Pusbin JFPM Mulai Benahi Budaya Layanan dan Perkuat Integritas

IKPI, Jakarta: Kepala Pusat Pembinaan Jabatan Fungsional dan Penjaminan Mutu (Pusbin JFPM) Nana Riana menegaskan komitmennya membenahi budaya layanan sekaligus memperkuat integritas di lingkungan Pusbin JFPM melalui pembangunan Zona Integritas menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (ZI WBK).

Komitmen tersebut disampaikan Nana saat memberikan laporan pada kegiatan Pencanangan ZI WBK Pusbin JFPM di lingkungan BPPK Kementerian Keuangan, Jakarta, Kamis (21/5/2026).

Dalam sambutannya, Nana mengatakan pembangunan ZI WBK bukan hanya sekadar mengejar predikat administratif, melainkan bagian dari upaya membangun budaya pelayanan yang berintegritas dan profesional di lingkungan Pusbin JFPM.

“Pembangunan ZI WBK bukan sekadar upaya mengejar predikat, tetapi komitmen membangun budaya pelayanan yang berintegritas sebagai standar operasional kami,” ujarnya.

Ia menjelaskan, sebagai unit baru yang genap berusia satu tahun pada Juni 2026, Pusbin JFPM menghadapi tantangan besar karena harus menangani layanan dengan cakupan luas dan melibatkan banyak stakeholder lintas sektor.

Menurut Nana, layanan yang dikelola Pusbin JFPM mencakup pembinaan lebih dari 34 ribu jabatan fungsional, pelaksanaan lebih dari 2.000 uji kompetensi teknis, hingga pelayanan sertifikasi profesi.

Selain itu, Pusbin JFPM juga melayani hampir 24 ribu peserta Ujian Sertifikasi Konsultan Pajak (USKP) serta lebih dari 2.000 peserta sertifikasi ahli kepabeanan.

“Dengan kompleksitas dan besarnya jumlah stakeholder tersebut, kami berupaya membangun budaya integritas yang kokoh dan itu menjadi prioritas kami,” katanya.

Nana menambahkan, pihaknya terus melakukan transformasi proses bisnis agar pelayanan menjadi lebih tertib, cepat, dan minim penyimpangan. Salah satu langkah yang dilakukan ialah membangun budaya kerja “PROAKTIF” sebagai nilai utama pelayanan di lingkungan Pusbin JFPM.

Ia menjelaskan PROAKTIF merupakan singkatan dari profesional, responsif, objektif, adaptif, berkualitas, transparan, berintegritas, dan fokus.

Menurut Nana, budaya kerja tersebut tidak hanya dijadikan slogan, tetapi diterapkan dalam pola kerja sehari-hari seluruh pegawai di lingkungan Pusbin JFPM.

“Kami memiliki komitmen untuk menyelenggarakan tata kelola yang lebih bersih dan akuntabel dari seluruh jajaran di Pusbin JFPM,” ujarnya.

Kegiatan pencanangan ZI WBK tersebut dihadiri sekitar 200 peserta dari internal maupun eksternal Kementerian Keuangan, termasuk asosiasi profesi, kementerian/lembaga, perguruan tinggi, dan mitra strategis lainnya.  (bl)

en_US