Menkeu Sebut Penerimaan Pajak Dua Bulan Terakhir Melambat

Menteri Keuangan RI Sri Mulyani. (Foto: Istimewa)

IKPI, Jakarta: Kementerian Keuangan mencatat penerimaan pajak semakin melandai dan cenderung menurun. Bahkan, penerimaan pajak ini tidak sekuat di awal tahun ini.

Dari catatan Kementerian Keuangan (Kemenkeu), pertumbuhan penerimaan pajak pada periode Januari-Mei mencapai 17,7%. Angka ini melandai dari periode yang sama sebelumnya yakni 53,5%.

“Jadi kita masih tumbuh double digit di atas pertumbuhan tinggi tahun lalu. Ini patut kita syukuri dan jaga karena ini akan menopang kegiatan perekonomian dalam bentuk belanja,” papar Menteri Keuangan Sri Mulyani seperti dikutip dari CNBC Indonesia, Senin (26/6/2023)

Sri Mulyani mengungkapkan, kinerja penerimaan dua bulan terakhir melambatkan pertumbuhan single digit yang terutama didorong penurunan harga komoditas dan perlambatan impor.

Namun demikian, realisasi penerimaan pajak Mei 2023, mencapai Rp 830,29 triliun atau tumbuh 16,40%.

Dari penerimaan tersebut tercatat Rp 486,94 triliun atau 55,74% dari target. Selanjutnya, PPN & PPnBM mencapai Rp 300,64 triliun atau tumbuh 21,31% dan PBB & pajak tembus Rp 5,78 triliun atau melesat 77,24%. Terakhir, PPh migas tercatat sebesar Rp 36,94 triliun atau tumbuh tipis 2,48%.

Kedepannya, Kemenkeu melihat penerimaan pajak akan termoderasi karena adanya kebijakan PPS yang tidak berulang. Pada saat yang sama, penerimaan pajak akan mengikuti fluktuasi konsumsi, belanja pemerintah, impor dan harga komoditas. (bl)

 

 

id_ID