Presiden Prabowo Percepat Aturan Ekspor Satu Pintu, Berlaku Penuh Mulai September 2026

IKPI, Jakarta: Presiden Prabowo Subianto memastikan kebijakan ekspor satu pintu untuk sejumlah komoditas sumber daya alam (SDA) melalui PT Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI) akan mulai diterapkan secara penuh pada 1 September 2026.

Jadwal tersebut lebih cepat dibandingkan target sebelumnya yang direncanakan berlaku pada 1 Januari 2027.

Menurutnya, pemerintah saat ini masih menjalankan masa transisi sebelum kebijakan tersebut diberlakukan secara menyeluruh.

“Dengan ekspor sumber daya alam satu pintu, ya, kita mengadakan tahap transisi dan kita harapkan nanti 1 September 2026 implementasi penuh,” ujar Prabowo dalam Sidang Kabinet Paripurna, dikutip Selasa (21/7).

Prabowo menjelaskan, pembentukan PT Danantara Sumberdaya Indonesia ditujukan untuk memperkuat tata kelola ekspor komoditas nasional sekaligus menutup celah praktik manipulasi nilai ekspor atau under invoicing.

Praktik tersebut dinilai telah mengurangi penerimaan devisa dan merugikan negara selama bertahun-tahun.

Ia mencontohkan kondisi yang terjadi pada ekspor kelapa sawit. Menurut Prabowo, harga yang tercantum dalam kontrak ekspor dari Indonesia jauh lebih rendah dibandingkan harga jual sebenarnya di pasar internasional.

“Sebagai contoh kelapa sawit banyak dijual di Indonesia resmi kontrak harganya Rp 15.000 per kilo, padahal harga di internasional di Eropa Rotterdam itu Rp 27.000, harga sebenarnya Rp 27.000, siapa yang nikmati Rp 17.000, hampir 50%. Jadi permainan seperti ini yang menusuk hati kita,” katanya.

Prabowo menilai selisih harga tersebut menunjukkan adanya praktik yang menyebabkan sebagian besar nilai ekonomi komoditas tidak kembali ke Indonesia.

Oleh karena itu, pemerintah ingin memastikan seluruh proses ekspor dilakukan melalui mekanisme yang lebih transparan dan terkendali.

“Jadi perusahaan dari Indonesia dia ekspor, begitu di sini dia jual Rp 14.000, dalam perjalanan ke Eropa, konon kabarnya berubah-ubah lagi dealnya, sehingga di sana Rp 27.000. Jadi kita hilang 50% kekayaan kita, satu kali perjalanan kita hilang 50% kekayaan kita, jadi kita tegakkan,” tutupnya. (ds)

en_US