IKPI, Jakarta: Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan penerimaan kepabeanan dan cukai mulai menunjukkan tren pemulihan hingga akhir April 2026.
Realisasi penerimaan sektor tersebut tercatat sebesar Rp 100,6 triliun atau tumbuh 0,6% secara tahunan setelah sebelumnya mengalami kontraksi pada awal tahun.
Menurut Purbaya, capaian tersebut menjadi sinyal membaiknya aktivitas perdagangan internasional dan penerimaan negara dari sektor kepabeanan.
Ia menyoroti bahwa pada Januari hingga Maret 2026, penerimaan kepabeanan dan cukai masih terkontraksi masing-masing sebesar 14%, 14,7%, dan 12,6%.
“Sekarang sudah positif 0,6%. Ke depan akan lebih positif lagi. Jadi memang ada perbaikan di aktivitas ekspor, impor, dan yang lain-lain. Kawan-kawan di Bea Cukai sudah melakukan kerja yang serius sekali,” ujar Purbaya dalam konferensi pers APBN, Selasa (19/5).
Secara rinci, penerimaan dari bea masuk mencapai Rp 16,4 triliun hingga 30 April 2026 atau tumbuh 6,4% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Pertumbuhan tersebut ditopang oleh peningkatan impor komoditas LPG dan barang kebutuhan proyek.
Sementara itu, realisasi bea keluar tercatat Rp9,3 triliun. Nilai tersebut masih mengalami kontraksi 17,5% secara tahunan.
Kendati demikian, pemerintah melihat adanya perbaikan kinerja bea keluar seiring penguatan harga crude palm oil (CPO) pada Maret dan April 2026.
Adapun penerimaan cukai mencapai Rp 74,8 triliun sampai akhir April 2026. Kinerja tersebut terutama didorong meningkatnya produksi rokok pada triwulan pertama tahun ini.
Di sisi pengawasan, Direktorat Jenderal Bea dan Cukai mencatat telah melakukan 5.451 penindakan terhadap rokok ilegal hingga April 2026, meningkat 23,3% dibandingkan tahun sebelumnya.
Dari operasi tersebut, petugas berhasil mengamankan sekitar 684 juta batang rokok ilegal atau melonjak 125,8% secara tahunan. Selain itu, penerimaan dari mekanisme ultimum remedium mencapai Rp 53,4 miliar.
Untuk pemberantasan narkotika, Bea Cukai telah melakukan 522 penindakan dengan total barang bukti mencapai 3,31 ton. Salah satu operasi besar dilakukan bersama Kepolisian RI dalam menggagalkan penyelundupan narkotika selama dua hari berturut-turut di Pelabuhan Bakauheni.
“Salah satu hasil penindakannya adalah keberhasilan tim gabungan Polri dan Bea Cukai dalam menggagalkan upaya penyelundupan narkotika selama dua hari berturut-turut di Pelabuhan Bakauheni,” kata Purbaya. (ds)
