar keuangan global.

Juru Bicara Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Haryo Limanseto, mengatakan pemerintah terus memantau perkembangan global sekaligus memastikan stabilitas domestik tetap terjaga.

“Kami menghormati berbagai pandangan dari masyarakat, perlu kami tambahkan bahwa pemerintah memastikan bahwa kondisi fundamental ekonomi Indonesia saat ini tetap kuat dan resilian, ditopang oleh beberapa faktor utama,” ujar Haryo dalam keterangannya, Jumat (27/3).

Ia menjelaskan, kondisi makroekonomi Indonesia masih solid. Pertumbuhan ekonomi sepanjang 2025 tercatat sebesar 5,11% secara tahunan (year on year/yoy), yang dinilai relatif tinggi dibandingkan sejumlah negara lain. Di sisi lain, inflasi juga tetap terkendali dalam kisaran target pemerintah sebesar 2,5±1%.

Dari sisi domestik, konsumsi masyarakat masih menjadi motor utama pertumbuhan ekonomi. Hal ini diperkuat oleh berbagai stimulus fiskal dan program bantuan sosial yang terus digulirkan pemerintah.

Sementara itu, sektor manufaktur juga menunjukkan ekspansi dengan indeks PMI mencapai 53,8, level tertinggi dalam dua tahun terakhir.

Kinerja fiskal turut menjadi penopang ketahanan ekonomi. Hingga Februari 2026, penerimaan pajak tercatat tumbuh 30,4% yoy. Peningkatan ini didorong oleh reformasi perpajakan serta digitalisasi melalui sistem coretax yang memperluas basis pajak sekaligus meningkatkan kepatuhan wajib pajak
.
Selain itu, pemerintah juga menyoroti penguatan ketahanan di sektor pangan dan energi. Indonesia disebut telah mencapai swasembada untuk sejumlah komoditas utama, serta mencatat surplus produksi energi berkat implementasi program biodiesel.

Kondisi ini dinilai menjadi bantalan penting dalam menghadapi dampak gejolak global.

Dalam jangka panjang, pemerintah terus mendorong transformasi ekonomi melalui hilirisasi industri, peningkatan investasi, serta percepatan digitalisasi. Pengembangan kendaraan listrik dan energi baru terbarukan juga menjadi fokus untuk menciptakan sumber pertumbuhan baru yang berkelanjutan.

Ke depan, pemerintah optimistis ekonomi Indonesia mampu tumbuh sekitar 5,4% pada 2026. Dengan tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian, kebijakan yang diambil akan disesuaikan dengan dinamika global guna menjaga stabilitas dan keberlanjutan pertumbuhan ekonomi.

“Kami akan terus menjaga stabilitas dan memastikan kebijakan yang diambil adaptif terhadap perkembangan global, sehingga perekonomian nasional tetap tumbuh positif dan berkelanjutan,” pungkasnya. (ds)

id_ID