IKPI, Jakarta: Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa membuka peluang pemberian insentif bagi PT Bursa Efek Indonesia (BEI) dan lembaga Self-Regulatory Organization (SRO), dengan catatan agenda reformasi pasar modal berjalan efektif dan berdampak positif.
Purbaya menegaskan bahwa pemerintah siap memberikan dukungan fiskal apabila upaya pembenahan pasar modal menunjukkan hasil nyata.
Ia bahkan mempersilakan pelaku industri untuk mengajukan insentif langsung kepadanya jika program reformasi dinilai berhasil.
“Kalau nanti programnya berjalan bagus, boleh nanti datang ke saya minta insentif,” kata Purbaya di Gedung BEI, Senin (27/4).
Salah satu opsi yang tengah dipertimbangkan adalah relaksasi pajak, termasuk kemungkinan pembebasan Pajak Penghasilan (PPh) atas keuntungan atau capital gain yang diperoleh oleh BEI. Menurut Purbaya, langkah ini dapat menjadi stimulus tambahan untuk memperkuat daya tarik pasar modal domestik.
“Misalnya ada capital gain, ada untungnya, bisa saja tidak dipajaki capital gain-nya,” katanya.
Lebih lanjut, Purbaya juga menyoroti meningkatnya partisipasi generasi muda, khususnya Gen Z, dalam pasar modal Indonesia.
Meski jumlahnya terus tumbuh dan bahkan mendominasi, ia menilai kelompok ini masih memerlukan penguatan edukasi agar dapat berinvestasi secara optimal.
Purbaya menyebut sekitar 57% investor pasar modal saat ini berasal dari kalangan Gen Z. Fenomena ini dinilai positif karena menunjukkan meningkatnya inklusi keuangan di kalangan anak muda.
Namun, ia mengingatkan bahwa tingginya minat investasi belum tentu diikuti dengan pemahaman yang memadai. (ds)
