IKPI, Jakarta: Pemerintah Indonesia tengah menyiapkan pembentukan kawasan ekonomi khusus (KEK) yang berfokus pada sektor keuangan sebagai langkah strategis untuk menarik investor global.
Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, menegaskan bahwa konsep yang dikembangkan bukanlah skema family office, melainkan kawasan khusus yang dirancang untuk memperkuat industri finansial nasional.
“Jadi yang mereka bilang itu family office. Sebetulnya bukan family office, nanti kawasan ekonomi khusus untuk financial sector,” ujar Purbaya di Jakarta, dikutip Minggu (26/4).
Ia menjelaskan, pemerintah akan mengadopsi pendekatan yang serupa dengan model yang diterapkan di Dubai, yang dikenal berhasil menarik pelaku industri keuangan dunia melalui kebijakan yang kompetitif serta ekosistem yang terintegrasi.
“Yang masuk untuk saya adalah yang model Dubai, gitu. Kita akan kerja dalam waktu dekat. Presiden sudah memberikan perintah dan petunjuk,” katanya.
Lebih lanjut, Purbaya menyebut bahwa pelaksanaan proyek ini akan dikoordinasikan oleh Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian.
Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto akan memimpin tim lintas kementerian untuk mempercepat realisasi KEK sektor keuangan tersebut.
Rencana pembentukan KEK keuangan ini menjadi bagian dari upaya pemerintah meningkatkan daya saing Indonesia di sektor jasa keuangan global.
Dengan mengadopsi praktik terbaik internasional, pemerintah berharap kawasan ini mampu menjadi magnet baru bagi aliran investasi dan memperkuat posisi Indonesia sebagai pusat keuangan di kawasan. (ds)
