IKPI, Jakarta Utara: Ketua Umum Ikatan Konsultan Pajak Indonesia (IKPI) Vaudy Starworld mengajak seluruh anggota untuk secara rutin membuka dan mempelajari kembali kode etik serta standar profesi organisasi. Ajakan tersebut disampaikan dalam webinar IKPI Cabang Jakarta Utara, Sabtu (21/2/2026).
“Bagi saya, kode etik dan standar profesi itu banyak ilmunya. Ini bukan hanya aturan, tapi bekal praktik kita sehari-hari,” ujar Vaudy.
Ia mencontohkan pentingnya penerapan sistem administrasi yang tertib, termasuk penggunaan SIT dan penyusunan kertas kerja yang rapi. Menurutnya, dokumentasi menjadi benteng pertama saat terjadi sengketa atau persoalan hukum.
Vaudy bahkan membagikan pengalaman salah satu mantan ketua cabang yang kini meminta klien membubuhkan cap jempol sebagai bentuk pengamanan tambahan sebelum pelaporan SPT. Langkah tersebut, menurutnya, menunjukkan pentingnya kehati-hatian dalam praktik.
“Kita harus mengamankan diri. Hubungan baik dengan klien itu penting, tapi ketika ada masalah, jangan sampai kita yang pertama terkena dampaknya,” katanya.
Ia menegaskan, standar profesi bukan sekadar formalitas, melainkan alat perlindungan profesi. Konsultan pajak harus mampu menjaga independensi dan integritas dalam setiap keputusan profesional.
Vaudy juga menyampaikan pesan persatuan serta ucapan selamat kepada anggota yang merayakan Imlek dan menjalankan ibadah puasa, seraya mengajak seluruh anggota aktif mengikuti rangkaian kegiatan keagamaan IKPI sepanjang semester pertama 2026. (bl)
