IKPI, Jakarta: Mengutip laporan ABC News, Jumat (2/1/2026) Vietnam memulai tahun dengan paket kebijakan pajak yang menyasar kesehatan publik sekaligus keberlanjutan lingkungan. Sejumlah produk dan aktivitas konsumsi akan dikenakan tarif baru secara bertahap.
Pemerintah Vietnam menetapkan pajak untuk mendorong masyarakat hidup lebih sehat dan mengurangi penggunaan energi berlebihan.
• Pendingin ruangan besar dikenai pajak 10% mulai 1 Januari, terutama untuk unit yang dipakai di ruang luas seperti kantor, restoran, dan kafe. Kebijakan ini ditujukan menekan konsumsi listrik dan emisi.
• Minuman berpemanis akan dikenai pajak bertahap:
• 2027: tarif 8%
• 2028: naik menjadi 10%
Minuman yang mengandung lebih dari 5 gram gula per 100 ml — seperti soda dan sebagian minuman energi — masuk kategori kena pajak.
Sementara susu, jus buah murni, air kelapa, dan minuman nutrisi khusus dikecualikan.
• Minuman beralkohol juga mengalami kenaikan cukai. Tarif yang kini berada di kisaran 65% akan naik 5% pada 2027, dan terus meningkat setiap tahun hingga mencapai 90% pada 2031.
Pemerintah berharap kebijakan fiskal ini dapat menekan penyakit terkait gula dan alkohol, sekaligus mengendalikan konsumsi energi. (alf)
