Ketua IKPI Pengda Jawa Timur, Zeti Arina, turut menyampaikan rasa kehilangan atas berpulangnya Drs. Barry Kusuma. Bagi Zeti, sosok yang dikenalnya bukan hanya sebagai senior dalam organisasi, tetapi juga panutan yang penuh kehangatan.
Ia mengenang momen ketika berkunjung ke Medan dan disambut dengan keramahan khas Barry Kusuma. Saat itu, ia diajak menikmati kopi pilihan yang menjadi kebanggaan daerah tersebut. Bagi Zeti, perhatian sederhana seperti itu mencerminkan karakter beliau yang tulus dan senang berbagi.
“Beliau itu senior dan panutan. Royal, tidak jaim, dan sangat perhatian,” kenang Zeti.
Menurutnya, Barry Kusuma adalah pribadi yang tidak pernah setengah-setengah dalam menunjukkan kepedulian. Bahkan dalam setiap acara IKPI di Jakarta, beliau rela membawa durian langsung dari Medan demi berbagi dengan rekan-rekan sesama pengurus dan anggota. Sikap itu menunjukkan betapa ia menikmati kebersamaan dan ingin menghadirkan suasana hangat di setiap pertemuan.
Di mata Zeti, kehadiran Barry Kusuma selalu membawa energi positif. Tidak ada jarak antara senior dan yunior. Sosoknya sederhana, apa adanya, namun tetap dihormati karena pengalaman dan kebijaksanaannya.
Kepergian beliau meninggalkan kesan mendalam, bukan hanya karena kontribusinya bagi organisasi, tetapi juga karena kenangan-kenangan kecil yang penuh makna. Dari secangkir kopi hingga durian yang dibawa dengan penuh semangat, semua menjadi simbol perhatian dan kebersamaan yang akan selalu dikenang.
Bagi Zeti Arina, dunia IKPI kehilangan seorang senior yang menjadi panutan dalam sikap, dedikasi, dan ketulusan. (bl)
